
"Cewek....! Godain kita dong, hahaha." ujar salah seorang yang diikuti oleh gelak tawa teman-temannya.
"Iya manis daripada pacaran dengan satu orang mendingan sama kami berlima, Kami yakin kamu akan terpuaskan." Timpal yang lainnya menyahuti.
"Punya kami besar-besar loh, cukup untuk menutup semua lubang yang ada di tubuhmu."
Mendengar ocehan ocehan yang sangat tidak enak didengar oleh telinga, Nathan pun membalikkan tubuh hendak menghampiri orang-orang yang meledek Jasmin. namun dengan segera Jasmine berada di sampingnya menahan tangan Nathan sambil menggelengkan kepala, memberi isyarat agar Nathan tidak meladeni mereka.
"Biarkan saja manis dia datang ke sini, banti juga dia akan mati. setelah itu kamu bisa tenang bersenang-senang dengan kami, hahaha." ledek salah seorang yang melihat Jasmine menahan Nathan.
Jasmine tidak memperdulikan ocehan ocehan para berandalan itu, dia terus menarik Nathan agar segera menjauh. Jasmine tidak mau hal yang sudah menimpa keluarganya terjadi kepada Nathan,
"Dasar banci sama perempuan aja kalah, seperti kerbau yang dituntun oleh seorang gembala." Jadi para berandalan itu seperti tidak puas melihat Nathan yang ditarik pergi meninggalkannya.
Jasmine tidak memperdulikan perkataan itu, Ia terus mendekat ke arah Rahmi dan anak-anaknya yang sudah menunggu dari tadi. mereka masih berada di luar mobil sehingga mereka bisa melihat apa yang terjadi, namun keluarga Rahmi tidak terlalu suka untuk beradu pendapat, apalagi orang itu adalah seorang pengangguran yang tidak akan memberikan dampak positif bagi kehidupannya.
"Ada apa Nathan?" tanya Arfan yang menghampiri.
"Nggak ada apa-apa, hanya bertemu dengan cucunguk yang sedang mencari makan."
"Kenapa kamu nggak basmi aja para sampah masyarakat itu?"
"Hush! apa yang kamu bilang? nggak boleh begitu ayo kita pulang, Lagian kalau hanya kata-kata tidak akan melukai tubuh." Pisah Rahmi yang melihat anaknya sedang membicarakan orang lain.
Akhirnya keluarga itu pun masuk ke dalam mobil masing-masing, namun Nathan yang mengemudikan salah satu mobil dia belum masuk, dia terlihat mengeluarkan handphone kemudian mengarahkan ke arah orang yang tadi menggoda Jasmine dengan perkataan-perkataan yang kurang pantas. setelah terarah dia pun memperbesar lensa kameranya agar orang yang difoto terlihat jelas.
__ADS_1
Setelah mengambil gambar dia mengirimkan foto itu ke salah satu kontak yang berada di handphonenya, kemudian dia menuliskan sesuatu seperti sedang memerintah seseorang.
"Nathan ayo pulang, Kak Arfan sudah berangkat." ujar Rahmi sambil memunculkan kepalanya dari kaca jendela yang terbuka.
"Yah bu, maaf Arfan Ada pesan penting dari teman." jawab Nathan berbohong kemudian dia pun masuk ke dalam mobil lalu duduk di belakang kemudinya. tanpa membuang waktu Nathan menyalakan mobil kemudian meninggalkan parkiran Mall.
Di jalan Nathan sekali melirik ke arah handphonenya seperti sedang memantau sesuatu, bahkan beberapa kali dia membalas pesan menggunakan tangan kiri ketika mobil itu berhenti di lampu merah atau ngantri dalam kemacetan.
"Jangan main handphone melulu, nanti celaka!" ingat Rahmi yang selalu waspada.
"Enggak kok Bu, lagian membalas chat ketika mobil berhenti." Jawab Nathan membela diri.
"Diingatkan kamu malah ngeyel!" Ujar Rahmi dengan Ketus.
"Nggak, nggak. Nathan sudah kok membalas chatnya." jawab Nathan sambil tersenyum kemudian menyimpan handphonenya di dashboard mobil.
