
Giovanni dan juga bos rentenir hanya berdiri mematung dan merasa itu sesuatu yang mustahil dilakukan oleh seorang wanita, mereka berdua bahkan takjub pada Aria karena bisa melakukan hal seperti itu.
Aria melihat dua pria yang ada di depannya berdiri kaku dan menatapnya dengan wajah tidak percaya.
"Tenang saja, pria bau ini tidak mati dia hanya pingsan". Dengan santainya Aria menjelaskan.
Mendengar ucapan Aria mereka berdua segera sadar dan melihat kondisi pria yang membawa pisau itu.
Giovanni dan bos rentenir melihat pria yang Aria banting mengeluarkan darah dari mulutnya sebelum dia pingsan bahkan di lantai tempat Aria membanting pria itu terdapat sebuah retakan, untungnya retakan itu tidak sampai membuat lantai roboh karena itu akan berbahaya, posisi mereka sekarang berada di lantai dua.
Bos rentenir sangat marah pada Aria, dia sudah gelap mata dan berpikir bahwa dia akan menang karena memegang pedang di tangannya. "Kau...aku akan membunuhmu". Bos rentenir ingin maju menyerang Aria namun..
Brakkk
Kursi kayu rusak yang ada disana terbang menghantam bos rentenir itu dengan sangat keras sampai membuat pria itu terbang menghantam dinding yang ada di belakangnya lalu memuntahkan darah segar dari mulutnya lalu tidak sadarkan diri.
Giovanni yang melihat kejadian itu terjadi dengan sangat cepat sampai tidak bisa berkata-kata. Giovanni juga melihat Aria yang melemparkan kursi tersebut ke arah bos rentenir itu.
Mendengar suara keras tadi dua pria yang sedang bertarung menggunakan tongkat besi berhenti sejenak dan melihat apa yang terjadi.
Mereka begitu terkejut saat melihat dua orang sudah tidak sadarkan diri terlebih lagi pria yang menjadi bawahan rentenir itu, kini wajahnya sangat pucat melihat dua rekannya sudah tergeletak. Dia tidak tau apakah mereka masih hidup atau tidak karena ada banyak darah di tubuh mereka.
"A-ampuni saya, saya akan ikut dengan kalian tapi jangan buat saya menjadi seperti mereka". Bawahan bos rentenir itu tiba-tiba berlutut dan memohon.
Giovanni memberi isyarat pada bawahannya itu untuk segera memborgolnya lalu bawahan itu menurut dan segera memborgol tangan pria tersebut.
Giovanni lalu berjalan menghampiri Aria yang masih berdiri tenang di tempatnya semula bahkan kakinya masih sama seperti sebelumya.
__ADS_1
"Aria apa kamu tidak apa-apa". Meskipun Giovanni terkejut dengan kemampuan Aria dia tetap menanyakan keadaan Aria karena khawatir dengan luka yang ada di lehernya.
"Saya tidak apa, hanya sedikit tergores". Aria memegang luka yang ada di lehernya. Dia sebenarnya tidak peduli dengan luka itu tapi kalau sampai Louis atau kakaknya melihat luka itu mereka pasti khawatir dan terus bertanya tentang bagaimana Aria bisa mendapatkan luka itu.
Aria menghela nafas. "Sebaiknya aku berpikir alasan apa yang akan aku berikan kepada Louis dan kakak nanti".
Giovanni melihat Aria kemudian dia melirik bos rentenir yang tadi menghantam dinding.
"Dia juga tidak mati dan hanya pingsan tapi mungkin beberapa tulang iga dan rusuknya patah". Aria mengatakannya dengan ekspresi wajah yang biasa saja bahkan terkesan tidak peduli.
"Aku tau, tapi bagaimana caranya aku membawa dua orang yang tidak sadarkan diri ini?".
