
"Aku ketiduran.."
Aria melirik jam dan jarum jam sudah menunjukkan pukul enam. Aria bangun dan menguap pelan lalu berjalan kearah Javier yang sedang terbaring.
"Kak, maaf aku tidak bisa menemani kakak sampai malam aku masih ada urusan jadi aku pergi dulu aku juga akan suruh orang untuk jaga kakak dari luar, kalau begitu aku pergi kak selamat malam" Aria mencium pipi kakaknya kemudian berjalan keluar ruangan tersebut.
Saat Aria sudah keluar dan berada di depan pintu Aria tidak melihat Giovanni disana "Mungkin dia sudah pergi lagipula dia kan sibuk tidak mungkin akan terus berjaga disini"
Aria berjalan keluar dari rumah sakit tersebut dan menuju mobilnya kemudian Aria langsung melajukan mobil tersebut kearah kota X atau menuju mansionnya.
Saat Aria tiba di mansion Aria melihat jam di ponselnya dan menunjukkan pukul tujuh lebih. Aria lalu langsung memasuki mansion tersebut dan segera menghampiri Louis.
Aria pergi ke kamar Louis dan setelah sampai di depan pintu kamar tersebut Aria langsung mengetuknya "Louis apa kamu ada di dalam?"
Lalu terdengar suara seseorang dari dalam "Masuklah Aria aku sedang mengerjakan sesuatu"
Setelah mendengar jawaban dari Louis Aria lalu memasuki kamar tersebut dan saat itu Aria melihat Louis sedang berkutat dengan laptop dan juga tab miliknya, Aria lalu menghampiri Louis.
"Apa kamu masih menyiapkan data informasinya?" Aria bertanya saat sudah ada di samping Louis.
"Ah iya maafkan aku Aria tadi aku ketiduran jadi aku baru sempat menyiapkannya sekarang" Louis menjawab Aria sambil masih fokus kearah laptopnya.
"Tidak perlu minta maaf lagian aku tidak sedang buru-buru juga, santai saja" ucap Aria sambil menepuk pelan pundak Louis.
"Terimakasih Aria" setelah itu Louis kembali memfokuskan dirinya pada tab dan laptop yang ada di depannya sementara Aria dia berjalan kearah sofa yang ada di dalam kamar tersebut lalu duduk dan memainkan ponselnya sambil menunggu Louis selesai menyiapkan informasi dari data tersebut yang pentingnya saja.
----------
Sudah jam delapan malam tapi Leon masih belum menerima laporan dari anak buahnya yang dia suruh untuk menghabisi Giovanni.
"Kemana mereka, kenapa lama sekali biasanya hanya butuh waktu satu jam setelah itu mereka akan segera memberikan laporan padaku"
Leon mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja kerjanya lalu beberapa menit kemudian Leon memanggil seseorang yang ada di depan ruangannya.
"Ferio masuklah.."
__ADS_1
Tidak lama kemudian masuk seorang pria dari postur badannya mirip dengan Isak namun wajahnya begitu berbeda dengan Isak karena Ferio memiliki dua goresan di wajahnya.
"Ada apa ketua memanggil saya" ucap Ferio sambil membungkukkan badannya
"Ferio cari enam orang yang aku suruh untuk ke kota Z, karena sampai sekarang mereka belum juga datang dan memberi laporan" Leon menatap Ferio yang masih membungkuk di hadapannya.
"Baik ketua akan saya cari sekarang juga, kalau begitu saya permisi"
Leon menganggukkan kepalanya kemudian Ferio segera keluar untuk menjalankan tugas yang Leon berikan padanya.
Dua puluh menit kemudian ponsel Leon berbunyi, Leon mengambil ponselnya yang ada di atas meja lalu melihat nama Ferio di layar ponsel itu.
"Ferio apa kamu sudah menemukan mereka"
"Saya sudah menemukan mereka ketua tapi.." suara Ferio terdengar ragu-ragu saat akan melanjutkan ucapannya.
"Tapi kenapa? Katakan padaku" Leon berkata dengan nada dinginnya.
