Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Gara-gara Atma jaya


__ADS_3

"Anu Den, anu." jawab Rani terlihat ragu-ragu takut pembicaraannya akan mengundang masalah terhadap dirinya.


"Mbok jangan takut karena kita berbicara hanya berdua saja, tidak ada orang yang akan menguping, tidak akan ada orang yang mendengar dan saya berjanji akan menjaga apa yang disampaikan oleh mbok." ujar Nathan yang semakin merasa penasaran dengan apa yang hendak disampaikan oleh asisten rumah tangga keluarganya.


"Tapi Aden jangan marah sama si mbok!"


"Ya enggaklah ngapain marah kalau tidak ada salah. ya sudah apa yang mereka bicarakan."


"Non Jasmine, non Jasmine. aduh bagaimana ya menyampaikannya?"


"Sudah sampaikan atau saya marah beneran nih!" Seru Nathan sambil memalingkan pandangan ke arah depan membuat Rani merasa tidak enak.


"Non Jasmine, non Jasmine dimarahi oleh Pak Atmajaya."


"Non Jasmine dimarahi oleh Paman saya, kenapa emang?" tanya Nathan dengan sedikit antusias dia mulai menemukan titik terang Kenapa raut wajah Jasmine pagi itu berubah.


"Karena Jasmine mengganggu hubungan Den Nathan dengan non Linda, yang sudah dijodohkan dari semenjak berada di rahim masing-masing. Pak Atmajaya tidak mau kalau anaknya merasa sedih sehingga dia mengusir Jasmine untuk segera pergi dari rumah ini, ditambah dia mengolok-ngolok bahwa Jasmine adalah wanita murahan wanita yang tinggal di rumah laki-laki lain tanpa ada ikatan."


Mendengar penjelasan dari Rani, tiba-tiba wajah Nathan mulai memerah, tangannya mengepal, nafasnya sedikit memburu, seolah tidak kuat menahan gejolak amarah yang sudah memenuhi dada. tanpa berbicara lagi dia pun keluar dari mobil membuat Rani yang merasa tidak enak dengan segera, dia pun mengikuti mengejar Nathan yang sudah masuk ke rumah.


"Den jangan marah, Den jangan marah!" tahan Rani dengan memegang tangan Nathan seolah sedang menghentikan pergerakannya.


"Saya tidak marah Bi Saya hanya ingin mengambil berkas yang tertinggal. ya Sudah Bibi lanjutkan saja pekerjaannya!" ujar Nathan sambil mengulum senyum namun tidak bisa menghilangkan raut wajah yang sedang marah.

__ADS_1


Rani akhirnya mengalah dia tidak mengikuti Nathan menaiki anak tangga, dia kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan, sedangkan majikannya dia terus berjalan menuju ke kamar Jasmine.


Dor! dor! dor!


Kamar pintu Jasmine digedor dengan begitu kencang membuat orang yang hendak membersihkan tubuh dia menyimpan kembali handuknya, kemudian mendekat ke arah pintu lalu membukanya. terlihatlah Nathan yang sedang berdiri dengan mata yang memerah membuat Jasmine tidak mengerti dengan apa yang menimpa.


Belum Hilang Rasa kagetnya, tiba-tiba tangan Jasmine ditarik dengan begitu kencang kemudian diajak turun ke lantai bawah. Jasmine meronta-ronta ingin melepaskan diri, namun Nathan terus menyeretnya tanpa memberikan penjelasan sedikitpun, hingga akhirnya dia pun masuk ke dalam mobil, kemudian pergi kembali Kemudian untuk menjalankan mobilnya agak sedikit kencang.


"Ada apa, Kok kamu tiba-tiba berubah seperti ini?" Tanya Jasmine yang duduk di kursi belakang.


"Tidak apa-apa, tidak boleh ada orang yang menyakiti kamu karena aku sudah berjanji Kamu tidak akan bersedih lagi, setelah bertemu denganku." jawab Nathan sambil fokus menatap ke arah depan memperhatikan jalan yang hendak dilalui oleh mobilnya.


Mobil itu terus melaju menuju ke arah barat, hingga akhirnya sampai di rumah yang lumayan besar, dengan halaman yang penuh ditumbuhi oleh pepohonan bunga. tanpa berbasa-basi Nathan pun keluar dari mobilnya kemudian menarik Jasmine untuk masuk ke dalam rumah itu. Jasmine hanya terdiam mengikuti meski Sebenarnya dia belum tahu rumah siapa yang dikunjunginya.


