Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
keributan


__ADS_3

Nathan tidak memperdulikan Abduh yang mengomel merasa kesal ditinggalkan oleh sahabatnya. Padahal dia ingin mengobrol banyak untuk mengawali Pagi hari di kampung halamannya, Abduh berencana mengajak Nathan untuk berkeliling-keliling Kampung agar Nathan bisa kenal dengan semua warga sagaranten.


"Mau ke mana kamu Tan, mau ke WC?" tanya cara yang berada di dapur ketika melihat Nathan memindai area ruangan seperti sedang mencari sesuatu.


"Awalnya Iya, tapi." jawab Nathan namun dia tidak melanjutkan pembicaraan seperti ada yang ditutupi.


"Tapi apa, kalau mau ke WC kan di ruang tengah juga ada."


"Itu Iya, itu apa ya?" jawab Nathan yang semakin tergagap merasa bingung harus berbicara seperti apa. tapi dia pasti penasaran Kemana perginya Jasmine karena tadi sudah sangat jelas bahwa orang yang sedang dikejarnya masuk ke tempat itu.


"Apa mau bantuin Teteh bikin sarapan?"


"Nggak teh, nggak. eh boleh. tapi."


"Tapi apalagi?"


"Maaf teh tadi saya lihat jasmin masuk ke dapur dan saya tunggu dia keluar tapi tidak kunjung datang. kira-kira ke mana ya adik ipar Teteh itu?"


"Emang ada apa kok nanyain Jasmine."


"Anu teh, kemarin aku pinjem buku darinya, Terus tadi malam aku baca. nah, sehubung banyak yang tidak aku mengerti sekarang aku ingin berdiskusi buku dengannya."

__ADS_1


"Oh mau diskusi, Kok susah amat sih ngomongnya. Jasmine ada di belakang mungkin sedang berolahraga." jawab Sarah sambil menunjuk ke arah pintu dapur membuat Nathan dengan segera mendekatinya.


Setelah berada di halaman samping, suasana dingin pun mulai menyapa tubuhnya, meski matahari sudah mulai terlihat dari ufuk timur, tapi itu belum sepenuhnya memberikan kehangatan, karena waktu itu masih pagi buta gunung-gunung masih berselimut dengan kabut, dedaunan masih terlihat basah. di ujungnya ada yang menggantung air yang warnanya mirip mutiara, apalagi ketika tersinari oleh cahaya sinar matahari membuat gua aja semakin indah.


Burung-burung mulai bersuara meski mereka belum keluar dari sarangnya, namun untuk menghangatkan tubuh mereka sudah berolahraga disahuti oleh hewan ternak yang berada di rumah, ayam-ayam pada berkokok, domba-domba pada mengembe, sapi suapi mulai mengauoh. warga warga Kampung sagaranten mulai terlihat berbondong-bondong keluar dari rumahnya untuk menuju kebun atau sawah masing-masing. Memang begitulah para petani yang sangat giat mereka bekerja dari setengah tujuh pagi sampai jam 12.00 siang, dilanjutkan dengan mencari pakan untuk hewan ternak, hanya sore hari mereka bisa berhenti bekerja namun itu dimanfaatkan untuk berolahraga, sehingga ketika waktu malam mereka akan cepat tidur.


Nathan menarik nafas dalam seolah ingin merasakan keasrian udara yang ada di kampung sahabatnya, Aura dingin mulai masuk melalui rongga hidung namun itu membuatnya merasa segar, untuk menghangatkan tubuh yang terasa dingin, Nathan pun mulai merenggangkan tangannya ke atas kemudian dibawa ke samping lalu berlari, di tempat matanya memindai keadaan sekitar mencari-cari keberadaan Jasmine berharap ketika dia bertemu dia tidak malu menciptakan pertemuan itu seolah tidak disengaja karena mereka sama-sama sedang berolahraga.


"Di mana Jasmin olahraganya apa, jangan-jangan dia berlari mengelilingi Kampung. Waduh sial banget Memang hidupku, kemarin ditipu oleh kakaknya sekarang untuk bertemu adiknya pun sangat susah." ungkap Nathan dalam hati dia terus menggerak-gerakan tubuhnya sesuai dengan olahraga dasar, yang biasa dilakukan oleh anak SD sebelum masuk sekolah.


Nathan mulai berlari kecil mengelilingi rumah mencari-cari keberadaan Jasmine, namun setelah satu putaran Jasmine pun tidak terlihat, hingga geloranya untuk berolahraga pun memudar seketika dan pada akhirnya perbuatan yang tidak didasari dengan niat yang kuat, menghancurkan semuanya Nathan berjalan mendekat ke arah Saung, yang berada di halaman belakang rumah Dadang dia ingin beristirahat sejenak untuk mengeringkan keringat yang mulai sedikit mengucur.


