
"Louis, sebaiknya kamu istirahat saja, aku mau keluar sebentar" Hari sudah semakin sore, Aria harus segera menyelesaikan urusannya di Dunia Bawah sebelum kakaknya pulang.
"Kalau kamu mau pergi membereskan organisasi Black Shadow, tolong bawa beberapa orang bersamamu" Louis masih tetap dengan pendiriannya untuk meminta Aria membawa beberapa orang dengannya.
"Iya iya baiklah, aku akan bawa sepuluh orang bersamaku, bagaima?, apa kamu puas Tuan cerewet?" Aria mengiyakan perkataan Louis karena Aria tau bahwa Louis sangat keras kepala.
Louis kemudian mengangguk, "sekarang aku sudah bisa lebih tenang" Ucap Louis sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur dan bersiap untuk beristirahat, "Kalau begitu Aria, semoga berhasil.. sekarang aku sangat lelah dan mengantuk, Maaf aku tidak bisa mengantar kepergian mu" ucap Louis lalu menguap pelan.
"Tidak apa-apa, selamat beristirahat" Aria kemudian pergi dari ruangan itu saat melihat mata Louis mulai terpejam.
Aria berjalan menuju ruang tengah Mansion miliknya, disana Aria melihat sudah berdiri seorang pria paruh baya yang langsung membungkuk saat Aria datang.
"Hans, panggilkan anggota Black Rose yang masih memiliki cukup stamina sekarang juga" Aria memberi perintah kepada Hans, pria paruh baya yang berdiri di hadapannya dan sudah menunggunya di ruang tengah itu.
"Baik nona" Hans lalu pergi dari sana untuk melaksanakan perintah ketuanya itu, Sembari menunggu Hans, Aria duduk di sofa empuk yang ada di ruang tengah dan memainkan ponselnya, tidak lama kemudian, Hans sudah kembali dengan membawa lima belas orang di belakangnya.
"Nona, saya sudah membawakan orang-orang yang anda maksud" Hans membungkukkan badannya kemudian berjalan kearah samping kiri Aria dan berdiri disana.
Aria meletakan ponselnya lalu menatap orang-orang yang dibawa Hans, "Sepuluh orang dari kalian ikut denganku sekarang juga untuk menghapuskan organisasi Black Shadow dari dunia bawah" Mereka yang ada disana tentu saja sangat terkejut, masalahnya menghapus sebuah organisasi itu tidak mudah, selain anggotanya yang banyak, mereka juga harus siap menerima musuh dari pihak yang bekerjasama dengan organisasi yang dilenyapkan itu.
"Kalian tidak perlu khawatir, anggota yang tersisa disana tidak banyak dan juga untuk urusan politik organisasi tersebut, biar aku yang mengatasinya, kalian cukup bunuh semua orang yang ada disana dan jangan biarkan ada satupun orang yang berhasil kabur, apa kalian mengerti?" Ucap Aria dengan tatapan dinginnya.
"Kami mengerti Ketua!!"
Aria berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan keluar menuju mobilnya dan segera melaju menuju tempat organisasi Black Shadow, sepuluh anggotanya mengikuti Aria di belakang.
Tiga puluh menit kemudian, Aria dan anak buahnya tiba di Mansion milik organisasi Black Shadow.
__ADS_1
"Ambil pistol kalian, kita akan masuk, dan begitu kita masuk, langsung saja tembak semua orang yang ada di dalam" Perintah Aria kepada bawahannya.
"Siap ketua!!"
Mereka lalu menerobos masuk kedalam Mansion itu dan langsung menembaki setiap orang yang mereka lihat, Aria mengikuti bawahannya dari belakang, Aria terlihat berjalan santai sambil memandang tubuh para anggota Black Shadow yang tergeletak tidak bernyawa.
Aria tidak perlu repot-repot menggunakan tangannya untuk membunuh orang di Mansion itu karena dengan sepuluh anggotanya pun sudah cukup untuk menghabisi anggota Black Shadow yang tersisa, Karena kebanyakan dari mereka yang tersisa hanya bagian dari keuangan dan perdagangan, jadi mereka tidak terlalu bisa bertarung atau melawan untuk mempertahankan nyawanya.
Sepuluh menit kemudian, semua bawahan Aria yang berpencar sudah berkumpul kembali ke ruang tengah Mansion dimana ada Aria yang sedang duduk disana.
"Lapor ketua, kami sudah melaksanakan perintah dan tidak membiarkan satu orangpun melarikan diri dan bertahan hidup, kami juga menemukan beberapa informasi dan harta dari Black Shadow" ucap salaj satu bawahan Aria.
"Bagus, bawa semua itu dan masukan kedalam mobil, begitu sampai di Mansion, taruh itu semua di ruanganku" Aria menimpali ucapan bawahannya itu.
"Baik ketua"
Para bawahan Aria lalu menyemprotkan bensin ke mansion itu dari salah satu mobil dengan menggunakan sebuah selang besar, selesai menyemprotkan bensin itu, mereka lalu membakar Mansion mewah itu, Api seketika merambat dengan cepat karena bensin yang disiramkan pada Mansion itu, api itu juga langsung membakar seluruh Mansion.
