
"Bergabung maksudmu?"
"Pak Gio ini akan bergabung dengan kita"
"Nona Aria panggil saja Aya Giovanni" Giovanni tidak masalah kalau Aria memanggil namanya saja.
"Baiklah pertama-tama apa kalian sudah saling mengenal satu sama lain?" Aria menatap Herald dan juga Giovanni secara bergantian.
"Kami sudah saling berkenalan tadi di pintu masuk" Herald menjawab pertanyaan Aria.
Aria lalu melihat Giovanni dan pria tersebut menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Herald.
"Baiklah itu lebih baik, nah sekarang Giovanni akan bergabung dengan kita untuk membantu ku membalas perbuatan Leon"
"Leon??" Giovanni belum mengetahui nama dari pria yang dia temui di depan restoran itu.
"Leon adalah nama pria yang kamu temui waktu bersamaku di depan restoran"
"Ah..pria yang membuat anda terluka itu dan juga pria yang menyuruh orang untuk membunuh saya?" Giovanni menatap Aria.
"Terluka? Membunuh?.. apa ini Aria aku tidak mengerti bisa kamu jelaskan?" Herald tidak mengerti dengan ucapan Giovanni.
"Baiklah biar aku jelaskan satu persatu. Pertama benar, Leon adalah nama pria yang waktu itu anda temui dengan saya dan pria yang sama yang menyuruh orang untuk membunuh anda" Aria menatap Giovanni yang juga sedang menatapnya.
"Kedua, aku terluka saat sedang bersama Giovanni untuk pergi makan siang dan saat keluar dari restoran aku bertemu dengan Leon. Dia mengajakku untuk meluangkan waktuku dan berbicara berdua dengannya tapi aku tidak mau lalu Leon menarik tanganku dengan lumayan keras dan membuat tanganku sedikit sakit. Leon juga menyuruh bawahannya untuk mencelakai Giovanni karena dia ikut campur saat Leon sedang berbicara denganku dan membantuku untuk lepas darinya. Sepertinya Leon tidak menyukai Giovanni karena sudah membantuku" Aria berkata panjang lebar dan memberi penjelasan satu persatu pertanyaan kedua pria tersebut.
"Ternyata begitu ya, kalau begitu aku sudah mengerti" Herald menganggukkan kepalanya.
"Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?" Giovanni melihat Aria dan Herald secara bergantian.
"Herald sudah mencari informasi tentang keluarga Leon tapi aku belum mengetahuinya. Herald bisa kamu bacakan informasi apa yang kamu temui aku malas membacanya" Aria menatap Herald yang masih duduk di atas sofa.
"Pertama-tama duduklah dulu kalian berdua" Herald menyuruh Aria dan Giovanni untuk duduk terlebih dulu.
"Pertama aku menemukan informasi keluarga Leon dan di informasi tersebut Leon hanya mempunyai satu keluarga yang tersisa yaitu Marliana Acheeron dia adalah adik satu-satunya Leon yang paling di sayang"
Mendengar perkataan dari Herald Aria langsung bersemangat "Ternyata dia mempunyai adik dan itu adalah adik yang dia sayangi aku akan sangat mudah untuk menghancurkan hidupnya" Aria tersenyum tipis mendengar itu.
"Kebetulan sekali Leon mempunyai adik aku bisa menggunakan adiknya itu untuk menghancurkannya sama seperti dia menghancurkan ku lewat keluarga dan kakak ku satu-satunya" batin Aria.
__ADS_1
"Benar ini akan sangat memudahkanmu untuk membalas dendam mungkin juga itu adalah karma nya karena sudah menghancurkan keluargamu Aria" Herald menatap Aria sementara Giovanni dia hanya mendengarkan dan menyimak apa yang sedang di bicarakan.
"Lalu apa informasi selanjutnya? " aria menatap Herald
"Adik dari Leon ini tidak tinggal di dunia bawah tapi dia tinggal di rumah Leon yang ada di dunia luar, dia juga terkadang keluar untuk shopping dan bermain dengan teman-temannya"
"Kira-kira dia suka kumpul dimana bersama teman-temannya?"
"Di Cafe sekitaran gedung perusahaan kakaknya" jawab Herald "lalu apa yang akan kamu lakukan aria? "
"Tentu saja mencari wanita itu dan menyiksanya seperti apa yang Leon lakukan pada kakak" aria berkata dengan nada dingin.
"Apa kalian mau membunuhnya? " Giovanni yang dari tadi hanya mendengarkan kini ikut berkomentar.
"Aku tidak tau, aku akan lihat situasinya nanti" Aria menjawab dengan santai dan tanpa ekspresi membuat Giovanni sedikit mengerutkan dahi.
"Dia mengatakan hal itu seolah membunuh adalah hal yang biasa saja untuknya" batin Giovanni sambil melihat Aria.
"Herald bisa kamu cari tau dimana Marliana sekarang?"
"Kamu mau bergerak sekarang?" Herald terlihat terkejut dengan Aria yang seakan sedang terburu-buru.
Herald menghela nafas pelan "Baiklah akan aku cari" kemudian Herald kembali berkutat dengan ponselnya.
"Nona Aria sebenarnya siapa Leon ini dan kenapa dia begitu pada keluarga anda? " Giovanni sangat penasaran tentang Leon.
