Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Kembali Seperti Biasa


__ADS_3

"Kakak kapan mau pulang ke Bogor, katanya hanya mampir sebentar ke rumah teman, tapi kenapa udah beberapa hari tidak kunjung pulang?" tanya Ayla, adik Nathan yang nelepon dari Bogor.


"Kurang tahu kapan kakak mau pulang, soalnya di kampung sahabat kakak Suasananya sangat Asri dengan hamparan sawah yang begitu luas dihiasi gunung-gunung yang memagari, dan ditambah satu lagi yang paling indah."


"Kok kurang tahu kapan, Emang apa yang paling indah?" tanya Ayla dengan nada Ketus karena kakaknya selalu saja seperti itu, ia sangat keras kepala tidak pernah mau menuruti perkataan orang lain.


"Kakak sudah terjebak cinta seorang gadis yang sangat cantik, kulitnya putih bersih dan lembut begitu juga rambutnya panjang terurai, kalau tersenyum detak jampun bisa dihentikan, angin yang bertiup menghilang seketika." jawab Nathan sambil mengulum senyum entah bagaimana dia selalu merasa bahagia kalau memikirkan tentang Jasmine.


"Halah paling seperti yang sudah-sudah, kakak dekatin kakak buat wanita itu nyaman, setelah itu Kakak tinggal pergi."


"Enak aja, kakak tidak seperti itu. merekanya aja yang kepedean Karena sejatinya kakak tidak pernah menyukai mereka, ataupun mengungkapkan kata-kata pujian yang menunjukkan tanda suka." Jawab Nathan mengelak tuduhan adiknya.


"Terserah Kakak! memang kenyataannya seperti itu. kakak harus pulang secepatnya karena minggu sekarang Ayla mau dilamar oleh Raffi, keluarga kita harus berkumpul karena saudara-saudara dari bapak dan ibu pun mereka akan datang untuk menyaksikan acara lamaran Ayla."


"Syukurlah kalau banyak saudara yang hadir. Tapi Kakak mohon maaf tidak bisa berjanji karena kakak harus memperjuangkan cinta kakak. Lagian sudah banyak saudara yang akan datang. Jadi kakak rasa kakak tidak terlalu dibutuhkan." jawab Nathan menolak.


"Kok kakak seperti itu, walaupun mereka datang banyak tapi mereka hanya paman dan om bukan Kakak Ayla."


"Sama aja, mereka tetap saudara sedarah."


Mendengar jawaban kakaknya yang keras kepala, Ayla hanya menarik nafas dalam sambil meremas handphonenya, karena Kalau kakaknya sudah berbicara tentang A, maka keputusannya A tidak akan bisa diganggu gugat.

__ADS_1


"Begini aja kalau Kakak sayang sama adik dan kalau kakak menganggap Ayla adik. kakak Ayla tunggu nanti hari Minggu di rumah karena Ayla sangat membutuhkan kehadiran seorang kakak yang Ayla sayangi." ujar Ayla mengeluarkan jurus terakhirnya agar Nathan mau pulang sebelum acara lamarannya berlangsung.


"Mohon maaf kakak tidak bisa janji, tapi secepatnya kakak akan pulangĀ  Ya sudah kamu baik-baik di sana sampaikan salam kakak terhadap ibu dan keluarga." jawab Nathan sambil memutus telepon itu membuat Ayla terlihat menekuk wajah merasa kesal dengan sikap kakaknya yang keras kepala, namun Ayla tahu kalau kakaknya pasti akan hadir soalnya Nathan sangat menyayanginya.


Setelah telepon terputus Nathan pun masuk kembali ke dalam rumah untuk membantu persiapan acara lamaran sahabatnya, mulai menyiapkan parcel, membuat baju seragam, bingkisan untuk para warga Kampung dan yang lain-lainnya, sambil terus menambah kebahagiaan Abduh dengan candaan candaan ringan.


Di dalam rumah itu terlihat Dadang pun sangat sibuk mengatur semuanya, karena dia yang bertanggung jawab sebagai orang tua tidak ingin mengecewakan adiknya yang sangat ia sayangi, apalagi lamaran Abduh adalah lamaran pertama dari keluarganya, ditambah dia yang tidak memiliki anak ingin menjadikan momen itu sebagai orang tua yang hendak menikahkan anaknya.


Mereka sekeluarga duduk di ruang tengah, tangannya terlihat sibuk membungkus atau mempacking barang-barang yang akan dibawa untuk lamaran, Begitu juga dengan Nathan yang ikut membantu sambil mengobrol.


"Kalau acara lamarannya minggu besok, berarti tinggal 3 hari lagi ya?" tanya Nathan di sela-sela pembicaraan.


