
Aria melihat Leon yang baru saja mau masuk ke dalam mobilnya.
"Kenapa dia malah melihatku harusnya aku tadi tidak langsung keluar dari restoran" Yang Aria lihat di dalam restoran dan yang memanggil namanya adalah orang yang sama yaitu Leon orang yang paling Aria benci.
Leon lalu menghampiri Aria "Aria kamu sedang apa di dekat sini?" Leon bertanya sambil tersenyum.
"Saya habis makan siang" Aria menjawab dengan wajah datarnya.
"Ah begitu ya, aku juga makan di restoran ini tapi aku tidak melihatmu untungnya kita bertemu di luar" Leon lalu melirik Giovanni.
Saat mata mereka berdua bertemu Leon sudah memperlihatkan dari awal kalau dia tidak suka dengan Giovanni karena kelihatan dekat dengan Aria. Giovanni yang menyadari tatapan tidak suka Leon hanya diam tidak merespon apapun dan hanya memasang wajah datarnya sama seperti Aria.
"Aku berharap kita tidak bertemu" Aria bergumam pelan menjawab perkataan Leon.
"Aria apa kamu mengatakan sesuatu aku tidak mendengarnya" Leon masih berbicara sambil tersenyum kepada Aria.
"Tidak ada" Aria hanya menjawab singkat.
"Ngomong-ngomong Aria siapa pria yang ada di sampingmu?" Leon menanyakan Giovanni pada Aria langsung.
"Itu bukan urusan anda, saya sedang sibuk jadi apa ada yang ingin anda katakan lagi saya tidak suka basa basi" Aria sebenarnya ingin sekali langsung merobek mulut Leon dan memotong-motong tubuhnya tapi Aria tahan dan memendam dalam-dalam semua emosinya itu.
"Aku hanya ingin meminta waktumu sebentar karena kita sudah lama tidak bertemu dan mengobrol bersama"
"Leon bajingan sialan kamu berbicara seperti itu seolah tidak tau apa-apa aku tidak tahan lagi melihat senyumannya yang menyebalkan itu" Aria mengepalkan tangannya dengan sangat keras.
"Saya sudah bilang saya sedang sibuk dan juga saya tidak bisa meluangkan waktu untuk anda" Aria lalu berbalik dan ingin melangkahkan kakinya menuju rumah sakit tapi tangannya ditahan oleh Leon.
"Aria tunggu, aku mohon aku minta waktumu sebentar saja" Leon menggenggam erat tangan Aria.
"Hey lepaskan tangan saya" Aria kini menatap Leon dengan tatapan dingin.
Leon melihat tatapan itu tapi dia tidak ingin melepaskan tangan Aria. Giovanni yang melihat itu langsung melepaskan tangan Leon dari tangan Aria.
"Permisi tuan bukankah nona Aria sudah mengatakan tidak bisa meluangkan waktunya untuk anda" Giovanni lalu menarik Aria ke sampingnya menjauh dari Leon.
__ADS_1
"Siapa kamu, jangan ikut campur urusan saya dengan Aria" Leon menatap tajam kearah Giovanni.
"Siapa saya itu tidak penting buat anda saya hanya memastikan nona yang sedang bersama saya baik-baik saja" Giovanni membalas tatapan Leon dengan berani dan sedikit tersenyum sinis.
"Kau.." Leon sangat marah dengan perkataan Giovanni terlebih lagi Giovanni mengganggu Leon saat sedang berbicara dengan Aria.
"Tuan anda menyakiti nona Aria dengan cara menarik paksa tangannya dan menggenggamnya dengan sangat keras bagaimana jika tangan nona Aria patah karena anda menggenggamnya terlalu kuat?"
Leon baru menyadari saat Giovanni berkata seperti itu lalu Leon melirik tangan Aria yang tadi dia tarik. Leon melihat tangan Aria kini berwarna merah dan terlihat bekas genggaman tangan yang kuat di kulitnya.
"Aria maafkan aku aku tidak sengaja" Leon menatap Aria dan meminta maaf atas tindakannya tadi.
Aria tidak menjawab dan hanya memalingkan wajahnya tidak ingin melihat Leon lagi. Giovanni yang melihat Aria seperti itu langsung mengajaknya untuk segera pergi dari sana.
