
Ketua RT yang kebetulan sedang ada di rumah dan tidak ada kegiatan lain, dia pun menyanggupi untuk mengecek rumah Halimah yang seperti ada kejadian aneh di dalamnya, bahkan Pak RT mengajak warga warga lain yang kebetulan bertemu di jalan, sehingga ada beberapa orang yang ikut ingin memastikan keamanan rumah Halimah.
"Tuh aneh kan Pak RT lampu halaman saja dan lampu teras belum dinyalakan." ujar pria yang menjemputnya.
"Yah benar nak Wandi, Ada apa ya. Bapak jadi takut nih! takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan." jawab Pak RT sambil memindai keadaan sekitar yang tidak nampak seperti biasa.
"Hush! Kalau ngomong itu dijaga Pak RT, Kalau ngomong harus yang baik-baik nanti kalau kejadian bagaimana?" Timpal Seorang warga membuat Wandi semakin ketakutan.
"Emang awalnya Bagaimana, kok nak Wandi bisa tahu kalau di rumah Ibu sedang ada yang tidak beres?"
"Dari tadi jam 05.00 saya telepon Ibu tidak mengangkat, namun teleponnya terhubung."
"Mungkin tidur kali Wan?" jawab Seorang warga menyimpulkan.
"Ibu tidak pernah tidur sore-sore, biasanya Ibu tidur jam 09.00 malam atau bahkan larut ketika ada pekerjaan."
"Ya sudah kita cek ke dalam, hati-hati dan harus penuh ketelitian." ungkapan RT sambil membuka sendal kemudian masuk ke dalam teras depan lalu mendorong pintunya.
Keanehan pun terjadi kembali membuat wajah Wandi terlihat pucat, karena dia sangat tahu kebiasaan ibunya yang tidak pernah lalai dalam keamanan rumah, namun dia segera membuang jauh-jauh prasangka itu, karena Pak RT bersama warga lainnya sudah masuk ke dalam rumah yang nampak samar-samar karena lampu di ruangan tidak dinyalakan semua.
Wandi yang sangat mengetahui seluk beluk rumah itu dengan segera menyalakan saklar lampu, sehingga suasana di ruang tengah dan ruang tamu terlihat dengan jelas, namun kejadian aneh pun terjadi kembali, karena banyak genangan air yang membasahi lantai.
"Cek semua kamar, tapi hati-hati takut ada orang yang berkunjung tidak Diundang." perintah Pak RT membagi tugas.
__ADS_1
Wandi dan para warga mulai masuk ke kamar yang ada di lantai bawah, tak selang berapa lama terdengar suara teriakan dari salah satu kamar memberitahu bahwa ada keanehan di kamar yang dekat kamar mandi. dengan segera orang-orang yang berada di rumah itu berlari menuju kamar itu.
"Ada apa?" tanya Pak RT sambil memindai keadaan sekitar.
"Genangan air di sini sangat, banyak bahkan kasurnya terlihat, basah ditambah ada kotak P3K seperti ada orang yang baru saja kecelakaan."
"Ibu, Ibu. di mana kamu Ibu." ujar Wandi yang mulai terlihat panik Karena dia sudah menyimpulkan bahwa ibunya sedang tidak baik-baik saja.
"Berarti ada tamu yang masuk ke dalam rumah, ayo kita cek lantai atas. tapi jangan sendiri-sendiri kita cek dengan sesama," saran Pak RT sambil keluar dari kamar kemudian menaiki tangga untuk menuju ke lantai kedua.
Di lantai kedua hanya ada dua kamar itu pun tidak pernah digunakan, karena hanya tempat kerja dan menyimpan barang-barang yang sudah tidak terpakai. mereka menyusuri setiap sudut ruangan yang berada di lantai 2 hingga akhirnya mereka tiba di kamar tempat Halimah diikat.
Mendengar ada orang yang sedang mengobrol di luarĀ Halimah yang sudah menyerah, semangatnya datang kembali dengan segera dia pun menggerak-gerakkan kakinya menendang-nendang meja yang berada di bawahnya, membuat orang-orang yang berada di luar dengan segera menghampiri.
Teriak Wandi dengan berlari menuju ke arah Halimah yang tergeletak di lantai, dengan handuk yang sudah melorot karena sejak dari tadi Halimah terus bergerak-gerak tampak bisa membetulkan kain penutup. dengan segera Wandi pun membenarkan handuk dan membuka tali pengikat yang berada di tangan dan kakinya, bahkan penutup mulutnya pun dibuka.
