
"Louis?"
Pria yang sedang menatap bulan tersebut tidak lain adalah Louis. Louis lalu melirik kearah suara yang memanggil namanya dan saat Louis melihat Aria Louis langsung membungkukkan badannya.
"Nona.."
Aria dan Giovanni melangkah menuju Louis "Kapan kamu datang?"
"Kurang lebih sepuluh menit yang lalu"
"Apa kamu baik-baik saja Louis?" Saat sudah berada di depan Louis Aria langsung menanyakan keadaan Louis.
"Saya baik-baik saja nona" Louis menjawab pertanyaan Aria sambil tersenyum lembut.
"Aku tidak percaya coba aku lihat". Aria kemudian memeriksa tubuh Louis dimulai dari wajah lalu tubuhnya setelah merasa Louis benar-benar tidak apa-apa Aria lalu menghela nafas pelan.
Aria melakukan itu bukan tanpa sebab, biasanya Louis kalau terluka saat sedang bertugas tidak akan memberitahu Aria Louis hanya akan mengatakan dia baik-baik saja sampai akhirnya Victor sendiri yang mengatakan pada Aria kalau Louis terluka.
"Ekhm..nona siapa pria yang ada di belakang anda apa dia anggota baru?" Louis sebenarnya penasaran dengan pria yang berjalan bersama Aria tapi Louis tidak bisa langsung menanyakannya karena Aria tadi menghujaninya dengan beberapa pertanyaan.
"Dia tamuku akan aku ceritakan lebih detail lagi nanti" Aria bahkan hampir lupa ada Giovanni disana.
Giovanni hanya diam memperhatikan Aria dan Louis.
"Nona saya pamit pulang terimakasih sudah mengantar saya"
"Baiklah..kalau kamu mau menanyakan kabar temanmu kamu bisa menghubungi nomor yang ada di kartu ini". Aria memberikan kartu namanya pada Giovanni.
Giovanni menerima kartu itu lalu melihatnya "Black Rose.." Giovanni bergumam pelan. Di kartu tersebut ada nama organisasi Aria dan juga nomor telepon organisasi tersebut.
"Saya akan menghubungi nanti, kalau begitu saya pamit" Giovanni membungkukkan badannya kemudian melangkahkan kakinya dan pergi dari mansion tersebut.
Setelah Aria dan Louis tidak lagi melihat Giovanni mereka lalu berjalan memasuki mansion dan menuju ruang kerja Aria.
"Aria sebenarnya siapa pria tadi?" Begitu sampai di ruang kerja Aria Louis langsung menanyakan tentang Giovanni.
"Aku bertemu dengannya di pasar gelap lalu dia mengikutiku ke tempat lelang dan di saat yang bersamaan temannya Grace menjadi bahan lelang di sana" Aria menceritakan bagaimana dia bertemu dengan Giovanni Aria tidak memberitahu Louis bahwa dia mengenal Giovanni di dunia luar.
"Begitu ya, kebetulan sekali dia bertemu denganmu, itu sebabnya dia dan temannya ada di sini" Louis mengangguk anggukan kepalanya tanda dia sudah mengerti.
__ADS_1
"Kalau kamu Louis apa kamu mendapatkan informasi baru?"
Louis menggeleng pelan "Aku tidak mendapatkan informasi apapun karena penjagaan disana di perketat akibat kejadian waktu itu saat saya meretas data pribadi ketua Red Blood.
"Itu masuk akal kalau begitu nanti suruh saja beberapa anggota Black Rose untuk memantau mansion juga gedung lelang milik Red Blood"
"Baik nanti akan saya laksanakan". Louis kemudian duduk di sofa yang ada di depan Aria.
"Kalau wanita yang kamu maksud sedang dirawat di sini apa yang merawatnya Dokter Victor?"
"Iya Victor yang merawatnya" Aria mengangguk pelan lalu bangun dari tempat duduknya dan berjalan kearah Louis kemudian duduk di samping Louis.
"Apa Dokter Victor tau tentang lelang yang dilakukan oleh organisasi Red Blood?" Louis menatap Aria yang kini sudah melepaskan topeng yang tadi Aria pakai.
"Dia sudah tau". Jawab Aria masih dengan nada santainya
"Apa?!!" Louis begitu terkejut dan tidak sadar dia berteriak di depan Aria.
