Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Sambutan


__ADS_3

Suasana pun semakin lama semakin sore, matahari yang berada di ufuk Barat kadang memperlihatkan wajahnya di balik awan-awan yang menggumpal menghalangi, kadang pula bersembunyi sehingga terlihat seperti mau magrib padahal itu masih lama, karena waktu itu masih pukul 05.00. mobil-mobil terus berlalu Lalang memadati ruas jalan karena jam segitu adalah waktu orang-orang keluar dari kantor dan tempat bekerjanya, disahuti oleh suara burung burung yang berkicau dari atas pohon, meski tidak banyak namun bisa merubah suasana menjadi lumayan Asri.


Orang-orang yang baru keluar dari kantor terlihat sibuk dan tergesa-gesa ingin segera sampai ke rumahnya, muda-mudi yang belum memiliki pekerjaan mereka terlihat berjalan-jalan menggunakan motor mengelilingi kota atau mengisi trotoar trotoar dengan berkumpul bersama temannya, Menikmati suasana sore di kota Bogor. Ada pula orang-orang yang berada di dalam pusat perbelanjaan mereka tidak merasakan perubahan suasana yang begitu indah, karena biasanya di dalam mall itu menggunakan lampu-lampu yang sangat terang, tidak bisa membedakan antara siang dan malam, sehingga kalau ingin melihat Waktu mereka harus melihat jam.


Nathan yang sedang berada di mall, dia pun merasakan hal yang sama, dia terus menghibur Jasmine dengan mengajaknya berbelanja untuk mencukupi kebutuhan ketika tinggal di rumahnya. Nathan yang terlihat acuh dan cuek ternyata dia sangat perhatian terhadap Jasmine membuat gadis konflik itu kadang suka mencuri tetap, Mungkin dia ingin memastikan bahwa orang yang berada di depannya atau berada di sampingnya adalah manusia biasa, bukan malaikat yang dikirim Tuhan untuk menemaninya yang sedang diliputi kesedihan.


Selesai melengkapi kebutuhan Jasmine mengajaknya untuk salat terlebih dahulu, kemudian mereka pun kembali pulang ke rumah, rencana awal yang hendak berlari di lapang Sempur itu tidak terjadi, karena ada kejadian yang tak terduga.


"Maaf ya! malah nggak jadi ngajak kamu larinya," ujar Nathan sambil menarik dengan sudut mata ke arah wanita yang sedang duduk di samping kemudi, dia mulai memecah Haning suasana setelah beberapa saat terdiam.


"Tidak apa-apa terima kasih dan Maaf sudah merepotkan." jawab Jasmine sambil tetap menatap ke arah depan seolah terfokus dengan jalan yang hendak mereka lewati.


"Aku janji besok kita kan lari pagi dan tidak akan gagal seperti Sekarang, kita berangkat habis salat subuh.


"Tidak usah nanti aku semakin merepotkan." jawab Jasmine dengan acuhnya.


Nathan terus mengajak berbicara gadis yang berada di sampingnya, agar Gadis itu sedikit demi sedikit bisa melupakan kejadian yang begitu mengerikan yang menimpa keluarganya. Nathan yang sudah berjanji dengan sahabatnya akan menjaga dan membahagiakan Jasmine, dia akan terus berusaha agar bisa mengembalikan senyum manis yang hilang, meski sekarang belum membuahkan hasil tapi Nathan yakin suatu saat Jasmine akan kembali ke seperti semula, hidup bahagia penuh keceriaan.


Kira-kira sebelum adzan isya berkumandang, Nathan sudah sampai ke rumahnya sesuai dengan apa yang diminta oleh Rahmi ketika Tadi mereka berangkat bahwa mereka harus pulang sebelum Azan Isya, karena akan melakukan salat berjamaah bersama keluarga sebelum makan malam.


"Tan kamu dari mana saja, sudah pulang ke Bogor Kok kamu tidak memberitahu?" crocos seorang wanita ketika mereka berdua masuk ke ruang tamu, wanita yang awalnya duduk di sofa dengan segera dia pun bangkit kemudian menghampiri Nathan sambil merenggangkan tangan hendak memeluk pria yang baru datang,  namun Nathan dengan segera menolak dengan cara mengeluarkan tangan untuk mengajaknya bersalaman.


"Aku bu baru sampai kemarin sore, maaf kalau aku belum sempat memberi kabar."

__ADS_1


"Tega kamu ya, padahal aku sudah lama menunggu kepulanganmu." ujar Linda dengan menekuk wajah kesal yang seperti dibuat-buat agar dirinya terlihat cantik. Karena ada satu anggapan bahwa wanita marah itu akan menambah kecantikan.


"Sekali lagi aku mohon maaf, kalau begitu aku pamit dulu untuk membersihkan badan karena sebentar lagi akan salat bersama barang keluarga." ujar Nathan sambil menarik tangan Jasmine menuju tangga meninggalkan Linda yang merasa heran kenapa Nathan bisa membawa wanita ke rumahnya, padahal keluarganya sudah sangat setuju dengan yang dia inginkan.


