Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Pembunuhan Di Sore Hari


__ADS_3

"Kamu benar, mereka tidak mungkin berniat baik dengan berbagai macam senjata yang ada di tangan mereka"


Aria serta Herald melihat sepuluh orang yang menghadangnya dengan motor masing-masing itu turun dari motornya dan berbaris rapih di depan mobil Herald.


"Ngapain mereka malah berbaris begitu, apa mereka mau mengantri sembako" Aria berkata seperti itu karena merasa konyol melihat tingkah laku geng motor itu.


"Aku juga tidak tau" jawab Herald sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa mereka geng motor?" Tanya Aria pada Herald sambil memperhatikan orang-orang yang dicurigai sebagai geng motor itu.


"Sepertinya begitu, tapi aku tidak tau kenapa mereka menghadang kita, apa kamu punya masalah sama geng motor?" Herald menatap Aria.


"Tidak, aku tidak punya masalah apapun dengan geng motor justru aku kira kamu yang punya masalah dengan mereka, makannya mereka menghadang kita karena sudah hafal plat mobilmu" Aria juga heran kenapa geng motor itu menghadangnya kalau dirinya juga Herald tidak mempunyai masalah dengan para geng motor itu.


"Apa mereka suruhan seseorang atau mereka hanya mencari korban dengan random, biasanya kan geng motor seperti itu"


"Aku tidak tau, ah...aku malas meladeni mereka" ucap Aria sambil menyandarkan punggungnya pada jok mobil.


"Biar aku saja yang membereskan mereka dan mencari tau apa tujuan mereka, kamu disini saja" Herald menatap lembut Aria yang tengah bersandar dengan malas.


"Kamu yakin tidak memerlukan bantuanku, mereka banyak loh ada sepuluh orang" Aria menatap Herald yang kini malah tersenyum.


"Tenang saja, aku bisa menghadapi mereka, kalau kamu saja bisa menghadapi puluhan bahkan ratusan orang sendirian kenapa aku ngga?" Herald menaikkan satu alisnya.


"Baiklah terserah kamu, habisi mereka secepat mungkin, aku tidak mau kakak khawatir karena kita belanja sangat lama"


"Baiklah, kamu tunggu disini"


Herald lalu keluar dari dalam mobil dan berjalan santai menuju geng motor itu. Saat Herald sudah berada di depan mobilnya juga di hadapan geng motor itu Herald berhenti melangkahkan kakinya.


"Siapa kalian?" Ucap Herald dengan wajah datarnya.


Salah satu dari mereka lalu melangkah maju dan menjawab pertanyaan Herald.


"Kami adalah geng motor yang paling di takuti di kota A" ucap pria itu dengan sangat percaya diri seolah-olah setiap orang yang mendengar nama kelompoknya akan langsung ketakutan dan lari terbirit-birit.


"Lalu kenapa kalian menghadang jalanku" Herald masih tenang dengan wajah datarnya.


"Kau!! Kamu tidak takut setelah mendengar nama geng kami" pria itu menunjuk Herald dengan ekspresi terkejutnya.


"Kenapa juga aku harus takut pada kalian parah sampah masyarakat"


"Tidak mungkin!! Nama geng motor kami sudah sangat terkenal di kota A dan siapapun yang mendengar nama kami mereka akan sangat ketakutan"


"Sudah aku bilang, kenapa aku harus takut pada sampah seperti kalian yang hanya bisanya main keroyokan"


"Kau!!.."


Pria itu jelas marah dengan perkataan Herald, terlihat dari wajahnya yang kini memerah "Kalian semua habisi bajingan ini dan rampas hartanya!! Kalian juga tadi melihat di dalam mobil ada seorang wanita cantik kan, kita akan bersenang-senang dengan wanita itu begitu kita menghabisi bajingan ini" ucap pria itu menggebu yang ternyata adalah ketua geng motor tersebut.


"Kalian mau menghabisiku dan bermain dengan wanita yang ada di dalam mobil" Herald menggeleng pelan.