"Hey apa suaramu tidak bisa di pelankan sedikit" Aria menjitak dahi Louis
"Maafkan aku, aku terlalu terkejut" Louis mengusap dahi yang kena jitak Aria tadi karena lumayan terasa sakit. "Terus bagaimana reaksinya?"
"Itu lebih baik, kamu tau sendiri kan dulu putrinya juga mengalami hal yang sama dengan Grace dan sampai sekarang tidak bisa di sembuhkan bahkan kondisi badannya juga sangat memprihatinkan".
"Aku tau makannya aku tidak setuju dengan adanya perbudakan aku juga tidak tega melihat Victor saat mengetahui kondisi putrinya saat itu"
"Kamu benar Aria makannya dia sangat membenci organisasi-organisasi yang melakukan lelang manusia dan juga perbudakan". Louis menghela nafas pelan
"Aku akan menghancurkan organisasi Red Blood sedikit demi sedikit dimulai dari bisnis mereka". Kini tatapan Aria sangat menyeramkan
"Aria tenanglah aku juga akan membantumu" Louis menutup mata Aria yang terlihat menyeramkan seperti itu dan menenangkannya.
Aria menenangkan dirinya dan melepaskan tangan Louis yang digunakan untuk menutup matanya "Aku sudah lebih tenang"
"Baiklah.."
"Aku lelah.." Aria bergumam pelan namun Louis bisa mendengar gumaman itu karena berada di dekat Aria.
"Aria kamu tau kan kamu tidak sendirian ada aku Hans Victor dan juga anggota Black Rose yang lain, kami akan membantumu jadi jangan pernah berpikir kamu sendirian kita juga akan membantumu mengungkap organisasi mana yang membuat keluargamu jadi tidak lengkap lagi". Louis menatap mata Aria yang terlihat sangat kelelahan.
__ADS_1
Aria mengangguk pelan "terimakasih karena sudah mau membantuku"
"Tidak masalah karena kita sudah melangkah sejauh ini jadi kita tidak bisa mundur dan akan terus maju"
"Hey Louis ucapanmu terdengar seperti seorang pemimpin sejati saja" sekarang Aria tertawa mendengar perkataan Louis tadi.
"Aku kan hanya mencoba untuk terlihat keren"
"Apanya yang terlihat keren kamu bahkan terlihat sangat bodoh saat mengatakan hal seperti itu" Aria kini tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Louis yang menurutnya sangat konyol dan juga bodoh.
Louis yang melihat Aria tertawa dia juga ikut tertawa karena bisa menghibur Aria Mereka lalu terus bercanda dan saling meledek satu sama lain.
"Sudahlah perutku sakit karena banyak tertawa" Aria memegang perutnya
"Itu karena kamu meledekku makannya perutmu sakit"
"Hey kau mau merasakan lagi pukulanku" Aria mengepalkan tangannya di depan wajah Louis
Louis langsung menjauhkan wajahnya "Tidak mau, saya kan hanya bercanda"
"Aku tau makannya aku menawarkan pukulanku agar kamu berhenti bercanda"
Louis hanya bisa cengengesan mendengar ucapan Aria.
Aria lalu melihat jam dan tidak terasa sudah jam dua belas malam "Aku harus pulang". Aria berdiri dari sofa dan berjalan kearah meja kerjanya untuk mengambil tas kecilnya.
"Apa perlu aku antar?"
"Tidak perlu aku bisa pulang sendiri" Aria menggeleng pelan
"Baiklah"
"Kalau begitu jangan lupa perintahku tadi Louis"
"Tentu saja aku tidak akan lupa, berhati-hatilah di jalan Aria"
Aria mengangguk kemudian berjalan keluar ruangan diikuti oleh Louis sampai ke pintu depan mansion lalu setelah Aria menaiki mobilnya dan pergi dari sana Louis baru mau masuk ke dalam mansion.
Di dalam perjalanan Aria menghubungi kakaknya tapi tidak diangkat "Kakak kemana ya kenapa tidak mengangkat teleponku apa mungkin dia ketiduran"
__ADS_1
Aria kemudian mencoba menghubungi Javier tapi masih tidak ada jawaban sama sekali "Teleponnya tersambung tapi kakak tidak mengangkatnya walaupun sudah tidur kakak pasti akan mengangkat telepon dariku lagipula kakak kan akan menjemputku tidak mungkin dia ketiduran apa terjadi sesuatu". Aria lalu melajukan mobilnya dengan cepat menuju kota X.