
Sepeninggal Nathan dengan teman-temannya. Joned yang pinggangnya terasa sakit dia pun dibawa ke dalam rumah, kemudian didudukkan di kursi sofa yang berada di ruang tamu. asisten rumah tangga dengan segera mengambilkan air minum agar Joned bisa kembali tenang.
"Siapa yang membuat masalah dengan anak ingusan itu?" tanya joned sambil membagi tatap ke arah anak buahnya yang berdiri rapi menghadap ke arahnya.
"Kayaknya si Akri, soalnya dia tadi Bagian kerja menjaga parkiran Mall." jawab pria yang berbadan kekar karena tadi dia melihat foto yang ditunjukkan oleh Nathan.
Orang yang bernama Akri pun diseret ke depan untuk menghadap atasan, begitu juga dengan teman-temannya yang tadi ikut berjaga di parkiran. wajah mereka tertunduk takut bahkan ada yang menggigil karena meski sudah tua Joned sangat dihormati.
"Apa yang tadi kalian lakukan?" tanya Jonet sambil menatap tajam ke arah anak buahnya.
Orang-orang yang ditanya tidak berani menjawab bahkan jangankan menjawab mengangkat kepala saja mereka tidak lakukan, karena sudah bisa dipastikan apa yang akan diterima.
"Jawab bodoh, jangan diam saja!" bentak Joned sambil melayangkan tangan menuju ke arah pipi Akri, membuat pemuda itu tersungkur ke lantai namun dengan segera dia pun dibangkitkan kembali.
"Jawab!" bentak Jonet dengan menaikkan intonasi suaranya, wajahnya didekatkan ke arah anak buahnya seperti mau menelan bulat-bulat orang yang sudah melakukan kesalahan.
Akripun dengan bergetar dia pun mulai menceritakan apa yang mereka lakukan di mall, mereka yang dipengaruhi oleh minuman keras tidak bisa mengontrol diri ketika melihat perempuan yang sangat cantik. mereka biasanya Tidak seperti itu, mereka akan bekerja sesuai dengan profesi yang dijalankan, namun minuman keras untuk membuatnya merupakan kontrol, sehingga kejadian yang menimpa atasannya terjadi.
"Bodoh, tolol, kurang ajar!" tampa berpikir panjang Joned pun bangkit berdiri kemudian menendang satu persatu anak buahnya.
Bugh, bugh, bugh!
Kelima tubuh orang itu terjungkal, meski Joned sudah sangat tua namun tenaganya tidak kalah dengan anak muda. tendangan Joned mampu merobohkan Akri dan teman-temannya sampai terjungkal ke belakang, namun dengan segera dibangkitkan kembali oleh anak buah yang lain.
__ADS_1
"Sudah gua bilang, kalau kerja itu harus fokus, jangan membuat masalah karena kita berada di tempat itu mendapatkan uang mereka, kalau mereka tidak nyaman bisa-bisa kita akan Kehilangan pekerjaan." ingat joned sambil menundukkan kembali tubuhnya, pinggangnya masih terasa ngilu.
Dahi pemimpin preman itu terlihat mengerut menerka-nerka siapa pemuda yang tadi menghajarnya, karena dia merasa pernah kenal atau pernah melihat orang itu namun sampai sekarang dia belum mengetahui siapa sebenarnya Nathan.
Jonet terus berpikir disaksikan oleh anak buahnya yang tidak berani pergi meninggalkan karena takut terjadi sesuatu kepada atasannya atau mungkin sesuatu itu menimpa dirinya yang akan kena marah karena mereka membiarkan pemimpin dalam keresahan.
Suasana pun semakin lama semakin sore bahkan dari arah jauh terdengar suara orang yang sedang berselawatan melalui speaker masjid, menandakan siang hari akan segera menghilang digantikan oleh malam yang gelap, malam waktu untuk beristirahat.
"Ya ampun, Gua tahu pemuda itu." ujar joned sambil bangkit dari tempat duduknya kemudian dia pergi meninggalkan anak buahnya yang terlihat kebingungan, namun itu tidak lama mereka pun kembali ke posisi masing-masing. hanya Akri dan beberapa temannya yang tadi disiksa oleh Nathan bersama atasan, mereka dibawa ke tempat pengobatan karena Joned memiliki dokter pribadi untuk merawat anak buahnya, menurut Joned para preman-preman itu adalah aset terbesar makanya dia rawat sedemikian rupa, seperti seorang petani yang selalu merawat tanamannya.
