Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
memberikan Pelajaran


__ADS_3

Waktu itu geng Jonet yang sangat terkenal dengan kegarangannya melawan keganasan Nathan dan teman-temannya tidak terlihat sama sekali, mereka seperti orang yang baru turun ke dunia pertempuran.


Anak buah Jonet disiksa habis-habisan, apalagi kelima orang yang menjadi buruan Nathan mereka tidak dikasih ampun, walaupun dari mulutnya sudah keluar darah.


"Ampun, ampun, ampun....! maafkan kami, ampun, ampun!"


"Jangan kira kami takut dengan tua bangka seperti kalian yang tidak beretika kepada orang lain, karena siapapun orangnya yang sudah menghina keluarga maka nyawa taruhannya." jawab Nathan sambil melayangkan kembali pukulan, namun Yono yang melihat orang yang disiksa oleh mantan dengan segera menghentikan takut orang itu lewat.


"Sudah, sudah jangan diteruskan Than! ingat kita ke sini bukan untuk melukai, tapi untuk memberikan pelajaran." ingat Yono sambil memegang tangan Nathan.


Mendengar peringatan dari temannya Nathan pun terlihat menarik nafas dalam seperti sedang mengatur amarah yang bergejolak di dalam dada, nafasnya terlihat memburu tangannya berumuran darah orang lain.


"Kurang ajar Kalian! ngapain cari masalah di tempatku." terdengar suara bentakan orang dari arah teras kemudian dia pun menghampiri ke arah gerombolan orang yang sedang bertarung.


Pertarungan yang sudah dimenangkan oleh Nathan itu dihentikan, Kemudian mereka pun berdiri di belakang Nathan yang melepaskan siksaannya, banyak anak buah Janet yang terlihat babak belur dihajar oleh teman-teman Nathan membuat Jonet marah karena anak buahnya adalah aset yang sangat berharga. dengan anak buahnya dia bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah hanya dengan berrongkang-ongkang kaki di atas kursi.


"Kalian siapa, Ngapain mengacau di tempatku?" tanya Joned sambil menatap ke arah Nathan yang berdiri di paling depan.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku sebenarnya, yang perlu kamu ketahui didiklah anak buahmu agar tidak sembarangan melecehkan orang lain."


"Maksudnya?" tanya Joned dengan menatap tajam ke arah Nathan.


"Anak buahmu sudah menghina keluarga saya dengan sebutan-sebutan yang tidak pantas, kalau kamu tidak mau berurusan denganku, didiklah anak buahmu agar sopan terhadap orang lain."


"Hahaha, sopan. Apa itu kesopanan?" jawab joned dengan Tertawa terbahak-bahak, Dia merasa kesal karena ada orang yang berani menasehatinya.

__ADS_1


Joned yang merasa pimpinan semua preman yang berada di kota Bogor dia tidak sedikitpun Gentar dengan orang yang dihadapinya, apalagi Nathan hanya anak muda yang baru lahir kemarin sore.


"Oh kamu tidak tahu kesopanan, Baiklah aku ajari kamu!" ujar Nathan sambil memasang kuda-kuda.


"Hahaha bocah bau kencur! petantang petenteng kaya memiliki nyawa cadangan saja," cibir Joned tanpa merubah posisi.


"Kalau kamu tidak mau Mengajari anak buahmu tentang sopan santun, maka akan ku ajarkan kamu sopan santun."


Nathan yang sudah dipenuhi dengan emosi ketika mengingat ucapan-ucapan anak buah Joned yang melecehkan Jasmine, tanpa membuang waktu dia pun Mengayunkan pukulan mengarah ke arah hidung musuhnya, namun Joned bukan anak kemarin sore dengan segera dia pun menghindar membuat anak buahnya yang berada di belakang terlihat mau maju ingin mengeroyok Nathan.


Pukulan Nathan yang lepas dengan segera dibalikkan dengan menyabit leher musuhnya, namun Joned menahan dengan tangan sehingga benturan pun tidak Bisa dihindarkan.


Bugh!


Suara tulang yang beradu kemudian tangan kiri Nathan yang sedang kosong dengan segera mengarah ke arah dada Joned. tangannya yang sedang menahan serangan Nathan kalah cepat dengan pukulan membuat tubuh kepala preman itu mundur beberapa langkah ke belakang.


Bugh!


