
Waktu pagi hari adalah waktu terindah ketika berada di kampung, suasananya terasa sejuk sedikit hangat tersinari oleh Mentari Pagi yang baru muncul dari upuk Timur. Burung-burung terdengar berkicau saling bersahutan menjatuhkan embun embun yang berada di ujung daun, gemerlap bagaikan mutiara yang sedang di lemparkan, apalagi keadaan kampung yang sudah tidak berkonflik membuat orang-orangnya merasa nyaman untuk mencari nafkah buat kehidupan keluarga.
Asimah yang biasa ditugaskan oleh Manta untuk membersihkan rumah Dadang, Betapa terkejutnya wanita paruh baya itu ketika melihat rumah yang berantakan, lantainya sangat kotor oleh tanah, karena ada orang yang masuk tanpa membuka alas kaki, sepertinya orang itu baru melewati sawah karena tanah yang berada di atas lantai bercampur dengan Lumpur.
Melihat kejadian itu Asimah dengan segera keluar kembali, berlari menuju ke arah Manta, beruntung hari itu Manta belum pergi ke sawah, karena meski sudah ditanami sawah itu harus dirawat terutama dalam pengairannya. ketika ada orang yang bertamu ke rumahnya Manta merasa heran karena Asimah datang dengan ngos-ngosan seperti baru saja dikejar oleh hantu.
"Gawat Pak, gawat....!" tiba-tiba saja Asimah berkata seperti itu keringat yang membasahi kening tidak dia hiraukan.
"Gawat kenapa Bi? Kalau ngomong itu jangan sepotong-sepotong, bikin orang jantungan saja."
"Rumah....., rumah Kang Dadang, kemalingan."
"Yang benar kalau ngomong itu bi, jangan asal nguap, Jangan bikin orang panik pagi-pagi." ujar Manta sedikit tidak percaya, dia merasa rumah Dadang akan sangat aman dengan penjagaan ketat dari ronda dan para petugas keamanan.
"Beneran Pak, rumah Kang Dadang kemasukan maling, kalau tidak percaya ayo lihat ke sana!" ajak Asimah sambil tetap mengatur nafas yang memburu.
Manta yang merasa heran, Akhirnya dia pun mengalah mengikuti Asimah pergi ke rumah Dadang untuk mengecek keadaan di sana. setelah sampai matanya pun terbelalak karena apa yang disampaikan oleh orang yang ditugaskan membersihkan Asimah memang benar adanya, rumah itu terlihat berantakan dan lantainya sangat kotor seperti baru saja ada orang yang masuk tanpa melepas kaki.
Merasa penasaran manta terus masuk ke tengah rumah dia pun semakin terkejut ketika melihat pintu kamar yang dikunci sudah terbuka, dengan segera mantap masuk ke dalam kamar, terlihatlah baju-baju yang sudah acak-acakan, berserakan di atas lantai dan kasur, Begitu juga dengan berkas-berkas tak jauh beda.
Manta keluar dari kamar yang dekat dengan dapur kemudian menuju ke kamar lainnya dan dia menemukan hal yang sama hampir seluruh kamar dalam kondisi yang acak-acakan. yang berbeda di kamar yang ketiga kamar Abduh tidak ditemukan berkas-berkas yang berserakan hanya ada baju saja.
__ADS_1
"Cepat kamu panggil Heri dan Adang! kemudian kamu lapor ke pihak keamanan agar semuanya bisa cepat ditindaklanjuti." perintah Manta kepada Asimah
"Baik Pak!" tanpa membuang waktu asimah pun berlari Kembali menuju rumah Heri karena rumah itu adalah rumah yang paling dekat, Di perjalanan dia bertemu dengan warga lain sehingga para warga pun berbondong-bondong menuju ke rumah Dadang, namun Manta melarang mereka untuk masuk agar TKP tidak rusak.
Tak lama diantaranya orang yang dipanggil pun sudah menampakkan batang hidungnya Kemudian mereka pun mendekat ke arah Manta yang sedang duduk di kursi yang berada di teras.
"Selamat pagi Pak!" sapa pihak yang berwajib sambil memberi hormat.
"Pagi juga terima kasih secepatnya datang ke sini, rumah Kang Dadang yang sudah tidak ditinggali tadi malam kemasukan orang." jawab Manta melaporkan kejadian yang menimpa rumah ketua Kampung sagaranten.
