
"Rencana? Apa itu tolong beritahu saya"
"Rencananya sangat sederhana, kita hanya perlu ikut menawar dan mendapatkannya".
"Apa?!! Kalau begitu apa bedanya kita dengan mereka, saya tidak setuju dengan rencana itu". Giovanni sama sekali tidak berpikir seperti Aria karena dia tidak mau menganggap Grace adalah suatu barang yang di perjual belikan. Sebaliknya Aria justru menganggap itu adalah ide yang bagus karena bisa keluar dari tempat lelang tanpa keributan.
"Lalu menurut kamu apa rencana yang bagus?..apa kita harus menerobos ke sana dan membawanya dengan paksa itu justru akan sangat merepotkan lagipula kita hanya berdua dan mereka kurang lebih ada sekitar lima puluh orang belum lagi penjaga yang ada di luar apa kamu sanggup menghadapi mereka". Aria menatap tajam Giovanni karena di situasi seperti ini seharusnya dia berpikir realistis dan melihat keadaan yang ada.
"Saya..saya hanya tidak mau menganggap Grace adalah suatu barang yang diperebutkan banyak orang"
"Aku tau apa maksudmu tapi kalau tidak dengan cara kita ikut menawarnya apa kamu punya cara lain selain tadi yang aku sebutkan dan tentu saja kalau kita menerobos ke sana itu adalah ide yang sangat bodoh". Aria masih ingin melihat bagaimana Giovanni berpikir atau bertindak di saat seperti ini.
"Saya berpikir kita akan menyelamatkannya saat sudah ada di tangan orang lain". Giovanni sedikit tidak yakin menjelaskan rencananya.
Mendengar hal itu Aria langsung menyentil dahi Giovanni "Kamu bodoh hah? Kalau seperti itu kenapa kita harus mengambil dari orang lain sementara kita juga bisa langsung mendapatkannya dengan caraku tadi".
"Tapi.."
"Tapi apa? Kamu tidak mau karena dia bukan barang terus apa bedanya dengan kita mengambil dari orang lain yang menganggap dia barang". Aria sedikit kesal dengan cara berpikir Giovanni.
"Kalau kamu tidak mau lebih baik kamu diam dan biarkan aku sendiri yang akan menawarnya" Aria melihat Giovanni akan berbicara lagi namun Aria segera melanjutkan ucapannya "sudah kubilang kamu cukup diam saja dan jangan berbuat hal bodoh kalau kamu ingin menyelamatkan kekasihmu itu apa kamu mengerti?"
"Dia bukan kekasih saya dia hanya orang yang saya kenal karena beberapa kali kami pernah bertemu". Giovanni langsung menyangkal begitu Aria mengatakan bahwa Grace adalah kekasihnya.
"Sudahlah aku tidak peduli dengan status kalian, yang terpenting sekarang adalah kamu mau menyelamatkannya kan?" Aria menatap Giovanni dan melihat pria itu menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu kamu diam saja biar aku yang menawarnya". Giovanni sebenarnya sedikit tidak setuju dengan cara Aria tapi dia juga tidak bisa memberikan solusi yang lebih baik tadi pun ide yang Giovanni berikan ditolak mentah-mentah oleh Aria karena memang Giovanni juga menganggap ide tersebut cukup bodoh.
__ADS_1
Giovanni juga tidak bisa menerobos kesana dan mengambil paksa Grace dia juga tidak akan bisa menghadapi puluhan penjaga yang ada di dalam belum lagi penjaga yang ada diluar seperti yang Aria bilang tadi jadi mau tidak mau Giovanni menuruti rencana sederhana Aria.
Mereka berdua lalu kembali fokus ke panggung lelang.
"Baiklah para tamu sekalian kali ini kami mendapatkan wanita dengan tubuh yang lumayan bagus jadi harganya akan sedikit kami naikkan. Baiklah langsung saja wanita kelima ini kami akan membukanya dengan harga lima puluh juta dolar".
"Enam puluh juta dolar.."
"Tujuh puluh lima juta dolar..."
"Delapan puluh juta dolar..."
"Sembilan puluh juta dolar.."
"Seratus juta dolar...". Ucap seorang pria tua disana.
Tidak ada yang menawar lagi setelah pria tua tadi menyebutkan penawarannya lalu saat pembawa acara ingin mengetuk palu tiga kali terdengar suara wanita yang ikut menawar.
