
Sepeninggalnya Linda yang kembali ke rumah dengan membawa hati yang sangat kesal, karena Nathan terlihat cuek setelah bertemu dengan Jasmine, bahkan Rahmi seperti sangat mendukung kehadiran wanita yang akan menjadi pesaing. Padahal mereka sudah sehat bahwa akan melakukan perjodohan antara Nathan dan Linda.
Keluarga Suyatno mereka bergegas menuju Mushola yang berada di lantai bawah, kemudian mereka melaksanakan salat berjamaah bersama-sama dilanjutkan dengan acara makan malam. keluarga besar itu terlihat dipenuhi dengan kebahagiaan mereka saling bercanda Ria seperti tidak ada kesusahan dalam keluarga mereka, suyatno mengajarkan masalah di kantor harus ditinggalkan Jangan sampai mengganggu keutuhan rumah tangga. hanya Jasmine yang terlihat masih Murung membuat Nathan yang selalu memperhatikan merasa bingung harus dengan cara apa menghiburnya.
Kira-kira pukul 09.00 malam Mereka pun masuk ke kamar masing-masing berkumpul bersama keluarga kecilnya, karena tidak baik pula terus bergabung dengan keluarga besar sedangkan keluarga kecil tidak dihiraukan.
Nathan mengajak Yasmin untuk duduk di balkon atas rumahnya ditemani oleh kakeknya yang bernama Susanto, karena memang begitulah kebiasaan Nathan Ketika pulang di rumah, dia akan menghabiskan waktu bersama kakeknya. Nathan adalah cucu paling terdekat mungkin cucu-cucu yang lain Mereka sibuk dengan pekerjaan dan keluarga.
"Besok mau ke mana kamu Nathan?" tanya Susanto mulai membuka pembicaraan di hadapannya ada segelas kopi dan sebungkus rok0k, walaupun sudah diingatkan bahaya merokok untuk kesehatan namun kakeknya tetap Kukuh karena menurut keterangannya rok0k itu bisa menambah umur, buktinya sudah tua itu dia masih bisa mengobrol dengan nyambung bersama anak dan cucu-cucunya.
"Nggak ke mana-mana Kek, emang kenapa?" jawab Nathan balik bertanya.
"Kakek sudah lama nggak mancing, Bagaimana kalau kita mancing di kolam."
"Kolam yang mana kolam yang di depan rumah bukan?"
"Kolam yang berada di Jasinga, sudah lama kakek tidak ke sana. Kalau kolam yang di rumah isinya hanya ikan koi mana mungkin dagingnya enak seperti ikan mas."
"Jadilah, tapi kalau jasminenya mau." jawab Nathan sambil melirik ke arah wanita yang duduk di kursi yang berada di sampingnya.
"Kenapa harus aku?" jawab Jasmine dengan menunjukkan adanya.
"Nggak apa-apa, Bukannya kamu sangat sering bermain di air di sana kita bisa berenang di kolam ikan?"
"Jangan, jangan berenang di kolam ikan, Nanti gatal dan kulitnya bisa kering, bisa-bisa tidak cantik lagi." jawab kakek Nathan menimpali.
"Emang dia cantik?" Tanya Nathan sambil menyongkan senyum menggoda.
__ADS_1
"Kalau bilang tidak cantik berarti matamu picak tidak bisa melihat harus segera dibawa ke ciceno Bandung untuk operasi mata." jawab kakek Nathan membuat Jasmine sekarang yang mengulum senyum merasa lucu melihat perdebatan kakek dan cucu itu. Karena dari tadi mereka selalu berdebat.
"Terus kalau Jasmine tidak ikut, dia di rumah sama siapa? Soalnya kalau ditinggal bersama sama ibu takut Canggung."
"Ya sudah ajak aja tapi kamu jangan tawarin dia untuk berenang di kolam ikan, kamu tawarin yang lebih elegan. masa iya gadis cantik ini kamu suruh mandi lumpur."
"Terus, Harus menawarkan apa, karena di Jasinga hanya ada kolam Dan Villa." Tanya Nathan dengan mengerutkan dahi dia merasa penasaran dengan apa yang akan disarankan oleh kakeknya, karena menurut pengakuannya kakeknya sangat pandai dalam memikat hati seorang perempuan.
"Besok kamu ikut ya nanti kita akan bakar ikan di sana, kakek walaupun sudah tua tapi kakek adalah MasterChef terhandal ketika waktu kakek masih muda, jadi nanti lidahmu akan dimanjakan dengan makanan-makanan yang sangat nikmat dan lezat." ujar Susanto mulai mengeluarkan jurus andalan untuk menaklukkan seorang hati perempuan.
"Emang iya Kakek bisa masak?" Timpal Nathan dengan mencibir.
"Kalau untuk gadis secantik dia. apapun kakek akan lakukan, kalau tidak bisa kakek akan usahakan. soalnya kebahagiaannya adalah tanda kesuksesan kakek." jawab Susanto membuat Jasmine tersipu malu dan merasa lucu
"Mantap....!" tanggap Natan sambil mengacungkan ibu jari.
