
"Aku terlalu terbawa emosi tadi jadi tidak mendengarkan Louis berbicara sampai selesai pasti dia masih mempunyai informasi lain" Aria melihat keatas langit-langit ruangan tersebut.
"Sekarang aku tidak bisa melakukan apa-apa karena kakiku terluka bahkan berdiripun aku sedikit kesusahan" Aria melihat kedua kakinya yang di balut perban.
Lebih baik aku menunggu Louis mungkin nanti dia bisa membantu.
Empat puluh menit kemudian...
"Aku bosan, aku akan melihat kakak dan mengajaknya bicara siapa tau kakak bisa mendengar suaraku" Aria kemudian menjalankan kursi rodanya keluar dari ruangan tersebut dan menuju ruangan khusus dimana Javier dirawat.
"Aria.."
Baru setengah jalan Aria mendengar suara seorang pria yang memanggilnya dari samping kanan. Aria kemudian menoleh dan melihat seorang pria tinggi dengan bentuk tubuh yang atletis serta memakai masker dan topi hitam. Aria langsung mengenali pria tersebut meskipun pria itu memakai masker dan topi.
"Louis.."
Louis lalu menghampiri Aria yang sedang duduk di kursi roda saat Louis sudah di depan Aria Louis lalu berlutut.
"Aria ada apa ini kenapa kamu terluka?" Louis terkejut melihat Aria duduk di kursi roda lalu Louis melihat kaki Aria yang dibalut perban.
"Kakimu juga kenapa bisa seperti ini ceritakan padaku siapa yang membuatmu seperti ini?"
"Louis tenanglah aku baik-baik saja aku terluka waktu sedang mencari kakak" Aria memegang pundak Louis lalu menatap pria tersebut.
"Kamu tidak berbohong padaku kan?"
"Aku tidak berbohong padamu kamu juga bisa menanyakannya pada dokter atau perawat yang ada di sini"
"Baiklah aku percaya" Louis lalu memegang tangan Aria yang ada di pundaknya
"Aria tanganmu juga terluka dan sepertinya ini luka baru perban yang membalut lukanya juga terlihat tidak rapih bisa jelaskan kamu mendapat luka ini darimana?" Louis menatap mata Aria
"Ini.." Aria tidak bisa menjawab pertanyaan Louis.
"Apa kamu melukai diri sendiri lagi?" Kini Louis menatap tajam mata Aria.
Aria tidak menjawab dan hanya memalingkan wajahnya melihat hal tersebut Louis lalu meletakan kepalanya di atas pangkuan Aria.
"Aria bukannya kamu dulu pernah berjanji padaku tidak akan pernah melukai diri sendiri lagi, aku tidak mau melihatmu terluka seperti dulu"
Aria menatap Louis yang sedang berlutut dan meletakan kepalanya di atas pangkuannya lalu Aria berniat untuk mengelus kepala Louis namun Aria urungkan.
"Aku tidak akan mengulanginya lagi, lagian tadi aku sedang sedikit emosi"
Louis mengetahui kalau Aria mengeluarkan emosinya dia akan sangat berbahaya dan mengamuk bahkan tidak segan-segan membunuh siapapun yang Aria lihat.
"Maafkan aku seharusnya aku tidak mengatakan informasi tadi, aku tidak mau kamu kehilangan kendali lagi seperti dulu"
Aria lalu menjitak kepala Louis yang ada di pangkuannya "Hey kalau kamu tidak mengatakannya aku tidak akan mengetahui siapa dalang dibalik ini semua"
__ADS_1
Louis mengangkat kepalanya lalu mengusapnya "Hey ini sakit tau kamu menjitakku dengan keras" Louis mengusap-usap kepalanya yang tadi kena jitak Aria.
"Cihhh dasar lemah aku hanya menjitaknya dengan lembut" Aria mencibir Louis dan mulai meledeknya
"Hey mana ada jitakkan lembut"
"Ada, buktinya aku yang menjitakmu dengan lembut apa kamu mau mencobanya lagi" Aria mulai mengangkat tangannya untuk menjitak Louis tapi Louis segera menjauhkan kepalanya dari tangan Aria.
"Apa kamu takut Louis bahkan tanganku sedang terluka jadi tidak bisa mengeluarkan tenaga kuat" Aria mengerjai Louis yang sekarang terlihat menggemaskan di mata Aria.
"Aria kamu tau kan aku tidak bisa membalas jitakanmu jadi hentikan candaanmu lihat orang-orang yang ada disini melihat kita" Louis meminta Aria untuk segera berhenti tapi Aria tidak mendengarkan Louis.
"Aku tidak peduli dengan orang-orang dan mereka bukan melihatku tapi mereka melihatmu karena kamu tampan walaupun wajah kamu tertutup masker dan topi" Aria mengatakan hal tersebut dengan nada santai dan bisa-bisa saja namun itu sudah membuat wajah dan telinga Louis memerah untungnya dia memakai masker jadi tidak kelihatan.
Saat mereka berdua sedang bercanda Giovanni tiba-tiba menghampiri mereka berdua. "Ekhem.. permisi maaf mengganggu waktu anda nona"
Aria melirik kearah sumber suara dan Aria melihat Giovanni sudah berdiri di sebelahnya Aria segera berhenti menjahili Louis.
"Ada apa?"
"Nona saya sudah memeriksa cctv sekitar gedung kosong tersebut saya juga melihat sekitar enam orang keluar dari dua mobil dan mereka membawa tuan Javier kedalam gedung kosong tersebut namun kami masih tidak bisa menemukan keenam orang tersebut identitasnya pun kami belum temukan"
"Begitu ya" Aria mengangguk mendengar penjelasan Giovanni walaupun Aria sudah tau informasi tersebut Aria cukup terkesan karena Giovanni bergerak cepat untuk menangkap pelaku.
