Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Giovanni VS Anggota Red Blood


__ADS_3

Giovanni yang sedang sibuk memeriksa beberapa berkas akhirnya selesai juga lalu bangun dari tempat duduknya dan berniat menghampiri Aria ke dalam ruangan tapi saat Giovanni melihat dari jendela di pintu Giovanni melihat Aria yang sedang tertidur pulas di atas sofa.


"Dia pasti sangat kelelahan lebih baik aku tidak mengganggunya" Giovanni mengurungkan niatnya untuk menghampiri Aria.


"Aku harus menyerahkan laporan ini ke kantor, disini juga rumah sakit besar jadi tidak mungkin ada yang akan mencelakai Aria dan juga kakaknya ditambah banyak sekali CCTV di rumah sakit ini jadi lebih baik aku ke kantor dulu lalu nanti kembali lagi ke sini kalau sempat"


Giovanni memutuskan untuk kembali ke kantor karena ingin menyerahkan berkas laporan yang tadi dia periksa. Giovanni lalu mengambil tas hitam berisi berkas laporan tersebut dan berjalan menuju pintu keluar rumah sakit.


------------


Leon berada di dalam ruang kerjanya di perusahaan teknologi miliknya. Leon kini sedang fokus kepada sebuah laptop yang ada di depannya.


"Aku akan menemukanmu bajingan sialan tunggu saja" ternyata Leon sedang mencari informasi tentang Giovanni dan data pribadinya.


Dua puluh menit kemudian Leon berhasil menemukan informasi tentang Giovanni namun data pribadi pria tersebut tidak bisa Leon retas dan hanya bisa mengetahui informasi tentang nama panggilan dan juga pekerjaan Giovanni saja.


"Meskipun aku tidak bisa meretas data pribadinya tapi aku masih bisa menemukan informasi tentang dirinya karena dia bekerja di bidang kepolisian" Leon tersenyum puas karena bisa mengetahui nama dan pekerjaan Giovanni.


"Giovanni ya, lihat saja aku akan memberimu pelajaran karena sudah berani menggangguku dan juga berani menyentuh Aria"


Leon lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang "Ini aku, kirim beberapa orang ke daerah Z dan cari seseorang disana lalu habisi orang itu, nanti akan aku kirimkan fotonya" setelah mengatakan hal tersebut Leon lalu mengirim foto Giovanni ke nomor yang tadi dia hubungi.


"Giovanni tamat riwayatmu sekarang" Leon kini tersenyum lebar dan sangat tidak sabar mendengar kabar baik yang akan segera dia terima dari anak buahnya.


----------


Giovanni sudah sampai di kantornya dan segera masuk kedalam kemudian memberikan beberapa berkas itu pada atasannya. Setelah selesai memberi laporan Giovanni kemudian kembali ke meja kerjanya dan saat Giovanni sudah duduk di kursinya ada seorang pria menghampirinya.


"Pak Gio, apa anda serius akan tetap mencari pelaku walaupun dari dunia bawah?" Tanya seseorang yang tadi menghampiri Giovanni.


"Tentu saja saya akan tetap mencarinya walaupun hanya saya sendiri karena ada dua korban disini untungnya keduanya masih bisa diselamatkan" Giovanni sudah yakin dengan pendiriannya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu semoga anda bisa menangkap pelaku maaf saya tidak bisa ikut membantu" ucap pria tersebut.


"Tidak apa, saya mengerti posisi anda pak walaupun anda ingin membatu tapi anda harus mempertaruhkan pekerjaan dan nyawa anda tentu saja tidak akan ada orang yang mau mempertaruhkan semua itu jadi anda tidak perlu minta maaf dan juga ini kemauan saya sendiri untuk menangkap pelaku"


Giovanni mengerti betul kondisi rekan kerjanya meskipun mereka ingin membantu tapi mereka harus mempertaruhkan nyawa dan pekerjaannya sedangkan mereka semua sudah memiliki keluarga jadi mereka lebih mementingkan keluarga mereka. Giovanni juga tidak marah dan kecewa dengan rekan kerjanya karena memang dunia bawah itu sangat kejam dan orang-orang dari dunia luar tidak ada yang berani untuk berurusan dengan orang dari dunia bawah.


