Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Kebaikan Dadang


__ADS_3

Suasana siang itu terasa sangat terik matahari yang sudah membulat sempurna memancarkan sinar panasnya, membakar kulit kulit petani yang akan merubahnya menjadi hitam legam. dari arah pohon cingkrak terdengar suara burung yang sedang berkicau seperti sedang memikat lawan jenisnya untuk bisa melanjutkan kehidupan keturunan. dari arah jauh terdengar suara motor yang mendekat ke arah Mereka berdiri, semakin lama suara motor itu semakin terdengar jelas hingga nampaklah seorang pria yang mengendarai dengan pakaian yang sederhana, di kepalanya ada topi koboi salah mempertegas bahwa dia adalah seorang bandar sayuran.


Motor itu berhenti di hadapan Mereka bertiga, yang mengendarainya turun setelah mematikan motornya kemudian mengajak kang Dadang untuk bersalaman bahkan berpelukan, sedangkan dengan Abduh dan Nathan hanya diajak bersalaman karena mungkin belum terlalu akrab.


"Kenapa kalian menunggunya di sini?" tanya orang yang baru datang yang terlihat tidak enak karena penyambutannya kurang begitu baik.


"Nggak apa-apa, Soalnya di teras rasanya sangat gerah. kalau di sini ada angin yang berhembus sehingga udaranya tidak terlalu panas." Jawab Dadang dengan mengulum senyum,


"Ya sudah, ayo masuk!" ajak tuan rumah sambil berjalan mendahului namun dengan segera Dadang menahan.


"Kalau bisa jangan di rumah Kang Karsa, takut mengganggu keluarga yang sedang beristirahat. jadi mendingan kita mencari tempat yang lain sambil ngajak jalan-jalan sahabat adik saya yang dari luar kota."


"Siapa?" tanya Karsa yang mengurutkan dahi.


"Saya Kang. saya Nathan saya teman kuliahnya Abduh di Bandung."


"Oh begitu tapi Kenapa gak di rumah saja, biar kita bisa leluasa mengobrol dan bisa disuguhkan segelas kopi."


"Mendingan di luar aja Kang, Kalau bisa di tempat panen Akang supaya kerjaan Akang tidak terganggu." tahan Dadang dengan berbagai alasan karena dia tidak mau kalau rencananya digagalkan oleh istri teman lamanya.


Setelah berebut pendapat akhirnya Karsa pun menyetujui untuk mengajak para tamu ke tempat kerjanya, seusai mendapat keputusan akhirnya mereka bertiga pun masuk ke mobil mengikuti motor yang dikendarai oleh karsa yang berjalan di depan menuntun para tamunya untuk pergi ke kebun.


Jalan yang mereka lalui, samping kanan kirinya ditumbuhi oleh bermacam-macam sayuran. ada sayur kangkung sawi, kol, mentimun dan sayur-sayuran yang lainnya, membuat Nathan semakin betah berada di kampung Sagaranten karena kampung sahabatnya berbatasan dengan kampung-kampung para petani yang sangat produktif.

__ADS_1


Lama di perjalanan akhirnya mereka pun tiba di salah satu Saung terlihat ada beberapa orang yang sedang bekerja di ladangnya, mungkin itu adalah pekerjanya Karsa. ketig orang yang mengikuti dari mobil Mereka pun turun lalu menghampiri Karsa yang sudah duduk di pelupuh saung, matanya memperhatikan ke arah tanaman yang sudah waktunya panen seperti sedang memantau pekerjaan anak buahnya.


"Nanam sayuran apa sekarang?" tanya Dadang yang memindai keadaan sekitar yang ditumbuhi oleh sayur-sayuran seluas mata memandang.


"Biasa sayur yang cepat panen Kang  seperti sawi putih sawi hijau, mentimun dan yang lain-lainnya. karena kalau menunggu lama nanti dapur saya tidak bisa mengebul." jawab Karsa sambil mengulum senyum dia pun menggeserkan tempat duduknya masuk agak dalam, supaya para tamunya bisa duduk dengan nyaman.


"Benar tapi kalau sayuran yang cepat panen pasti akan cepat mengeluarkan modal juga kan?"


"Iya begitulah. namun lumayan kita tidak terlalu kebingungan untuk resiko, karena tanaman yang cepat panen hanya sebagai penunjang sambil menunggu tanaman yang membutuhkan waktu lama bisa dipanen. jadi tanaman yang cepat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, sedangkan tanaman yang lama seperti cabai tomat dan yang lain-lainnya itu untuk tabungan."


"Hebatlah kalau para petani sayuran memang uangnya Tidak diragukan lagi."


"Memang kalau uang Tidak diragukan, tapi kalau untuk beras kita harus beli, meski kita terlabeli oleh seorang petani. Oh iya malah mengobrol ngalor Akang, Ada apa menemui saya?" tanya Karsa yang terlihat merapatkan bersilanya seolah siap menunggu apa yang akan disampaikan oleh sang tamu.


