
"Tuan saya mendapat informasi bahwa seluruh klien penting kita yang ada di dunia luar terbunuh dalam satu malam". Isak bawahan Leon yang selalu ada di sampingnya baru saja menerima kabar bahwa klien penting mereka semuanya terbunuh.
"Apa?!! Isak apa aku tidak salah dengar bagaimana mungkin itu terjadi?" Leon yang sedang sibuk dengan berkas-berkas yang ada di atas mejanya kini menatap Isak dengan tatapan tidak percaya.
"Tuan saya tidak berani berbohong pada anda, media sosial juga sedang heboh dengan kasus pembunuhan tersebut anda bisa melihatnya"
Leon lalu mengambil ponselnya dan melihat berita-berita di media sosial setelah melihat memang benar klien nya terbunuh semua Leon memukul meja yang ada di hadapannya.
"Apa-apaan ini siapa yang melakukannya" Leon kini sangat marah karena semua klien penting yang jadi pemasok uangnya dan pembeli di dunia luar terbunuh semua dalam satu malam.
"Isak cepat suruh orang untuk meretas cctv di semua rumah klien kita" kini Leon sangat marah dan wajahnya pun sangat menyeramkan sampai-sampai Isak tidak berani melihat wajah Leon dan langsung keluar ruangan tersebut untuk melaksanakan perintah Leon.
"Siapa yang sudah berani mengganggu Bisnisku aku tidak akan memaafkannya kalau sampai aku mengetahuinya"
Tidak lama kemudian Isak sudah kembali ke ruangan tempat kerja Leon sambil membawa satu orang di sampingnya.
Leon melihat kedua bawahannya "Bagaimana hasilnya apa kamu menemukan siapa pelakunya?" Leon bertanya dengan nada suara yang sangat dingin hingga membuat bawahannya gemetar ketakutan.
"Saya tidak menemukan siapa pelakunya tuan, semua kamera cctv yang ada di rumah korban pembunuhan mati saat kejadian kemungkinan besar cctv tersebut berhasil dirusak atau di retas oleh pelaku"
Mendengar perkataan bawahannya Leon kemudian melihat lagi berita-berita di media sosial yang sedang hangat-hangatnya.
"Isak bagaimana mereka semua bisa terbunuh?"
"Saya sudah mengirim beberapa orang untuk mengecek jasad mereka dan dari laporan orang yang saya kirim ke setiap rumah klien kita mereka mengatakan para klien dan bawahannya terbunuh oleh pedang dan pistol karena mereka hanya menemukan dua bekas senjata" Isak menjelaskan isi laporan yang di berikan oleh anggota Red Blood yang memeriksa ke rumah pengusaha itu.
Leon mendengarkan laporan tersebut "Pedang dan pistol, apa pelakunya dari dunia bawah"
"Masih ada laporan tambahan tuan"
"Apa?" Leon menunggu laporan yang akan Isak bicarakan.
"Lima diantara klien anda tidak ditemukan jasadnya dan hanya tersisa pakaiannya saja tuan"
"Ini.. pasti mereka menggunakan suatu bahan kimia untuk meleburkan tulang dan daging. Mereka pasti dari dunia bawah"
"Bisa jadi tuan karena banyak sekali orang dari dunia bawah yang tidak menyukai organisasi Red Blood karena kita menjual tubuh manusia" Isak mengeluarkan pendapatnya.
"Kau benar .. lihat saja nanti aku akan mencari dan menemukannya dengan tanganku sendiri" Leon mengepalkan tangannya dengan keras dan kini terlihat di wajahnya bahwa Leon sangat marah.
__ADS_1
"Tuan bagaimana ini kita rugi besar?" Isak akhirnya mengeluarkan apa yang ada di pikirannya sejak tadi.
"Aku akan mengurus ini, Isak suruh orang yang menjalankan bisnis di dunia bawah berhati-hati dan jangan lengah saat mereka melakukan lelang"
"Baik tuan saya akan mengatakannya sekarang juga kalau begitu saya permisi" Isak membungkukkan badannya kemudian pergi dari ruangan tersebut disusul oleh bawahan yang tadi dia bawa.
"Siapapun kalian pasti akan ku temukan" Leon lalu berjalan menuju meja kerjanya dan mencari-cari di media sosial dan meretas beberapa cctv di dekat rumah-rumah tersebut namun hasilnya nihil Leon tidak menemukan bukti bahkan jejak juga tidak ada.
"Ini.. sepertinya dari mereka ada seorang ahli teknologi yang sangat handal, mungkin mereka juga mempunyai hacker yang sangat hebat"
Setelah beberapa kali mencoba dan masih tidak menemukan apapun Leon lalu memukul meja kerjanya dengan keras sampai meja tersebut retak.
