Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Penyambutan


__ADS_3

Suasana pun menjadi Hening kembali, hanya terdengar isakan Jasmine yang berada di pelukan Rahmi. ibunya Nathan. Orang-orang yang menyaksikan mereka pun terdiam seolah merasakan kepedihan yang diderita oleh Jasmine  setelah agak tenang Nathan pun melanjutkan pertanyaan.


"Kalau boleh. Nathan meminta izin agar Jasmine bisa tinggal di rumah kita sementara waktu, sebelum kondisinya pulih kembali." tanya Nathan sambil menatap ke arah ayahnya namun itu tidak lama.


"Emang kapan kecelakaannya?" tanya Suyatno terus menyelidiki.


"Kemarin, sekeluarga meninggal semua hanya Jasmine yang tersisa."


"Kalau bapak selaku kepala keluarga di sini tidak apa-apa Jasmine tinggal mau sementara ataupun selamanya di rumah kita, karena masih banyak kamar yang kosong. yang terpenting jasmine-nya harus betah." jawab Suyanto membuat hati Nathan lega begitupun dengan Rahmi yang entah mengapa dia sangat menyukai Jasmin seperti menyayangi Ayla.


"Kamu mau tinggal di sini neng?" tanya Rahmi sambil mengusap-usap punggung Jasmine.


"Terima kasih. hanya kata itu yang terucap dari mulut gadis yang sedang dilanda kepedihan.


"Ya sudah kalau begitu kamu boleh tidur dengan Ayla, Karena sekarang kamu tidak boleh banyak melamun Takut ada sesuatu yang tidak diinginkan. Ayla ajak Jasmin untuk beristirahat." Pinta Suyanto sambil melirik ke arah anak bungsunya.


Ayla yang sejak dari tadi memperhatikan dia pun mendekat kemudian mengusir Nathan untuk duduk di sampingnya. Ayla memeluk Jasmine seolah ingin ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh tamunya, setelah itu dia pun mengajak Jasmin untuk masuk ke kamarnya.


Jasmine disambut dengan begitu baik karena Nathan sudah memiliki kepercayaan dari keluarganya, Nathan bukan orang yang jahat yang suka merepotkan keluarga, Nathan adalah orang yang membanggakan dia bisa membuat usahanya sendiri, meski dia masih kuliah. dalam beretika Nathan tidak pernah mengecewakan keluarga, sehingga ketika Nathan meminta sesuatu yang agak keluar dari kebiasaan mereka tetap mengizinkan.


Setelah membuat keputusan. acara penyebutan para tamu undangan dilanjutkan, hanya Ayla dan Jasmine yang tidak keluar kembali dari kamar. sedangkan Nathan dia masuk ke kamarnya untuk membersihkan badan terlebih dahulu, kemudian ikut bergabung bersama keluarga yang diundang untuk menyaksikan lamaran adiknya.


"Suasana baru terasa sepi setelah adzan Maghrib berkumandang  karena semua para tamu undangan sudah kembali ke rumah masing-masing, Hanya menyisakan keluarganya sendiri.


Setelah melaksanakan salat magrib, Ayla membuka Alquran kemudian membacanya beberapa halaman. Jasmine Hanya duduk di ranjang memperhatikan namun hatinya merasa tenang ketika lantunan ayat-ayat suci itu dibaca dan dia merasa nyaman ketika berada di rumah Nathan, karena keluarga itu terlihat sangat kompak dan sangat asik, mungkin ajaran yang diajarkan oleh kedua orang tuanya sangat baik, sehingga walaupun tinggal dalam satu rumah besar mereka tetap harmonis.


Selesai membaca Alquran, Ayla duduk di tepian ranjang di samping Jasmine, tanpa membuka mukena terlebih dahulu karena sebentar lagi azan Isya berkumandang. dia ingin menghibur gadis yang dibawa oleh kakaknya, Alya sudah bisa membayangkan Bagaimana sedihnya ditinggal sekeluarga, jangankan ditinggal oleh satu keluarga penuh, ditinggal salah satu orang tuanya Ayla belum bisa membayangkan.

__ADS_1


"Memang kamu dari mana?" tanya Ayla memecah heningnya suasana.


"Tempat tinggalku?" Jawab Jasmine balik bertanya.


"Iya." ujar Aila sambil menganggukkan kepala matanya memperhatikan wajah sendu sahabat kakaknya.


"Aku dari Sukabumi, namun aku tidak tinggal di kota seperti kalian. aku tinggal di kampung bagian Selatan Kabupaten Sukabumi."


"Daerah mana?"


"Curug kembar Kecamatan Pangalengan."


"Oh aku nggak tahu, hehehe. kamu di sini tidak boleh sedih, kamu harus bisa kembali seperti semula, harus bisa bahagia kembali Karena tujuan Hidup itu adalah kebahagiaan, meskipun kadang Selalu ada cobaan yang membuat kita sedih." ujar Ayla menasehati.


"Terima kasih, semoga saja aku bisa seperti itu aku bisa melupakan kejadian yang menimpa keluargaku."


"Lumayan lama."


"Pasti orangnya sangat baik ya?"


