Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Kakek Dan Cucu


__ADS_3

"Pegang gagangnya dengan kuat, kemudian angkat ke atas jorannya lalu putarkan reel pancing, namun Jangan sekaligus harus perlahan-lahan, karena kalau cepat nanti kailnya akan patah atau mulut ikannya yang robek." jawab Nathan mengajarkan Jasmine Bagaimana cara menarik ikan ketika sudah Strike.


Dengan gugup namun dipenuhi dengan kebahagiaan karena baru pertama kali Jasmine merasakan sensasi memancing. dia mulai mengikuti saran yang diberikan oleh Nathan. Dia memegang gagang joran kemudian mengangkatnya agak ke atas agar senarnya tetap kencang, dengan perlahan Jasmine pun mulai memutar real pancing sehingga lama-kelamaan senar pun mulai memendek dan ikan yang sudah terkena kail terlihat menampakan diri.


"Waduh ternyata ikannya sangat besar." ujar Nathan sambil mengambil seser atau lamit untuk mengangkat ikan karena kalau hanya menggunakan senar pancing mungkin senar itu akan putus.


Setelah ikan itu berada di tepian kolam dengan segera Nathan pun menciduknya menggunakan lamit lalu mengangkat ke atas. "aduh bagaimana nih, kita semua sudah seri, hanya satu orang lagi yang belum dapat apa-apa." ujar Nathan menyindir kakeknya yang terdiam karena kailnya belum ada yang mau makan sama sekali.


"Silakan puas-puasin saja berbicara, nanti juga kamu pasti akan kalah." jawab Susanto yang terus menatap ke arah pelampung Berharap ada satu ikan yang memakan umpannya.


Setelah memasukkan ikan ke dalam Koja milik Jasmine. Nathan pun kembali Duduk terfokus menatap pelampung yang berada di tengah kolam, namun tak lama pelampungnya pun mulai bergerak, hingga akhirnya ditarik ke arah bawah. dengan segera Nathan pun memecutkan jorannya sehingga kail yang sudah berada di dalam mulut ikan tersangkut ke bibirnya.


"Hahaha Sebentar lagi dua kosong nih." ujar Nathan sambil memutar reel pancingnya, Dia sedikit melambatkan pekerjaan memanas-manasi kakeknya yang belum mendapatkan satu ekor ikan pun. jangankan dapat ikan ada yang memainkan umpannya itu tidak terlihat.


"Puas-puasin aja kamu sombong pasti nanti juga kamu akan menyesal dengan apa yang sudah kamu utarakan."


"Iyalah, aduh, aduh, kok ditarik lagi sih. aku nggak kuat pegangnya, tanganku terasa pegal." ujar Nathan meledek kakeknya kembali setelah senar ikan pancingnya terlihat kencang.


Susanto tidak menjawab namun dia terlihat mendengus kesal, matanya tetap terfokus ke arah pelampung yang belum bergerak sama sekali. namun lama-kelamaan mulai ada pergerakan dan pelampung itu tertarik ke bawah air, dengan segera kakek Susanto memecutkan jorannya ke atas hingga senar pancing terlihat kencang karena ada ikan yang tersangkut ke kailnya.


"Hahaha makanya jangan sombong kalau sudah begini Kalian mau ngomong apa lagi?" Balas Susanto terdengar suara tertawa yang memecahkan heningnya suasana, merasa bahagia karena Penantian yang lumayan lama akhirnya terbayar tuntas.


Kakek Susanto terus memutar reel pancingnya untuk mengangkat ikan yang sudah tersangkut ke kail, namun tidak ada perlawanan seperti apa yang didapatkan oleh Nathan dan Jasmine, hanya senarnya saja yang kencang dan bergerak-gerak seperti ada hewan yang ingin melepaskan diri.

__ADS_1


Setelah berada ditepian kolam, dengan segera Susanto pun mengambil lanmit untuk mengangkat ikan, namun setelah diangkat ternyata itu sangat ringan membuat Nathan yang memperhatikan dari tadi terlihat tertawa, karena dia sudah bisa memastikan bahwa ikan yang didapat kakeknya bukanlah ikan emas seperti yang didapatnya dengan Jasmin.


"Ikan nila tidak termasuk hitungan ya, karena selain dagingnya tidak enak, kulitnya sangat keras, dagingnya sangat sedikit, durinya sangat besar." ujar Nathan membuat kakeknya mendelik tidak suka.


"Yang penting ikan. mau ikan mas atau ikan mujair itu sama-sama ikan yang dapat dari pancingan, dan ikan itu adalah ikan hidup." ujar Susanto sambil melepaskan ikan dari kail.


"Tidak bisa Aturannya sudah ditetapkan karena setiap kali kita memancing, ikan mujair tidak termasuk dalam kategori perlombaan."


"Untuk hari sekarang ikan mujair harus dimasukkan."