Nathan tidak memperdulikan Linda yang terlihat mencak-mencak merasa kesal dengan Nathan yang sangat cuek, hingga akhirnya dia pun membantingkan tubuh ke atas sofa yang berada di ruang tamu, dengan melipatkan tangan di dada, menekuk wajah dan mengeratkan gigi, seperti merasa tidak suka dengan penyambutan Nathan yang begitu dingin.


"Siapa wanita itu kayaknya dia sangat spesial banget di hati Nathan, sampai-sampai dibelikan belanjaan yang begitu banyak. apa dia tidak sadar atau lupa bahwa aku dan dia sudah dijodohkan." gumam Linda yang merasa tidak enak hati karena dicuekin.


Linda terus Merenung memikirkan dan menerka-nerka wanita yang pulang bersama Nathan, karena tadi ketika datang Rahmi tidak cerita kalau anaknya pulang dengan membawa seorang perempuan. Linda yang diliputi oleh rasa kesal dan penasaran dia bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan ke ruang dapur, di mana Rahmi sedang memandu mempersiapkan untuk makan malam bersama keluarga.


"Ada apa Linda, kok wajahnya ditekuk seperti itu?: tanya Rahmi yang sedang duduk di meja makan, matanya tetap mengawasi para pegawai yang sedang sibuk memasak makanan


"Itu siapa wak?" tanya Linda setelah duduk rapi di hadapan kakak dari bapaknya.


"Perempuan yang bersama Nathan?"


"Oh itu Jasmine, Kenapa emang?" jawab Rahmi dengan mengulum senyum, seolah hidupnya tidak memiliki beban.


"Kenapa wanita itu bisa bersama Nathan, kayaknya mereka memiliki hubungan spesial?"


"Hubungan spesial bagaimana Linda, Uwa tidak mengerti?"


"Iya Mereka terlihat berpacaran karena dibelikan barang-barang yang begitu mewah oleh Nathan.

__ADS_1


"Hehehe apa menurut kamu ketika diberikan barang-barang mewah, itu bisa di sebut memiliki hubungan spesial?"


"Iyalah wak, kalau seorang pria mencintai wanita maka mereka harus Royal terhadap kekasihnya, karena mereka bekerja untuk mendapatkan membahagiakan hati seorang perempuan."


"Ah kayaknya tidak seperti itu, hubungan spesial itu terjalin karena ada pengertian, kesepahaman yang sama, sehingga menjadikan tali ikatan yang luar biasa, karena hubungan spesial itu tidak dilihat dari materi tapi dilihat dari hati masing-masing yang saling mengungkapkan dengan tingkah laku yang baik. kalau seorang perempuan mencintai laki-laki mereka tidak boleh menuntut apa yang belum menjadi haknya untuk dituntut, begitupun dengan seorang lelaki tidak boleh meminta hal yang belum Boleh diminta."


"Masa Uwa nggak curiga sih, kalau mereka memiliki hubungan spesial?"


"Tidaklah Lin! Nathan membawanya ke sini karena dia merasa kasihan soalnya Gadis itu baru saja kecelakaan dan ditinggalkan oleh keluarga yang tewas dalam kecelakaan itu. Dja memutuskan untuk membawanya ke sini agar dia tidak kesepian. "


"Oh cuma numpang, kirain."


"Tidak, Yasmin tidak numpang Linda, tapi dia adalah tamu besar di rumah kami, jadi kalau bisa kami harus memperlakukan dengan begitu baik, karena memuliakan tamu itu adalah kewajiban.


"Jangan terlalu mudah percaya dengan orang yang baru nanti mereka bisa melunjak. Siapa tahu saja orang itu hanya pura-pura untuk mengambil harta kekayaan Nathan." Linda mulai sedikit memberikan hasutan, Siapa tahu saja Rahmi memakan umpan yang diberikan dan bersedia berada di pihaknya.


"Tidak apa-apa karena berbuat baik tidak harus mengharapkan timbal balik yang baik, karena yang akan memperoleh kebaikan adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Berbuat baik sangat dianjurkan kepada siapapun bahkan kepada orang jahat kita tidak boleh membalas dengan kejahatan melainkan dengan kebaikan Siapa tahu saja suatu saat mereka akan berubah menjadi lebih baik daripada kita. sudah kamu jangan banyak kecurigaan, karena itu akan menghambat kebaikan, Ayo kita bersiap-siap untuk melaksanakan salat berjamaah." Jawaban yang tidak sesuai dengan harapan dilontarkan oleh Rahmi.


"Aduh maaf Wak kayaknya Linda harus pulang, soalnya Linda juga mau salat berjamaah bersama Bapak."


"Tapi kan rumah kamu lumayan jauh nanti nggak keburu berjamaah."


"Keburu kok wak soalnya bapak akan menunggu. Ya sudah kalau begitu Linda pamit dulu ya." ujar Linda sambil mengeluarkan tangan untuk mengajak Rahmi bersalaman, kemudian dia pun pergi meninggalkan rumah terbesar yang berada di komplek itu dengan membawa hati yang sangat perih dan kecurigaan yang belum berdasar.

__ADS_1


__ADS_2