Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Rahasia Leon


__ADS_3

"Kak, apa sekarang kakak sudah lebih tenang?" Aria melepaskan pelukannya lalu menatap Javier, Javier lalu mengangguk pelan, "Kakak sudah lebih tenang sekarang"


"Yasudah, lebih baik kakak mandi dan istirahat" ucap Aria, Javier menganggukkan kepalanya lalu berdiri dari sofa dan berjalan menuju kamarnya untuk istirahat.


Melihat Javier sudah masuk kamar, Aria juga akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamarnya, baru saja Aria mau merebahkan tubuhnya di kasur, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Aria lalu meraih ponsel yang dia taruh diatas tempat tidur dan melihat ada panggilan masuk dari Louis, kemungkinan Louis mau melapor tentang apa yang Aria suruh tadi.


"Bagaimana Louis, apa kamu sudah menemukan informasi tentangnya?"


"Nona, saya sudah menemukan data tentang orang yang nona maksud, nama aslinya adalah Leon Lardoveiro Acherron. Dia adalah ketua dari organisasi Red Blood"


"Red Blood?" Aria sedang berpikir karena sepertinya dia pernah mendengar nama itu.


"Iya nona, Red Blood adalah organisasi yang bergerak di bidang penculikan dan penjualan manusia untuk dijadikan budak-budak pemuas nafsu orang kaya" Suara Louis sedikit bergetar kala menyebutkan kata-kata penculikan dan perbudakan.


"Ah.. ternyata itu adalah organisasi yang seperti itu ya, apa ada lagi informasi lainnya Louis?" Aria cukup terkejut mendengar organisasi Red Blood adalah organisasi yang bergerak di bidang seperti itu, terlebih lagi ketuanya adalah Leon, Aria tidak heran karena dunia bawah memang seperti itu, apalagi masih banyak organisasi-organisasi lain dengan pekerjaan serupa.


"Tentu ada nona, ketua Red Blood juga membuka usaha legal di dunia luar, tapi itu untuk menutupi bisnis gelapnya, Setiap klien yang datang kesana pasti akan ada satu atau dua klien yang meminta budak wanita untuk pemuas nafsu mereka"


"Apa?!, Jadi perusahaan itu hanya untuk menutupi bisnis sebenarnya dari ketua Red Blood?" Aria terkejut karena kakaknya juga bekerja di perusahaan itu.


"Iya nona, tapi tidak semua karyawan disana bekerja sama dengan ketua Red Blood, ada juga karyawan biasa yang hanya murni bekerja untuk mencari uang dan tidak terlibat dengan bisnis gelap perusahaan tersebut"


Aria lalu menghela nafas, Aria percaya kakaknya tidak akan melakukan hal seperti itu dan murni hanya bekerja untuk mencari uang saja di perusahaan itu.


"Baik, apa adalagi Louis?"


"Ada nona, tapi saya sedikit kesulitan untuk meretas data tersebut, tapi nona tenang saja, saya akan melakukan yang terbaik untuk bisa membuka data yang sepertinya sangat rahasia itu"


"Baiklah Louis, kerja bagus, kamu memang selalu bisa diandalkan" Aria selalu puas dengan kinerja Louis, makannya Aria tidak akan pernah melepas orang seperti Louis dalam organisasinya.


"Terimakasih nona, saya akan selalu membantu anda"

__ADS_1


Aria lalu mengakhiri panggilan itu dan berjalan menuju jendela apartemennya, dari sana Aria bisa melihat pemandangan kota L malam hari yang dipenuhi dengan lampu-lampu dan terlihat sangat cantik.


"Leon, sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan" Aria bergumam pelan sambil menatap pemandangan di luar jendela apartemennya.


_____


Di sebuah rumah mewah di kota L, terlihat seorang pria sedang memarahi dua orang yang ada di depannya.


"Kenapa data tentangku bisa bocor!!, apa saja kerja kalian hah!!, Melawan satu hacker saja tidak bisa!!" Leon saat ini sedang sangat marah pada anak buahnya karena data pribadi miliknya berhasil diretas oleh seseorang.


"Tuan maafkan kami, kami sudah berusaha untuk tidak membiarkan data tersebut bocor, tapi hacker yang meretas data itu berbeda dari hacker-hacker yang lain, Dia sangat ahli tuan" Ucap salah satu dari dua orang yang sedang dimarahi oleh Leon.