"Maaf tuan sepertinya nona Aria memang tidak mau berbicara dengan anda lagi kalau begitu kami permisi" Giovanni serta Aria lalu pergi dari depan restoran tersebut dan meninggalkan Leon yang masih mematung sambil melihat mereka berdua.
"Sialan!! awas saja kamu Aria berani-beraninya kamu menolakku dan juga siapa bajingan yang bersama dengan Aria aku akan mencari tau identitasmu dan akan membuatmu menyesal karena ikut campur urusanku dengan Aria" Leon mengepalkan tangannya dengan keras dan menatap Giovanni dengan tatapan yang sangat dingin setelah itu Leon memasuki mobilnya lalu melaju kencang meninggalkan restoran tersebut.
"Nona apa anda baik-baik saja" Giovanni melirik Aria yang ada di sebelahnya
"Nona mumpung kita akan kerumah sakit bagaimana kalau obati dulu luka anda takutnya malah menjadi semakin memburuk" Giovanni menyarankan Aria untuk mengobati luka yang Leon buat tadi karena melihat tangan Aria yang memerah dan sedikit membengkak.
"Baiklah nanti saya akan memeriksakannya"
Mereka berdua masuk kembali ke dalam rumah sakit lalu Giovanni segera memanggil dokter dan perawat untuk memeriksa luka di tangan Aria.
"Saya sudah memberikan obat pada luka anda jadi tidak akan membengkak anda tidak perlu khawatir" Dokter yang menangani Aria menjelaskan luka yang ada di tangan Aria.
"Baiklah terimakasih dok" Giovanni berterimakasih pada dokter dan perawat yang sudah mengobati Aria sementara Aria dia hanya diam saja dari tadi.
"Kalau begitu kami permisi sekali lagi terimakasih dok" Giovanni mengajak Aria keluar dari ruangan dimana Aria tadi di periksa.
"Apa anda baik-baik saja kenapa dari tadi anda hanya diam saja?" Giovanni bertanya pada Aria yang saat ini sedang berjalan di sampingnya.
"Saya hanya sedang memikirkan sesuatu"
__ADS_1
"Apa tentang kejadian tadi?" Giovanni menebak Aria masih memikirkan kejadian tadi waktu Aria bertemu dengan Leon.
"Tidak, ini hal lain" Aria menggeleng pelan
"Ah saya kira anda masih memikirkan kejadian tadi"
Mereka berdua lalu tiba di depan ruangan khusus Javier dirawat "Aku akan masuk" Aria lalu berjalan memasuki ruangan tersebut.
Sedangkan Giovanni dia kembali berkutat dengan beberapa berkas di tangannya.
Aria lalu duduk di sofa yang ada di ruangan itu "Aku hampir kehilangan kendali dan langsung menyerang bajingan itu" Aria menghela nafas pelan.
"Aku akan istirahat disini sebentar lalu setelah itu aku akan kembali ke dunia bawah dan memeriksa data dan berkas-berkas yang diambil dari gedung lelang".
Aria melirik kakaknya kemudian merebahkan tubuhnya di atas sofa dan memejamkan matanya untuk menenangkan diri dari pikiran tentang kejadian tadi di depan restoran.
"Aku sangat lelah"
Aria membuka matanya lalu melirik jam, ternyata sudah pukul dua siang Aria lalu mengambil ponselnya yang ada di dalam tas kecilnya.
Aria lalu menghubungi seseorang "Hey Louis maaf mengganggu istirahatmu"
"Ya Aria tidak apa lagian aku juga mulai bosan karena tiduran terus dari tadi"
"Louis bisakah kamu nanti siapkan berkas-berkas dan data informasi yang kita ambil dari gedung lelang"
"tentu saja bisa memangnya kamu akan kesini jam berapa?"
"Mungkin jam tujuh malam aku akan kembali ke mansion sekarang aku masih ingin bersama kakak" Aria melirik kakaknya yang masih terbaring di tempat tidur
"Baiklah nanti akan aku siapkan"
"Terimakasih Louis, sampai jumpa nanti malam" Aria lalu mengakhiri panggilan tersebut dan kembali menyimpan ponselnya kedalam tas kecilnya.
Aria kembali memejamkan matanya dan tidak lama kemudian Aria sudah tertidur mungkin karena kelelahan Aria jadi tertidur sangat cepat.
__ADS_1