"Ya sudah pak, kami hanya bisa memberikan dukungan dan semangat pada anda, kalau begitu saya permisi mau kembali bekerja"


Giovanni menganggukkan kepalanya lalu melihat rekan kerjanya itu berjalan dan kembali duduk di tempat kerjanya.


Giovanni menghela nafas pelan kemudian kembali fokus ke pekerjaan yang ada di depannya.


Tidak terasa langit sudah mulai berwarna jingga dan matahari juga sudah ada di sebelah barat dan sebentar lagi terbenam. Giovanni menghentikan pekerjaannya karena sudah waktunya bergantian dengan rekan kerjanya yang kebagian kerja malam.


Giovanni keluar dari kantor tersebut dan memasuki mobil berwana silver. Giovanni langsung membawa mobil tersebut melaju ke tengah jalan. Dua puluh menit kemudian Giovanni melajukan mobilnya kearah jalan kecil karena dia mengambil jalan pintas supaya cepat sampai ke rumahnya.


Tidak lama Giovanni memasuki jalan kecil tersebut mobil Giovanni dihadang oleh tiga buah motor dan di setiap motor terdapat dua orang.


Giovanni menghentikan mobilnya dan tidak langsung keluar dari mobil karena sudah menyadari orang-orang yang menghadangnya bermaksud tidak baik.


"Hey keluar kamu sekarang juga" ucap salah seorang dari dua orang yang menghampiri mobil Giovanni.


Giovanni menghela nafas pelan kemudian bergumam "Kebetulan sekali aku sedang membutuhkan sesuatu untuk aku pukul" Giovanni lalu tersenyum tipis dan melepaskan sabuk pengaman yang dia pakai.


Giovanni menaruh pistolnya di dalam mobil karena tidak bisa sembarangan untuk memakainya. Giovanni membuka pintu mobilnya dengan cepat dan tiba-tiba lalu pintu mobil tersebut menghantam dua orang yang tadi menghampirinya hingga jatuh ke atas jalan aspal.


Tidak sampai disana Giovanni juga langsung memukul kepala dua orang itu dengan sangat keras menggunakan tongkat besi yang tadi dia bawa dari dalam mobil. Seketika itu juga dua orang yang tadi menghampiri Giovanni langsung pingsan karena pukulan keras yang menghantam kepala mereka berdua.


Melihat dua rekannya dalam waktu sekejap langsung tidak sadarkan diri membuat keempat orang tersebut menjadi waspada terhadap Giovanni yang kini tengah ada di hadapan mereka.


"Siapa kalian?" Giovanni bertanya kepada empat orang berpakaian serba merah di hadapannya.

__ADS_1


"Kamu tidak usah tau siapa kami yang jelas ketua kami meminta kami untuk menghabisimu tapi tentu saja kami tidak akan langsung menghabisimu karena kami akan menyiksamu terlebih dulu" ucap salah satu dari mereka.


"Ketua ya, apa kalian dari dunia bawah? Seingatku aku belum berurusan dengan orang dari dunia bawah" Giovanni mencoba mengingat-ingat apa dia pernah bersinggungan dengan orang dari dunia bawah.


"Baguslah kalau kamu sudah tau kami dari mana kamu sekarang pasti sangat ketakutan karena berhadapan dengan orang dari dunia bawah"


"Kalian terlalu percaya diri, kenapa juga aku takut dengan sampah seperti kalian yang hanya bisa menggonggong seperti anjing di depan ketua kalian" Giovanni tersenyum tipis kearah empat pria berpakaian merah darah tersebut.