"Iya deh, iya. cucu mau bisa berbuat apa." ungkap Nathan sambil mengulum senyum karena dia sudah mengetahui sifat kakeknya yang keras kepala tidak mau mengalah, apalagi kalau soal memancing kakeknya sering bercerita bahwa dia adalah raja Galatama, namun ketika dibawa ke kolam kakeknya tidak pernah mendapat ikan yang banyak.


Mereka bertiga terus terfokus memancing ditemani dengan cemilan-cemilan yang ada di samping mereka. Nathan terlihat sering mendapatkan ikan dibandingkan dengan kakeknya, sedangkan Jasmine meski baru pemula tapi ada beberapa ikan yang dia dapat.


"Kamu curang Nathan." jawab kakek Susanto sambil mengejutkan jorannya, namun senarnya terbang ke udara tidak mendapat ikan seperti Nathan.


"Curang Bagaimana kek, kita duduk bersama di tempat yang sama, sejajar tidak memancing di tengah kolam." ujar Nathan menggoda kakeknya.


"Joran kakek tidak enak, joran yang biasa digunakan dipakai oleh kamu."


"Oh, kakek Mau tukeran joran, bilang aja. kalau sang juara mau pakai joran apapun pasti dia kan menjadi pemenangnya." jawab Nathan sambil memutar relnya untuk ditukarkan dengan joran kakeknya.


"Iya joran kakek tidak enak ketika ditarik." jawab Susanto sambil melakukan hal yang sama memendekkan senar untuk ditukarkan.

__ADS_1


"Ya sudah cucu mengalah aja." Jawab Nathan sambil mengulum senyum.


Mereka berdua pun bertukaran joran pancing. Nathan sekarang menggunakan joran Susanto Begitupun sebaliknya. sedangkan Jasmine terlihat sibuk memutar reel pancing karena ada ikan yang menyangkut. Jasmine merasa bahagia karena ternyata Memancing itu sangat menyenangkan, Pantas saja banyak orang yang lupa waktu ketika mereka duduk di tepian kolam sambil memegang joran pancing. Pantas saja banyak keluarga yang sering bertengkar karena suaminya tidak bisa diingatkan agar jangan terlalu sering pergi ke kolam pemancingan, sebab ketika duduk di tempat itu orang akan lupa dengan segalanya.


Setelah menukarkan joran, Nathan pun mulai memasangkan umpan ke kail barunya, kemudian melemparkan ke tengah kolam. setelah beberapa saat pelampung pancing terlihat ditarik ke dalam air, dengan segera Nathan pun memecutkan ke arah atas hingga senar pancing pun terlihat mengencang.


"Mau Nyalahin apa lagi, mau menyalahkan umpan yang berbeda. tenang umpannya sama karena kakek yang membuatnya di rumah." ujar Nathan yang sudah Strike kembali, matanya melirik ke arah kakeknya yang terlihat masam karena walaupun sudah bertukar joran tapi tidak ada ikan yang mau memakan umpannya.


Nathan yang sudah paham dengan sifat kakeknya dia terus meledek dan menggoda. sesekali dia memainkan joran agar ikan yang didapat tidak langsung naik kedarat, memanas-manasi kakeknya yang baru beberapa ekor mendapatkan ikan Mungkin setengah dari pendapatan Nathan


"Tarik langsung ke atas jangan dimainkan seperti itu. kasihan jangan menyiksa ikan." bicara kakeknya dengan mendengus kesal, Padahal dia juga sering melakukan.


"Nggak kek, nggak dimainin. ikannya aja yang besar susah, untuk di tarik."


Kakek Susanto tidak menjawab karena pelampungnya ada yang menarik, dengan segera dia memecutkan Namun sayang kailnya tetap Jong, tidak mendapatkan ikan, hanya terbang ke udara sepertinya ikan sangat malas memakan umpan yang dilemparkan oleh Susanto.


Merasa kesal dengan dirinya yang tidak banyak mendapatkan ikan, Susanto pun mengambil rok0k yang tadi dibelikan oleh oji kemudian dia menyalakan korek api Namun sayang angin yang berhembus lumayan kencang, sehingga dia harus memalingkan wajah menutup mulut menggunakan tangan, agar Angin tidak mematikan korek apinya.


Melihat kakeknya yang lengah Nathan pun memundurkan tubuhnya ke belakang, kemudian memainkan gagang jorang yang berada di bawah kursi kakeknya, sehingga joran itu terlihat bergerak-gerak seperti ada ikan yang menarik.


Kakeknya yang belum sempat menghisap rokok dengan segera membuangnya, lalu mengambil joran namun ketika diangkat tidak mendapat apa-apa karena jorannya bergerak dimainkan oleh Nathan.


"Hahaha." Tertawa Nathan terdengar menggelegar membuat Susanto mendelik kesal ke arah cucunya yang nakal, berbeda dengan Jasmine yang terlihat tersenyum-senyum memperhatikan kelakuan kakek dan cucu yang sangat akrab, meski sering terdengar perdebatan.

__ADS_1


__ADS_2