Terjebak Cinta Gadis Konflik

Terjebak Cinta Gadis Konflik
Mengejar


__ADS_3

Tring!


Handphone Nathan pun berbunyi kembali, terlihatlah Salah satu GPS yang menunjukkan salah satu lokasi di mana keberadaan teman yang sedang diperintahkan untuk memantau seseorang. Setelah mengetahui lokasinya Nathan pun menyimpan handphone di depan dashboard motor, kemudian mengaktifkan GPS agar memudahkannya ketika menuju lokasi.


Motor Nathan mulai melaju kembali awalnya sangat pelan namun lama-kelamaan ketika dia berbelok di pertigaan Pasirkuda dia mengambil arah kanan menuju ke arah empang, motor Nathan terus melaju menyusuri jalan yang tidak berlalu Lalang kendaraan hanya sesekali bertemu dengan angkot dan mobil-mobil lainnya. ketika berada di pertigaan antara Jalan Ciapus dan Empang Nathan pun memilih ke sebelah kanan. Ia terus melaju dengan kecepatan yang semakin tinggi karena jalan lumayan sepi, tak lama akhirnya ia pun tiba di lokasi yang dikirimkan oleh Yono.


"Halo, kamu di mana?" tanya Nathan setelah menelpon temannya itu.


"Lihat ke samping kanan ada motorku parkir di depan warung, Aku dan rekan-rekan sudah menunggu. hanya beberapa orang lagi yang belum datang."


Nathan pun melirik ke arah tempat yang disebutkan, terlihatlah ada beberapa motor yang terparkir di depan warung kecil yang menjual kopi dan snack snack lainnya. Nathan mulai memijat kopling kemudian memasukkan perseneling lalu menarik tuas gas motor sambil perlahan melepaskan koplingnya. hingga motor pun melaju mendekat ke arah motor-motor yang sedang terparkir.


Dari arah warung terdengar banyak orang yang mengobrol diselingi dengan suara tawa. Yono yang tadi diperintahkan pertama kali diperintahkan oleh Nathan dia pun mengangkat tangan memberitahu bahwa dirinya berada di dalam. Nathan pun menghampiri kemudian mengajak teman-temannya untuk bersalaman bahkan berpelukan.


Setelah melepaskan kangen, Nathan pun duduk di tengah-tengah kumpulan temannya mungkin ada 15 orang yang hadir di tempat itu. Meski sudah Jarang bertemu namun mereka tetap Solid ketika ada teman yang kesusahan, sehingga tidak mudah untuk mengumpulkan semuanya.


"Sebenarnya ini ada apa?" tanya Yono yang menatap ke arah Nathan.


"Aku mau minta bantuan kalian, karena tadi di mall ada orang yang menghina keluargaku."


"Bantuan apa yang kamu inginkan?"


"Aku ingin memberikan sedikit pelajaran kepada mereka, bahwa mereka sudah salah dengan siapa mereka mencari masalah."

__ADS_1


"Oh begitu, ya sudah ayo kita kasih paham." jawab teman Nathan sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Tunggu dulu, kalau nggak salah rumah besar ini adalah rumah si Jonet pemimpin preman yang beroperasi di kota Bogor  mulai dari jalanan Terminal pasar-pasar mereka kuasai. Apakah kita tidak salah mencari masalah?: Timpal salah seorang yang lain mengingatkan.


"Kalau kamu tidak berani, Ya sudah kamu pulang saja." Jawab yang lain sambil mengulum senyum.


"Bukan tidak berani. kalau melawan orang yang lebih besar kita harus memiliki taktik."


"Baiklah aku yang akan menghadapi si joned, kalian bertugas menghadapi keroncong-keroncoknya." sanggup Nathan menenangkan hati teman-temannya.


"Sebentar kita nunggu dulu teman kita yang belum datang, kasihan Nanti kalau datang sudah tidak kebagian lagi." tahan Yono memberitahu.


Nathan pun memesan air mineral kemudian meneguknya beberapa teguk, lalu keluar dari area warung untuk melakukan pemanasan seperti orang yang mau bertanding di dalam ring. Begitu juga dengan teman-temannya yang ikut melakukan hal yang sama, bahkan ada yang mengetes kemampuan dengan adu sparing.


10 menit berlalu, ada lima motor yang parkir di depan warung tanpa diberi pengarahan terlebih dahulu Mereka pun diajak menuju salah satu rumah besar dengan berbagai penjagaan.


Gerombolan orang-orang menyeberangi Jalan kemudian berdiri di pintu gerbang menatap ke arah halaman yang sangat luas, membuat para penjaga rumah itu sedikit terkejut, karena ke kediamannya ada orang yang menghampiri seperti mau menyerang. Namun mereka menyembunyikan rasa terkejut itu, mendatangi Nathan dengan gagah berani salah seorang terlihat ada yang berlari masuk ke dalam mungkin memberitahu yang lain.