Leon sebenarnya sudah menduga itu, tapi hari ini Leon sedang sangat kesal, ditambah data pribadinya diretas seseorang, jadi dia tidak bisa lagi menahan emosinya lalu dia melampiaskan itu kepada dua anak buahnya.


"Kalian hanya mencari alasan saja untuk menghindari hukuman!" Kini tatapan Leon sangat dingin, membuat kedua bawahannya itupun gemetar ketakutan.


Leon kemudian mengambil pistol dari laci mejanya, Melihat Tuan mereka mengambil pistol, kedua bawahan Leon langsung berlutut meminta ampun.


Leon tidak menggubris bawahannya itu, dia sudah gelap mata, "Kalian harus menerima hukuman, dan hukuman kalian adalah kematian" Ucap Leon dengan tatapan dinginnya.


"Tuan to--"


Dorr!! Dorrr!!


Belum sempat mereka menyelesaikan kata-katanya, Leon sudah menembak mereka tepat di kepala sampai tembus, Seketika itu juga, tergeletak dua orang yang sudah tidak bernafas lagi di dalam ruangan itu.


"Isak, masuk" Leon memanggil Isak yang sedang berada di luar ruangannya untuk masuk, Begitu masuk kedalam ruangan itu, Isak melihat dua orang tergeletak tidak bernyawa di hadapannya, darah juga berceceran kemana-mana.


"Ya tuan, ada apa anda memanggil saya?" tanya Isak begitu sudah ada di depan Leon.


"Panggilkan orang untuk membuang tubuh mereka dan bersihkan tempat ini" ucap Leon.


"Baik tuan"

__ADS_1


Leon lalu pergi dari ruangan itu dan berjalan menuju kamarnya, Kamar yang super mewah dan di isi dengan berbagai macam perabotan mahal, Leon lalu berjalan kearah jendela dan menatap pemandangan dibalik jendela tersebut, pemandangan dibalik jendela itu hanya ada hutan belantara saja, tidak ada gedung tinggi maupun lampu-lampu.


"Sebenarnya siapa yang sudah berani mengambil dataku?, kalau aku menemukannya, aku tidak akan pernah mengampuninya, lihat saja nanti" batin Leon.


_____


Aria terlihat masih menatap pemandangan di balik jendelanya, "Sebenarnya kenapa kamu menolongku waktu itu Leon?, apa kamu merencanakan sesuatu?, terlebih saat aku melihat tatapanmu pada kakakku tadi, itu bukan tatapan biasa, Lihat saja kalau kamu berbuat jahat pada kakakku, aku tidak akan pernah mengampunimu Leon" gumam Aria.


Tiba-tiba ponsel Aria kembali berdering, Aria lalu mengambil ponselnya dan melihat siapa yang meneleponnya.


"Louis?, kenapa dia meneleponku lagi?, bukankah tadi dia sudah melapor?" batin Aria lalu menjawab panggilan dari Louis.


"Ya, Louis, ada apa?" tanya Aria.


"Nona, ini sangat penting, tadi saya baru saja memeriksa semua berkas yang nona bawa dari organisasi Black Shadow, dan di dalam salah satu berkas itu, terdapat informasi yang menunjukan kalau black Shadow dan Red Blood pernah bekerja sama"


"Bekerja sama?, dalam hal apa?"


"Membunuh pasangan suami istri, tapi saya juga tidak tau siapa pasangan yang dimaksud karena berkas ini tidak lengkap dan sepertinya berkas yang lengkap ada di tangan organisasi Red Blood, karena organisasi tersebut yang mengajak kerja sama duluan"


"Membunuh pasangan suami istri?, Siapa pasangan suami istri ini sampai membutuhkan dua organisasi untuk membunuh mereka?" batin Aria.


"Baiklah Louis apa ada lagi?"


"*Tidak ada nona, dan juga maafkan saya karena sudah mengganggu istiraha*t anda nona"


"Tidak apa Louis, aku juga belum tidur"


"*Yasudah, kalau begitu, s*elamat malam nona"


Aria tidak menjawab ucapan Louis dan langsung mengakhiri panggilan itu, Aria kemudian berjalan menuju tempat tidur dan segera merebahkan tubuhnya disana.


"Aku lelah... " Aria lalu memejamkan matanya dan beberapa detik kemudian, Aria sudah tertidur, Aria memilih untuk istirahat lebih dulu dan berhenti memikirkan informasi yang tadi Louis berikan karena dirinya merasa sangat kelelahan, padahal tidak ada aktivitas fisik yang berat hari itu, tapi Aria tetap merasa sangat kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2