Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Ayah Linda


__ADS_3

Keesokan paginya suasana di rumah Nathan benar-benar meriah banyak tamu undangan yang datang dari kalangan yang biasa sampai orang-orang yang luar biasa. Karena suyatno hari itu sudah berjanji dia akan mengundang semua kenalannya tanpa pilih kasih, tanpa membeda-bedakan kasta ataupun golongan, mereka ingin berkumpul ikut merasakan kebahagiaan yang sedang dia rasakan.


Semua orang merasa bahagia termasuk Jasmine yang terlihat ikut menyumbangkan sebuah lagu untuk orang yang sudah akan memulai mengarungi bahtera rumah tangga, membuat Nathan semakin merasa bahagia karena gadis konflik yang terpuruk sekarang sudah mulai kembali menjadi gadis yang ceria, membuat keluarga yang ditinggali merasa senang, mereka sudah berhasil memberikan kebahagiaan untuk orang lain.


Suasana pun terus berlanjut hingga malam tiba, namun setelah pukul 10.00 malam acara itu selesai dilaksanakan. Para tamu undangan sudah pulang ke rumah masing-masing hanya ada beberapa keluarga jauh yang masih tetap tinggal, karena mereka ingin beristirahat dulu sebelum mereka pulang.


Jasmine yang sudah tidak sekamar dengan Ayla dia pun sudah membaringkan tubuh di kamar yang sudah disediakan, menatap langit-langit kamar membahayakan kebahagiaan yang sudah ia lalui. dia merasa bangga karena sudah menjadi bagian dari kesuksesan acara pernikahan Ayla, apalagi ketika melihat Nathan yang selalu tersenyum kepadanya membuat Jasmine semakin merasa ada hal yang tidak bisa diungkapkan, ada perasaan nyaman ketika berdekatan dengan pemuda tampan itu.


Truk! Truk! Truk


Dari arah luar kamar terdengar suara ada orang yang mengetuk pintu, Jasmine yang sangat tahu dia sedang berada di mana dengan segera dia pun bangkit dari tempat tidurnya, kemudian berjalan mendekati pintu lalu membukanya terlihatlah Ada sosok pria tua yang sedang berdiri menatap tajam ke arahnya membuat Jasmine agak sedikit mundur, karena dia tahu bahwa itu adalah adiknya suyatno Paman Nathan.


"Maaf kalau mengganggu waktu istirahatnya." ujar pria itu tanpa merubah raut wajah.


"Yah Ada apa Pak?" tanya Jasmine dengan menundukkan pandangan.


"Saya ingin berbicara denganmu Empat Mata. Apakah kamu memiliki waktu?"


"Silakan masuk!" jawab Jasmine sambil perjalanan kembali masuk ke dalam kamar yang lumayan luas, karena di kamar itu ada kursi sofa untuk menonton televisi.

__ADS_1


Setelah dipersilahkan, Atma Jaya pun duduk di kursi kaki kanannya diangkat menindih kaki kiri. punggungnya bersandar, tangannya melebar nampak sangat santai tanpa memiliki beban.


"Mau minum apa Pak Atma?" Tanya Jasmine sebelum duduk.


"Tidak usah, Saya tidak ingin minum apa-apa, kalaupun saya mau saya tidak akan meminta sama orang rendahan seperti kamu. saya bisa mengambil sendiri karena suyatno adalah kakak saya, sedangkan kamu asal-usulnya pun tidak diketahui dengan jelas. saya kadang bingung kalau ada orang yang bertanya siapa sebenarnya kamu ini, apakah kamu ini anak yatim piatu ataupun cewek rendahan yang sedang menggoda anak dari salah satu pengusaha terkaya di kota Bogor." tiba-tiba Atmajaya berkata seperti itu membuat jantung Jasmine terasa Berhenti Berdetak, nafasnya terasa sesak, air matanya mulai membasahi kelopak tidak menyangka dia akan mendapat perkataan seperti itu.


"Maksudnya bagaimana Pak? kok bapak tiba-tiba berbicara seperti itu."


"Katanya kamu kuliah di luar negeri, tapi nyatanya Attitudemu lebih dari anak seorang petani yang tidak di sekolahkan. Apa kamu tidak mengerti tentang tata krama budaya Indonesia yang berbeda dengan budaya barat. di Indonesia seorang perempuan tidak diperbolehkan untuk tinggal di rumah seorang laki-laki, tanpa ada ikatan baik hukum negara ataupun hukum agama."


"Maaf saya datang ke sini Saya tidak dengan kemauan sendiri, saya diajak oleh Nathan."


