Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Membawa Jasmine ke Bogor


__ADS_3

Jasmine tidak memberikan respon meskipun sudah ada sendok di depan bibirnya, dia terdiam bagaikan patung yang tak bernyawa. melihat kenyataan seperti itu Nathan dengan sabar menunggu sampai tangannya lumayan agak kesemutan, apalagi tadi bertarung menggunakan seluruh tenaga.


"Buka mulutmu, Kalau kamu tidak sayang dengan dirimu sendiri mau mengandalkan siapa. ayo buka masukkan sendok ini!" ujar Nathan meminta gadis konflik yang ada di hadapannya untuk mau menerima suapan yang diberikan.


Seolah terhipnotis setelah beberapa kali diberitahu akhirnya Jasmine mulai membuka mulutnya, dengan perlahan Nathan memasukkan sendok berisi nasi ke dalam mulut gadis cantik yang sudah tidak berseri itu, namun setelah nasi itu masuk Jasmine tidak mau mengunyah seperti anak kecil yang sedang mogok makan.


"Ayo makan dulu, nggak apa-apa sesuap atau dua suap saja yang terpenting ada makanan masuk ke dalam perut, agar tubuhmu tidak sakit." pinta Nathan sambil menyendok nasi kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya, pemuda itu mengunyah dengan begitu nikmat akibat lapar Yang sejak dari tadi ia rasakan, kalau tidak ingat dengan kondisi Jasmine Nathan akan memakan nasinya sendirian, tapi Nathan tidak seperti itu dia sangat memperdulikan adik sahabatnya yang sudah dititipkan.


Suasana di warung nasi nampak sepi, karena waktu makan siang Sudah Lewat, hanya terdengar suara Deru mesin mobil dari arah jalan, sesekali di sahuti dengan suara klakson ketika ada kendaraan di depannya yang menghalangi. pemilik warung seolah Acuh dengan kondisi mereka berdua seolah tidak mau peduli dengan kesusahan yang sedang dihadapi oleh Nathan.


"Sudah habis nasinya?" tanya Nathan seolah seorang ayah sedang menyuapi anaknya.


Seperti biasa Jasmine tidak memberikan respon, dia hanya menatap ke arah depan dengan Tatapan yang sangat kosong, seperti jiwanya sudah terbawa dengan kedua almarhum kakaknya yang sudah tega dibunuh oleh Darman. melihat Jasmine sudah tidak mengunyah lagi Nathan pun menyendok nasi kemudian didekatkan kembali ke mulut Jasmin, kejadian itu terus terulang beberapa kali namun ketika suapan ke-8 Jasmine menggelengkan kepala, karena dalam keadaan kalut seperti itu tidak ada seorangpun yang menginginkan untuk makan, mereka hanya ingin menangis sedih meratapi nasib yang begitu memilukan.


Setelah selesai menyuapi Jasmine, Nathan pun menghabiskan nasi yang berada di dalam piringnya. sedangkan nasi yang berada di piring Jasmine Nathan tidak mencicipi sama sekali, karena dia sangat sadar Sekarang bukan waktunya untuk berleha-leha, dia harus cepatnya pergi meninggalkan Sukabumi agar tidak tersusul oleh warga Kampung Cisaga.


Selesai makan Nathan membayar semuanya kemudian mengajak Jasmine untuk melanjutkan pelarian dia menaiki angkot jurusan Terminal jalur Lingkar Selatan, ketika mobil angkot berbelok di pertigaan jalan menuju ke arah kota dan ke arah terminal Nathan pun berhenti kemudian dia meminta tukang ojek Untuk mengantarkan ke Terminal Bus.

__ADS_1


Sesampainya di terminal, Nathan tidak menaiki bus karena dia Ingin secepatnya pergi meninggalkan kota Sukabumi. Nathan memilih menaiki Colt Mini yang sudah terkenal dengan sebutan colt setan karena supir yang membawanya seperti orang yang kesurupan, mereka tidak pandang macet tidak pandang jalanan yang buruk, mereka akan terus menginjak Gas sampai habis, sehingga banyak orang yang berteriak ketakutan takut terjadi kecelakaan. tapi itu hanya ketakutan karena mungkin para sopir hafal dengan kondisi jalan.


Setelah masuk ke dalam mobil Nathan memilih tempat duduk pojok belakang sebelah kanan, karena dia yang akan turun di terminal, tidak akan terganggu dengan penumpang-penumpang yang akan turun naik di tengah jalan, agar dia bisa istirahat dan Jasmine pun bisa tenang.


Tak menunggu berapa lama, setelah ada beberapa penumpang yang masuk mobil pun mulai melaju dengan kecepatan yang sedang-sedang saja, sambil menunggu penumpang-penumpang lain yang akan mengejar karena kalau dibandingkan dengan naik bus maka akan membutuhkan waktu yang sangat lama, colt setan ini adalah alternatif bagi orang-orang yang sering bertarung dengan waktu.


