Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Linda tidak Setuju


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Nathan pun mengeluarkan seluruh bawa orang bawaan mereka dibantu oleh satpam rumah, sedangkan ikan hasil tangkapan diserahkan ke dapur untuk diolah Keesokan paginya. Setelah itu mereka pun membersihkan tubuh untuk melaksanakan salat berjamaah bersama kemudian dilanjutkan dengan makan malam yang begitu ceria. Nathan dan keluarganya terus menghibur Jasmine yang baru saja dilanda musibah sehingga membuat gadis konflik itu mulai merasa nyaman dan betah tinggal bersama mereka, tak ada perbedaan kasta ataupun tahta di antara mereka, semuanya sama rata dibatasi manusia yang harus saling menghormati.


Hari-hari berikutnya, Nathan terus menghibur Jasmine dengan berbagai candaan-candaan lucu meski Dia memiliki tugas untuk mengecek perusahaannya, namun dia yang sudah memiliki asisten kepercayaan dia tidak terlalu mementingkan, dia sudah yakin bahwa asistennya bisa menghandle semua masalah yang berada di kantor, Soalnya dari dulu juga memang seperti itu. Nathan hanya mengarahkan ke mana arah tujuan perusahaan akan dibawa, Sedangkan para karyawan dan para pekerja mereka akan turut patut mengikuti arahan.


Senyum Jasmine yang kemarin memudar kini mulai terbentuk kembali, menjadikannya semakin terlihat cantik dan bercahaya, semakin banyak orang yang menyukainya. apalagi Jasmine sangat ceria dia tidak segan-senggan membantu pekerjaan yang ada di rumah sebisanya semampunya meski sudah dilarang tapi Jasmin tetap ngeyel dia beralasan bosan kalau harus di kamar terus, soalnya sekarang dia sudah pisah kamar berada di lantai bawah berdampingan dengan kamar suyatno dan Rahmi.


Nathan yang sudah melihat perubahan yang begitu signifikan  dia mulai membagi waktunya antara menemani Jasmine dan mengurus perusahaan, Bahkan dia menemui sahabat-sahabatnya ketika sekolah di STM. memang Dulu mereka sangat bandel namun seiring waktu berjalan kedewasaan yang terus kian bertambah, membuat mereka semakin bijaksana dalam bersikap.


Kala itu, Nathan dan teman-temannya sedang berkumpul di salah satu Cafe, mengadakan reuni kecil-kecilan hanya untuk sahabat terdekat ketika Waktu Sekolah Menengah Atas itu, salah satunya adalah Linda meski dia seorang perempuan namun dia yang sangat menyukai sepupunya itu selalu mengikuti apa yang dikerjakan, hanya ketika kuliah saja dia tidak bisa mengikuti, Bukannya tidak mau namun hasil tes penerimaan mahasiswa baru yang sangat rumit membuat Linda memilih untuk berkuliah di tempat lain.


Suasana sore yang begitu Asri karena berbarengan dengan hujan mengembunkan jendela jendela cafe yang sangat besar, segerombolan orang terdengar tertawa riuh menceritakan kejadian-kejadian konyol ketika mereka berseragam putih abu-abu. Linda sering mencuri Tatap ke arah Nathan yang sama sekali tidak pernah memperhatikannya. dia lebih sering memperhatikan obrolan-obrolan sahabat disahuti dengan suara tertawa.


Ketika Ada Kesempatan Linda pun mendekat ke arah Nathan, karena ketika dia berkunjung ke rumah Nathan selalu menghindar sehingga tidak memiliki waktu untuk mengungkapkan kegelisahan yang sedang dialaminya.


"Aku mau ngomong serius sama kamu." ujar Linda dengan wajah yang sedikit masam, merasa kesal dengan tingkah lagu Nathan yang tidak pernah mempedulikan.


"Yah kenapa Linda?" jawab Nathan ketika sahabat-sahabatnya sibuk mengobrol dengan teman yang berada di sampingnya, karena obrolan selalu akan habis ketika terus dibahas, tidak ada lagi candaan mereka terfokus membahas hal-hal yang namun tidak bersama hanya mengobrol dengan teman yang berada di samping mereka.


"Kamu bagaimana sih Kenapa akhir-akhir ini kamu cuek sama aku. apa jangan-jangan gara-gara ada perempuan gatal di rumah. sehingga kamu tidak lagi membutuhkan kasih sayangku lagi?" unggap Jasmine tiba-tiba seperti itu membuat Nathan mengerutkan dahi.


"Maksudnya bagaimana?"


"Iya kenapa kamu sekarang berbeda, Apakah kamu lupa dengan apa yang sudah ditetapkan oleh orang tua kita?"

__ADS_1


"Penetapan apa?" tanya Nathan yang belum mengerti Ke mana arah pembicaraan Linda.


