
"Sepertinya ini sudah cukup"
Sudah dua hari Herald berada di dunia bawah dan hari ini Herald sedang berada di taman yang terletak di samping mansionnya.
Herald sedang memetik beberapa tangkai Bunga Mawar Ungu di taman itu dan baru berhenti saat di tangannya sudah terkumpul beberapa tangkai bunga.
"Aria pasti akan menyukai ini" ucap Herald sambil tersenyum
"Oh iya Rudiger, kamu bawa satu tanaman bunga Mawar Ungu yang ada di dalam pot itu dan masukan ke dalam mobil saya" Herald melirik Rudiger yang dari tadi berada di belakangnya.
"Baik tuan"
Rudiger langsung melakukan perintah Herald dan pergi dari taman itu menuju mobil Herald yang terparkir di halaman depan mansion.
Herald meraih sebuah tali untuk mengikat bunga yang ada di tangannya "Selesai, aku yakin Aria akan menyukai bunga ini"
Herald kemudian pergi dari taman itu dan berjalan menuju halaman depan mansionnya untuk menghampiri Rudiger "Apa kamu sudah meletakkannya di dalam?" Begitu sampai di halaman depan Herald langsung menanyakan hal yang dia perintahkan pada Rudiger.
"Sudah tuan, saya sudah memasukkan tanaman itu ke dalam mobil"
"Bagus, kalau gitu aku pergi dulu dan kalau ada yang datang ke mansion untuk mencariku bilang saja padanya aku sedang sibuk"
"Baik"
Herald mengangguk kemudian segera memasuki mobilnya dan pergi dari mansion itu menuju dunia luar.
_____
"Kak, apa tidak sebaiknya kakak dirumah saja dan tidak usah mencari kerja"
Aria sedang berada di ruang tv dengan kakaknya yang saat itu sudah rapih memakai setelan jas hitamnya. "Kalau kakak tidak bekerja mau makan apa kita?" Javier menaikan satu alisnya.
"Biar aku saja yang bekerja, aku tidak mau kakak nanti bertemu lagi dengan Leon" Aria masih cemas pada Javier karena takut kalau Javier pergi jauh dari kawasan rumah itu Javier akan bertemu dengan Leon.
"Kakak akan berhati-hati dan juga kesempatan kakak berpapasan dengan Leon itu lima persen karena kita kan sudah beda kota"
"Tetap saja kan masih ada kesempatan lima persen, aku takut Leon mencelakai kakak lagi kalau sampai dia mengetahui kakak baik-baik saja sekarang"
"Aria dengarkan kakak, kalau sampai kakak nanti berpapasan dengan Leon kakak yakin Leon tidak akan ceroboh dan langsung menyerang kakak begitu saja lagipula kakak yakin Leon sudah mengira kakak sudah mati jadi kamu tidak perlu khawatir Leon pasti hanya akan mengira kakak orang yang mirip saja"
Leon memang mengira Javier sudah terbunuh jadi besar kemungkinan kalau Leon berpapasan dengan Javier, Leon hanya akan mengira Javier adalah seseorang yang mirip saja.
Aria menghela nafas pelan "Ya sudah tapi kakak mencari kerjanya jangan jauh-jauh, di sekitar sini saja"
"Baiklah kakak akan mencari pekerjaan di sekitar sini semoga saja ada lowongan" Javier mengelus kepala Aria dengan lembut.
"Oh iya kapan kamu akan mulai masuk kerja lagi?"
Javier menanyakan pekerjaan Aria karena Aria sudah cukup lama cuti bekerja.
"Mungkin aku akan mulai masuk kerja besok"
"Baiklah kalau gitu jaga rumah ya kakak pergi cari pekerjaan dulu"
Aria menganggukkan kepalanya. Javier kemudian pergi dari rumahnya untuk mencari pekerjaan karena Javier sudah tidak bekerja lagi di perusahaan Leon otomatis Javier sekarang menganggur dan Javier memutuskan untuk mencari pekerjaan baru.
Setelah melihat kakaknya sudah keluar rumah Aria kemudian duduk di atas sofa depan tv. "Aku bosan, apa aku ke dunia bawah saja ya"
Saat sedang memikirkan apa yang akan Aria lakukan hari itu ponsel Aria berbunyi dan disana tertulis nama Herald.
"Ada apa?"
"Aku sudah berada di depan rumahmu"
__ADS_1
"Di depan rumahku? Bukannya kamu sedang sibuk mengurus pekerjaanmu?"
"Aku sudah selesai mengurusnya, cepatlah keluar aku membawakan sesuatu untukmu"
"Baiklah" Aria mengakhiri panggilan itu lalu bangun dan berjalan menuju pintu depan rumahnya.
Begitu membuka pintu, Aria langsung melihat Herald yang sedang berdiri di depan pintu sambil tersenyum lembut padanya.
"Astaga!! Kamu mengejutkanku" Aria terkejut karena begitu membuka pintu Herald sudah ada dan berdiri tepat di depan pintu.
Herald yang melihat Aria terkejut hanya bisa tersenyum lembut "Aku membawakanmu bunga yang waktu itu aku katakan padamu"
Herald memberikan buket bunga yang tadi dia buat kepada Aria. Aria melihat bunga Mawar Ungu yang sangat cantik dan elegan di depannya.