Setelah melewati jalur Lingkar Selatan keluar dari cibolang mobil pun mulai menaikkan kecepatan, mulai menunjukkan aksinya yang sangat ngebut, menyalip mobil-mobil angkot dan mobil-mobil pribadi lainnya. tidak ada ketakutan dalam diri sang supir sepertinya mereka memang memiliki nyawa cadangan, karena membawa mobil seperti orang yang kerasukan setan.


Jasmine yang duduk di paling pojok dia tidak berbicara sama sekali, Dia tidak bertanya Mau dibawa pergi ke mana. seolah pasrah dengan apa yang ditentukan oleh Nathan, matanya menatap ke arah luar jendela, dengan Tatapan yang kosong jauh ke mana-mana, khayalannya mulai teringat kembali dengan kedua orang tua yang sudah meninggal dibunuh oleh Maja, sedangkan kedua Kakaknya dibunuh oleh anaknya yang bernama Darman. tak terasa butiran bening mulai membasahi pipinya merasa sedih dengan kenyataan yang begitu memilukan, inginnya jasmine berteriak dan menangis sejadi-jadinya, namun air matanya sudah surut seperti habis terkuras jatuh bersama kesedihan-kesedihan yang menghinggapi di wajah.


Mobil terus melaju dengan kecepatan yang sangat kencang, sehingga tak lama sudah melewati Cibadak. Nathan dan Jasmine yang baru saja melarikan diri ditambah dengan kejadian-kejadian yang mengerikan Mereka pun mulai mengantuk akibat rasa capek yang mereka alami. Jasmine yang awalnya menatap ke arah luar, perlahan mata indah itu mulai menutup hingga lama-kelamaan mengatup dengan sempurna. Jasmine tertidur di bahu Nathan yang sama sudah mulai mengantuk, hingga akhirnya mereka berdua pun tertidur sambil saling menyandarkan kepala.


Kejadian yang mengerikan, pikiran yang selalu terbayang akan hal-hal yang buruk, membuat semuanya terbawa ke alam impian, karena memang begitulah menurut para ahli ketika kita sedang terobsesi dengan suatu tindakan dan tertidur maka apapun yang sedang kita pikirkan, apapun yang sedang kita takutkan akan terbawa ke alam mimpi, seperti orang yang baru saja menonton film horor maka di dalam impiannya akan didatangi oleh hantu. begitu pula dengan yang terjadi kepada Jasmine, wanita itu mulai terlihat gelisah beberapa kali menggerakkan tangannya, seolah ingin menolak sesuatu yang terjadi.


"Jangan, jangan, jangan sakiti kakakku. jangan. tolong, tolong!" gumam Jasmine dengan perlahan, Nathan yang tertidur dengan pulas Dia tidak mendengar hanya ada beberapa penumpang yang duduk di samping Nathan yang merasa heran kenapa Jasmine bisa mengigau.


"Ampun, ampun, hentikan, tolong, TOLONg......!" tiba-tiba suara Jasmine pun menggelegar meminta tolong dengan suara teriakan yang sangat kencang mengagetkan Nathan yang tertidur pulas, Bahkan bukan hanya Nathan yang terkaget, sopir menepikan mobilnya ke bahu jalan karena merasa kaget dengan penumpang yang berteriak.

__ADS_1


Nathan yang melihat Jasmine sudah dipenuhi dengan keringat, badannya menggigil seperti benar-benar ketakutan, dengan segera memeluk begitu erat menenangkan supaya tidak tidak berkelanjutan.


"Ampun, ampun, Tolong jangan jangan sakiti kakakku, tolong...!" gumam Jasmine dengan bercucuran air mata Mungkin dia bermimpi mengingat kembali ketika kedua Kakaknya terbunuh.


"Sabar, sabar, Jasmine tenang. kamu harus tenang! ujar Nathan dengan suara para merasa kasihan melihat kondisi Jasmine yang begitu tertekan.


"Ada apa ini...?" teriak Sopir dari depan Bahkan dia memalingkan wajah untuk melihat ke belakang.


"Tidak apa-apa, cuma mimpi." jawab Nathan agar tidak berkepanjangan.


Merasa sudah aman sopir colt Mini pun mulai menginjak kopling mengganti rotasi gigi kemudian menginjak gas berbarengan dengan melepaskan kopling, sehingga mobil yang ia kendarai kembali melaju namun dengan perlahan, Mungkin dia juga masih merasa kaget dengan teriakan Jasmine.


"Lagian orang mah takut celaka, ini malah tidur." gumam ibu-ibu yang duduk pas di belakang sopir.


"Mungkin mereka sudah biasa naik kol setan ini, jadi mereka sudah berdamai dengan sopir yang membawa begitu ngebut." jawab orang yang duduk di sampingnya.


Nathan tidak menghiraukan perkataan orang lain dia terus memeluk kepala Jasmine sambil mengusap lembut rambutnya, memberikan perlindungan agar Jasmine semakin merasa tenang. Bahkan dia memberikan air minum supaya Jasmine bisa kembali sadar dari mimpi buruk yang menimpanya.

__ADS_1


__ADS_2