Nathan membukakan pintu mobil untuk Rahmi kemudian mengantarkannya sampai ke teras, sedangkan barang belanjaan diturunkan oleh satpam rumah.
"Bu, Nathan mau pergi lagi, soalnya ada hal yang penting yang harus dibicarakan dengan klien." ujan Nathan meminta izin.
"Hal penting apa, Lagian Kenapa berbisnis di hari sabtu? bukannya ayahmu sudah mengajarkan Kalau hari Sabtu adalah hari untuk berkumpul dengan keluarga kita, sedangkan hari Minggu untuk berkumpul dengan keluarga keluarga masing-masing."
"Maaf Bu, ini urgent banget tidak bisa ditunda-tunda."
"Ya sudah, kalau begitu kamu hati-hati di jalan, apalagi sekarang sedang macet parah karena banyak orang yang akan malam mingguan."
__ADS_1
"Nggak kok, Nathan mau bawa motor agar cepat sampai ke tujuan."
"Apalagi bawa motor, kamu jangan ngebut-ngebut!"
"Siap Bu." jawab Nathan sambil mengulum senyum kemudian dia pun mengambil tangan ibunya, lalu bergegas pergi menuju garasi rumah seperti dia tidak mau lebih panjang jadi ceramahi oleh Rahmi.
Setelah sampai ke garasi, Nathan pun mengeluarkan salah satu motor sport miliknya, kemudian menyalakan mesin menekan kopling lalu memasukkan perseneleng, sehingga motor itu melaju meninggalkan kediaman suyatno.
Suasana kala itu terlihat sangat cerah, cahaya matahari terlihat menguning keemasan, merubahkan warna-warna yang berada di bumi menjadi sangat indah. yang disayangkan di jalanan kendaraan sangat padat penuh merayap, karena banyak orang yang menikmati libur weekend dengan berjalan-jalan bersama keluarga. berbagai cara banyak dilakukan untuk mengatasi musuh besar di jalanan namu, sampai saat ini tidak ada yang bisa mengatasi kemacetan, karena kendaraan terus bertambah dan memilikinya dipermudah hanya memiliki uang sekian orang-orang sudah memiliki mobil.
Di samping kanan kiri jalan terlihat Sudah beberapa pedagang kaki lima yang membuka kiosnya, mulai dari pecel lele, bajigur, martabak dan jajanan-jajanan malam yang biasa menghiasi trotoar ketika malam hari, untuk melayani muda-mudi yang sedang Mengisi waktu kosong.
Nathan yang mengendarai motor dia terus berbelok-belok, melok-leok melewati kendaraan-kendaraan yang sedang mengantri dalam kemacetan, sekali dia menarik tuas gas motornya agar bisa sampai ke tempat tujuan. namun sesekali dia harus berhenti ketika jalanan memang benar-benar sangat macet atau lampu merah sedang menyala.
Tring! tring! tring!
Handphone yang berada dalam saku bajunya terasa bergetar dan berdering, menandakan ada panggilan masuk. Dengan segera Nathan pun menepikan motor ketika tidak terlalu ramai oleh kendaraan dengan segera dia mengangkat teleponnya lalu menempelkan ke telinga.
"Halo, ada apa Yono?" tanya Nathan dengan menutup telinga sebelah kiri Mungkin dia ingin jelas mendengar pembicaraan orang yang berada di telepon.
Suara kendaraan yang bergemuruh disahuti dengan suara klakson-klakson yang tak berhenti karena jalan yang agak macet membuat jawaban dari orang itu tidak terdengar, sehingga Nathan pun mematikan telepon kemudian mengirimkan pesan.
Tring!
Notifikasi pesan pun berbunyi, Nathan membuka aplikasi pesan berwarna biru kemudian membaca tulisan yang berbunyi. "target sudah pindah lokasi Mereka ada di markasnya."
__ADS_1
"Share lokasi! Aku akan segera ke sana dan kasih tahu yang lain."
Orang yang bernama Yano dia mengikuti perintah Nathan mengirim lokasi di mana dia berada sekarang, kemudian memberitahu teman-teman lainnya untuk segera berkumpul ke tempat itu.