Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Hancur lebur


__ADS_3

Srettt! Srtttt! srttttt!


Beberapa senjata tajam melukai tubuh Dadang, bajunya yang putih sudah berubah menjadi merah kehitaman, ternodai oleh darahnya sendiri dan cipratan darah dari musuhnya, Dadang yang sudah kewalahan dia tidak kuat untuk melanjutkan pertarungan.


Sarah yang sejak dari tadi menghindar menyelamatkan diri, ketika melihat suaminya sudah kewalahan dia pun berlari Untuk menghentikan semua pertempuran itu, namun Darman yang melihat dia tidak tinggal diam, dengan segera dia menarik pergelangan lengan wanita yang ingin menghampiri suami tanpa berpikir panjang Darman pun.


Srttttttt!


Satu tusukan golok tembus dari arah pinggang ke arah perut, kemudian dia menariknya sehingga darah pun keluar membasahi baju gamis Sarah, warna gamis putih itu berubah menjadi merah kecoklatan seketika. Mata Sarah mendelik menatap ke arah orang yang melukainya, namun itu tidak lama karena tubuhnya tiba-tiba terasa lemas, badannya menggigil, wajahnya memucat, pandangannya mulai kabur sehingga tubuh wanita itu ambruk disaksikan oleh Dadang yang terus menghindari serangan.


Sret! seret!! Srttt!


Dengan sisa-sisa tenaganya Dadang mampu membalikkan keadaan, dia menyerang musuh-musuhnya menggunakan pisau, kemudian mengambil golok yang tergeletak, dia membabat habis lawan-lawannya Tak ada satupun yang tersisa, namun ada beberapa bagian luka tambahan di tubuhnya.


Melihat istrinya yang sudah terkapar, dia pun berlari menuju ke arah Sarah untuk menyelamatkan. namun Darman yang mengetahui itu tidak membiarkan, dengan segera dia pun membebatkan golok ke arah perut sehingga.


Sreettt!


Tebasan itu tepat mengenai perut Dadang, baju yang dipakainya pun robek diikuti dengan darah yang mengucur keluar. Tubuh yang sudah lemah itu ambruk di samping istrinya, Darman tidak membiarkan musuhnya untuk bernapas lega, Dia menendang satu kali kepala Dadang, kemudian menghampiri anak buahnya untuk menyerang mata dan warga Kampung lainnya yang masih selamat.


"Mampus kau b4ngsat!" ujar Darman sambil meludahi Dadang.

__ADS_1


Orang yang diludahi tidak mampu melakukan apa-apa, dia hanya meringis menahan sakit sambil merangkak mendekat ke arah Sarah yang sudah terbujur kaku, nafasnya sudah lemah sehingga lama-kelamaan mata Sarah pun mulai menutup, Sarah menghembuskan nafas terakhirnya di hadapan Dadang.


"Sarah......!" teriak Dadang memanggil istrinya Dia pun mencoba untuk duduk kemudian mendekap istrinya begitu erat, tangisnya pun mulai pecah membasahi jenazah Sarah yang terkujur lemah.


Abduh dan Jasmine melihat kakak tertuanya sudah hampir sekarat, dengan segera Mereka pun menghampiri sambil menangis dan berteriak-teriak histeris, tidak kuat melihat orang yang ia sayangi terluka begitu parah sambil memeluk istrinya yang sudah tidak bernyawa.


Dengan segera Abduh pun memeluk Dadang yang hendak roboh, dia menyandarkan kepalanya di paha, kemudian menyusut darah yang berada di wajah, tangis Abduh dan Jasmine tidak berhenti mereka berteriak dengan begitu histeris memanggil-manggil nama kakaknya.


"Kang Dadang.....! kang Dadang.... bangun Kang....! bangun...!" ujar Abduh dengan suara yang bergetar dia memeluk kakaknya dengan begitu erat,  sedangkan Jasmine memegang tangannya yang sudah terkulai lemas.


"Na.... Naaa, than.... Nathan...!" hanya kata itu yang keluar dari mulut Dadang, sambil menunjuk menggunakan tangan yang tidak dipegang oleh adiknya ke arah orang yang sedang bertarung.


"Nathan! Nathan...!" Panggil Jasmine dengan teriakan yang sangat lantang, memecah suasana riuh yang terdengar mengerikan.


"Sabar Kang, sabar..! Nathan Sebentar lagi ke sini. Jangan pingsan terlebih dahulu!" Pinta Jasmine memberitahu ambil tetap memegang erat tangan kakaknya.


Setelah merobohkan semua musuhnya, tak ada orang yang mampu bangkit lagi bermandikan darah. Nathan berlari menuju ke arah Dadang yang terus menunjuknya mungkin memberikan isyarat agar Nathan segera mendekat.