Semua tamu yang ada tempat lelang tersebut menatap kearah Aria karena ini baru pertama kalinya ada wanita yang ikut menawar tapi saat pandangan mereka jatuh pada Giovanni yang ada di sebelah Aria mereka lalu langsung mengambil keputusan bahwa pria itu yang menginginkan wanita yang sedang di lelang dan wanita yang mengangkat papan angka hanya disuruh untuk ikut menawar.
Melihat dua orang yang menginginkan wanita lelang tersebut pria tua tadi tidak terima karena dia juga menginginkan wanita tersebut.
"Tiga ratus juta dolar.." pria tua tadi kembali menawar
"Lima ratus juta dolar". Aria masih santai dengan uang yang nanti akan di keluarkan berbeda dengan Giovanni yang kini terlihat begitu terkejut melihat Aria dengan entengnya menyebutkan nominal angka yang tidak sedikit itu.
Melihat Aria tidak juga mundur dan malah menambah dua kali lipat membuat pria tua tersebut sangat marah "Nona bisakah anda mengalah kepada pria yang sudah tua ini lagipula pria yang ada di sebelah nona kelihatannya cukup tampan pasti sudah banyak wanita yang dia punya jadi lepaskan yang satu ini untuk saya".
__ADS_1
Aria melihat kearah pria tua tadi kemudian langsung membalas ucapan pria tua tersebut. "Pak tua kalau anda sudah tua sebaiknya anda dirumah saja dan bermain dengan cucu anda untuk menghabiskan waktu sebelum kematian anda datang".
Mendengar kata-kata Aria semua tamu yang ada disana berbisik ada yang setuju dengan ucapan Aria ada juga yang biasa saja dan tidak peduli.
Pria tua tersebut melihat sekelilingnya dan dia melihat orang-orang menatapnya dengan tatapan tidak suka, pria tua itu mengepalkan tangannya dengan keras dan menahan amarahnya lalu pria tua tersebut bangun dari tempat duduknya dan berjalan kearah pintu keluar masuk tempat lelang tersebut lalu pergi dari sana.
Melihat pria tua tadi sudah pergi dan tidak ada yang berani menawar lagi maka wanita tersebut jatuh kepada Aria. Pembawa acara mengetukkan palunya tiga kali menandakan wanita tersebut sudah terjual.
Giovanni bernafas lega karena telah berhasil mendapatkan Grace meski tadi ada sedikit halangan.
"Nona bagaimana caranya saya akan membayar saya tidak mempunyai uang sebanyak itu". Giovanni memijat dahinya yang mulai pusing memikirkan bagaimana cara dia akan membayar.
"Kenapa kamu yang pusing aku kan yang menawarnya jadi aku yang akan membayarnya". Aria masih terlihat tenang dan itu membuat Giovanni membulatkan matanya.
"Apa!! Tapi kan dia kenalan saya dan juga saya yang meminta untuk menyelamatkannya jadi saya yang harus membayarnya". Giovanni terkejut karena Aria akan mengeluarkan uang pribadinya untuk seseorang yang tidak dia kenal dan lagi Aria masih terlihat santai tanpa beban.
"Kalau begitu kamu mau membayarnya bukannya tadi kamu bilang kamu tidak punya uang sebanyak itu?"
"Itu..." Giovanni terlihat sedang berpikir
"Sudahlah biar aku saja yang membayarnya lagipula dari awalkan ini memang ide yang aku buat". Aria tidak mau berdebat lagi dengan Giovanni jadi Aria memutuskan untuk langsung keluar dari ruangan yang tadi dia tempati.
Melihat Aria yang langsung berjalan keluar Giovanni menghela nafas pelan lalu mengikuti Aria keluar dari ruangan tersebut.
Setelah keluar dari ruangan tempat mereka melakukan lelang tadi mereka berdua berjalan di koridor panjang dan sedang menuju suatu tempat.
"Nona kita akan kemana?". Giovanni masih tidak begitu mengerti dengan peraturan lelang di dunia bawah.
__ADS_1
"Kita akan ke tempat dimana kita bisa mengambil barang yang tadi sudah kita beli".
Giovanni mengangguk paham lalu berjalan sejajar dengan Aria menuju tempat barang lelang.