"Mau apa kalian dan siapa kalian?" tanya orang dengan badan kekar dan wajah yang sangar.


"Kami mencari 5 orang yang sudah kurang ajar dengan keluarga kami, mereka menggoda dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang manusia." jawab Nathan sambil menunjukkan foto yang berada di handphonenya.


Orang yang bertanya pun mengerutkan dahi menyempitkan mata seperti ingin fokus melihat orang-orang yang berada di dalam foto. setelah diteliti ternyata itu adalah temannya yang bekerja di parkiran Mall.

__ADS_1


"Kenapa diam, Apa kamu tidak kenal dengan cecunguk ini?" tanya Nathan sambil tersenyum sinis.


"Yah memang kami tidak kenal, terus Kalian mau apa?"


"Ternyata geng joned hanya namanya aja yang besar, nyalinya besar biji sawi. tidak berani bertanggung jawab dengan apa yang sudah diperbuat."


"Apa kamu bilang jangan merendahkan pemimpin kami, karena pemimpin kami sangat mulia dan Agung, tidak ada orang yang berani menghinanya karena mereka tahu konsekuensi merendahkan pemimpin Kami adalah babak belur minimal masuk rumah sakit." jawab orang itu tidak terima, dia membalas perkataan Nathan dengan wajah garangnya.


"Serahkan ke 5 orang itu, atau kalian tanggung akibatnya." ancam Nathan dengan merubahh raut wajah yang semula mengulum senyum, sekarang menatap tajam ke arah orang yang berbadan kekar, sepertinya dalam diri Nathan tidak ada ketakutan sama sekali.


Orang yang ditatap merasa tidak enak, dengan segera dia pun membuka pintu gerbang yang sangat besar, sehingga orang-orang yang berada di luar merangsang masuk ke dalam.


Tanpa berbicara lagi orang berbadan Kekar itu menyerang Nathan, namun Nathan tidak tinggal Diam dia membalas serangan itu dengan begitu ganas. Pertempuran pun tidak terelakan, geng Nathan melawan anak buah Jonet. Kedua Geng itu terlihat saling pukul, saling baku hantam, saling lempar, saling tendang, namun tidak menggunakan senjata tajam. teman-teman Nathan sangat piawai dalam bertarung karena Dulu mereka berlatih ilmu beladiri, agar sekolahnya tidak diremehkan oleh sekolah lain. Bisa mengungguli lawannya yang hanya bertarung menggunakan kekuatan dan ancaman. Apalagi Orang yang berjaga hanya 5 orang tidak sebanding dengan geng Nathan yang berjumlah 20 orang, meski mereka memiliki badan kekar dan terlihat sangat kuat, ketika dikeroyok mereka tidak bisa berbuat banyak mereka Bonyok disiksa oleh Nathan dan teman-temannya.


Mendengar ada keributan di gerbang, dari arah dalam pun terlihat banyak orang yang keluar, bahkan orang yang diincar oleh Nathan terlihat mengikuti karena menjaga keamanan adalah tugas bersama.


Nathan yang melihat kelima orang itu dengan segera memberitahu teman-temannya, bahwa orang itulah yang mereka cari, sehingga pertempuran kembali terjadi namun sekarang sangat seimbang, karena jumlah Nathan dan jumlah orang yang berjaga sangat seimbang. namun Nathan yang masih muda dan terus melatih kepiawaian dalam beladiri sehingga mereka pun berada di atas angin.


Nathan bertempur saling membantu dengan teman-temannya, membuat musuhnya sangat kesusahan ketika mau mengalahkan, karena ketika ada teman Nathan yang terjatuh maka akan ada dua orang yang melindungi, meninggalkan musuhnya yang merasa kesal. dan begitulah terus-menerus seperti sudah terlatih dalam pertempuran.


Lama bertempur akhirnya Nathan pun berhadapan dengan orang yang tadi menggoda Jasmine dengan kata-kata yang tidak pantas ketika di mall. tanpa membuang waktu Nathan pun menerjang orang itu sampai terjungkal ke belakang, tanpa berbasa basi Nathan  melayangkan pukulan demi pukulan ke arah wajah orang yang sedang ia duduki, meski orang itu meminta ampunan namun Nathan tidak menghiraukan.


Begitu juga yang keempat orang lainnya yang sudah ditargetkan oleh teman-teman Nathan, Mereka pun tidak jauh beda keadaannya sangat mengenaskan, karena terus disiksa sambil diberikan peringatan bahwa mereka sudah salah mencari masalah, karena ada banyak orang yang membela Nathan sesuai dengan apa yang ditakutkan oleh Jonet, bahwa kekuatan keluarga Nathan adalah masyarakat yang sering dibantunya.

__ADS_1


__ADS_2