Aria melihat luka yang cukup lebar di tangan kiri Giovanni "Biar saya bantu, saya akan membantu pak polisi yang sedang terluka itu untuk berjalan lalu anda dan bawahan Anda bisa membawa dua orang yang tidak sadarkan diri itu dan untuk pria yang diborgol itu dia bisa memilih akan ikut dengan suka rela atau dibuat tidak sadarkan diri juga".
Mendengar ucapan Aria pria yang dimaksud langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat "Saya akan ikut dengan suka rela dan tidak akan berusaha untuk melarikan diri". Menurutnya itu pilihan yang bagus daripada harus merasakan sakit terkena pukulan.
"Baiklah kita ikuti saranmu". Giovanni lalu menyuruh bawahannya untuk membawa pria yang tergeletak tidak sadarkan diri karena dibanting sedangkan dia akan membawa bos rentenir yang terlihat sangat menyedihkan itu.
Meskipun Aria membunuh pria itu dan nanti masuk penjara tentu saja orang-orang tidak akan percaya mendengar penjelasan polisi bahwa seorang wanita membanting dan menerbangkan seseorang menggunakan kursi kayu. Orang-orang mungkin akan berpikir bahwa para polisi yang bersama Aria yang melakukan pembunuhan itu dan menjadikan Aria sebagai kambing hitam.
Giovanni lalu membawa bos rentenir itu dan menyusul Aria serta anak buahnya yang sudah duluan turun ke bawah.
"Sebaiknya kita ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengobati orang yang terluka". Giovanni memerintahkan anak buahnya untuk membawa rekannya yang terkena tusukan dan juga pria yang diborgol itu, sedangkan dia dan Aria akan membawa dua orang yang tidak sadarkan diri.
Mereka lalu meninggalkan gedung kosong itu dan pergi menuju rumah sakit.
"Apa anda tidak apa-apa, sepertinya itu sakit". Saat sedang dalam perjalanan Aria melihat luka di tangan kiri Giovanni terus mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Tidak apa". Giovanni menjawab sambil terus fokus ke jalanan.
"Biar saya gantikan anda menyetir saya juga bisa menyetir".
"Tidak usah Aria, aku masih bisa menyetir".
"Saya ingin tanya ini pada anda, kenapa anda berbicara santai pada saya?".
Mendengar ucapan Aria, Giovanni langsung tersadar karena daritadi dia berbicara santai pada Aria.
"Ah maafkan saya, saya tidak sadar itu". Kini Giovanni sudah kembali bicara formal pada Aria.
"Sudahlah terserah anda". Aria sebenarnya tidak masalah dengan itu hanya saja kenapa Giovanni mau berbicara santai dengannya yang baru Giovanni kenal.
Giovanni hanya tersenyum canggung lalu kembali memutuskan untuk fokus menyetir mobilnya.
Beberapa menit kemudian mobil mereka sudah memasuki sebuah gedung rumah sakit dan juga ada satu mobil polisi disana karena tadi sebelum pergi dari gedung kosong Giovanni menghubungi bawahannya untuk pergi ke rumah sakit tersebut.
Giovanni dan Aria lalu turun dari mobil. Giovanni menghampiri polisi yang ada di depan rumah sakit tersebut.
"Kalian berdua, bawa tahanan yang ada di mobil itu dan pergi ke kantor, biar nanti tahanan yang terluka di obati dulu di sini, juga panggil beberapa orang untuk berjaga di depan ruang rawat tahanan".
"Siap pak laksanakan". Lalu dua polisi tersebut segera melakukan tugas yang sudah Giovanni berikan.
Aria melihat dari dalam rumah sakit keluar beberapa suster dan dokter mereka segera membawa tiga orang yang tidak sadarkan diri itu masuk kedalam rumah sakit.
"Sebaiknya anda juga segera masuk untuk diobati sebelum luka di tangan anda infeksi karena terkena debu di gedung kosong tadi". Aria menyuruh Giovanni untuk segera mengobati lukanya karena sedikit kasihan padanya.
__ADS_1
"Baiklah anda juga ikut dengan saya karena anda juga terluka".
Aria meraba luka di lehernya "baiklah.."