"Ayo pergi" Aria mengajak bawahannya untuk segera pergi dari sana setelah melihat Mansion milik Organisasi Black Shadow itu terbakar, Mereka semua menuruti perkataan Aria lalu menaiki mobil dan segera pergi dari sana.
Hingga saat mereka tiba di Mansion milik Aria, Aria langsung masuk kedalam Mansionnya dan membiarkan para bawahannya untuk membereskan barang-barang milik Organisasi Black Shadow, Aria kini sedang berjalan menuju ruang rawat Louis untuk berpamitan karena sudah waktunya untuk Aria kembali pulang.
Sampai di ruangan itu, Aria melihat Louis sedang duduk melamun sambil melihat ke arah kirinya, di arah kiri Louis terdapat sebuah jendela besar dengan pemandangan bunga Mawar Hitam kesukaan Aria.
Louis tidak menyadari kehadiran Aria, Aria lalu berjalan mengendap endap dan berniat untuk mengejutkan Louis, Hingga saat Aria tinggal sedikit lagi akan menyentuh bahu Louis dan mengejutkannya, Louis tiba-tiba berbalik dan menarik tangan Aria, Aria yang tidak siap dengan itu lalu hilang keseimbangan dan jatuh ke pangkuan Louis, Mata mereka saling bertatapan cukup lama hingga akhirnya Aria mendorong tubuh Louis dan menjitak dahi Louis.
BLETAK
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan tiba-tiba menarikku seperti itu?, bagaimana kalau nanti aku jatuh tersungkur hah?!" ucap Aria memarahi Louis.
Louis sedikit mengerang kesakitan saat dahinya mendapat jitakkan dari Aria, Louis lalu membalas ucapan Aria, "Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kamu mengendap-endap seperti itu?, aku pikir kamu itu musuh yang berhasil masuk kedalam Mansion dan ingin menyerangku diam-diam, tapi saat aku tarik, ternyata itu kamu" Ucap Louis sambil masih mengusap dahinya.
"Aku kan hanya ingin mengejutkanmu karena itu sangat menyenangkan, menjahilimu itu adalah hal yang paling menyenangkan di hidupku" timpal Aria
"Aria... " Wajah Louis memelas mendengar ucapan Aria, Aria yang melihat wajah Louis seperti itu menjadi tidak tega dan tidak jadi untuk melanjutkan menjahili Louis.
"Baiklah, aku tidak akan menjahilimu lagi, lagipula aku kesini untuk berpamitan denganmu karena aku harus segera pulang ke apartemen" ucap Aria.
Mendengar hal itu, Louis sedikit sedih tapi Louis berusaha menyembunyikannya agar tidak muncul di wajahnya dan juga agar Aria tidak melihat itu.
"Tentu saja, kamu kan tidak boleh membuat kakakmu cemas karena kamu tidak ada di apartemen saat kakakmu pulang nanti" Louis menimpali ucapan Aria.
Aria mengangguk, "Oh iya, ada berbagai harta dan berkas-berkas informasi dari organisasi Black Shadow, nanti kamu tolong bagikan harta itu kepada semua anggota kita terutama keluarga anggota yang meninggal, aku tahu dari mereka ada beberapa yang masih mempunyai keluarga, dan untuk berkas-berkas informasi itu, kamu baca dan nanti laporkan padaku apa saja isi dari berkas-berkas itu karena aku tidak mempunyai waktu untuk membaca semua berkas itu"
"Baiklah, nanti aku akan mengurusnya" Aria mengangguk lalu pergi dari ruangan itu, Melihat Aria sudah tidak ada lagi disana membuat Louis menghela nafas pelan.
"Kira-kira akan berapa lama lagi waktu yang harus aku tunggu untuk kembali bertemu denganmu" Louis kemudian menatap kembali tanaman bunga Mawar Hitam yang ada di luar dengan wajah yang entahlah sulit untuk di artikan.
Aria pergi dari Mansion nya menggunakan mobil yang tadi dia bawa dan kembali menuju kota X, Setelah sampai di kota X, Aria lalu turun dari mobil dan keluar dari kota itu.
Sebelum Aria tiba di kota X, Aria memesan sebuah taksi untuk menunggunya di depan kota itu, dan saat Aria keluar dari kota X, Aria sudah melihat taksi yang dipesannya tadi, Aria kemudian berjalan menuju taksi itu dan memasukinya.
"Pak, pergi ke kota L" ucap Aria saat sudah duduk di kursi penumpang.
Taksi yang Aria tumpangi langsung melaju kearah kota L yang Aria bilang, di dalam mobil taksi itu, Aria hanya diam sambil menatap pemandangan malam kota yang sangat cantik karena dipenuhi dengan berbagai macam lampu-lampu, namun entah kenapa lampu-lampu itu seakan tidak menarik perhatian Aria karena Aria malah menatap keluar dengan tatapan kosong.
__ADS_1