Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Alasan Yang Sebenarnya


__ADS_3

"Leon, Kenapa Leon sangat marah pada kakak?"


Aria sudah tau bahwa Leon dalang di balik semua ini tapi Aria belum tau alasan Leon mencelakai kakaknya.


"Waktu itu kakak di panggil oleh Leon ke ruangannya kakak pikir Leon akan membicarakan urusan bisnis tapi waktu itu Leon tidak menanyakan itu dan Leon malah menanyakan kamu" Javier melihat Aria yang ada di sampingnya.


"Aku? Kenapa dia menanyakan ku?" Aria menunjuk dirinya sendiri.


"Dia mengatakan pada kakak bahwa dia menyukaimu dan dia meminta kakak untuk memberikan kamu padanya dengan imbalan dia akan menaikan posisi kakak di kantor tentu saja kakak tidak mau, kakak macam apa yang menjual adiknya sendiri demi suatu jabatan"


"Apa?!! Bajingan itu, beraninya dia berbicara seperti itu pada kakak" Aria sangat terkejut dengan perkataan kakaknya ternyata Leon memiliki alasan lain.


"Mungkin karena kakak menolak memberikanmu dan juga posisi yang lebih tinggi itu Leon sangat marah dan menyuruh orang untuk mencelakai kakak dan juga masih ada satu hal lagi"


"Satu hal lagi, apa itu kak?" Aria penasaran dengan satu hal tersebut.


"Leon mengatakan kalau dia ingin membuatmu jatuh cinta padanya dan dia juga meminta pada kakak kalau nanti kamu jatuh cinta dan berlari sendiri ke pelukannya kakak diminta untuk merestui hubungan kalian dan juga dia tetap akan memberikan posisi yang lebih tinggi itu pada kakak kalau nanti kamu sudah menikah dengannya"


"Bajingan itu... Dia sangat percaya diri rupanya" Aria mengepalkan tangannya dengan sangat keras "Leon sialan hanya karena kakak tidak menuruti kemauanmu kamu mencelaki dan hampir membunuh kakakku" batin Aria sambil menahan amarah dan emosinya.


"Kakak harap kamu tidak terlalu dekat dengan Leon atau lebih baik kamu jangan memiliki hubungan apapun dengan dia bahkan kalau melihatnya kamu hindari saja dia, dia sangat berbahaya kakak tidak mau kamu celaka seperti kakak" Javier menatap lembut Aria.


"Kakak tenang saja aku tidak akan pernah memiliki hubungan khusus dengannya dan juga sekarang aku sangat membencinya hanya dengan melihat wajahnya saja aku sudah muak dan jijik" Aria tentu saja tidak mau menjalin hubungan dengan pria seperti Leon apalagi jatuh cinta padanya itu tidak akan pernah terjadi di kehidupan Aria.


"Dan lagi kakak tidak bisa melaporkan kasus ini pada polisi karena Leon adalah orang dari dunia bawah" Javier menyayangkan karena dia tidak bisa melapor pada polisi untuk menangkap Leon dan menghukumnya.


"Waktu kakak di temukan polisi langsung menangani kasus kakak tapi begitu mereka menemukan bukti bahwa pelakunya adalah orang dari dunia bawah mereka langsung menghentikan penyelidikan serta kasusnya" Aria memberitahu Javier bahwa sempat ada polisi yang menangani kasus Javier tapi begitu mereka menemukan bahwa pelakunya orang dari dunia bawah para polisi itu langsung menutup kasus Javier.


"Sudah kakak duga" Javier menghela nafas pelan.


"Tapi ada satu polisi yang sangat keras kepala dan masih menangani kasus kakak" Aria teringat Giovanni yang masih terus berusaha mencari orang yang mencelakai Javier meskipun sekarang Giovanni tidak akan pernah menemukan orang itu karena Aria sudah membunuh mereka.


"Benarkah bukankah itu melanggar aturan kepolisian di sini ya?" Javier cukup terkejut mendengar masih ada satu polisi yang mau menangani kasusnya.

__ADS_1


"Benar tapi karena orang itu sangat keras kepala jadi dia tidak mendengarkan apa kata atasannya dan lagi kak dengarkan aku baik-baik, aku mohon pada kakak misalkan polisi tersebut datang menemui kakak dan menanyakan tentang kronologi kejadian waktu kakak di culik kakak jangan bilang semua ini adalah perbuatan Leon karena itu akan membahayakan kakak dan juga polisi itu kakak bisa mengatakan apapun asal jangan membawa bawa Leon" Aria mengatakan itu karena Aria tau Leon orang yang sangat ambisius dan akan menggunakan segala cara untuk mencapai keinginannya itu.


"Baiklah kakak mengerti kakak juga khawatir Leon akan mengincar polisi itu juga" Javier mengerti dengan perkataan Aria karena Leon memang orang yang sangat berbahaya.