"Saya juga sudah mendatangi perusahaan yang anda maksud tapi benar kata anda saya tidak dapat informasi apapun bahkan mereka tidak membiarkan saya masuk ke dalam"
Aria sudah menduga itu jadi tidak terlalu terkejut "Apa adalagi yang akan anda sampaikan pada saya" Aria menatap Giovanni yang ada di sebelahnya.
Giovanni tidak mengenali Louis karena Louis mengenakan masker tapi tidak dengan Louis, Louis mengenali Giovanni bahkan Louis terkejut karena Giovanni seorang polisi Louis lalu menatap Aria meminta penjelasan.
"Baiklah kalau begitu anda bisa melanjutkan pekerjaan anda" Aria lalu memberi tanda pada Louis untuk membantunya Louis kemudian berjalan ke belakang Aria untuk membantu mendorong kursi roda Aria.
Aria menganggukkan kepalanya pada Giovanni kemudian pergi dari sana dan melanjutkan perjalanannya menuju ruangan tempat Javier dirawat.
"Aria bukankah itu adalah pria yang kamu bawa ke mansion?" Saat sudah berada jauh dari Giovanni Louis lalu menanyakan tentang Giovanni.
"Iya dia pria tersebut, namanya Giovanni aku bertemu dengannya saat dalam perjalanan menuju kota X"
"Ah apa waktu kamu tidak jadi ke mansion karena ada urusan itu"
"Iya.."
"Tapi kenapa kamu tidak cerita padaku?"
"Apa itu penting?"
"Sudahlah lagipula itu sudah berlalu, terus waktu dia berada di dunia bawah bukankah dia sedang menyelidiki dunia bawah karena dia seorang polisi?"
"Kamu benar dia pura-pura menyamar sebagai orang dari dunia bawah"
__ADS_1
"Lalu kenapa kamu membantunya"
"Dia tidak jahat lagipula dia kan hanya mencari informasi dan melihat-lihat dunia bawah dia juga tidak mungkin menangkap orang-orang dunia bawah seenaknya"
"Benar juga tapi aku masih tidak mengerti kenapa kamu membantunya" Louis masih penasaran pada Aria karena bersedia membantu Giovanni yang jelas-jelas adalah penyusup dari dunia luar.
Mereka berdua lalu tiba di depan ruangan tempat Javier di rawat mereka juga melihat dua orang polisi yang berjaga di depan ruangan tersebut.
Mereka kemudian masuk kedalam ruangan itu polisi yang berjaga juga sudah mengenali Aria jadi mereka tidak melarang Aria untuk memasuki ruangan tersebut.
Di dalam ruangan Louis melihat Javier sedang terbaring tidak sadarkan diri dan dibantu beberapa alat di tubuhnya Louis lalu menatap Aria karena khawatir Aria tidak bisa menahan emosinya lagi tapi saat melihat Aria masih tenang Louis menghela nafas lega "sepertinya dia sudah bisa menahan amarahnya"
"Aria kenapa kakakmu bisa seperti ini apa dia akan baik-baik saja?" Louis menanyakan keadaan Javier pada Aria.
"Kakak sekarang koma karena luka yang ada di tubuhnya cukup parah dan juga kehilangan banyak darah" Aria menjelaskan sambil menahan emosinya dalam-dalam bahkan nada bicara Aria sedikit berbeda dari tadi yang masih biasa-biasa saja sekarang menjadi dingin.
"Koma!!..Red Blood sudah sangat keterlaluan kenapa mereka melukai kakakmu Aria?" Louis terkejut mendengar keadaan Javier
"Mungkin karena ketua mereka ada masalah dengan kakak jadi dia mencelakai kakak" Aria mengepalkan tangannya dengan keras bahkan Aria tidak peduli rasa sakit yang dia rasakan karena tangannya terluka.
"Lalu sekarang bagaimana?" Louis menatap Aria
"Aku punya rencana"
"Rencana apa?.." Louis lalu mengambil kursi dan duduk di depan Aria.
"Aku akan menghancurkan Red Blood perlahan-lahan dimulai dari bisnis mereka terlebih dahulu"
"Maksudmu?"
"Louis apa kamu bisa mencari informasi siapa saja klien besar yang bekerja sama dengan perusahaan milik Red Blood mau itu perusahaan di dunia luar ataupun dunia bawah" Aria menatap mata Louis.
"Kalau cuma mencari informasi aku yakin bisa lalu setelah mendapatkan informasi apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku akan mulai dulu dari bisnis jual beli manusia dan perbudakan yang dilakukan Red Blood terlebih dahulu. Aku akan menyuruh para klien-klien Red Blood untuk berhenti membeli budak-budak dari sana terutama klien besar kalau mereka tidak mau aku akan membunuh mereka untuk memberi peringatan pada organisasi Red Blood"
Louis kemudian mengangguk mendengar rencana Aria.
"Karena kakiku belum sembuh aku akan memulai rencana ini besok malam apa kamu bisa mencari informasi semua klien penting Red Blood dalam satu hari?"
"Tentu saja bisa kamu bisa mengandalkanku Aria tapi aku punya satu permintaan"
"Apa.."
"Aku ikut denganmu"
"Baiklah terserah kamu"
"Beneran kalau begitu aku akan membantumu dengan kemampuanku" Louis terlihat bersemangat karena sudah lama tidak bekerjasama seperti ini lagi dengan Aria.
__ADS_1
"Leon kamu tunggu saja pembalasanku akan segera di mulai"