Sebelum menjawab pertanyaan Karsa, Dadang terlihat menarik nafas dalam seolah enggan dan merasa berat ketika menyampaikan keinginannya, tapi meski begitu dia harus berbicara agar masalahnya bisa cepat terselesaikan.


"Menyusahkan dalam hal?" tanya Karsa yang mengurutkan dahi.


"Saya memiliki adik perempuan yang dulu sering saya ajak main ketika menemui Kang Karsa, yang bernama Jasmine. sekarang Jasmine sedang berkuliah di California Amerika, besok dia akan sampai di bandara."


"Oh begitu, terus?"


"Sebenarnya saya sangat berat untuk mendatangi kang Karsa karena saya tahu Kang Karsa juga memiliki sana keluarga yang mungkin tidak akan menyetujui ketika kedatangan saya. tapi mau bagaimana lagi saya tidak ada orang yang bisa dimintai pertolongan kecuali Kang Karsa."

__ADS_1


"Lanjut!"


"Besok adik saya akan tiba di bandara, Saya merasa bingung bagaimana cara menjemputnya, karena sudah menjadi rahasia umum kalau warga Kampung Sagaranten tidak bisa hidup dengan tenang, soalnya mereka memiliki musuh dari kampung Cisaga. pasti kalau keberangkatan kami diketahui oleh Kampung musuh maka keselamatan kami pun akan terancam, untuk itu kami datang ke sini untuk meminta pertolongan Kang Karsa supaya membantu kesusahan kami."


"Membantu dengan cara apa Kang, coba Tolong diperjelas jangan terlalu bertele-tele."


"Saya butuh mobil sayuran Akang, saya mau sewa mobil Akang untuk menjemput Jasmine, karena kalau menggunakan mobil yang dari luar Kampung Sagaranten, pasti warga Kampung Cisaga tidak akan curiga sehingga dengan adanya mobil sewaan, mudah-mudahan kami bisa aman di perjalanan."


"Oh begitu. Itu masalah gampang Kang, karena mobil saya ada dua. silakan akan mau pakai yang mana, jangan bilang menyewa karena itu tidak enak didengar, masa sama tetangga harus perhitungan."


"Terima kasih banyak atas kesediaannya, Saya yakin akanv orang yang sangat baik. Tapi kalau bisa saya tetap menyewa karena saya juga ingin membeli sayuran akang atau Kalau bisa nanti biarkan warga Kampung sagaranten yang mengantarkan sayuran dari kampung curug kembar untuk dibawa ke pasar supaya penyamaran kami terlihat sangat sempurna."


"Gampang! kapan Akang mau berangkat, tapi kalau mengirim sayuran, saya mengirimnya ke Bandung bukan ke Jakarta."


"Tidak apa-apa, karena kami akan berangkat sore dan Jasmine akan tiba di bandara esok pagi, Jadi waktu kami sangat leluasa meski harus pergi ke Bandung.


"Ya sudah nanti saya akan telepon bos saya yang ada di Bandung, Biar mereka tahu kalau Akang Yang Akan mengirim sayuran, menggantikan saya. apa sebaiknya dengan saya saja?"


"Ah jangan! sudah dipinjamkan mobil saja sudah cukup, Saya tidak mau merepotkan akan terlalu jauh."


"Nggak merepotkan kok, dan jangan bilang seperti itu karena apapun yang saya akan lakukan itu tidak sebanding dengan apa yang diberikan oleh Akang. Kalau tidak ada Kang Dadang mungkin Kampung kami akan berkutat dengan kesusahan, karena sempitnya lapangan pekerjaan. namun ketika akan datang warga Kampung kami menjadi kampung yang sangat maju dengan pertanian yang begitu luar biasa. jadi apapun yang saya berikan tidak akan bisa membalas kebaikan akan."


"Sudah jangan bahas yang sudah berlalu  Saya jadi malu." jawab Dadang yang tidak pernah mengungkit kebaikannya.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun terus mengobrol mematangkan rencana, sehingga akhirnya mendapat keputusan bahwa mobil yang akan dipinjam yaitu dua mobil dengan membawa sayuran ke Bandung terlebih dahulu, kemudian menjemput Jasmine ke Tangerang. setelah semuanya dirasa selesai akhirnya Dadang pun berpamitan dan akan berjanji Nanti sore hari mereka akan datang lagi untuk mengambil mobil yang sudah diisi sayuran.


Awalnya Karsa memaksa untuk mampir ke rumahnya terlebih dahulu mengajak Dadang agar bisa makan siang bersama, namun Dadang yang pandai membaca situasi dia pun tidak mau menyebabkan orang-orang yang baik terhadapnya bertengkar dengan keluarga. karena setiap orang yang berdekatan dengan Dadang istri mereka pasti akan menolak, soalnya resikonya sangat luar biasa. mendapat izin dari Karsa itu sudah lebih dari cukup untuk Dadang yang tinggal di kampung konflik.


__ADS_2