"Ketua mereka semua terbunuh, mungkin sudah sekitar satu jam yang lalu"
Leon berpikir sambil mengetukkan jarinya ke atas meja "Kalau mereka berenam sampai terbunuh berarti pria itu kemampuannya lumayan juga"
"Baiklah buang semua mayat mereka dan jangan sampai ada orang yang tau apa kamu mengerti Ferio"
"Baik saya mengerti ketua, saya akan mengurusnya" setelah itu Ferio mengakhiri panggilan tersebut dan langsung melakukan apa yang Leon perintahkan.
"Giovanni ya, dia cukup merepotkan setelah tidak ada lagi halangan untuk mendapatkan Aria karena Javier sudah tidak ada sekarang di samping Aria malah ada pria yang lebih merepotkan lagi, aku harus cari cara lain untuk menyingkirkan pria itu dari sisi Aria selama-lamanya"
Leon lalu mulai memikirkan cara apa yang bagus untuk menyingkirkan Giovanni dari samping Aria.
------
"Permisi tuan Louis apa anda ada di dalam?"
Dari luar terdengar suara Hans yang memanggil Louis.
__ADS_1
"Ya Hans saya ada di dalam masuklah"
Setelah mendengar jawaban dari dalam kamar Hans lalu memasuki kamar tersebut. saat Hans sudah ada di dalam kamar Hans terkejut lagi karena Aria juga ada di dalam kamar Louis "Apa nona Aria dan tuan Louis punya hubungan spesial ya, kalau benar aku setuju karena mereka berdua sangat cocok dan juga sudah mengenal lama satu sama lain" batin Hans.
"Nona Aria saya tidak tau anda ada disini maafkan saya karena mengganggu nona dan juga tuan Louis" Hans meminta maaf lalu membungkukkan badannya karena sudah mengganggu waktu berdua Aria dan Louis.
"Tidak apa Hans lagian aku hanya sedang menunggu laporan informasi yang sedang Louis rangkum" Aria menjawab Hans dengan wajah datarnya.
"Ah iya nona kebetulan anda ada disini tadinya saya mau minta tuan Louis untuk menyampaikan ini pada anda tapi karena anda ada disini saya akan langsung saja menyampaikan ini pada nona"
"Baiklah lagipula Louis sedang sibuk jadi apa yang akan kamu sampaikan Hans?" Aria menaruh ponselnya kedalam tas dan siap mendengarkan Hans berbicara.
"Begini nona sekarang di depan mansion ada seorang pria yang ingin bertemu dengan anda katanya anda juga mengenal pria tersebut tapi saya tidak bisa membiarkan pria itu masuk kedalam mansion dan saya menyuruhnya untuk menunggu di depan pintu masuk"
"Seorang pria yang ingin menemuiku, baiklah katakan padanya aku akan kesana"
"Baik nona" Hans kemudian berjalan keluar dari kamar tersebut menuju pintu masuk mansion.
"Hey Louis aku ada tamu kalau kamu sudah selesai kamu bisa meletakkan informasi itu di ruang kerjaku" Aria melirik Louis yang masih sibuk dengan tab dan laptopnya.
Louis kemudian melihat ke arah Aria "Baiklah nanti akan aku taruh di ruang kerjamu. Oh iya siapa tamu pria yang Hans maksud?" Louis penasaran dengan pria yang datang ke mansion Black Rose malam-malam begini.
"Aku juga tidak tau makannya aku akan menemuinya" Aria mengangkat bahunya karena Aria juga tidak tau siapa tamu yang dimaksud Hans.
"Begitu ya, aku kira kamu sudah membuat janji makannya ada tamu yang datang malam-malam begini"
"Aku tidak membuat janji dengan siapapun, ya sudah aku akan menemui tamu itu kamu lanjutkan saja pekerjaanmu"
Aria lalu berjalan keluar dari kamar Louis dan pergi menuju pintu masuk mansionnya sementara Louis dia melanjutkan pekerjaannya.
"Siapa ya yang mencariku malam-malam begini" sambil berjalan Aria memikirkan siapa orang yang menemuinya malam-malam begini kalau misalkan itu musuh, dia akan langsung menyerang dan tidak akan meminta ijin terlebih dulu.
Aria terus berjalan lalu beberapa menit kemudian Aria sudah tiba di pintu masuk dan saat Aria melihat pria yang dimaksud Hans Aria sangat terkejut.
"Kamu.."
__ADS_1