Tangis Halimah pun pecah seketika memeluk anaknya dengan begitu erat, dia merasa beruntung bisa selamat dari bahaya yang mengancam. Halimah menangis tersende sedan, begitupun Wandi yang merasa bahagia melihat ibunya masih hidup.
Orang-orang yang berada di tempat itu mereka hanya bisa menyaksikan meski dalam benak mereka dipenuhi dengan pertanyaan pertanyaan Apa yang sebenarnya terjadi kepada dosen tua itu, namun mereka tidak berani menyela orang yang sedang menumpahkan kebahagiaan.
Setelah agak tenang istri Wandi yang melihat ibunya tidak mengenakan baju, dia datang dengan membawa pakaian kemudian meminta para warga yang membantu untuk menunggunya di luar.
Setelah mengenakan baju Halimah diajak Wandi turun ke lantai bawah menemui Pak RT bersama warga lain yang sedang menunggu di ruang tamu, mereka tidak langsung pulang karena merasa penasaran Apa yang sebenarnya terjadi kepada Halimah.
__ADS_1
Halimah didudukkan di salah satu kursi yang di dampingi oleh Wandi, sedangkan Istrinya disibukan buat rebusan air panas untuk menyeduh kopi sebagai rasa Terima kasih atas bantuan para Tetangga.
"Mohon maaf bu Halimah, sebenarnya kami sangat mengetahui Ibu masih trauma dengan apa yang menimpa kepada ibu. Tapi saya selaku ketua kampung saya berhak tahu tentang apa yang terjadi kepada warganya. Untuk itu saya mohon Tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi sehingga Ibu bisa diikat di dalam kamar?" tanya Pak RT mulai membuka introgasi.
Halimah yang merasa berhutang Budi dia tidak diminta untuk yang kedua kali, dengan segera dia pun menceritakan kejadian yang menimpanya dari awal sampai akhir tidak ada yang terlewat, membuat orang-orang yang mendengar merasa heran dengan kelakuan tiga orang yang masuk ke rumah Halimah karena mereka tidak mengambil barang berharga sedikitpun, hanya mengambil satu lembar kertas yang menyimpan salah satu data mahasiswa.
"Nah begitu kejadiannya Pak RT, Terima kasih atas segala bantuannya." pungkas Halimah mengakhiri ceritanya.
"Aduh, kok aneh begitu ya ceritanya. Kok ada orang yang merampok tapi tidak mengambil apa-apa. Terus apa hubungannya dengan Nathan yang hanya seorang mahasiswa yang terkenal dengan kebaikannya?" jawab Pak RT mengungkapkan rasa penasarannya karena tadi Halimah menceritakan bahwa Nathan adalah salah satu mahasiswa terbaik dengan memiliki budi pekerti yang sama baiknya.
"Sebaiknya bu Halimah membuat laporan ke pihak yang berwajib, agar kasus ini bisa ditangani secepatnya." saran Seorang warga.
"Benar kalau mau saya kebetulan tahu nomor pihak kantor kepolisian yang bertugas di daerah kita, nanti saya akan suruh mereka datang ke sini." ujar Pak RT membenarkan.
"Jangan nanti-nanti Pak. mendingan sekarang saja mumpung tempat kejadian perkara belum dibersihkan."
"Benar, sebentar saya akan meneleponnya terlebih dahulu."
Pak RT pun mengambil handphonenya, kemudian dia menekan nomor kantor kepolisian yang berada di daerahnya. Karena sekarang pihak keamanan dan pihak aparat lainnya mereka bahu-membahu mewujudkan ketenangan, ketentraman, dalam hidup bermasyarakat.
10 menit berlalu akhirnya orang yang ditelepon pun datang dengan lengkap dengan beberapa petugas lainnya, Setelah mendapat penjelasan Mereka pun bertugas seperti yang biasa mereka lakukan, mengumpulkan bukti-bukti untuk penyelidikan lanjutan.
Rumah Halimah terlihat dikerumuni oleh para warga kampung yang penasaran, kenapa ke rumah itu ada pihak yang berwajib seperti ada kejadian besar yang menggemparkan. setelah mengetahui ceritanya mereka pun kembali lagi ke rumah masing-masing untuk beristirahat setelah seharian bekerja, apalagi cuaca yang begitu dingin sangat cocok untuk berdiam diri di kamar dibalutkan selimut tebal.
__ADS_1
Setelah melakukan penyidikan pihak kepolisian pun berpamitan untuk pulang ke kantornya, dan mereka berjanji akan secepatnya mencari orang yang sudah masuk ke rumah Halimah. Begitu juga dengan Pak RT dan para warga lainnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing dan berjanji ketika Halimah membutuhkan bantuan dia Sigap untuk membantu.