Nathan membuka pintu gerbang kemudian dia masuk ke dalam teras, namun ketika hendak mengetuk pintu itu sudah terbuka, muncullah seorang wanita yang tersenyum ramah menyapanya. wanita itu tidak lain adalah Linda wanita yang sempat bertemu dengan Jasmine ketika mereka pulang dari mall.


"Ke mana Om Atma, Apakah dia sudah pergi atau belum?" jawab Nathan dengan nada tegas membuat Linda mengerutkan dahi.


"Kenapa mencari orang yang tidak ada. Wanita yang berada di hadapanmu selalu menunggu kehadiranmu setiap malam, selalu memimpikanmu setiap tidur lelapnya. Apakah kamu tidak mengerti bahwa aku sangat menginginkanmu menjadi pendampingku?" jawab Linda dengan mengurung senyum menyembunyikan rasa kagetnya.


"Dasar wanita tidak tahu malu, Apakah urat sarafmu sudah putus, sehingga kamu tidak mengerti bahwa wanita itu bukan berjuang namun untuk diperjuangkan. kalau kamu merasa tidak diperjuangkan maka Carilah pria yang bisa memperjuangkanmu, jangan memaksakan kehendak orang yang tidak mau!" bentak Nathan dengan wajah garangnya.


"Kamu selalu seperti itu Apakah aku salah mencintaimu, bukan sebagai saudara ipar tapi mencintaimu sebagai seorang perempuan yang butuh kasih sayang seorang laki-laki."

__ADS_1


"Sudah jangan banyak berbasa-basi! di mana Bapakmu sekarang?" tanya Nathan yang tidak mau berbicara panjang lebar.


"Eh ada nak Nathan, kapan ke sini?" tanya suara seorang wanita yang baru keluar dari dapur ternyata itulah bibinya.


"Baru saja sampai Bi, Saya mau bertemu dengan om Atmajaya. sekarang di mana dia?"


"Ada di atas, mungkin dia sedang mempersiapkan berkas-berkas pekerjaannya, Emang ada apa?" tanya Bibi Nathan dengan ramah.


"Tidak ada apa-apa. ya sudah saya akan menemui Om di atas," jawab Nathan sambil berjalan menuju anak tangga tangannya tetap menarik Jasmine yang berdiri di belakang.


Namun ketika dia hendak naik, dari arah atas terlihatlah ada orang yang turun dengan wajah sumringah, seperti merasa bahagia melihat Nathan hadir ke rumahnya.


"Ada apa menantu kok pagi-pagi begini sudah berkunjung, Bukannya kalau ngapel itu malam hari ya?" tanya Atmajaya sambil menuruni anak tangga.


Mendengar kata menantu amarah Nathan yang sudah ditahan dari tadi kini pecah seketika. Dia berjalan menaiki anak tangga mendekat ke arah pamannya yang sedang turun, sehingga mereka berdua pun bertemu di tengah-tengah.


"Jaga ucapanmu, sudah tua tapi tidak punya etika. Ingat saya bukan menantumu dan saya bukan calon menantumu karena saya tidak pernah menyetujui Perjodohan saya dengan Linda, itu adalah kemauan kalian sedangkan saya tidak mau."


"Sejak kapan seorang bangsawan mencintai seorang pelacur."


"Woi! jaga ucapanmu jangan sampai kepalan tangan ini hinggap di wajahmu yang sudah keriput." bentak Nathan dengan mengacungkan kepalan tangan tak ada sedikitpun dia menunjukkan rasa hormat akibat dari perbuatan Atmajaya yang sudah keterlaluan menghina Jasmine dengan sebutan pelacur.


"Dasar anak bau kencur sudah dikasih hal yang baik malah memilih hal yang buruk, di mana otakmu anak muda, Apakah kamu sudah terbutakan oleh wanita yang tidak cantik-cantik amat?"

__ADS_1


"Mending anak bau kencur daripada tua bangkai, tua yang sudah mau menjadi bangkai tapi masih sibuk mencela orang lain tanpa memikirkan kesalahannya sendiri. Ingat Paman kalau Paman bukan adik dari orang tua saya, mungkin saya sudah hajar habis-habisan sampai masuk rumah sakit."


"Dasar kurang aja,  Awas kamu!" ujar Atmajaya sambil melayangkan tangan hendak menampar wajah Natan, namun anak muda itu dengan segera menahan kemudian menarik tangan itu sehingga pamannya terbawa hendak jatuh ke bawah tangga, tapi Nathan tidak melepaskan Nathan masih menjaga pamannya agar tidak tersungkur.


__ADS_2