"Kamu ini bagaimana sih! kamu ini pura-pura tidak tahu apa memang tidak tahu?"


"Maaf Linda, Aku benar-benar tidak tahu apa sebenarnya yang kamu bicarakan."


"Baiklah kalau begitu!" gumam Linda sambil mendengus. "asal kamu tahu dan aku ingatkan bahwa kita ini sudah dijodohkan oleh orang tua kita, supaya tali persaudaraan keluarga tetap terjalin begitu erat."


"Terus?" ungkap Natan dengan wajah cueknya seolah tidak peduli dengan apa yang Linda ucapkan."


"Iya kamu Harusnya bisa menjaga perasaan-pasanganku, masa iya kamu membawa seseorang perempuan yang tidak jelas asal usulnya tinggal di rumah. seharusnya Akulah Yang kamu ajak tinggal di rumah itu bukan wanita lain. Jujur aku tidak suka kamu berdekatan dengan wanita gatal itu karena kamu adalah milikku."


Tring tring! tring!


"Yah kenapa Jasmine?" tanya Nathan setelah teleponnya tersambung.


"Kamu di mana, Aku di rumah sendirian. ibu dan bapak sedang mengobrol sedangkan Ayla seperti biasa masih berteleponan dengan calon suaminya. Kak Adnan dan Arfan Mereka pun sama sibuk dengan keluarga masing masing."


"Maaf Jasmine Aku sedang bertemu dengan teman-temanku waktu sekolah, sebentar aku minta izin untuk pulang."


"Iya tadi juga ibu nanyain Ke mana, kamu pergi kok jam segini belum pulang. Tapi kalau kamu masih betah dan kangen kamu nggak usah pulang nanti biar aku sampaikan sama ibu."


"Enggak ini sudah selesai kok!"

__ADS_1


Akhirnya telepon pun terputus dengan segera datang pun bangkit dari tempat duduknya, memasukkan handphone ke dalam saku celana lalu membagi tatap ke seluruh orang yang berada di situ.


"Maaf nih gua harus pulang duluan, nanti kalau kalian Butuh sesuatu kalian bilang saja. jangan hadapi masalah sendirian."


"Selalu saja begitu kalau diajak nongkrong pasti selalu pulang duluan, tapi tidak apa-apa tidak usah penting kamu tidak pernah melupakan kami, walaupun kamu orang berada Tapi kamu masih mau berbagi kopi dengan kami." ungkap salah seorang sahabat Nathan sambil bangkit kemudian mengeluarkan tangan.


"Oke lain waktu kita lanjut lagi, sekarang aku dan keluarga sudah terfokus mengurus pernikahan Ayla, jadi harus sering-sering mengadakan rapat keluarga."


"Baik Kalau sangat mengerti tapi kalau kamu memiliki kesulitan kamu jangan segar-segar untuk menghubungi karena kita masih tetap Solid seperti waktu sekolah di STM. Dan semoga saja pernikahan adikmu dilancarkan tidak ada gangguan sedikitpun."


Nathan pun memanggil pelayan untuk meminta Bill pembayaran, setelah mengetahui berapa yang harus dibayar dia pun memberikan kartu kreditnya. Nathan memeluk seluruh sahabatnya satu persatu sahabat hanya Linda saja yang diabaikan karena Linda adalah seorang perempuan yang tidak elok untuk dipeluk.


Linda yang masih merasa kesal dia pun menyusul Nathan yang sudah keluar dari Cafe. suasana gerimis saat itu sedang berhenti, membuat Nathan leluasa berjalan menuju parkiran tanpa harus menggunakan payung.


"Pasti cewek gatel itu kan yang nelpon?" tanya Linda setelah mereka sampai di pintu mobil.


"Siapa yang gatal, Linda?"


"Itu perempuan yang tinggal di rumah kamu, yang menurut ibumu adalah korban kecelakaan."


"Jasmine itu tidak gatal, Yasmin adalah orang baik yang sedang kesusahan. jadi kamu tidak boleh berkata hal yang buruk tentangnya, karena keluarga kami sangat menghormati."


"Baik Bagaimana Nathan...! kalau dia baik tidak mungkin dia Mau tinggal di rumah orang yang belum dia kenal. Awas hati-hati nanti dia mengincar hartamu, sebaiknya sekarang kamu usir dia sebelum semuanya terjadi.

__ADS_1


Mendengar perkataan Linda hanya menggeleng-gelengkan kepala karena dia sudah tahu persis sikap sepupunya itu. tanpa berbicara lagi dia masuk ke mobil kemudian menutup dan menguncinya. Linda yang berada di luar awalnya hendak ikut masuk namun Nathan tidak membiarkan membuat Jasmine semakin merasa kesal dan dipenuhi oleh amarah yang membludak, namun dia tidak bisa berbuat banyak hanya menatap mobil Nata diam semakin lama semakin menjauh.


__ADS_2