Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Malu


__ADS_3

Suasana pun semakin lama semakin sore, matahari sudah tidak terlalu terik memancarkan sinarnya,  Mungkin sebentar lagi akan bersembunyi di balik-balik gedung yang menjulang tinggi. Jasmine yang berada di dalam mobil Dia terlihat gelisah karena bingung harus berbuat apa, perutnya terasa melilit seperti terasa diaduk, anaknya semakin basah terkena darah haid yang terus mengucur.


Truk! truk! Truk!


Kaca pintu mobil pun terdengar diketuk, membuat Jasmine sedikit menengok merasa heran kenapa Nathan berbuat seperti itu, Padahal kalau mau masuk dia tinggal masuk karena itu mobilnya sendiri, namun setelah melihat orang yang mengetuk dia semakin merasa heran karena yang mengetuk Ternyata bukan orang yang dia curigai, melainkan seorang wanita dengan pakaian pramuniaga toko.


Wanita yang berada di luar terlihat meminta Jasmine untuk menurunkan kaca mobil, agak lama melakukan hal itu karena jasmine merasa takut, Dia belum terlalu kenal dengan keadaan kota yang baru satu hari ia singgahi, namun setelah lama terdiam dia semakin dihantui oleh rasa penasaran hingga akhirnya kaca mobil pun diturunkan namun tidak terlalu dalam hanya cukup untuk Mendengar pembicaraan orang yang berada di luar mobil.


"Maaf Kak mengganggu, kakak namanya Kak Jasmine kan?" tanya wanita yang berdiri di ambang pintu dengan mengulum senyum ramah, menyembunyikan kekhawatiran takut salah menyapa.


"Iya saya Jasmine, Ada apa ya kok tahu nama saya?" Jawab Jasmine dengan wajah yang masih diliputi oleh kebingungan.


"Ada titipan dari sahabat kakak dan saya diminta untuk mengantar kakak untuk pergi ke toilet."


"Maksudnya apa?" tanya Jasmine pura-pura tidak mengerti.


"Kalau itu saya kurang paham kak, soalnya saya hanya disuruh memberikan plastik ini dan mengantar Kakak ke toilet." jawab pramuniaga toko sambil membukakan pintu.


Awalnya Jasmine terlihat ragu-ragu, namun setelah melihat gelagat wanita yang mengajaknya sangat baik dan tidak memiliki niat jahat, ditambah rasa malu karena darah terus mengalir membasahi, akhirnya dia memaksakan diri untuk keluar dari mobil.


SPG yang mengerti betul dengan kondisi yang sedang menimpa Jasmine, dengan segera dia pun memberikan handuk yang dibeli oleh Nathan untuk menutupi bagian belakang yang terlihat basah. SPG mengajak Jasmine menuju ke salah satu kamar mandi yang terdekat yang berada di mall tersebut, Jasmine yang diperlakukan seperti Nona besar dia bukannya merasa bangga melainkan semakin merasa tidak nyaman dengan kelakuan Nathan yang begitu perhatian, Jasmine tidak menyangka kalau dirinya akan sespesial itu di mata pria yang baru beberapa hari dikenal, meski terlihat cuek, Acuh, tidak peduli dengan keadaan sekitar, namun pria tampan sangat mengerti dengan apa yang sedang terjadi, sehingga dia menyiapkan semua kebutuhannya yang sedang mengalami musibah tiba-tiba.


Sesampainya di kamar mandi, dia pun masuk ke dalam untuk mengganti pakaian yang kotor sedangkan SPG yang mengantarnya menunggu di luar. Jasmine yang sudah merasa tidak nyaman melepaskan celana yang ia kenakan, kemudian dia melihat bungkusan plastik yang diberikan oleh pramuniaga, Ternyata isinya adalah 2 kantong besar pembalut yang berbeda bentuk, namun ukurannya sangat salah, karena menurut Jasmine itu sangat kebesaran tidak seperti yang sering ia kenakan, namun namun meski begitu dia sudah sangat bersyukur karena masih bisa digunakan.

__ADS_1


Sambil menggunakan celana yang baru diambil Jasmine terus berpikir menerka-nerka apa yang dilakukan oleh Nathan, hingga dia merasa malu karena sudah bisa dipastikan Nathan bisa membayangkan apa yang sekarang ia kenakan, rasa malu mulai menyeruak memenuhi jiwa membuat wajahnya tiba-tiba berubah memerah.


"Apa aku Buang semua ini, agar otak jahatnya tidak kemana-mana, agar dia tidak bisa membayangkan tubuhku mengenakan pakaian dalam yang ia belikan." gumam Hati Jasmine sambil tetap memegang celana yang hendak ia pakai.


"Tapi kalau aku tidak memakai celana yang dibelikan olehnya, mana mungkin pembalut bisa menempel, sama saja kalau memakai pembalut tidak menggunakan dalaman." Lanjut gumam hati Jasmine masih merasa Dilema antara memakai barang pemberian dari Nathan atau pun tidak.


Truk! truk! truk!


pintu kamar mandi terdengar dikutuk dari arah luar membuat Jasmine secara refleks menggunakan ****** ***** itu, kemudian ke arah pintu yang masih terlihat bergetar akibat dari ketukan.


"Kak Jasmine, Apakah Jasmine sudah selesai?" tanya SPG yang tadi mengantar, Mungkin dia merasa kesal karena Jasmine tidak kunjung keluar apalagi dia meminta izin kepada atasan tidak akan lama.


"Sebentar lagi." jawab Jasmine tanpa sadar dia pun mengenakan pakaian yang tadi membuatnya Dilema, kemudian ngambil celana panjang yang sudah dibelikan oleh Nathan untuk mengganti celana yang masih basah.