Jasmine tidak menjawab Dia hanya mengagukan kepala, meski Baru beberapa hari mengenal Nathan tapi dia sudah merasakan kebaikan yang diberikan Nathan begitu Sigap dalam menjaganya.


Kedua Gadis itu terus mengobrol meski terlihat sangat ragu-ragu ketika berbicara, karena takut menyakiti hati Jasmine yang sedang berduka. Ayla tidak terlalu banyak bertanya namun sebisa mungkin dia mengajak tamunya untuk mengobrol, agar kesedihannya sedikit demi sedikit bisa berangsur pulih.


Azan Isya berkumandang, Jasmine diajak Ayla untuk salat bersama di rumah, karena biasanya kalau magrib Suyanto akan melaksanakan salat berjamaah di Masjid, sedangkan Isya mereka memilih berjamaah bersama keluarga.


Selesai melaksanakan salat berjamaah Jasmine diajak untuk makan malam bersama keluarga besar Nathan, memang begitulah rutinitas yang mereka lakukan hanya sarapan pagi yang jarang bersama, masih sibuk mengurus keluarga masing-masing.

__ADS_1


Ruang makan terasa begitu riuh dipenuhi dengan kebahagiaan, candaan candaan terlontar dari mulut mereka. meski suasana itu akan sepi ketika mereka mulai menyantap hidangannya, namun suara tawa itu terdengar kembali setelah Mereka menyelesaikan acara makan, mereka mengobrol dengan dipenuhi kebahagiaan hanya ada satu orang yang masih terdiam dipenuhi kesedihan, yaitu Jasmine yang merasa sepi, meski di tengah keramaian, jiwanya terasa hampa tidak ada tujuan untuk melanjutkan hidup.


Nathan yang melihat kejadian seperti itu, dengan segera memberikan kode terhadap Ayla untuk membawa Jasmine kembali ke kamarnya. Ayla yang paham dengan segera dia meminta izin kepada orang tua untuk mengajak Jasmine beristirahat, apalagi dia juga merasa lelah setelah seharian melangsungkan acara lamaran.


Setelah kepergian Ayla dan Jasmine, keluarga besar Suyanto pun membubarkan diri, karena mereka juga merasakan hal yang sama kelelahan setelah menyiapkan acara lamaran anaknya, Begitu juga dengan Nathan dia langsung naik kekamar yang berhadapan dengan kamar Jasmine. sedangkan Kakak pertamanya ada di lantai bawah, Kakak kedua ada di lantai atas, rumah yang sangat besar kamar mereka seperti rumah tidak ada kebisingan ataupun teriakan ketika mereka masuk ke dalam kamar. mereka asyik mengobrol dengan keluarga masing-masing.


Setelah berpisah dengan kakak pertamanya, Nathan pun mendekat ke arah kamar, namun sebelum masuk dia memperhatikan pintu kamar adiknya yang di dalamnya ada Jasmine, wanita yang tadi siang dia bawa. Nathan melakukan hal itu lumayan lama sehingga dia yang merasa bingung akhirnya mengetuk pintu adiknya.


Tak lama kemudian pintu kamar pun terbuka muncullah Ayla dengan memegang handphone yang ditempelkan ke telinga, wajahnya dipenuhi dengan senyum kebahagiaan, keinginan yang sudah lama ia impikan kini sudah menjadi kenyataan, dan sebentar lagi dia akan hidup bersama dengan orang yang ia cintai.


"Mau apa?" tanya Ayla sambil menatap heran ke arah Nathan.


"Jasmine sudah tidur?" tanya Nathan dengan mengintip ke arah dalam.


"Sudah. Mungkin dia sangat kecapean."


"Syukurlah kalau begitu, kamu kalau lagi teleponan dengan calon suamimu jangan sampai mengganggu dia. dan kakak mohon Tolong bantu hibur dia agar tidak terlalu Sedih jangan sampai kamu menyakitinya, karena kalau itu terjadi maka Kakak lah yang akan terluka.


"Ngomong apaan sih! sudah tidak hadir dalam acara lamaran sekarang menyuruh-nyuruh seenaknya " Ketus Ayla dengan ada yang masih kesal.


"Maafkan kakak, karena kakak tidak hadir dalam acara lamaran, Tapi Kakak berjanji akan mengurus semua kebutuhan pernikahanmu, dan kakak akan pastikan pernikahanmu paling berkesan di abad ini."


"Kalau ngomong sebakul kenyataannya seupit." Jawab Ayla dengan mendengus tapi dia sangat bahagia karena Nathan bukan orang yang suka berbohong, kalau dia sudah bilang tidak bisa pasti dia tidak akan datang, tapi kalau dia bilang mau pasti dia akan melakukannya dengan sepenuh hati.


"Dimaafkan nggak!"


"Tahu ah, Ya sudah sana tidur nanti besok kesiangan." jawab Ayla sambil menutup kembali pintunya bahkan dia mengunci kamarnya sepertinya takut kalau Nathan nanti malam masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Melihat kelakuan adiknya Nathan hanya menggeleng-gelengkan kepala  sambil mengulung senyum kemudian dia pun membalikkan tubuh masuk ke dalam kamar untuk mengistirahatkan jiwa dan raga yang terasa lelah, setelah seharian berjuang menyelamatkan diri dari kematian.


__ADS_2