Nathan pun menjatuhkan tubuh untuk berada tepat dihadapan Dadang, kemudian kepalanya diraih untuk mendekat, sepertinya Dadang ingin mengucapkan sesuatu, Namun sayang tubuhnya yang sudah hancur terkena sabetan serangan lawan, dia hanya memeluk kepala Nathan begitu erat kemudian dia pun menghempaskan nafas terakhirnya, matanya mulai tertutup dengan sempurna tubuhnya yang ditopang oleh Abduh, kemudian terkulai lemas Dadang meregang nyawa di tangan Darman.


"Tidak......!" Teriak Abduh sambil mengangkat kepala ke atas langit, menandakan Dia sangat frustasi hari itu. Calon kekasihnya sudah meninggal terkenal ledakan bom, ditambah sekarang kakaknya pun mengikuti. Abduh menangis sejadi-jadinya, bahkan Jasmine pun ikut melakukan hal yang sama. hanya Nathan yang tidak berteriak histeris, tapi dari sudut matanya keluar cairan pening tanda kesedihan yang begitu mendalam.

__ADS_1


Tangan calon kekasih Jasmine itu terlihat mengepal kemudian mengambil golok yang tadi dibawa oleh Dadang, dia pun bangkit hendak menghabisi semua lawannya. Nathan yang awalnya hanya membela diri sekarang dia sudah terkontaminasi oleh dendam yang sudah diwariskan secara temurun temurun oleh warga kampung sagaranten, dia sudah berjanji akan menghabisi semua lawannya Tak akan ada satupun yang tersisa.


Ketika ada warga kampung cisaga yang mendekat tanpa berpikir panjang Nathan pun Mengayunkan serangan golok menuju ke arah leher, namun orang itu dengan segera menghindar, tapi Nathan yang memiliki kelebihan dalam bertarung tidak membiarkan musuhnya bernapas lega, dengan segera dia pun menyerang membabi buta sehingga hanya beberapa detik saja tubuh musuhnya sudah ambruk bermandikan darah.


Manta yang mengetahui semua pimpinannya sudah meninggal, yang masih ada dalam ancaman, dengan segera mendekati Nathan untuk menyerunya pergi membawa Jasmine dan Abduh. karena mereka berdua sangat penting untung kelangsungan hidup warga Kampung sagaranten.


"Udah hentikan, sudah! Tolong kamu bawa Abduh dan Jasmine untuk segera menjauh dari tempat terkutuk ini, aku mohon selamatkan mereka, Aku percaya sama kamu!" ujar mantap setelah berada di hadapan Nathan.


"Tidak, aku tidak akan pergi sebelum Aku membunuh orang yang sudah membunuh keluarga Kang Dadang." ujar Nathan sambil memindai keadaan sekitar mencari musuh yang menyerang Kampung kekasihnya, mata Nathan yang tajam mengalahkan mata elang yang sedang mencari mangsa.


"Tolong kamu jangan egois! Sekarang bukan waktunya menunjukkan kehebatan. Tapi sekarang bagaimana caranya kita menyelamatkan diri dari bahaya yang sangat besar, mungkin kamu mampu melawan mereka tapi bagaimana dengan warga Kampung Sagaranten yang sudah kesusahan bahkan sudah banyak orang yang terluka ataupun meninggal dibunuh oleh warga Kampung Cisaga. sekarang Tolong bawa mereka, Tolonglah!" ujar Manta sambil membabatkan parangnya menangkis serangan lawan, kemudian dia membalikkan tangkisannya menjadi serangan sehingga musuhnya pun terkapar.


Nathan terdiam sesaat, setelah dipikir dengan cepat dia pun memutuskan untuk mengikuti perkataan Manta, karena memang begitulah keadaannya. Sekarang bukan waktunya untuk menunjukkan Siapa yang paling gagah, karena ada dua orang yang harus diselamatkan orang yang paling Nathan cintai.


Dia pun mendekat kembali ke arah Jasmine dan Abduh yang masih menangis memegang tubuh Dadang yang terkulai tidak bernyawa, mereka terus-terusan menyalahkan keadaan yang menimpa kampungnya yang selalu berkonflik dengan Kampung Tetangga.


"Ayo, Ayo kita pergi sekarang!" ajak Nathan setelah berdiri di dekat Abduh dan Jasmine.


"Enak aja main pergi, lihat Kakakku sudah meninggal. masa ditinggalkan begitu saja?" jawab Abduh dengan membulatkan mata tidak setuju dengan ajakan Nathan, mata yang sudah tidak mengeluarkan cairan mungkin sudah habis terkuras oleh semua kesedihan.


"Siapa yang tega meninggalkan keluarga yang sudah meninggal, tapi Sekarang bukan waktunya memilih. kita harus meninggalkan mereka kita harus menyelamatkan diri terlebih dahulu, nanti Biarkan kita mengatur rencana untuk membalasnya." ujar Nathan menjelaskan.

__ADS_1


"Lebih baik aku mati di sini, daripada aku meninggalkan Kang Dadang." ujar Abduh Kukuh dengan pendiriannya.


__ADS_2