"Kenapa Mbak masih ada di sini, Kenapa Mbak tidak kembali bekerja?" Tanya Jasmine yang dipenuhi dengan keheranan.


"Mohon maaf Kak Jasmine, saya disuruh Kak Nathan untuk mengantar dan menunggu sampai semuanya selesai."


"Maaf kalau saya sudah merepotkan Terima kasih atas semua bantuan yang diberikan."


"Tidak merepotkan Kok, saya disuruh untuk dibayar dan buka anakan meminta izin kepada atasan untuk membantu kakak. kalau begitu Mari saya antar kembali ke mobil." ujar SPG Swalayan sambil meregangkan tangan mempersilahkan Jasmine untuk berjalan duluan.


Jasmine awalnya menolak, namun semakin dia menolak pramuniaga itu semakin memaksa untuk mengantarkannya, mau tidak mau dia harus mengalah dan berjalan di hadapan SPG itu, seperti seorang putri yang sedang dikawal oleh para pengasuhnya, namun berbeda dengan Jasmine yang tidak memiliki pikiran seperti itu, dia yang sudah hancur lebur tidak berpikir yang tidak tidak, atau jumawa karena diperlakukan spesial oleh Nathan, yang ada sekarang dia berpikir bagaimana dia menyikapi masalah yang terjadi, karena akan sangat malu ketika bertemu dengan pria yang sudah membelikan pakaian dalamnya.

__ADS_1


Hati Jasmine semakin terasa berdebar ketika semakin dekat ke arah mobil wajahnya yang putih berubah menjadi tomat, Entah mengapa tiba-tiba Dia memiliki perasaan seperti itu padahal dari kemarin saja dia sudah sering dibelikan pakaian pakaian oleh Nathan ketika. Jasmine terus berpikir mencari cara bagaimana menyikapi kejadian yang memalukan itu.


Pintu mobil yang dituju pun terbuka kemudian keluarlah Nathan dengan wajah panik,  dia menyambut gadis konflik yang baru datang dengan tatapan yang dipenuhi oleh kekhawatiran dan ketakutan.


"Kamu dari mana, saya cari tadi kamu tidak ketemu?" tanya Nathan sambil memindai tubuh Jasmine dari atas sampai bawah.


Jasmine tidak menjawab Dia terlihat mengerutkan dahi menerka-nerka apa yang ditanyakan oleh pria ganteng yang terlihat panik berdiri di hadapannya, karena pasti kalau dia menyuruh orang lain dia akan mengetahui apa yang dia kerjakan, sehingga dia mengingat kejadian tadi ketika hendak memakai ****** ***** yang membayangkan pasti nathan juga membayangkan hal seperti itu, merasa kesal karena dia memiliki pikiran yang tidak tidak tiba-tiba Jasmine menekuk wajah memasang muka cemberut.


"Maaf kalau aku salah berucap, Kamu dari mana. Kalau mau pergi tolong kasih tahu dulu, agar aku tidak khawatir." ujar Nathan untuk yang kedua kalinya.


"Sudah jangan banyak basa-basi, bukannya perempuan ini adalah suruhan kamu?" ujar Yasmin sambil menengok ke arah belakang, Namun ternyata orang yang disebutkan sudah tidak ada lagi, Jasmine yang berjalan dengan tertunduk dia tidak sadar kalau SPG itu sudah kembali ke tempat kerjanya.


"Terus bagaimana, terus kenapa kamu ganti celana. tapi nggak apa-apa nggak usah jawab, ya sudah ayo kita lanjutkan pencarian mencari baju untukmu." ajak Nathan sambil mengambil pergelangan tangan Jasmine untuk mengajaknya masuk ke dalam mall, sunatan tidak mau keterusan membahas apa yang terjadi terhadap gadis konflik itu.


"Tunggu dulu kamu Kenapa menjadi orang aneh, kenapa kamu pura-pura?" tahan Jasmine sambil menghempaskan tangan agar terlepas dari genggamannya.


"Kenapa?" ujar Nathan balik bertanya dengan wajah penasaran seolah tidak mengerti dengan pertanyaan yang dilontarkan.


"Gak apa-apa nggak usah dibahas. daripada kita melanjutkan ke dalam mendingan kita pergi ke tempat pencucian mobil untuk membersihkan, membersihkan." Jasmine tidak melanjutkan ucapannya, dia kembali ke mobil kemudian membuka pintu tengah, namun Alangkah terkejutnya yang tadi basah ketika ia tinggalkan sekarang sudah bersih membuat dirinya semakin merasa malu akibat ulah Nathan yang begitu baik padanya, dia berusaha menutupi apa yang terjadi agar dirinya tidak malu.


Jasmine terpaku terpana dengan apa yang dia lihat dan dia rasakan, mau tidak percaya tapi tangannya masih menggenggam bungkusan pemberian SPG tadi, tapi kalau percaya Kenapa di dunia ini masih ada orang baik yang sangat kelewatan seperti Nathan yang menutupi apa yang memalukan terhadap dirinya, dengan berpura-pura bahwa tidak terjadi sesuatu.


Tiba-tiba kantong yang ada di tangannya ada yang menarik kemudian disimpan di kursi belakang, Lalu menutup pintunya dan mematikan mobil. setelah itu Jasmine yang masih belum sadar dengan apa yang terjadi, dia hanya menurut mengikuti ke mana arah penariknya seperti layang-layang yang sedang dikendalikan oleh jokinya.

__ADS_1


__ADS_2