Aria mengambil bunga yang Herald berikan "Bagaimana? Apa kamu menyukai bunga itu?" Herald bersemangat dan tidak sabar ingin mendengar pendapat Aria tentang Mawar Ungu yang dia bawa.
"Bunga yang elegan aku menyukainya" ucap Aria sambil memandang bunga yang ada di tangannya.
"Benarkah, aku senang kamu menyukainya dan satu lagi aku membawakanmu tanaman bunga itu juga sebentar aku ambilkan"
Herald lalu berbalik dan berlari kecil menuju mobilnya untuk mengambil tanaman Mawar Ungu yang ada di dalam mobilnya. Setelah meraih tanaman itu, Herald lalu kembali menutup pintu mobil dan berjalan menuju Aria.
"Ini.. aku membawakan tanaman bunga Mawar Ungu itu untuk kamu tanam di tamanmu"
"Kamu menyiapkan ini untukku?" Aria sedikit tidak percaya pada Herald.
"Tentu saja bahkan aku sendiri yang memetik bunga itu untukmu"
"Dia sendiri yang memetik bunga ini, itu sesuatu yang mustahil dia lakukan tapi sekarang dia melakukannya untukku" batin Aria sambil menatap wajah Herald yang masih tersenyum.
"Ah iya, kamu akan menaruh bunga ini dimana? Biar aku yang meletakkannya"
"Letakkan dulu tanaman itu di samping pintu, nanti aku akan membawanya ke dunia bawah"
"Masuklah.." Aria mempersilahkan Herald untuk memasuki rumahnya.
Mereka berdua lalu masuk kedalam rumah itu dan berjalan menuju ruang tv. Herald duduk di atas sofa sementara Aria berjalan menuju vas bunga yang masih kosong dan memasukan bunga Mawar Ungu itu ke dalam vas tersebut.
"Ini sangat cantik" gumam Aria.
_____
"Tuan Louis tolong biarkan saya masuk dan bertemu dengan nona Rose"
Di dunia bawah tepatnya di depan gerbang mansion milik organisasi Black Rose nampak seorang pria tampan dan gagah sedang berteriak karena tidak di perbolehkan untuk masuk ke dalam mansion itu.
"Tuan, lebih baik anda pergi dari sini" ucap penjaga gerbang pada pria yang sedang berteriak itu.
"Saya mau bertemu dengan nona Rose"
"Tuan, nona Rose sedang tidak ada di dalam mansion sekarang sebaiknya anda pergi dari sini"
"Saya tidak akan pergi sebelum bertemu dengan nona Rose"
Pria itu kemudian kembali berteriak "Tuan Louis apa anda mendengar saya tolong biarkan saya masuk"
Louis berada di ruang depan mansion itu bersama dengan Hans dan mereka berdua sedang melihat pria yang daritadi berada di depan gerbang itu.
"Bagaimana ini tuan, sepertinya dia tidak akan menyerah kali ini" ucap Hans pada Louis yang ada di sampingnya.
"Giovanni, dia pria yang sangat keras kepala saya bahkan sudah menggunakan berbagai macam cara untuk mengusirnya namun dia tetap kembali lagi ke sini"
Pria yang sedang berteriak dan berada di depan gerbang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Giovanni polisi sekaligus detektif di dunia luar.
__ADS_1
"Tuan Louis sebaiknya anda hubungi Nona Aria bagaimana sebaiknya kita mengurus pria itu" saran Hans pada Louis.
"Baiklah saya akan menghubungi nona Aria, saya permisi dulu"
Hans mengangguk pelan setelah itu Louis pergi dari sana dan berjalan agak menjauh dari Hans lalu mengambil ponsel yang ada di dalam saku jasnya dan menghubungi Aria.
"Oh Aria.."
"Kenapa Louis?"
"Aria itu... Giovanni dia kembali lagi dan sekarang sedang berada di depan gerbang memaksa untuk bertemu kamu tapi aku tidak membiarkan dia masuk dan menutup gerbangnya"
"Dia kembali lagi?"
"Benar, dia sangat keras kepala apa yang sebaiknya aku lakukan padanya kalau seperti ini terus dia akan mengganggu pekerjaan kita"
"Dia sangat keras kepala, baiklah suruh dia masuk aku akan kesana sekarang"
"Baik.."
-**Hallo Author Yunniiparkk disini.. Saya ingin mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada para pembaca yang sudah mampir dan membaca karya saya.
Saya sangat berterimakasih karena kalian sudah mendampingi saya sampai saat ini. saya sangat terharu dan senang waktu pertamakali ada yang membaca karya saya
Buat yang sudah membantu dan mendukung karya saya, saya tidak tau lagi harus berkata apa selain terimakasih pada kalian. saya sangat bersemangat saat tau kalian mendukung karya saya dan itu membuat saya semakin giat lagi untuk membuat bab baru terimakasih..
Berikut adalah Pembaca yang sudah mendukung saya. terimakasih banyak untuk kalian..
Popeye Linuts
Aditia Adnan
Zamza Tuzielah
Ani Dahlia
Cempaka Isaac
Liana Lia504
Muhammad Yunus
Anonymus
Ciah
Sully Cungliiee
Echii Sinulakki
Bnga Ans
Daffa Athaya Pratama
A Yu 61
Yunita Sinaga
Anti Hardianti
Norsiah Hamsah
Terimakasih banyak sudah memberikan dukungan pada karya saya dan mohon maaf bila ada penulisan nama yang salah**..
__ADS_1