Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Memikirkan Jasmine


__ADS_3

Suasana kekeluargaan pun terasa begitu hangat karena diselingi dengan candaan-candaan yang begitu riang, namun meski hanya bercanda Dadang terus memberikan nasihat untuk adiknya yang sebentar lagi akan langsungkan acara lamaran.


"Terus ujian season kedua kapan tuh Kang?" tanya Abduh sambil menatap Dadang begitu lekat seolah tidak mau ada pembicaraan Yang Terlewatkan.


"Ujian season kedua yaitu ketika setelah menikah. soalnya kita yang terbiasa hidup sendirian harus beradaptasi dengan pasangan, dan sikap baik dan buruknya pasangan akan nampak jelas setelah menikah, karena kita sudah hidup bersama. dan bukan hanya itu biasanya masalah finansial, apalagi kalau menikah sebelum memiliki penghasilan masalah, itu akan menjadi momok menakutkan bagi pasangan yang baru menikah." jawab Dadang menjelaskan.


"Ada lagi?"


"Banyak yang tadi akan sebutkan adalah salah satunya. cobaan itu bisa datang dari luar seperti masalah finansial ada juga yang dark dalam yaitu masalah pasangan itu sendiri, Bahkan keluarga pasangan masing-masing yang ikut campur dalam urusan rumah tangga anaknya."


"Terus ujian Akang seperti apa?" tanya Abduh seperti ingin mengetahui kisah rumah tangga kakaknya.


"Akang yang memutuskan untuk tidak tinggal di kampung Sagaranten, akang Merantau keluar kota. di sana Akang tidak langsung bahagia, karena kamu harus berjuang mencari pekerjaan. pindah dari perusahaan yang satu pindah ke perusahaan yang lain, pindah dari kontrakan yang satu ke kontrakan yang lain. meski hidup di sini kita sangat berkecukupan, namun ketika kita hidup di luar kita bukan apa-apa, kita harus tetap berjuang agar bisa tetap hidup seperti orang lain."


"Terus cobaan season selanjutnya bagaimana?"


"Biasanya antara 5 tahun atau 10 tahun setelah pernikahan. karena kalau orang yang dikaruniai kepercayaan oleh Allah yaitu seorang anak, mungkin itu adalah sebagian dari anugerah dari pernikahan, tapi tidak sedikit orang yang menganggap itu sebagai musibah, karena memiliki anak harus mempunyai biaya lebih, harus di sekolah kan harus dikasih makan, harus diberikan pelajaran, baik pelajaran agama ataupun pengetahuan umum. Dan ketika mendidik anak tidak sedikit orang yang berselisih paham antara suami dan istrinya. ada pula cobaan yang datang dari pihak keluarga, apalagi orang yang selalu menggantungkan hidupnya terhadap orang tua, maka 5 atau 10 tahun mereka akan meninggalkan dunia ini. karena begitulah fitrahnya manusia yang harus meninggal, ini akan memberikan kesedihan bagi keluarga."


"Berarti menikah itu sangat berat?"

__ADS_1


"Memang sangat berat, makanya Rasulullah menganjurkan bagi siapa saja yang mau menikah harus mampu. baik dalam masalah finansial, mental, moril ataupun materil. tapi meski begitu kita tidak usah takut untuk menikah, karena tidak ada cobaan yang tidak memiliki jalan keluar, tidak ada penyakit yang tidak memiliki obat. cobaan, ujian akan terus datang, baik ketika kita menikah ataupun tidak. sekarang kita tinggal memilih, kita ingin dicoba atau diuji sendirian ataupun bersama keluarga, Karena pahala berumah tangga itu sangat besar. bahkan dijelaskan dalam satu keterangan salatnya orang yang sudah berumah tangga, pahalanya berbeda 70 derajat dengan orang yang belum menikah. jadi kalau sudah mampu dan siap berumah tangga maka berumah tangga lah! karena berumah tangga itu hukumnya akan menjadi wajib, ketika kita sudah mampu melaksanakannya." jelas Dadang panjang lebar membuat orang-orang yang mendengarkan terlihat manggut-manggut seperti mengerti dengan apa yang disampaikan.


"Berarti kalau wajib ketika kita tidak melaksanakan pernikahan, maka kita akan berdosa?"


"Benar, apalagi kalau dengan keadaan tidak menikah kita malah berbuat dosa, kita sering jajan di luar sana, atau melakukan cokli untuk memuaskan hasrat manusiawi  itu hukumnya sangat wajib. Tapi menikah bisa menjadi haram kalau tujuannya tidak baik."


"Maksudnya bagaimana Kang?" tanya Abduh yang belum mengerti karena dia baru mengetahui kalau pernikahan itu ada yang haram.