Ketika mau diserang lagi Yono yang sejak dari tadi bersiaga dengan segera menangkis serangan itu. sambil melayangkan satu tendangan membuat anak buah Jonet terjungkal ke belakang, ketika dia mau bangkit lagi Joned pun menghentikan.


"Kalian jangan ikut campur, ini urusanku. itung-itung olahraga sore." ujar Joned dengan Sombongnya Padahal dia sudah kalah satu pukulan.


Joned memasang kuda-kuda dengan begitu rapi, matanya menatap ke arah Nathan yang sedang menatap pula kepada dirinya, sehingga tatapan itu saling beradu, saling mencari kelemahan masing-masing. Joned yang sudah mengetahui pukulan Nathan sangat keras dia tidak mau bermain-main lagi.


"Rasakan ini sial4n!" bentak Joned sambil berlari menuju ke arah Nathan kepalan tangannya berada di belakang, sehingga ketika sampai tangan itu memecut menuju ke arah wajah.

__ADS_1


Mendapat serangan seperti itu Nathan tidak menggerakkan tubuhnya, dia menyambut pukulan musuhnya dengan pukulan tangan seolah ingin mengetahui sejauh mana kekuatan.


Bugh!


Dua kepalan tangan beradu begitu kencang, Terdengar sangat ngilu ketika tulang beradu. membuat keduanya saling mengibas-ngibasalkan tangan yang terasa kesemutan sampai ke ketiak, Nathan yang memiliki stamina masih muda tidak terlalu lama merasakan kesakitan itu dengan segera dia pun menendang Joned mengarah ke arah pinggang, namun Joned dengan segera menghindar ke belakang sehingga serangan pun memakan angin.


Ketika kaki yang menyerang Nathan menginjak tanah  dengan segera kaki yang kiri melesat terbang menuju ke arah wajah, membuat Joned harus merundukkan kepala sambil melayangkan pukulan ke arah paha Nathan.


"Aduh, kurang ajar. dasar curang." ujar nathan sambil berjinjit tangannya memegang paha yang terasa patah.


"Hahaha makanya jadi anak kecil jangan sombong! mendingan kamu ***** sama orang tuamu di rumah." ledek Janet dengan bertolak pinggang.


"Jangan senang dulu, Aku belum kalah." ujar Nathan sambil kembali memasang kuda-kuda.


Tak selang Berapa lama, Nathan pun menyerang Jonod yang sudah siap menerima serangannya. sehingga pertempuran pun tidak bisa terkelakan, mereka berdua saling pukul, saling Serang, saling tendang, saling lempar. disaksikan oleh kedua belah pihak mereka sangat kagum melihat kepiawaian kedua orang ketika bertarung, meski beberapa kali mereka terkena pukulan namun mereka bisa bangkit kembali.


Setelah lama bertarung, Umur tidak bisa membohongi kekuatan, ketika mereka terus bertarung Joned yang sudah menginjak kepala empat bahkan mungkin sampai kepala 5, Dia terlihat ngos-ngosan apalagi. sekarang Dia jarang melatih fisiknya karena tidak ada musuh yang sedang ia hadapi, membuatnya semakin beberapa kali terkena hantaman pukulan Nathan, membuatnya terhuyung ke belakang. dengan segera Nathan pun melayangkan satu tendangan ke arah dada membuat tubuh ketua Geng itu terjungkal, ambruk ke tanah tak berdaya.


Dengan segera dia bangkit. namun dia pun duduk kembali memegangi pinggang yang terasa ngilu, karena bangun terlalu cepat. sehingga Joned pun duduk kembali mata yang merah menatap ke arah Nathan.


"Sebenarnya kamu mau, lapak yang mana yang kamu inginkan, sehingga kamu menyerangku di sini?" tanya Joned dengan nafas yang memburu.


"Aku tidak butuh yang begituan karena aku masih mampu mencari uang dengan halal. Yang aku minta kalian ataupun kamu jangan mengganggu keluargaku lagi."


"Keluarga yang mana?" tanya Jonet dengan mengerutkan dahi tidak paham apa yang dimaksud oleh Nathan.

__ADS_1


"Tanya ke anak buahmu yang berjaga Parkiran di mall!" jawab Nathan sambil membalikkan tubuh kemudian berjalan meninggalkan halaman rumah musuhnya, dengan mengajak teman-teman yang masih bersiaga. Teman-teman Nathan terlihat segar bugar tidak ada yang terluka parah karena mereka memang sangat kompak ketika bertarung.


__ADS_2