"Kau!! aku akan membuatmu tidak lagi bisa berbicara kalian semua ayo kita buat dia menyesali ucapannya"


Mereka berempat lalu maju menyerang Giovanni menggunakan pedang yang masing-masing ada di tangan mereka. Giovanni tidak takut sedikitpun dan masih bersikap santai, Giovanni membuang tongkat besinya lalu mengambil dua buah pedang yang ada di pinggang dua orang yang sedang tidak sadarkan diri karena mendapat pukulan darinya.


Giovanni lalu menahan serangan keempat pria tersebut menggunakan dua buah pedang, Giovanni melihat celah di antara keempat pria tersebut lalu segera menggunakan kesempatan itu untuk menyerang balik keempat pria tersebut.


Giovanni menahan satu serangan yang mengarah ke perutnya kemudian menyerang balik kearah pria yang ada di samping kanannya yang sedang bersiap-siap untuk memukul kepala Giovanni menggunakan gagang pedang.


Giovanni memotong tangan pria itu lalu dengan cepat menusuk jantungnya dan seketika itu juga pria tersebut langsung tergeletak tidak bernafas lagi di atas jalan aspal.


Rekan pria yang sudah tidak bernyawa tersebut terkejut karena tiba-tiba saja pria itu tergeletak tidak bernyawa dengan luka di jantung dan tangannya yang terpotong. Giovanni tidak menyia-nyiakan kesempatan itu saat ketiga pria yang tersisa sedang berdiri mematung karena terkejut, Giovanni lalu menyerang salah satu dari mereka dan mengarah ke jantung pria yang paling dekat dengan Giovanni. Tidak berlangsung lama kini terdapat dua orang yang tergeletak tidak bernyawa di atas jalan aspal tersebut.


Dua pria yang tersisa segera mengambil jarak dari Giovanni saat melihat dua rekannya sudah tidak bernyawa dan sialnya lagi kedua rekan mereka yang lain masih tidak sadarkan diri.


"Aku ingin bertanya sekali saja siapa yang menyuruh kalian?" Giovanni bertanya dengan nada sangat dingin hingga membuat kedua pria tersebut mengeluarkan keringat dingin.


"Kamu tidak perlu tau dan sampai matipun kami tidak akan pernah memberitahu mu" ucap salah satu dari dua orang yang tersisa.


"Begitu ya, baiklah kalau itu mau kalian aku akan menghadiahkan kematian cepat untuk kalian" Giovanni lalu maju menyerang kearah dua orang pria tersebut.


Giovanni tidak berbasa basi lagi dan langsung menyerang kearah titik vital kedua orang itu. Giovanni menusukan pedangnya kearah jantung pria yang ada di sebelah kirinya kemudian Giovanni memenggal kepala pria yang ada di sebelah kanannya. Dua orang pria itu tidak bisa melawan Giovanni karena kecepatan serangan yang Giovanni lakukan tidak bisa terlihat oleh mata kedua pria itu.


Setelah selesai mengurus dua pria yang tersisa Giovanni kemudian menendang tubuh yang menurutnya menghalangi jalan untuk mobilnya lewat nanti. Giovanni berjalan kembali ke mobilnya dan melihat dua pria yang masih tidak sadarkan diri, Giovanni lalu mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar dua pria tersebut setelah itu Giovanni membunuh dua pria yang tidak sadarkan diri itu dengan cara menusuk jantungnya menggunakan pedang mereka sendiri.

__ADS_1


Selesai menghabisi semua orang yang menghadang jalannya Giovanni lalu membuang pedang tersebut dan menyingkirkan motor-motor yang menghalangi jalan kemudian setelah itu Giovanni kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.


"Siapa sebenarnya orang yang mengirim mereka dari dunia bawah, aku merasa aku belum memiliki musuh dari dunia bawah lebih baik besok aku tanyakan pada nona Rose dia kan dari dunia bawah siapa tau dia mengenali orang-orang tadi, untungnya aku sudah mengambil foto mereka dan nanti akan aku tunjukan pada nona Rose"


__ADS_2