"Emang wanita-wanita Kampung seperti kamu tidak mengerti dengan beretika. Apa susahnya kamu menolak ajakan itu, kalau kamu memiliki moral. kecuali kalau kamu wanita rendahan yang biasa berkeliaran di pinggir trotoar ataupun di pinggir rel yang akan manggut ketika diajak lelaki pergi ke mana saja, yang terpenting dikasih bayaran."


"Jangan bersembunyi di balik tangisanmu yang hanya wanita rendahan."


"Saya memang rendahan. saya memang tidak memiliki harta, tapi Bapak Tidak sepantasnya berbicara seperti itu apalagi. Bapak belum mengetahui seluk beluk yang terjadi kepada saya dan keluarga."


"Ngapain cari tahu orang yang tidak memiliki moral."

__ADS_1


"Moral seperti apa yang Bapak tanyakan dan saya tinggal di sini tidak merugikan keluarga Bapak, saya hanya merugikan keluarga Nathan. Kenapa Bapak harus berbicara seperti itu?" jawab Jasmine agak sedikit berani akibat rasa kesal yang sudah memenuhi dada.


"Hahaha, kamu bertanya tentang moral. Apakah kamu tahu kalau Nathan itu sudah dijodohkan dengan Linda, Semenjak mereka berada dalam perut. dan gara-gara kamu sekarang Nathan semakin menjauhi Linda. Apakah kamu masih pantas berbicara tentang moral, ketika kamu merebut kebahagiaan orang lain."


"Maafkan saya, sekarang saya tidak tahu."


"Nah sekarang kamu udah tahu kan kalau Nathan itu sudah dijodohkan dengan Linda. sekarang kamu pergi dari rumah ini atau saya akan mempermalukanmu lebih dari sekarang."


Jasmine pun terdiam kembali karena dia merasa bingung harus pergi ke mana. kembali ke kampung Sagaranten itu bukan pilihan baik karena dia yakin warga Kampung Cisaga yang diketuai oleh sutarji pasti akan terus mengincarnya, kalau untuk pergi ke Amerika untuk sekarang dia tidak memiliki uang karena semua harta Bendanya tertinggal di kampung entah Bagaimana kondisinya karena dia belum mengetahui kabar kampungnya Seperti apa setelah pertempuran terjadi.


"Kamu tidak usah khawatir, karena saya juga bukan orang bodoh seperti kamu yang akan menyuruhmu pergi tanpa memikirkan akibatnya." ujar Atmajaya sambil merogoh saku kantornya kemudian dia mengeluarkan dompet lalu memberikan cek kepada Jasmine.


"Tulis uang yang kamu butuhkan dan ambil ke bank, pasti uang yang aku berikan akan cukup untuk menghidupimu sampai mati. kamu jangan segan-senggan untuk menuliskan jumlah terbesar karena kebahagiaan Linda lebih dari uang yang aku dapatkan hasil dari payah, bukan seperti kamu yang mencari uang hanya modal kecantikan yang tak seberapa. Ayo ambil jangan pura-pura tidak butuh karena aku yakin kamu datang ke keluarga ini hanya demi uang." paksa Atmajaya yang tetap menyodorkan tangan karena Jasmine tidak mengambil pemberiannya.


Jasmine tidak menjawab, dia tetap tertunduk sesekali menyeka air mata yang membasahi pipi, hatinya yang mulai tertata rapi kini hancur berantakan berkeping-keping seperti kaca yang ditimpa oleh Palu bogem berukuran 10 kilo, kalau tidak malu dengan keluarga Nathan dia ingin berteriak sekencang-kencangnya meratapi kehidupan yang sangat menyiksa.


"Aku tidak mau melihatmu Di sini lagi, Nanti hari Minggu depan aku akan ke sini untuk memastikan lamaran Linda dan kamu harus sudah tidak berada di rumah ini lagi." ujar Atmajaya sambil menyimpan cek di atas meja kemudian dia pun bangkit dari tempat duduknya.


Cuah!

__ADS_1


Sebelum pergi dia menyempatkan meludah ke arah lantai, membuat hati Jasmin semakin hancur karena dirinya memang seperti wanita rendahan yang tidak berarti di mata orang lain. Jasmine hanya membuat orang yang diikuti semakin kesusahan, kakaknya orang tuanya meninggal gara-gara membela dirinya, bahkan warga Kampung saudara dan banyak yang menjadi korban akibat pembela keluarganya.


Atmajaya keluar dari kamar Jasmine sambil membantingkan pintu membuat hati Jasmine semakin berserakan tidak tersusun. Dia bangkit kemudian menuju ke tempat tidur lalu membantingkan tubuhnya ke atas kasur, dia menangis sejadi-jadinya tangisan yang sempat hilang akibat kebaikan keluarga Nathan, sekarang tangisan itu pecah kembali dengan tangisan yang lebih menyakitkan.


__ADS_2