
"Nah kan putus, tidak nurut sih kalau dibilangin." ujar Nathan sambil mengulum senyum merasa lucu melihat tingkah kakeknya yang tergesa-gesa menarik ikan yang baru nyangkut ke kail.
"Ini salah senar pancingnya yang terlalu kecil, jadi tidak kuat menahan beban ikan yang besar." jawab Susanto mengelak.
"Kenapa tadi ditukarkan sudah tahu kalau joran yang itu khusus untuk ikan yang kecil?"
"Nggak apa-apa, namanya juga berusaha pasti akan ada hasil akan ada gagal. ketika berhasil kita harus bersyukur, ketika gagal kita harus bersabar."
"Iya deh, iya. yang hidup udah lama memang tahu segalanya."
Sedang berdebat dengan cucunya terlihat dari arah Villa samping keluar Oji yang tadi disuruh membuat nasi liwet datang menghampiri sambil manggut memberi hormat.
"Nasinya sudah matang, Ikannya mau digoreng apa dibakar."
"Digoreng gak enak mendingan dibakar saja! Nanti kita coel dengan sambal suraung."
"Baik, ya sudah mana ikannya?"
"Ambil saja namun sebelum dibawa Tolong kamu hitung dulu Berapa ikan yang kakek dapat dan berapa ikan yang didapat oleh Nathan, karena seperti biasa kita akan bertanding Siapa yang paling banyak mendapat ikan maka dia tidak harus menyebur ke kolam."
"Siap Kek." jawab Oji kemudian mengangkat semua Koja yang dikaitkan di Paku di tepian kolam, terlihatlah pendapatan kakek Susanto sangat banyak karena hasil tangkapan Nathan ditukarkan dengan hasil tangkapan Susanto, Ditambah lagi dengan ikan-ikan yang didapat ketika Susanto berada di dalam rumah.
__ADS_1
Dengan segera Oji menghitung satu per satu ikan yang berada di dalam Koja yang sudah ada di atas kolam mulai dari milik Jasmine kemudian Malik Nathan dan milik kakek Susanto, Oji sangat tahu bahwa kakek Susanto Lah yang akan menjadi juaranya.
"Waduh hebat kakek dapat banyak ikan!"
"Master dilawan." jawab kakek Susanto dengan membusungkan dada, senyumnya menyungging sinis ke arah Nathan membuat sang cucu mengerti.
"Iya, iya aku yang nyebur!" ungkap Nathan sambil melepaskan celana membuat Jasmine berteriak histeris sambil menutup wajah menggunakan tangan namun jari-jarinya dibuka.
"Kenapa kamu berteriak aku pakai celana kolor kok." ungkap Nathan sambil tetap melepaskan celana panjangnya menyisipkan celana pendek sepaha, kemudian dia membuka baju namun dia masih tetap memakai kaos singlet.
Tanpa berpikir panjang Nathan pun loncat ke kolam kemudian terdengar deburan air yang bergejolak, ikan-ikan yang berada di sana terlihat berlarian menyelamatkan diri takut tertimpa. Nathan berenang di kolam Sepertinya dia sangat menikmati Apa yang sedang ia lakukan.
"Dasar bebek! Kalau bertemu dengan air bawaannya pengen nyebur." ungkap kakek Susanto sambil mengulum senyum kemudian pergi masuk ke villa untuk mengistirahatkan tubuh sambil menunggu Oji menyelesaikan pekerjaannya yang ditugaskan untuk membakar ikan.
Nathan masih terlihat asik berenang membasahi tubuhnya dengan air, menepati janji siapa yang kalah memancing maka dia akan menyebur, meski kala itu Jasmine adalah orang yang paling sedikit mendapat ikan namun Jasmine tidak ikut perlombaan.
Setelah berenang beberapa kali mulai dari tepian kanan dan tepian kiri, Nathan pun kembali ke tempat tadi memancing di mana Jasmine sedang menunggu.
"Udahan berenangnya! nanti masuk angin." ingat Jasmine sambil menghampiri Nathan wajahnya terlihat terpana melihat kegagahan Nathan dengan dada bidang dan wajah yang tampan rupawan, hidungnya mancung ke atas dipadukan dengan kulit yang berwarna kuning langsat, giginya putih tatkala dia tersenyum maka akan melelehkan Siapa saja yang melihatnya.
Wajah Jasmine tiba-tiba berubah menjadi terpaku setelah berada di hadapan Nathn dia menatap ke arah samping untuk menyembunyikan rasa yang tidak bisa diungkapkan, namun tangannya yang memegang handuk terlihat diulurkan.
