Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Awal Baru


__ADS_3

"Aria apa kamu tidak salah informasi?" Tanya Javier memastikan kemungkinan saja Aria salah mendapatkan informasi.


"Aku tidak salah informasi karena aku sendiri yang menemukan bukti itu, aku juga waktu pertama kali tau Leon adalah pelakunya langsung terbawa emosi dan bertindak gegabah, untungnya ada Herald dan Louis yang mencegahku untuk tidak bertindak gegabah"


"Leon, bajingan sialan itu, aku sangat menyesal karena pernah bekerja bertahun-tahun di perusahaannya" Javier mengepalkan tangannya dengan sangat keras.


Jelas sekali Javier terlihat sedang menahan amarahnya karena memang tidak baik kalau bertindak gegabah di situasi seperti itu.


"Kak tenanglah, aku janji aku akan membalas semua perbuatan Leon pada keluarga kita" Aria menggenggam tangan Javier.


"Tidak Aria, bukan kamu tapi kita, kakak juga akan membantumu untuk membalas perbuatan Leon, tentu saja nyawa harus dibayar dengan nyawa juga" ucap Javier dengan nada yang sangat dingin dan sorot mata yang sulit di artikan.


Aria baru pertama kali melihat kakaknya yang seperti itu jadi Aria sedikit khawatir Javier akan bertindak gegabah.


"Baiklah kita akan membalas semua perbuatan Leon, jadi kakak tenang dulu dan kita buat rencana untuk membalas Leon"


Javier mengambil nafas dalam-dalam kemudian membuangnya. Kini Javier terlihat sudah lebih tenang.


"Baiklah kita akan cari cara untuk membalas perbuatan Leon"


"Kak, sebenarnya masih banyak yang belum aku kasih tau sama kakak"


"Masih banyak? Kamu menyembunyikan sesuatu sebanyak itu dari kakak?"


"Benar, maafkan aku kak, tapi aku janji malam ini aku akan menceritakan semuanya pada kakak"


"Baiklah ceritakan semuanya, kakak akan mendengarkan ceritamu"


Aria mengangguk pelan kemudian mulai menceritakan semuanya pada Javier.


"Kak, apa kakak tau kalau di Dunia bawah itu berbeda dengan dunia luar?" Tanya Aria pada kakaknya.


Javier mengangguk pelan menjawab pertanyaan Aria.


"Di dunia bawah semua orang masuk kedalam sebuah organisasi, seperti Herald, dia juga bagian dari sebuah organisasi tapi Herald bukan ikut masuk kedalam organisasi itu, Herald mempunyai organisasinya sendiri, artinya Herald ketua atau pemimpin suatu organisasi"


"Jadi kamu masuk kedalam organisasi milik Herald? Kalian kan berteman"


"Tidak, aku sama seperti Herald, aku mempunyai organisasiku sendiri"

__ADS_1


"Apa?! Kamu mendirikan organisasimu sendiri di dunia bawah?" Javier begitu terkejut saat mengetahui Aria mendirikan organisasi di dunia bawah, dunia yang penuh dengan orang-orang berbahaya serta sadis.


"Benar, aku menamai organisasiku Black Rose, awalnya aku mendirikan organisasi itu seorang diri namun waktu itu aku bertemu dengan Louis, dia adalah rekan kerja sekaligus teman yang selalu membantu dan menemaniku membangun organisasi itu"


"Louis? Bukannya itu adalah nama yang kamu sebutkan tadi ya?"


"Benar, Louis sudah menemaniku selama kurang lebih sepuluh tahun, lalu setelah aku bertemu dengan Louis aku juga bertemu dengan rekan kerja yang lain, untungnya aku bertemu dengan rekan kerja yang sangat baik" Aria tersenyum saat mengingat pertemuannya dengan Louis, Victor serta Hans.


"Kak, dunia bawah memang sangat berbahaya tapi disana juga masih ada orang-orang baik, menurutku dunia bawah itu hampir sama dengan dunia luar hanya saja peraturannya yang berbeda"


"Kakak juga berpikir begitu saat mengenal Herald, kakak pikir dunia bawah itu sama saja dengan dunia luar mungkin hanya peraturannya saja yang berbeda" timpal Javier.


"Besok kan hari libur jadi aku mau ajak kakak ke Mansion milikku di dunia bawah, apa kakak mau? Aku juga akan mengenalkan kakak pada Louis"


"Meskipun kakak tidak menyukai dunia bawah tapi karena kamu sudah menjadi bagian dari dunia itu kakak akan pergi ke sana, kakak juga mau tau kehidupan kamu di dunia bawah seperti apa"


"Beneran kakak mau ikut denganku ke dunia bawah?" Tanya Aria karena Aria tidak percaya kakaknya mau pergi ke dunia bawah yang sangat dibencinya.