"Sebaiknya kalian tidak berurusan dengan wanita itu karena ibarat kalian keluar dari kandang harimau masuk ke kandang singa"


"Omong kosong!! Kalian semua cepat serang dan habisi dia!! Ucap ketua geng motor itu.


Herald hanya menggeleng pelan dan masih bersikap tenang meskipun sembilan orang kini sedang berlari sambil membawa berbagai jenis senjata ke arahnya.

__ADS_1


Dorr!!


Tiba-tiba terdengar suara tembakan entah dari mana dan satu anggota geng motor sudah tergeletak tak bernyawa.


Semua anggota geng motor yang ingin menyerang Herald tiba-tiba berhenti karena melihat satu rekannya sudah tergeletak tak bernyawa dengan luka tembakan di kepalanya.


"Apa itu?!!.."


Semua anggota geng motor langsung menatap Herald begitupun dengan ketua geng motor tersebut. Namun saat mereka semua melihat Herald, mereka menemukan Herald masih berdiri dengan posisi tangan yang terlipat di dada dan mereka tidak menemukan pistol di tangan itu.


"Kenapa kalian semua menatapku? Bukan aku yang menembak teman kalian itu" Herald masih bersikap tenang.


"Omong kosong!! Kalau bukan kamu siapa lagi yang menembaknya!!" Teriak ketua geng motor itu sambil menunjuk Herald.


"Ya sudah kalau kamu tidak percaya, lagi pula aku daritadi hanya diam saja tidak melakukan apapun"


"Kau!!"


Dorr!! Dorr!!


Terdengar lagi suara tembakan dan kini yang tergeletak tidak bernyawa ada dua orang masih dengan luka yang sama yaitu luka tembakan di kepalanya.


"Apa?!! Tidak mungkin!!"


Semua anggota geng motor begitu terkejut saat mendengar suara tembakan dan tiba-tiba dua rekannya sudah terjatuh dan tidak bernyawa lagi.


Tapi yang membuat mereka semua shock adalah tangan Herald yang masih terlihat di dada juga dari tadi mereka semua sedang memperhatikan Herald dan mereka semua melihat Herald tidak mengeluarkan pistol ataupun memegang pistol.


Jadi mau tidak mau semua anggota geng motor itu percaya bahwa bukan Herald yang menembak rekan mereka.


"Apa ada orang lain di sekitar sini, dan orang itu yang menembaki anggotaku, ini gawat!!" Batin ketua geng motor itu.


Masalahnya mereka semua kini sedang berada di ruangan terbuka dan juga hari sudah mulai sore, ditambah para geng motor itu menghadang mobil Herald di jalan yang kanan kirinya dipenuhi pepohonan jadi memudahkan orang lain untuk bersembunyi di balik pepohonan itu sambil membawa pistol atau sniper di tangan mereka.


"Jangan-jangan ada yang sedang mengincar geng motorku di balik pepohonan ini" ketua geng motor itu melihat kanan kirinya yang berisi pepohonan.


"Ketua bagaimana ini" ucap salah satu anggota geng motor yang kini berjarak beberapa meter saja dari Herald.


Ketua geng motor itu melihat anggotanya yang bertanya tadi lalu beralih ke anggotanya yang lain dan ketua geng motor itu melihat semua anggotanya yang tersisa terlihat ketakutan.


Wajar saja mereka semua ketakutan, walaupun mereka membawa berbagai macam senjata di tangannya tapi kalau lawan mereka membawa pistol apalagi musuh mereka kali ini tidak terlihat dan mungkin sedang bersembunyi di balik pepohonan, tentu saja merdeka semua akan ketakutan karena bagaimanapun pistol lebih cepat dibanding tangan mereka.


"Baiklah kita mundur!!! Ucap ketua geng motor itu.


"Kalian semua sudah maju dan berniat menyerangku kenapa kalian malah ingin mundur, aku tidak akan membiarkan kalian bertindak sesuka hati kalian"


"Jangan pedulikan ucapan bajingan itu!! Cepat mundur!!"


