Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Jangan Gangu Jasmine


__ADS_3

Jasmine melihat ada orang yang hendak menimpanya, dengan segera dia pun menyamping ke arah pagar, Dia memegangnya takut terjatuh. sedangkan Atma yang ditarik oleh Nathan dia berdiri kembali karena dia ditahan agar tidak jatuh ke bawah.


"Jangan sekali-kali lagi mengganggu Jasmine karena aku tidak suka dengan anakmu. Linda dan Kami tidak akan pernah menikah karena aku tidak memiliki rasa cinta terhadapnya." ujar Nathan sambil menunjuk wajah Atmajaya menegaskan bahwa ancaman yang diutarakan tidak main-main.


Melihat wajah Nathan yang sangat serius pamannya pun tidak berbicara lagi, hanya ketakutan yang berada di dalam dirinya karena dia tidak menyangka kalau keponakannya Bisa seberani itu bisa mengancam dan hendak melukainya.


Setelah puas menyampaikan pesan, Nathan pun pergi meninggalkan pamannya tanpa berpamitan terlebih dahulu membawa Jasmine kembali ke dalam mobil. istrinya yang bernama Farida menghampiri ke arah sang suami dia merasa heran kenapa Nathan selancang itu, soalnya dia sangat mengetahui kalau keponakannya sangat sopan dan sangat hormat kepada orang tua. sedangkan Linda dia hanya termenung sambil menitikan air mata, karena apa yang disampaikan oleh Nathan terdengar jelas di kupingnya.


"Sebenarnya ada apa Mas? kok keponakan kita bisa sampai Semarang itu." tanya Farida sambil memegang tangan suaminya untuk turun dari tangga, kemudian dia membawanya ke ruang tengah agar bisa duduk dengan leluasa.


"Nggak tahu, Mas bingung melihat dia seperti hewan buas yang sangat kelaparan, otaknya mungkin sudah dicuci gara-gara wanita yang di bawanya."


"Dicuci oleh Jasmine?" tanya Farida memastikan.


"Yah benar, menurut keterangan dari Linda ketika dia bermain ke rumah Nathan. dia selalu dicuekkan dia selalu sibuk menemani wanita yang tidak diketahui asal-usulnya."


"Berarti yang kurang ajar bukan Nathan keponakan kita, melainkan wanita murahan itu." ujar Farida mulai menyalakan api.


"Pasti itu, memang pasti Nathan berubah gara-gara wanita Brengsek tadi."


"Kalau begitu Mas jangan biarkan! kasihan kalau keponakan kita berhubungan dengan wanita yang tidak baik, mendingan dengan anak kita yang sudah jelas-jelas keturunannya dari mana dan kehidupannya Seperti apa. pendidikannya juga tidak kalah luar biasa, dia sedang berkuliah di salah satu universitas yang paling ternama di negara kita."


Mendengar saran dari istrinya Atmajaya terlihat terdiam, seolah Sedang berpikir mencari cara bagaimana supaya Nathan bisa terbebas dari jeratan Jasmine yang menurut mereka Jasmine adalah wanita kurang baik.

__ADS_1


"Kenapa Mas diam, Kenapa Mas tidak laporkan semua yang terjadi di rumah ini kepada Mas suyatno, pasti dia akan kaget mengetahui anaknya berkelakuan kurang ajar seperti tadi.


"Benar Mas harus melaporkan semuanya kepada Mas Suyatno, agar anaknya diberikan didikan kembali, Supaya bisa menghormati orang yang lebih tua." jawab Atmajaya sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Mau ke mana Kok malah pergi?" tanya Farida yang merasa heran.


"Mau menemui Mas suyatno ke kantornya, soalnya kalau ditelepon pasti kurang leluasa."


"Terus kenapa malah mau pergi ke atas?"


"Ya mau ngambil berkas-berkas kerja dulu, biar nanti sekalian setelah bertemu dengan Mas suyatno bapak bisa langsung pergi ke kantor."


Setelah menyelesaikan musyawarah Farida yang merasa kasihan melihat anaknya yang sedang menangis dengan segera dia pun menghampiri kemudian menenangkan dan menghiburnya supaya anaknya tidak bersedih lagi, karena bapaknya sedang berusaha untuk mewujudkan keinginannya. sedangkan Atmajaya setelah selesai menyiapkan semua berkas yang hendak dibawa ke kantor dia pun berpamitan untuk menemui suyatno yang sebagai kakaknya.


Suasana pun semakin lama semakin siang, hingga akhirnya waktu makan pun tiba. Nathan yang membatalkan semua Rencana kerjanya karena takut terjadi sesuatu menimpa Jasmine Setelah dia melabrak rumah Pamannya. hari itu dia tetap menemani Jasmine menghiburnya dengan candaan-candaan yang membuat suasana mencair.


Nathan mengajak Jasmine untuk makan siang di cafe, di rumahnya Kalau waktu siang tidak ada makan bersama, soalnya orang-orang masih sibuk dengan urusan masing-masing, baik di kantornya ataupun mengurus rumah tangga.


