Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Nathan


__ADS_3

"Di sini jangan berbicara tentang harga diri, karena harga diri hanyalah satu bualan kosong yang tidak memberikan arti. demi harga diri kita seharusnya tidak sampai melupakan norma-norma kehidupan sebagai manusia yang harus memiliki budi pekerti yang luhur. buat apa kita menggaungkan harga diri kalau puluhan nyawa sudah menjadi korban, puluhan orang terluka, puluhan wanita yang menangis ditinggalkan suaminya." ujar Manta menjawab keluhan warga yang kontra dengan keinginannya yang hendak melakukan perdamaian dengan Kampung Cisaga, karena kalau terus menerus melakukan permusuhan Mau sampai berapa nyawa lagi yang harus dikorbankan.


Mendengar jawaban pemimpin seperti itu, orang yang bertanya pun terdiam merenung memikirkan apa yang sudah terjadi kepada warga kampung sagaranten, di mana sudah puluhan nyawa yang melayang, Tapi itu tidak memberikan keuntungan apapun, yang ada hanyalah kerugian. Bahkan bukan orang yang bertanya saja yang menyetujui perkataan Manta, semua warga kampung segerantan pun ikut menyetujui, kalau mereka akan melakukan perdamaian dengan Kampung Cisaga.


"Terus sekarang kita harus bagaimana?" tanya warga sambil menatap ke arah ketua mereka.


"Sekarang kita rapikan rumah-rumah yang tidak terlalu Rusak, nanti kita jadikan tempat tinggal sementara sebelum kita membangun kembali rumah-rumah yang baru."


"Terus kalau bertemu dengan warga Kampung Cisaga mau dilangsungkan kapan?"


"Kita serahkan ke pihak pemerintah, kita harus menuruti mereka karena mereka adalah pimpinan yang harus ditaati peraturannya."


Setelah melakukan permusyawarahan, akhirnya para warga Kampung Sagaranten pun berbondong-bondong membersihkan kampung yang acak-acakan sambil mengecek harta benda yang masih bisa dimanfaatkan, yang bisa diperbaiki mereka perbaiki untuk digunakan sebagai tempat tinggal sementara. mereka bekerja sama seperti sudah melupakan kejadian yang kemarin menimpa.


Meski masih dalam keadaan berkabung akibat keluarga yang meninggalkan, tapi warga Kampung sagaranten tidak patah arang, mereka terus bersemangat membangun kembali kehidupan yang sudah hancur lebur sampai ke tulang-tulangnya, dan berharap kejadian yang menimpa adalah kejadian terakhir, tidak ada lagi penyerangan demi penyerangan, sehingga ketentraman mereka terganggu.,


Keesokan paginya, sesuai dengan apa yang sudah direncanakan warga Kampung Cisaga yang diketuai oleh sutarji bersama orang tuanya yang hadir dalam kursi roda, Mereka pun merasakan kepedihan yang sama karena adik mereka Darman sudah tewas dibunuh oleh Nathan, tapi demi menghindari hukum yang akan dilakukan oleh pihak yang berwenang Mereka pun berpura-pura ingin mengikuti acara Musyawarah tersebut dan akan menyetujui semua keputusannya, karena Sutardji bersama Maja beranggapan kalau pemerintah suatu saat akan lemah membiarkan kembali kampung konflik tanpa pengawasan, dan di saat itu pula lah mereka akan menuntaskan dendam kematian Darman.

__ADS_1


Dari pihak sagaranted diwakili oleh Manta dan beberapa lainnya. mereka mengikuti acara Musyawarah tersebut dari awal sampai akhir, tidak ada perdebatan yang dilakukan oleh kedua kampung yang sedang konflik karena mereka semuanya sepakat untuk menghentikan peperangan, soalnya kekuatan mereka sudah tidak berimbang kembali apalagi Manta yang secara gamblang ingin menghentikan permusuhan itu, tidak apa-apa banyak warga kampungnya yang sudah meninggal, tapi ke depannya Jangan sampai terulang lagi, karena kejadian yang sudah terjadi tidak bisa diulangi, yang ada kita harus memperbaikinya agar tidak terjatuh ke lubang yang sama.


Kesepakatan pun dibuat dengan catatan kedua Kampung tidak boleh memulai perselisihan, sekecil apapun keributan maka akan dibawa ke kantor Polisi untuk dipidanakan sesuai dengan undang-undang yang berlaku, mereka semua menyepakati dengan menandatangani bersama Kemudian mereka pun bersalaman dan berpelukan. sejarah baru kampung Sagaranten dan kampung Cisaga akan dimulai kembali. mereka akan bahu-membahu memajukan Kampung masing-masing tanpa ada perselisihan.