Semua anggota geng motor serempak menganggukkan kepala mereka dan berniat untuk mundur namun yang terjadi adalah terdengar kembali suara tembakan dari balik pepohonan dan kini yang tertembak adalah anggota yang tadi berbicara pada ketua geng motor.


"Tidak!!!" Ketua geng motor itu begitu murka karena kehilangan anggotanya lagi.


"Kalian ngapain malah diam saja!!! Cepat pergi dari sana!!"


Tapi baru saja para anggota geng motor itu ingin pergi, Herald mengeluarkan sebuah pistol dari balik jaketnya dan menembak tiga orang anggota geng motor.


Dorr!! Dorr!! Dorr!!

__ADS_1


"Tidak!!!"


Kini tubuh ketua geng motor itu gemetar hebat karena melihat Herald juga mempunyai pistol di tangannya. Apalagi sekarang anggota geng motor yang tersisa tinggal dua orang dan semua sisanya mati.


"Sudah aku bilang kan, aku tidak akan membiarkan kalian pergi"


Dorr!! Dorr!!


Herald menembak dua anggota geng motor yang tersisa dan kini tinggal ketua geng motor itu sendiri yang masih hidup.


Herald kemudian berjalan menuju ketua geng motor itu.


"Berhenti kamu, ngapain kamu kesini" ketua geng motor itu terlihat sangat panik saat melihat Herald berjalan kearahnya sambil membawa sebuah pistol di tangannya.


"Sial.. aku hanya mempunyai celurit ini sebagai senjataku" batin ketua geng motor.


Ketua geng motor itu lalu melirik motornya yang terletak tidak jauh darinya. "Lebih baik aku kabur dari sini"


Ketua geng motor itu ingin berlari kearah motonya namun sayang, Herald sudah terlebih dulu menebak isi kepala pria itu dan tanpa basa-basi Herald langsung menembak kaki ketua geng motor itu.


"Arghh..."


"Mau kemana kamu" Herald kini sudah berada di depan ketua geng motor tersebut.


"A-ampuni aku, aku janji aku tidak akan mengganggumu lagi"


Dorr!!


"Arrghhh"


Bukannya mendengarkan permintaan ampun dari ketua geng motor itu, Herald malah menembak lagi kaki pria itu.


"Aku benci seseorang yang meminta ampun padaku, dan perlu kamu tau aku tidak pernah memberi ampun pada orang-orang yang telah mencari masalah denganku atau mengusikku" Herald masih memasang wajah datar namun dari nada bicaranya yang dingin sudah bisa dipastikan bahwa Herald tidak menyukai seseorang yang meminta ampun padanya.


"A-aku.."


Dorr!! Dorr!!


Herald menembak kedua tangan ketua geng motor itu sehingga kedua tangannya tidak bisa digerakkan lagi.


Herald kemudian memasukkan kembali pistol itu kedalam jaketnya dan kini Herald meraih celurit yang tergeletak diatas tanah karena pemilik celurit itu sudah tidak bisa menggunakan tangannya lagi.


Celurit itu adalah milik ketua geng motor yang kini terlihat sangat kesakitan karena luka di kedua tangan juga kakinya.


"Aku mohon maafkan aku" lirih ketua geng motor itu pada Herald


"Bagaimana kalau aku membunuhmu dengan senjata yang kamu bawa sendiri" Herald menatap pria yang berlutut di hadapannya.


"Tolong a-ampuni aku, maafkan aku"


"Sudah aku bilang, aku tidak pernah mengampuni atau memaafkan musuhku jadi, selamat tinggal"


Herald lalu menebas kepala ketua geng motor itu dan setelah kepalanya terlepas Herald lalu membelah kepala itu menjadi dua baru setelah itu Herald membuang celurit yang ada di tangannya keatas jalan aspal.


Herald memakai sarung tangan sehingga dirinya tidak akan terlibat masalah lagi begitu jasad para geng motor ini di temukan.


"Kalian keluarlah.."

__ADS_1


__ADS_2