"Ah iya kak, apa tidak sebaiknya kita pindah saja dari apartemen itu dan membeli sebuah rumah biar polisi dan juga Leon tidak bisa menemukan keberadaan kakak" Aria mengusulkan untuk pindah dari apartemen itu karena Giovanni dan juga Leon pasti mengetahui alamat tempat tinggal Javier, Aria takut nanti saat Javier sendirian di rumah Leon tiba-tiba datang dan mencelakai kakaknya lagi.


"Baiklah kita akan pindah dari apartemen itu tapi kita akan mencari rumah yang tidak terlalu besar karena kita hanya berdua saja apa kamu tidak keberatan Aria?"


"Aku tidak keberatan sama sekali mau itu rumah besar atau kecil asalkan aku bisa bersama kakak terus" Aria tersenyum ceria pada Javier.


"Kamu ini ya, bukannya kalau sudah menikah nanti kamu akan meninggalkan kakak dan pergi mengikuti suamimu"


"Kakak jangan bicara seperti itu aku masih tidak ada pikiran untuk segera menikah"


"Ya sudah itu terserah kamu kakak tidak akan memaksamu untuk segera menikah" Javier tersenyum lembut pada Aria.


"Oh iya sepertinya tadi kakak mendengar suara seorang pria disini, apa kamu membawa temanmu kesini Aria?" Saat sadar tadi Javier sempat mendengar Aria berbicara dengan seorang pria.


"Tidak mungkin jelas-jelas suaranya berbeda" Javier yakin itu bukan suara dokter karena suara tersebut sangat berbeda.


"Aria apa kamu menyembunyikan sesuatu dari kakak?" Javier menatap Aria.


"Bagaimana ini aku tidak mungkin terus berbohong pada kakak" Aria masih menimbang-nimbang apa dia akan mengatakannya atau tidak tapi detik berikutnya terdengar suara yang sangat familiar di pendengaran Aria.


"Itu saya.."


Aria dan Javier lalu menengok ke arah sumber suara dan mereka berdua melihat Herald sudah ada di depan pintu dalam ruangan tersebut sambil tersenyum.


"Kamu..." Javier mengingat Herald karena dia sangat tidak menyukai pria itu.


Herald kemudian menatap Aria "Maaf Aria aku tidak bisa menunggu di luar sementara kamu terus berbohong pada kakakmu cepat atau lambat kakakmu pasti akan bertemu denganku" Herald kemudian berjalan dan menghampiri kakak adik itu.


"Aria katakan pada kakak semenjak kapan kamu bertemu dengan Herald?"

__ADS_1


"Kak maafkan aku, aku bertemu dengannya kurang lebih tiga hari yang lalu dan juga dia menemaniku saat aku menjaga kakak sendirian di sini jadi bisakah untuk sekarang kakak tidak memarahinya"


"Apa itu benar?" Javier menatap Herald yang sekarang ada di sampingnya.


"Itu benar saya baru saja pulang dari luar negeri lalu saat saya kembali ke sini saya langsung menemui Aria dan menemaninya untuk menjaga anda agar Aria tidak kesepian"


"Kalian tidak melakukan hal yang aneh-aneh kan?" Javier menatap tajam ke arah Aria dan juga Herald secara bergantian.


"Kami tidak melakukan hal aneh" Herald yang menjawab pertanyaan Javier.


"Aku tidak percaya denganmu, Aria jawab kakak kalian tidak melakukan hal yang diluar batas kan?" Javier menatap tajam pada Aria.


"Kami tidak melakukan hal seperti itu kakak tenang saja" Aria menggeleng pelan.


"Baiklah untuk sekarang aku tidak akan memarahimu karena kamu sudah menemani Aria"


"Makasih kak" Aria merasa sedikit tenang karena tidak akan mendengar Javier memarahi Herald seperti dulu.


"Apa kakak mau makan sesuatu biar nanti aku belikan untuk kakak"


"Terserah kamu Aria, kakak akan memakan apapun yang kamu bawa"


"Baiklah kalau gitu aku pergi sebentar oh iya Herald aku titip kakak sebentar tolong bantu kakak kalau kakak butuh sesuatu" Aria menatap Herald yang sedang berdiri di sampingnya.


"Baiklah kamu jangan khawatir aku akan menjaga kakakmu"


Aria menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju sofa untuk mengambil tasnya dan pergi dari ruangan tersebut untuk membeli makanan.


Seketika di dalam ruangan tersebut menjadi hening dan tidak ada yang mau berbicara duluan. "Ah ini sangat canggung" batin Herald sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Javier yang melihat Herald terlihat tidak terlalu nyaman dan canggung kemudian mengalah dan mengajak Herald berbicara.


"Hey duduklah aku mau bicara sesuatu denganmu"

__ADS_1


__ADS_2