"Begini. nikah itu bisa menjadi haram kalau niatnya tidak baik, karena setiap perbuatan itu tergantung niat." jawab Dadang menerangkan.


"Maksudnya tidak baik Bagaimana?"


"Terus niat yang baik yang bagaimana? Agar pernikahan yang harusnya menjadi ibadah tidak berubah menjadi dosa." tanya Nathan yang semakin tertarik dengan pembahasan.


"Jadi niat menikah yang paling baik adalah niat beribadah karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Soalnya kita sebagai manusia diharuskan untuk menikah seperti yang sudah tadi saya jelaskan."


"Oh begitu, Terima kasih atas ilmunya. terus kira-kira setelah lamaran Abduh kapan akan dinikahkan?" tanya Nathan sambil melirik ke arah sahabatnya.


"Nanti ketika acara lamaran pasti akan ditentukan kapan mereka berdua akan menikah. jadi Akang belum bisa memutuskan, marena harus ada persetujuan dari kedua belah pihak baik dari pihak Abduh ataupun pihak Yanti." Jawab Dadang dengan bijaksana.

__ADS_1


"Tapi kalau menurut saya, sebaiknya Jasmine juga harus segera dinikahkan, karena tidak baik Kalau mendahului seorang perempuan. apalagi Abduh dan Jasmine tidak terlalu berbeda jauh dalam segi umur." ujar Nathan memberikan saran.


Mendengar penjelasan seperti itu Dadang pun terdiam seolah mengingat kembali bahwa dia tidak memiliki satu orang adik, melainkan memiliki dua orang adik yang berada di dalam tanggung jawabnya, yang harus dipikirkan dengan pasangannya.


"Kurang tahu kalau Jasmine, Sepertinya untuk sekarang dia tidak terlalu tertarik dengan pernikahan karena dia masih ingin berkuliah, ditambah setelah kuliah dia selalu ingin bekerja di perusahaan-perusahaan ternama yang berada di dunia. jawab Dadang yang terlihat menghela nafas dalam, memang benar apa yang dikatakan oleh Nathan dia harus memikirkan adik perempuannya itu.


"Iya secepatnya kalau bisa Jasmine harus segera dinikahkan agar ketika kita sibuk dengan keluarga masing-masing, dia juga memiliki keluarga yang memperhatikannya. soalnya kita tidak selalu bisa berada di sampingnya. Akang akan sibuk dengan keluarga Akang bersama warga Kampung Sagaranten, Abduh akan sibuk dengan keluarga barunya, sehingga nanti takutnya Jasmine merasa tidak ada yang menyayangi." ujar Sarah membenarkan perkataan Nathan.


"Yah memang seharusnya seperti itu, tapi akang bingung harus dengan siapa dia dijodohkan."


"Sudahlah Kang Jangan memikirkan yang lain, kita pikirkan satu-satu aja. kita pikirkan tentang acara lamaran saya nanti, ketika saya sudah mendapat kepastian dan menikah kita bersama-sama memikirkan adik kita." saran Abduh yang mungkin tidak mau perhatian keluarganya dialihkan, perhatiannya terbagi dua dengan memikirkan adik kecilnya.


"Yah pasti, tapi apa salahnya kalau kita pikirkan dari sekarang?"


"Yah benar apa yang dikatakan Abduh. nanti saja kita memikirkan tentang Jasmine setelah Abduh menikah dengan Yanti, biar pemikiran kita agak tenang sedikit." jawab Sarah menimpali.


Obrolan pun terus berlanjut membahas persiapan-persiapan tentang acara lamaran adik pertamanya, obrolan itu diselingi dengan candaan candaan sehingga membuat ruangan itu terpenuhi oleh suara gelak tawa kebahagiaan, karena salah satu dari mereka akan melepas masa lajangnya.


Sore hari, Abduh dipanggil oleh Dadang untuk mengobrol dengan Sarah. mereka bertiga seperti hendak ingin menyampaikan sesuatu yang sangat serius karena Dadang meminta mengobrol hanya bertiga saja, sedangkan Nathan Dia sedang berolahraga menemani Jasmine berlari di sekitar kampung untuk mengisi sore hari yang begitu sangat indah. matahari dari ufuk barat terlihat sudah tidak terlalu trik memancarkan sinarnya menyinari awan-awan putih yang menggumpal, membuat awan itu terlihat berubah warna menjadi kuning keemasan. burung-burung dari arah kebun terdengar gemericit, disahuti dengan suara gerapung yang tidak mau ketinggalan untuk meramaikan suasana sore yang indah itu.

__ADS_1


"Ada apa Kang, kayaknya serius banget sampai ngobrolnya di kamar seperti ini?" tanya Abduh yang menatap heran ke arah kakaknya


__ADS_2