"Iya karena kita tidak akan bertemu dengan hari minggu lagi, kecuali Minggu hari H." jawab Dadang yang kembali seperti biasa Karena memang pada dasarnya Dadang sangat baik tidak suka marah-marah, tapi kalau tidak ada yang yang setuju dengan keinginannya maka dia akan marah, namun marahnya tidak seperti orang lain, Dadang terlihat kalem namun sangat menakutkan.


"Siap lah teh, dari dulu juga Abduh sudah siap. tapi Abduh tidak memiliki keberanian untuk berbicara jujur sama kalian." jawab Abduh yang terlihat mengulum senyum merasa bahagia karena sebentar lagi dia akan hidup bersama kekasih hatinya, kekasih yang selalu hadir dalam setiap lamunan-lamunan indah.


"Kalau Abduh Jangan ditanya lagi Teh, lihat aja wajahnya yang selalu sumringah dan terus dihiasi dengan senyuman yang begitu menawan. Mungkin dia rasa sekarang bahwa dunia ini hanya Miliknya lah berdua, yang lain hanya mengontrak di mereka." ledek Nathan dengan mencibir."


"Biarin emang tidak boleh orang bahagia!" jawab Abduh dengan mendengus.


"Bahagia boleh tapi jangan terlalu banyak tersenyum apalagi tersenyumnya sendiri, nanti lama-lama kamu bisa kurang sesendok." ingat Nathan membuat seluruh ruang tamu terdengar bergemuruh dengan suara tawa, karena memang begitulah kebiasaan Natan yang suka cuplas-ceplos ketika berbicara. namun Abduh yang sudah kenal lama dengan sahabatnya tidak mengambil hati.

__ADS_1


"Biarin! Lagian kan senyum tidak dilarang, senyum itu adalah ibadah." jawab Abduh membela.


"Iya deh, puas-puasin aja senyum, karena katanya kalau sudah menikah cobaannya akan begitu berat, jangankan untuk tersenyum dengan pernikahan mereka akan disibukkan dengan masalah-masalah yang dihadapi setelah menikah."


"Nah begitulah kalau orang bahagia itu jangan diganggu, emang benar kalau sudah menikah cobaannya akan lebih berat?" tanya Abduh sambil menatap ke arah kakaknya seolah ingin mendapat petuah dari orang tua.


"Benar itu, bahkan ujian dalam pernikahan orang membaginya dalam beberapa season." jawab Dadang menjelaskan."


"Kok dibagi beberapa season? kayak cerita novel aja."


"Iya memang seperti cerita novel, karena rumah tangga juga adalah salah satu dari bagian cerita kehidupan."


"Season apa aja itu kang?" tanya Nathan menimpali Dia terlihat penasaran dengan ilmu yang dimiliki oleh orang yang sudah lama lahir ke dunia.


"Season pertama adalah ujian ketika sebelum pernikahan, pasti akan ada banyak ujian-ujian yang ingin menggagalkan acara sakral itu, karena menikah itu adalah hal yang baik dan hal yang baik tidak akan terlepas dari cobaan. seperti yang pernah akang alami dulu ketika akan melamar kakaknya. Akang sempat bersaing dengan pria lain setelah akang mendapatkan hati teh Sarah pria itu tidak terima hingga dia terus menerus berusaha untuk menghancurkan hubungan kita dengan cara menghasut. namun beruntung akang bisa meyakinkan teh Sarah dan keluarganya, kalau Akang lah orang yang paling berhak mendapatkan cinta anaknya." jawab Dadang sambil mengulum senyum mengingat kembali kejadian waktu masa muda.


"Kirain perjalanan percintaan Akang mulus-mulus aja, soalnya Abduh tidak terlalu mengerti karena waktu itu Abduh masih kecil." tanggap adiknya yang terlihat serius memperhatikan.


"Teh Sarah itu wanita paling cantik yang ada di dunia ini, kalau kamu tidak percaya teh Sarah cantik Lihatlah suaminya yang seorang tampan rupawan gagah dan pemberani, karena butuh syarat yang cukup untuk bisa menaklukkan hatinya yang digoda oleh banyak pria." jawab Dadang sambil melirik ke arah istrinya.


"Emang kang Dadang ganteng Teh?" tanya Abduh sambil mengulum senyum menatap ke arah kakak iparnya.

__ADS_1


"Dulu sih iya tapi sekarang masih sama, hehehe. tapi kalau setelah menikah kegantengan itu tidak terlalu pentingkan karena dalam pernikahan yang paling penting adalah tanggung jawab, yang paling penting adalah kedewasaan yang mampu menentukan Ke mana arah rumah tangga akan dibawa. karena seorang wanita akan merasa terlindungi kalau suaminya bisa bertanggung jawab, baik dalam masalah nafkah ataupun dalam masalah pendirian. Nah jadi sekarang kamu harus mempersiapkan itu semua agar istrimu bisa bahagia." jawab Sarah Memberikan ilmu terhadap anak muda yang belum menikah .


__ADS_2