"Siap, siap kek! Terus mau nggak kamu ikut kita pergi ke Jasinga?" tanya Nathan sambil melirik kembali ke arah gadis konflik yang duduk di samping.
"Jangan begitu kalau mau memberikan tawaran kepada seorang perempuan." timpal kakeknya lagi.
"Terus bagaimana?:
"Perempuan kalau diberikan dua pilihan mereka pasti akan menolak, karena rasa malunya lebih tinggi daripada laki-laki, mereka lebih Anggun demi menjaga marwahnya."
"Iya Terus bagaimana ajarin cucunya agar bisa memikat hati wanita!"
"Makanya kalau pulang itu jangan kebanyakan main kamu harus lebih sering berkumpul mengobrol seperti sekarang, agar ilmu yang kakek miliki bisa diwariskan."
__ADS_1
"Iya kan setiap hari juga begitu, tapi kakek tidak pernah mengajarkan bagaimana cara menaklukkan hati perempuan.
Obrolan kedua laki-laki itu terlihat sangat asyik dan seru tidak mempedulikan Jasmine yang terlihat tersenyum-senyum memperhatikan kekonyolan kakek dan cucu, dari arah bawah samping rumah terdengar suara kodok yang berada di kolam karena Suyatno memelihara beberapa kodok di rumahnya. untuk membuat suasana rumah semakin terasa asri, langit malam itu terlihat sangat terang karena satelit bawaannya sedang menunjukkan seluruh permukaannya, bintang-bintang terlihat bertebaran bagaikan mutiara yang dihamparkan, terlihat berkedip karena mungkin musim hujan masih lama akan datang.
"Besok kamu ikut ya!" tanya Susanto sambil melirik ke arah Jasmine.
"Ini masih mengajarkan cucunya atau kakek bertanya sendiri?" jawab Justin balik bertanya.
"Enggak kakak tidak mengajarkan cucu yang susah mengerti cepat lupa. Padahal ibunya Rahmi Selalu juara kelas dari kelas 1 SD sampai keluar dari sekolah menengah atas, Bahkan dia bisa mendapatkan suyatno yang sebagai pengusaha sukses dan laki-laki yang paling bertanggung jawab, sehingga kakek membiarkan Rahmi dibawa mengarungi rumah tangga olehnya. buktinya sekarang bukanlah Rahmi saja yang dibahagiakan tapi kakek juga tinggal di rumahmu dan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh orang-orang yang tinggal di rumah ini.
"Oh kalau begitu berarti kakek bertanya langsung?" ujar Jasmine memastikan.
"Iya benar, Kamu ikut ya!"
"Baik aku tidak bisa menolak kalau orang tua yang sudah meminta." jawab Jasmin sambil mendelik ke arah Nathan seolah mencibir karena Nathan tidak bisa merebut hatinya.
"Hebat!" hanya itu udah nggak kelihatan sambil kembali mengangkat ibu jarinya.
"Nah begitulah kalau bertanya terhadap perempuan jangan diberikan dua pilihan, karena kalau mereka disuruh memilih maka mereka akan menjawab dengan kata terserah, yang tidak ada awal dan ujungnya." jawab Susanto memberikan pengertian terhadap cucunya yang menatap kagum.
"Baik terima kasih atas semua petuahnya."
Jasmine setelah berada 2 hari di rumah Nathan dia mulai merasa nyaman dengan keluarga yang begitu baik, keluarga yang selalu ceria sehingga dirinya mulai sedikit bisa melupakan kepedihan yang sedang dialami karena merasa masih ada keluarga.
"Sama-sama, Ya sudah sekarang kita tidur agar besok ketika Berangkat kita memiliki tenaga dan bisa pagi-pagi karena kalau udah siang udaranya sangat panas." jawab kakek Nathan sambil bangkit dari tempat duduknya kemudian pergi masuk ke dalam lalu menuruni tangga karena kamarnya berada di bawah, meninggalkan Jasmine dan Nathan yang terdiam sekolah kehabisan pembicaraan.
Bulan purnama yang sudah membulat dengan sempurna menjadi saksi bisu kediaman kedua remaja yang sedang saling mengagumi, namun tidak ada Pengakuan dari masing-masing. Nathan yang sejak awal sudah jatuh cinta ketika melihat video Vlog yang dikirimkan untuk Abduh, dia semakin merasa menyayangi Jasmine, Apalagi sudah tidak memiliki keluarga. begitu juga dengan Jasmine Awalnya dia sangat Acuh dan cuek dia menganggap Nathan hanya sebagai sahabat dari kakaknya, namun sekarang mulai ada sedikit perasaan nyaman ketika berada di sampingnya, karena Nathan akan mengorbankan seluruh jiwa dan raga demi membahagiakan dirinya.
__ADS_1