"Kenapa masih melamun, sudah jangan dipikirkan ucapan Om Atmajaya, karena memang begitulah orang yang hendak membela anaknya. mereka akan melakukan apapun meski pekerjaannya salah, tidak apa anaknya tidak akan berubah menjadi dewasa yang terpenting anaknya merasa bahagia." ujar Nathan yang melihat Jasmine masih bersedih, dia berusaha semaksimal mungkin menguatkan hati gadis konflik agar bisa Tegar.


"Tidak apa-apa, mungkin aku masih kecapean karena hari kemarin kita selesai berpesta di rumah." Jawab Jasmine mengelak tuduhan Nathan.


"Selalu saja seperti itu. Kamu selalu menyembunyikan kepedihan sendirian, Padahal aku di sini selalu siap untuk membantumu agar kamu tidak bersedih lagi."

__ADS_1


"Memang benar aku tidak apa-apa karena apa yang diucapkan oleh Paman Atmajaya tidak sepenuhnya salah. aku mungkin terlalu lama tinggal di rumahmu tanpa ada sebuah ikatan yang sah baik menurut agama ataupun negara. Pasti akan menimbulkan persepsi buruk di mata orang lain."


"Tidak ada ikatan bagaimana sudah jelas-jelas kamu adalah adik sahabatku yang sudah sangat dekat. jadi secara tidak langsung kamu juga adalah sahabatku." Jawab Nathan membuat Jasmine terlihat menarik nafas dalam karena jawaban yang diharapkan bukan seperti itu.


"Apakah pria ini memang benar-benar menolongku dengan tulus tanpa mengharapkan apapun. Aku sudah terlalu pede bahwa aku adalah wanita spesial di dalam hidupnya, sehingga dia berani melakukan apa saja demi kebahagiaanku. tapi ternyata dia melakukan semuanya hanya gara-gara Kak Abduh yang sebagai sahabatnya." gumam hati Jasmine yang merasa kecewa kalau Nathan tidak sedikitpun menaruh hati kepadanya.


Lama berhubungan dengan pria yang selalu Sigap dalam membantunya, benih-benih perasaan yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata mulai tumbuh subur di hati gadis konflik itu. rasa nyaman, rasa takut kehilangan, rasa takut Jauh untuk berpisah semakin besar memenuhi dada. namun mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Nathan barusan, membuat Jasmine sedikit merasa kecewa karena kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.


"Sudah ayo lanjutkan Makannya, jangan pikirkan omongan Om Atmajaya!"


Mendengar ucapan Nathan seperti itu Jasmine hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya ke atas, kemudian dia menatap Nathan dengan begitu lekat, seolah ingin menembus hatinya agar dia mengetahui apa sebenarnya yang dirasakan oleh pemuda tampan yang sedang duduk di hadapannya.


"Kenapa malah menatap, Ayo makan!"


"Kak Nathan. aku ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, Terima kasih atas pengorbanan dan perjuangan yang sudah diberikan. omongan Pak Atmajaya Memang benar aku tidak boleh terlalu lama tinggal di rumah Kak Nathan, soalnya aku bukan siapa-siapa yang harus tinggal di rumah itu. bukan Aku tidak tahu cara berterima kasih, bukan aku tidak mau membalas Budi kebaikan keluarga Kak Nathan. namun untuk Sekarang aku ingin melanjutkan kehidupan, Aku sudah bisa melupakan kejadian buruk yang menimpaku dan keluarga. aku ingin kembali ke California untuk mencari kerja di sana, tidak apa-apa aku tidak melanjutkan kuliah, tidak apa-apa aku tidak bekerja di perusahaan yang ternama yang terpenting aku bisa hidup mandiri. Jasmine yakin dengan ilmu yang aku miliki sekarang aku pasti bisa mendapatkan pekerjaan." ujar Jasmine tiba-tiba berucap seperti itu, membuat Nathan yang mendengarkan mengerutkan dahi tidak mengerti dengan apa yang disampaikan. Bahkan nasi yang hendak disebabkan ke mulutnya dia simpan kembali.


"Walaupun kita tidak memiliki ikatan Keluarga, namun aku dan keluargaku sudah menganggapmu sebagai saudara. jadi kamu tidak boleh memiliki pikiran seperti itu, jangan sia-siakan kebaikan orang lain demi keegoisan diri sendiri."


"Yah Kak, aku tidak berbicara kalau keluarga Kak Nathan tidak baik namun aku tahu diri bahwa kehadiranku dalam keluarga kakak membuat Kakak berubah menjadi beringas. Kakak Sampai berani membentak Pak Atmajaya sebagai Paman kakak. untuk itu saya mohon untuk diberangkatkan ke California."


Nathan terlihat menarik nafas dalam merasa berat diminta harus berpisah kembali dengan Jasmine, karena sebenarnya dia sangat mencintai gadis yang sudah lama ia tolong, namun dia tidak berani mengungkapkan, takut melukai perasaannya, takut dianggap kalau dia menolong karena memiliki maksud tertentu. Nathan tidak ingin prasangka prasangka yang memanfaatkan tersemat dalam dirinya.


Serang!

__ADS_1


Belum saja menjawab permintaan Jasmine, terdengar dari arah luar ada teriakan orang dan disusul dengan suara deru langkah kaki yang berlari mendekat ke arah Nathan, ketika melihat ke arah datangnya suara Nathan sangat terkejut.


__ADS_2