"Apa saja yang hilang?" tanya pihak yang berwajib mulai menyelidiki.
"Belum tahu, saya belum bisa memastikan, karena takut merusak tempat kejadian perkara."
Pihak yang berwajib pun bekerja dengan begitu Gesit mengumpulkan semua barang bukti yang berada di TKP, hingga akhirnya mereka pun memasang garis police line agar tidak ada orang yang masuk ke dalam. Setelah itu mereka pun menemui Manta dan melaporkan hasil temuannya.
"Semua barang berharga masih ada di tempatnya, kayaknya orang yang masuk ke dalam rumah Pak Dadang bukan Mencari harta benda, mereka mencari sesuatu yang belum kita ketahui. namun meski begitu kami akan tetap melakukan penyelidikan, Siapa orang yang datang dan apa motifnya."
"Terima kasih atas keterangannya!"
"Sama-sama, Baiklah kalau begitu kami akan pulang dulu ke kantor nanti kami akan memberitahu hasilnya seperti apa." ujar pihak yang berwajib sambil mengulurkan tangan Kemudian mereka pun pergi meninggalkan rumah Dadang, namun sebelum pergi mereka berpesan agar tidak ada orang yang masuk ke dalam rumah agar TKP tetap bersih.
__ADS_1
Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya para warga Kampung sagarantenpun membubarkan diri, melanjutkan tujuan aktivitasnya. ada yang pergi ke kebun untuk melihat sayuran, ada pula yang pergi ke sawah untuk mengecek air, Ada pula yang pergi ke hutan Mungkin mau mencari kayu bakar. Berbeda dengan Manta dan kedua temannya dia pulang ke rumah karena ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan.
Sesampainya di rumah, Manta yang tidak memiliki istri akibat Serangan beberapa minggu yang lalu. dia menyiapkan jamuan sendiri dengan membuat kopi dan beberapa cemilan, meski Adang dan Heri menolak Tapi mantap tetap membuatkan.
Selesai menyiapkan jamuan, Manta pun duduk bersama kedua sahabatnya di ruang tamu, matanya menatap ke arah luar mengantar Lamunan menerka-nerka Apa yang sebenarnya terjadi kepada rumah Dadang yang sudah dikosongkan.
"Kira-kira siapa ya, orang yang berani masuk ke dalam rumah Kang Dadang?" tanya Manta mulai membuka pembicaraan.
"Kalau warga Kampung kita itu tidak akan mungkin karena semua sangat menghormatinya, mungkin warga Kampung Cisaga yang melakukan." jawab Heri yang terlihat meletakkan gelas setelah menyeruput kopi yang berada di dalamnya.
"Untuk apa?" selidik Manta.
"Kurang tahu, namun aku yakin mereka memiliki tujuan yang jahat, karena meski sudah mengadakan perjanjian damai mereka selalu membuat onar dengan memancing keributan, beruntung pihak yang berwajib sangat Sigap sehingga pertikaian pun tidak menjadi meluas."
"Sebelum aku memanggil Kalian, tadi aku sempat masuk ke dalam rumah dan mengecek beberapa kamar yang terlihat berantakan. tapi ada yang berbeda." ujar Manta dengan suara pelan mungkin takut ada orang yang mendengar.
"Yang berbeda bagaimana?" tanya Adang menimpali.
"Di kamar Kang Dadang dan kamar Jasmine terlihat berantakan, bahkan berkas-berkas pun berserakan. Yang berbeda hanyalah di kamar Abduh hanya pakaian saja yang ditemukan, sedangkan berkas-berkas yang berhubungan Saya tidak melihat."
"Apa jangan-jangan dicuri." jawab Adang menyimpulkan.
__ADS_1
"Mungkin saja dicuri ataupun belum dikeluarkan. kita ambil saja yang paling berat yaitu dicuri. nah pencurian berkas Abduh kira-kira digunakan untuk apa?" ujar Manta mulai mengerucutkan masalah.
Suasana pun menjadi hening mereka terdiam seolah sedang mencerna Apa yang sebenarnya terjadi yang menimpa kepada rumah pemimpin Kampung sagaranten, mengaitkan dari masalah satu ke masalah yang lain, menghubungkan dari kejadian-kejadian sebelumnya hingga Manta yang memiliki Pemikiran yang sangat cerdas di atas rata-rata dia pun berucap kembali.