__ADS_1
melihat kejadian seperti itu Nathan hanya mengulum senyum merasa lucu dengan tingkah gadis pujaannya, sehingga ide nakal mulai terbesit di benaknya. Nathan mengambil handuk yang diberikan oleh Jasmine namun dia tidak menggunakannya, dia menyimpan handuk itu di tempat yang kering membuat Jasmine menatap heran ke arah Nathan, namun belum habis terasa heran tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh Nathan.
Byur!
Tubuh Jasmine danatan tercebur kembali ke dalam kolam membuat Jasmine terlihat mangap mangap karena belum siap mendapat tarikan seperti itu, namun itu tidak lama karena dia pun terlihat berenang menjauh dari Nathan.
"Hahaha, ujar Nathan sambil menciprati Jasmine dengan air membuat gadis yang sudah basah itu terlihat semakin kuyup.
"Kurang ajar kamu, kenapa kamu narik aku?" ujar Jasmine sambil membalas cipratan air yang dicipratakan oleh Nathan dengan mendorong air ke arah depan sehingga jepratannya pun mengenai tubuh.
Kedua pasangan itu terlihat saling bermain bercanda dengan riang melupakan sejenak kesedihan dan kesusahan yang sedang menimpa Jasmine, terlarut dalam permainan itu dia terlihat riang gembira, keceriaan yang semula hilang kini mulai nampak kembali membuat Nathan merasa bahagia karena dia sudah berhasil memulihkan Jasmine yang trauma berat akibat kejadian yang menimpanya.
Mereka terus asik bermain berenang ke sana kemari sesekali mereka saling bercanda dengan menciprat-cipratan air ke wajah masing-masing, kadang mereka beradu renang hingga akhirnya mereka pun dipanggil oleh Oji untuk naik ke atas karena ikan yang dibakar sudah matang.
Jasmine dan Nathan pun menurut mereka naik ke atas kemudian masuk ke villa untuk membersihkan tubuhnya dari lumpur, karena kolam yang mereka gunakan bukan kolam renang melainkan kolam ikan yang tadi dipancing. selesai membersihkan tubuh Mereka pun duduk di kursi yang berada di ruang tamu, di mejanya sudah terhidang nasi liwet yang terlihat masih mengepul di alasi dengan daun pisang membuat wanginya tercium begitu kuat, apalagi ketika ada sambal suraung yang di sampingnya terlihat ada ikan-ikan yang terbaring dengan sedikit gosong, wanginya tak kalah menggoda membuat mereka yang berada di situ perutnya terpanggil untuk segera menikmati hidangan yang disediakan.
Keempat orang pun duduk kemudian kakek Susanto mulai memanjatkan doa, Setelah itu dilanjutkan dengan makan siang bersama Oji yang sudah dianggap sebagai keluarga, dia tidak sungkan-sungkan menemani mereka bertiga menyantap lahap hidangan yang diberikan. Jasmine yang baru pertama kali memakan ikan bakar yang begitu nikmat dia tidak percaya kalau ikan itu dibuat oleh Oji, tapi setelah melihat keadaan bila itu yang nampak sepi Jasmine mau tidak mau harus percaya bahwa ikan bakar yang dibuat dengan begitu lezat adalah buatan seorang laki-laki.
Selesai menyantap makan siang Jasmine disuruh untuk beristirahat di kamarnya, Sedangkan Nathan dan Susanto mereka masih mengobrol di meja sambil mengistirahatkan tubuh yang terasa lelah setelah memancing dan berenang ditemani dengan obrolan obrolan tentang kejadian yang baru saja mereka alami, namun itu tidak lama karena akhirnya mereka pun tertidur lelap di atas sofa.
Ketika pukul 03.00 sore setelah melaksanakan salat asar Mereka pun berpamitan sama Oji untuk kembali ke kota Bogor, tak lupa kakek Susanto memberikan uang titipan dari anaknya untuk mencukupi kebutuhan oji selama tinggal di Villa, karena kalau gaji akan dikirimkan melalui nomor rekening setiap bulannya. begitulah keluarga suyatno yang selalu memuliakan setiap para pekerjanya Bahkan mereka tidak segan-senggan mengajak mereka makan bersama.
__ADS_1
Setelah berpamitan Nathan Jasmine dan Susanto, mereka pun meninggalkan Jasinga untuk kembali ke kota Bogor dengan membawa harapan-harapan yang baru, karena sedikit demi sedikit Jasmine mulai menikmati tinggal bersama keluarga Nathan, sehingga dia bisa melupakan kesedihan yang sedang dialaminya akibat ditinggalkan seluruh keluarga.