Joned berjalan melalui pintu samping halaman kiri kemudian menuju ke papilion rumah, Sesampainya di depan pintu dia pun mengetuknya begitu kuat seperti ada sesuatu yang ingin disampaikan.
Orang yang berada di dalam yang baru saja ke masuk setelah Menikmati keindahan halaman belakang rumah Joned yang begitu Asri, mulai dari bunga-bunga yang indah, dipadukan dengan kolam-kolam yang diisi oleh ikan koi yang besar-besar. Dia merasa kaget ketika mendengar ketukan yang begitu keras dengan segera dia pun membuka pintu terlihatlah Joned yang sedikit kusut.
"Siapa yang menyiksa orang, aku yang disiksa oleh orang itu."
"Hahaha, masa Serigala kalah dengan orang lain, mana ketangguhanmu yang dulu?" Ledek sutarji sedikit mencibir.
"Sekuat apapun singa kalau udah tua mereka pasti akan lemah. sudah jangan banyak omong aku punya berita yang sangat penting."
"Berita apa?" tanya sutarji sambil mengikuti Joned yang duduk di kursi jantung yang berada di teras.
"Orang yang kamu cari, Baru saja datang ke rumahku dia menghajarku bersama teman-temannya, bahkan tidak sedikit anak buahku yang terluka."
__ADS_1
"Siapa yang aku cari?" tanya sutarji yang terlihat mengerutkan dahi, dia lupa dengan tujuannya yang datang ke kota Bogor untuk mencari seseorang.
Joned pun tidak menjawab, Dia pun mengeluarkan Kertas yang tadi pagi diberikan. dia menunjukkan foto Nathan membuat sutarji semakin tidak mengerti.
"Ada apa joned, kalau menyampaikan berita itu yang jelas!"
"Orang ini orang inilah yang menyiksa aku barusan."
"Apa?" tanya Sutardji tidak percaya.
"Yah benar, orang inilah yang barusan menyiksaku."
"Kenapa kamu tidak bilang kalau orang ini datang. Aku jauh-jauh menemuimu hanya untuk mencari orang ini. Sekarang sudah ketemu malah kau biarkan begitu saja, Di manakah otakmu disimpan?" bentak sutarki dengan membulatkan mata merasa kesal karena kehilangan buruannya.
"Jangan main kasar, ini tidak semudah yang kamu bayangkan. dia memiliki kekuatan yang luar biasa seperti yang sudah aku bilang bahwa keluarga Suyanto bukanlah keluarga yang biasa-biasa saja. mereka memiliki banyak pendukung dari masyarakat, tadi saja anak buahku hanya menyapa keluarganya mereka berani datang menyerang kediamanku yang sangat sangar."
"Omong kosong! Sekuat apapun orangnya sutarji tidak akan pernah gentae menghadapi. tunggu tunggu pembalasanku Nathan!' gumam Sutardji sambil melepaskan cengkraman tangan yang berada di kerah sahabatnya.
Suasana pun menjadi Hening hanya terdengar suara adzan dari arah masjid, orang-orang yang takut akan siksaan Tuhannya dengan segera Mereka pun bergegas menuju ke arah Masjid untuk melaksanakan salat berjamaah, berbeda dengan Sutardji dan Joned mereka masih terdiam memikirkan Bagaimana rencananya untuk melenyapkan Nathan, Karena sekarang mereka memiliki tujuan yang sama sutarji sudah kehilangan adiknya yang bernama Darman, sedangkan Joned sudah kehilangan harga diri akibat dipermalukan oleh Nathan di hadapan anak buahnya.
Kedua orang yang pernah bekerja sama menghancurkan geng-geng yang berada di kampusnya dulu, sekarang mereka pun terlihat alot berdiskusi mengatur rencana bagaimana menghancurkan keluarga Nathan, yang menurut Joned Bahwa keluarga itu memiliki kekuatan dari masa kekuatan yang tidak bisa dilawan.
***
__ADS_1
Di tempat lain, di rumah orang yang sedang mereka bicarakan. seminggu berlalu dari kejadian Nathan menyerang rumah Joned, rumah itu terlihat sangat mewah berbagai hiasan dekorasi sudah terpampang di setiap sudut ruangan, mulai dari dalam sampai ke halaman belakang tidak luput dari hiasan megah itu, karena besok acara pernikahan Ayla akan dilaksanakan. orang-orang terlihat berlalu Lalang dengan membawa peralatan sesuai dengan pekerjaan masing-masing, ada yang membawa kain, ada yang membawa bunga, bahkan ada juga yang terlihat menggotong kursi yang mirip seperti Singgasana kerajaan.