"Siapa sebenarnya mereka, kenapa mencari masalah denganku"
Aria dan Leon masih tertidur lelap Aria dibangunkan oleh cahaya matahari yang masuk ke dalam kamar dan mengenai wajahnya karena jendelanya tidak ditutup gorden.
Aria membuka mata lalu meregangkan badannya "Aku tidur nyenyak" Aria lalu membalikan badannya untuk turun dari kasur tapi Aria di kagetkan oleh seorang pria yang sedang tertidur pulas di atas kasurnya.
"Hey apa yang kau lakukan di kamarku" Aria menendang tubuh Louis yang masih tertidur hingga terjatuh ke lantai.
"Aduh Aria kamu ini kenapa tiba-tiba menendangku" Louis memegang perutnya yang sedikit sakit juga punggungnya karena terjatuh dari atas tempat tidur.
"Kamu yang kenapa, kenapa kamu tidur di kamarku di sebelahku pula"
"Aku semalam sangat lelah jadi aku tidur dimana saja lagipula aku tidak berbuat aneh-aneh padamu tenang saja" Louis masih berbicara santai tanpa dosa tapi dia juga masih memegang perutnya yang sakit kena tendangan Aria.
Aria hanya bisa terdiam mendengar jawaban Louis kemudian Aria turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.
Louis yang melihat Aria langsung pergi ke kamar mandi hanya menggeleng pelan lalu bangun dari lantai tempat tadi Louis terjatuh dan berjalan keluar dari kamar Aria.
Louis menuju dapur dan wastafel lalu Louis mencuci wajahnya di wastafel tersebut dan mengeringkannya dengan handuk kecil.
Louis melirik jam dan sudah menunjukan pukul sebelas sebentar lagi siang "Apa aku masak saja ya"
Louis membuka kulkas yang ada di dekatnya dan menemukan bahan-bahan untuk masak. Dengan cekatan Louis lalu mengambil bahan-bahan tersebut dan segera memasak untuk sarapan sekaligus makan siang.
Di dalam kamar Aria sudah membereskan kamarnya dan berganti pakaian setelah tadi membersihkan dirinya.
__ADS_1
"Aku harus menegur kebiasaan tidur Louis yang seenaknya" Aria bergumam pelan lalu berjalan keluar dari kamar.
Aria melihat Louis sedang menata makanan di atas meja makan rupanya Louis sudah selesai memasak.
Aria lalu menghampiri Louis "Tumben kamu masak"
Louis melihat Aria yang sedang berdiri di belakangnya "Aku lapar dan kebetulan di dalam kulkas ada bahan makanan juga sebentar lagi waktunya makan siang jadi aku sekalian saja masak untuk makan siang juga" Louis menjawab Aria sambil menata piring yang berisi daging yang tadi dia goreng juga Louis meletakan dua mangkuk berisi sup di atas meja.
"Duduklah ayo makan" Louis meminta Aria untuk duduk dan makan.
Aria kemudian duduk dan segera mengambil sup dengan sendok lalu memakannya "Ini enak, darimana kamu belajar masak?"
"Aku meminta Hans untuk mengajariku" ucap Louis sambil mengambil satu potong daging dengan sumpit yang ada di tangannya.
"Pantesan enak ternyata diajari Hans" Aria mengangguk kemudian tidak berkata apapun lagi dan lanjut makan.
Setelah selesai makan dan membersihkan piring dan mangkuk kotor bekas makanan Aria dan Louis berjalan menuju ruang tv dan duduk di sofa depan tv.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Louis menatap Aria yang ada di sampingnya.
"Kita akan ke dunia bawah untuk menghancurkan bisnis Red Blood yang ada di dunia bawah, kita akan pergi ke tempat lelang"
"Baiklah aku akan membantumu" Louis mengangguk pelan mendengar rencana Aria.
"Ayo kita berangkat sekarang karena ini sudah siang"
"Aria apa kamu tidak akan menemui kakakmu terlebih dulu"
"Aku akan menemuinya nanti setelah menghancurkan bisnis lelang Red Blood" Aria lalu bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
Aria dan Louis sudah berada di luar apartemen lalu segera memasuki mobil yang terparkir di sana.
Louis yang membawa mobil tersebut dan melajukan mobilnya menuju kota X.
Mereka tiba di kota X lalu Louis terus melajukan mobilnya dan kurang lebih tiga puluh menit kemudian mereka tiba di mansion milik Aria Louis lalu memarkiran mobil tersebut dan keluar dari mobil disusul oleh Aria
Para anggota yang melihat Aria mereka langsung membungkukkan badan mereka dan memberi salam.
Aria lalu berjalan memasuki mansionnya diikuti oleh Louis di belakangnya.
__ADS_1