"Sudah kakak bilangkan, kakak memang tidak menyukai dunia bawah tapi itu dulu sebelum kakak mengetahui kalau dunia bawah itu sebenarnya mirip dengan dunia luar"


"Kakak tidak harus masuk ke dunia bawah, biar aku saja, aku tidak mau kakak juga dalam bahaya karena menjadi bagian dari dunia bawah"


"Baiklah kakak tidak akan menjadi bagian dari dunia bawah, kakak hanya akan melihat organisasi yang kamu pimpin saja" ucap Javier sambil mengelus pelan kepala Aria.


"Awalnya kakak tidak mengerti tapi setelah kamu menjelaskannya kakak mulai mengerti dengan keputusan yang kamu ambil dulu"


"Sekali lagi terimakasih kak" Aria memeluk Javier dengan perasaan lega karena sudah mengatakan hal yang selama ini mengganjal di hatinya.


"Ya sudah lebih baik kamu tidur gih, sekarang sudah jam tiga loh" Javier menatap jam yang ada di dinding kamarnya.


Aria melepaskan pelukannya "Iya kak, besok kita pikirkan rencana apa yang sebaiknya kita lakukan untuk membalas Leon saat sudah ada di dunia bawah, sekalian kakak membaca informasi mengenai Leon, juga informasi tentang pembunuhan Ibu dan Ayah"


"Baiklah, sekarang kamu cepat tidur, atau kamu mau tidur disini bersama kakak?" Ajak Javier sedikit bercanda pada Aria untuk mencairkan suasana.


"Kak, aku kan bukan anak kecil lagi"


Javier kemudian tertawa pelan "Ya sudah selamat malam adikku yang cantik" ucap Javier sambil mencubit pelan pipi Aria.


Aria mengangguk pelan "Selamat malam juga kak"

__ADS_1


Setelah itu Aria keluar dari kamar Javier dan berjalan memasuki kamarnya untuk segera tidur.


Javier yang melihat Aria sudah pergi lalu menjatuhkan tubuhnya keatas kasur. Javier menghela nafas pelan kemudian larut dalam pikirannya.


Berbeda dengan Aria yang langsung tertidur pulas. Javier malam itu tidak bisa tidur karena terlalu banyak pikiran apalagi saat Aria mengatakan semua rahasianya.


Meskipun Javier masih bisa menahan emosinya tapi tidak bisa dipungkiri Javier merasa sakit hati karena Aria menyembunyikan rahasia itu selama lebih dari sepuluh tahun darinya.


Javier juga tidak sepenuhnya menyalahkan Aria, dia juga merasa bersalah karena selama ini tidak begitu memperhatikan kehidupan Aria saat berada di luar dikarenakan Javier terlalu sibuk bekerja.


"Ayah, Ibu maafkan aku karena aku tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk Aria" lirih Javier sambil menatap langit-langit kamarnya.


_____


"Aria apa kamu masih tidur?"


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Aria.


Aria menggeliat kemudian membuka matanya, setelah itu Aria segera bangun dan terduduk diatas kasurnya.


"Iya kak, aku bangun nih" ucap Aria masih dengan setengah sadar.


"Cepetan kamu mandi dan segera turun untuk mengisi perutmu, ini sudah jam sepuluh"


Ternyata orang yang mengetuk pintu kamar Aria adalah Javier. Javier semalam hanya tidur dua jam dan bangun pada saat pukul setengah tujuh pagi tadi.


Javier tidak langsung membangunkan Aria karena tau Aria pasti sangat butuh istirahat, jadi Javier membiarkan Aria tidur beberapa jam lagi.


Tapi saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh dan Aria masih belum bangun juga, akhirnya Javier memutuskan untuk pergi ke kamar Aria dan membangunkannya.


Saat mendengar Javier mengatakan sudah jam sepuluh, mata Aria langsung terbuka lebar dan seketika itu juga kantuk yang masih Aria rasakan langsung menghilang.


Aria melirik jam yang menempel di dinding kamarnya dan benar saja jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih lima menit.


"Aria apa kamu mendengar ucapan kakak?"


"Iya kak, aku segera pergi mandi" jawab Aria sedikit menaikkan nada suaranya supaya terdengar oleh Javier.


"Baiklah kalau gitu kakak tunggu di bawah"

__ADS_1


"Iya kak"


Javier kemudian kembali turun dan menunggu di bawah lebih tepatnya di ruang tv bersama Herald yang belum pergi karena memang sekarang hari libur kerja


__ADS_2