Seminggu setelah dibuat perjanjian, ada warga Kampung Cisaga yang memancing emosi warga kampung sagaranten, tapi mereka tidak meladeni pancingan itu, sehingga warga Kampung Cisaga pun ditangkap kemudian dimasukkan ke penjara karena dituduh sebagai biang keladi kerusuhan.


Beberapa orang yang ditangkap baik dari kampung Cisaga ataupun Kampung sagaranten ketika mereka memulai menyalakan percikan-percikan api permusuhan, namun dengan sigap para aparat setempat melaporkan dan memproses semuanya sesuai kesepakatan bersama, yang akhirnya kampung Sagaranten kembali ke kampung semula tanpa ada pertikaian yang menghantui, begitu juga Kampung Cisaga warganya sudah bosan melakukan pertikaian dan mereka pun takut dengan ancaman yang benar-benar terjadi ketika mereka melakukan pergesekan dengan Kampung musuh, mereka tidak segan-segan dijebloskan ke penjara.


***


Nathan yang merasa kasihan dia pun menghampiri kemudian mengusap lembut rambut Jasmine, lalu mendekatkan kepalanya ke dada, memberikan ketenangan dan kekuatan terhadap gadis konflik yang selama ini ia perjuangkan. tidak ada ucapan yang keluar dari mulut kedua orang itu sepertinya mereka kehabisan kata-kata, tidak tahu lagi Bagaimana cara mengungkapkan kesedihan.


"Kita harus secepatnya pergi, takut kalau ada warga Kampung Cisaga yang masih mengejar. walaupun kita sudah jauh dari tempat konflik, tapi kita belum aman sepenuhnya." ujar Nathan dengan suara Parau karena dia pun merasakan hal yang sama, yang berbeda hanya pengungkapannya saja tidak seperti perempuan yang biasa mengungkapkan kesedihan dengan menangis. padahal hati Nathan sangat terluka karena dia sudah mengenal Abduh dengan baik teman, sahabat yang selalu ada setiap saat.


Jasmine tidak menjawab, Dia hanya mengangkat kepala dari dada bidang pria yang memeluknya, emudian menatap yang sedang menatapnya membuat hati Nathan bergetar tak karuan, menambah kasih sayang terhadap wanita yang baru beberapa hari ia temui.


Nathan menarik tangan Jasmine menyeberangi jalan menuju pom bensin, entah apa yang mau dia lakukan karena dia tidak berbicara. Nathan terus menuntun Jasmine menuju ke salah satu pojok tempat pengisian bahan bakar, beberapa orang ada yang melihat namun mereka Acuh seolah sudah biasa melihat orang yang compang-camping berkeliaran di tempat mereka, seolah tidak peduli dengan kesedihan Nathan dan Jasmine.

__ADS_1


Nathan mengajak Jasmine masuk ke dalam toilet, Jasmine yang sudah tidak memiliki semangat untuk hidup dia hanya menuruti saja. Nathan mulai mencuci mukanya sendiri kemudian menyuruh Jasmine untuk mencuci mukanya, wanita itu seperti robot yang tidak memiliki perasaan dia mengikuti semua yang diperintahkan oleh Nathan.


Setelah mencuci muka Nathan mencoba membersihkan darah yang membasahi bajunya dan baju Jasmine, tapi sayang darah yang sudah banyak menempel ketika disiram air bukannya Menjadi bersih malah menjadi menyebar hingga baju mereka pun semakin memerah, apalagi baju yang mereka kenakan adalah baju berwarna putih warna yang kontras dengan darah.


Merasa usahanya tidak membuahkan hasil Nathan pun memikirkan cara yang lain untuk menyembunyikan darah dari bajunya, agar tidak menimbulkan kecurigaan orang lain, karena darah dalam kehidupan manusia itu adalah hal yang tidak umum pasti akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang akan mempersulit itu.


Akhirnya Nathan pun memutuskan untuk mengajak Jasmine keluar dari kamar mandi benar saja sudah ada beberapa orang yang menunggu hendak menginterogasinya.


"Kenapa baju kalian berlumuran darah?" tanya satpam dengan menatap tajam penuh selidik, badannya yang kekar berdiri tegak menghalangi jalan keluar Jasmine dan Nathan.


CKami baru selamat dari neraka, tolong kami yang sedang melarikan diri dari kejaran orang yang hendak merenggut nyawa." jawab Nathan menjelaskan.


"Neraka bagaimana?"


"Kami baru keluar dari kampung konflik, kami terjebak di sana ketika mereka melakukan pertempuran. kami yang tidak tahu menahu akhirnya harus ikut di dalamnya. kami membantu para perawat untuk menolong orang-orang yang terluka, tapi kami malah dituduh sebagai salah satu dari mereka, sehingga kami pun melarikan diri karena kami takut dibunuh."


"Kampung konflik Cisaga sama kampung Sagaranten bukan?" Tanya satpam memastikan.

__ADS_1


__ADS_2