"Kalau jodoh memang tidak akan hari ke mana, Aku cari-cari di sekeliling rumah kamu tidak ketemu. ternyata kamu mengajakku untuk saling mengenal lebih dekat." gumam hati Nathan sambil mengatur langkah agar tidak menimbulkan suara dia mulai mendekat ke arah Saung.


Nathan berjalan dengan perlahan dan dipenuhi kehati-hatian takut mengganggu orang yang sedang khusyuk berolahraga, Nathan sebenarnya merasa heran kenapa bersemedi itu disebut olah raga, karena salah satu bagian dari olahraga yoga ada yang disebut bermesitasi, mereka hanya terdiam sambil merasakan keaslian alam di sekitar, namun Nathan tidak terlalu memikirkan hal itu, dia terus mendekat Sampai akhirnya dia berdiri di dekat pelupuh papan Saung, matanya menatap ke arah Jasmine yang sedang menghadap ke arah timur seolah sedang menunggu sang Batara surya menyinari tubuhnya.


Puas memandangi Jasmine dari sebelah kiri, Nathan pun berpindah ke arah belakang memperhatikan Gadis itu yang hanya mengenakan baju ketat memamerkan lekuk tubuhnya yang begitu indah. puas menatap bagian belakang tubuh Jasmine, Nathan pun pindah ke sebelah kanan dan akhirnya Nathan menatap Jasmine dari arah depan namun meski Natan sudah berpindah-pindah tempat jasmine tidak terganggu, dia tetap memejamkan mata sambil mengatur nafas seolah sedang menyerap energi alam.


Nathan terlihat menelan ludah, ketika melihat wajah Jasmine yang begitu sangat cantik, apalagi dia sedang memejamkan mata dia mulai sedikit ragu dengan pembicaraan orang-orang bahwa wanita cantik itu akan kelihatan jelek ketika mereka bangun tidur. tapi Jasmine tidak terlihat demikian Jasmin terlihat semakin cantik ketika dia memejamkan mata.


Merasa penasaran ketika melihat orang yang sedang ia pantau, tidak sedikitpun bergerak dan tidak memberikan respon sedikitpun, seolah sedang terlarut dalam bersemedi. Nathan pun mulai memiliki ide yang iseng dia mulai berjalan mendekat ke arah hadapan Jasmine, namun langkahnya diatur dengan sedemikian rupa agar tidak menimbulkan suara.

__ADS_1


Pemuda itu semakin terkagum melihat kecantikan calon kekasihnya, dari jarak yang cukup dekat mata Jasmine yang sedang tertutup terlihat begitu indah dipadukan dengan hidung yang menunjuk dengan sempurna, bibirnya yang tipis membuat Nathan sedikit kehausan karena beberapa kali dia membasahi tenggorokannya dengan lidah.


Nathan semakin mendekatkan wajahnya ke arah wajah Jasmine seperti mau mengendus mau mengatuhi harum gadis yang sangat chatik, hingga napas yang keluar menyapu wajah gadis cantik itu. Sedangkan Jasmine yang terlarut dalam semedi, merasa heran kenapa wajahnya terasa tertiup oleh angin, sehingga perlahan membuka matanya sambil tetap mengatur nafas agar tetap berada dalam meditasi namun ketika mata itu terbuka.


Agrrrrhhhh!


Plak!


Teriakan yang disusul dengan tamparan yang mendarat ke arah pipi Nathan, tamparan yang sangat kaget begitu keras sehingga pemuda itu terbawa oleh kuatnya tenaga Jasmin, sehingga dia pun terjungkal ke arah samping dengan memegang pipi yang terasa panas.


Jasmine yang terkejut dengan segera bangkit lalu menyusul tubuh Nathan yang terjungkal, dia melayangkan satu tendangan karena menganggap Kalau pria itu akan menodainya.


Bugh!


Tendangan pun mengenai punggung Nathan yang sedang meringkuk, namun ketika mau disusul dengan tendangan selanjutnya dengan segera Nathan pun menahan kaki Jasmine, sehingga gadis cantik itu kehilangan keseimbangan sehingga tubuhnya jatuh ke arah depan, namun dengan segera Nathan merubah posisi agar tubuh Jasmine tidak jatuh ke pelupuh Saung.


Bugh!


Tubuh Jasmine pun jatuh tepat di atas dada Nathan dengan segera pria Kurang ajar itu memeluk Jasmine, membuat Gadis itu meronta-ronta ingin melepaskannya, namun ketika dia menggunakan seluruh tenaganya untuk terlepas Nathan pun melepaskan hingga Jasmine pun terjungkal ke belakang beruntung dia tidak jatuh ke tanah.


Mendengar keributan dari halaman belakang, Abduh dan Sarah yang berada di dapur Mereka pun berlian menuju ke arah datangnya suara, karena teriakan Jasmine tadi sangat kencang sehingga mengundang para tetangganya untuk datang menolong.

__ADS_1


__ADS_2