"Leon adalah ketua organisasi Red Blood di dunia bawah, organisasi Red Blood adalah organisasi yang bergerak di bidang perbudakan. Leon mencelakai keluargaku karena dulu ayah dan ibu menghalangi bisnisnya dan juga Leon mencelakai kakak karena dia mungkin tidak suka karena kakak keluar dari perusahaannya"
"Ketua organisasi Red Blood, bukannya itu malah tambah bahaya ya, anda mau melawan sebuah organisasi loh? " Giovanni tampak sangat terkejut dengan ucapan Aria karena Aria berani melawan sebuah organisasi yang Giovanni sendiripun harus sangat berhati-hati.
"Tentu saja itu berbahaya mungkin" Aria tidak terlalu peduli dengan kata berbahaya itu.
"Nona ini sangat berbahaya anda bisa kehilangan nyawa anda karena melawan sebuah organisasi di dunia bawah" Giovanni terlihat khawatir dengan keselamatan Aria karena orang dari dunia bawah sangat kejam dan tidak berbelas kasih.
"Aku tau.. "
"Nona apa tidak sebaiknya anda menyerahkan kasus ini pada polisi saja?"
"Hey jangan buat aku tertawa mana ada polisi yang mau berurusan dengan dunia bawah bukannya anda juga begitu" Aria menatap tajam pada Giovanni.
__ADS_1
"Itu... Anda benar, tapi tetap saja ini sangat berbahaya"
"Kalau anda tidak mau, anda tidak usah membantu saya, saya bisa melakukannya tanpa bantuan anda. Saya menghargai niat anda yang ingin membantu saya tapi kalau anda melarang saya begini lebih baik anda tidak usah bergabung dengan kami berdua karena saya sangat tidak suka pada orang yang mengatur - ngatur apa yang akan saya lakukan" Aria sedikit kesal pada Giovanni karena menghalanginya. Aria sangat tidak menyukai orang yang seperti itu.
"Nona saya hanya khawatir pada keselamatan anda nantinya, kita hanya bertiga sementara mereka itu ada ratusan orang bagaimana kita menghadapinya" Giovanni masih terus mencoba untuk menghentikan Aria dan memikirkannya kembali soal menjadi musuh dari organisasi Red Blood.
"Ini sebabnya aku tidak mau mengajak seseorang dari dunia luar" batin Aria.
"Hey sudah saya katakan saya bisa menghadapinya kalau anda tidak setuju anda bisa keluar dan juga jangan kembali lagi dan ikut campur dalam urusan saya" Aria menatap Giovanni dengan tatapan yang sangat dingin.
Sementara Herald dia mendengar semua pembicaraan itu tapi lebih memilih untuk diam karena Herald sangat tau Aria sangat tidak menyukai dan membenci seseorang yang terlalu mengatur - aturnya.
"Tidak, saya kan sudah mengatakan saya akan membantu anda. Saya akan mencari cara supaya anda tidak terlibat lagi dengan organisasi tersebut"
"Cara apa hah? Dengan mengajak mereka negosiasi, itu tidak mungkin yang ada kepala anda yang akan melayang terlebih dulu. Dan juga kalau seperti itu anda tidak membantu saya tapi membuat saya semakin pusing, saya mau membalaskan kematian keluarga saya Nyawa harus dibayar dengan nyawa juga. kalau anda tidak setuju silahkan anda pergi sebelum saya mengusir anda dengan kasar"
Aria pikir Giovanni akan setuju dengan rencananya tapi Aria keliru nyatanya Giovanni tidak begitu setuju dengan rencana Aria dan juga sekarang Giovanni malah menentang rencana itu.
"Tapi nona.. " belum sempat Giovanni melanjutkan ucapannya mendadak atmosfer di dalam ruangan itu menipis Giovanni lalu melirik Aria yang kini terlihat sangat menakutkan bahkan badan Giovanni sampai gemetaran.
"Dia mengeluarkan emosinya" batin Giovanni.
Herald yang merasakan Aria sudah mulai marah dan tidak terkontrol lagi segera menengahi pembicaraan itu.
"Tuan sebaiknya anda pergi dari sini karena sepertinya pemikiran kita berbeda, mari saya antar anda keluar" Herald masih bersikap santai dan tersenyum ramah pada Giovanni.
"Tapi, anda seharusnya mencegah nona Aria dia sedang membahayakan dirinya sendiri" Giovanni masih keras kepala dan tidak mau keluar dari sana.
"Saya tau itu tapi saya akan membantunya walaupun itu mustahil dilakukan"
"Tuan anda.. " belum sempat Giovanni selesai bicara Herald sudah memotong ucapannya.
"Tuan sebaiknya anda keluar sekarang juga atau terpaksa saya seret anda untuk keluar" Herald kini tidak tersenyum ramah seperti tadi tapi kini wajah Herald terlihat sangat datar dan dingin.
"Itu.. Baiklah saya akan keluar tapi saya nanti akan kesini lagi kalau nona Aria sudah lebih tenang" Giovanni lalu berdiri dan melangkah keluar dari ruangan itu. Saat Giovanni sudah berada di dekat pintu keluar Aria berbicara sesuatu pada Giovanni.
"Tidak perlu menemui saya lagi untuk seterusnya dan selamanya"
Giovanni melirik ke arah Aria yang kini sedang menatap lurus ke depan ke arah kakaknya Javier. Giovanni tidak menjawab Aria dan hanya menghela nafas pelan setelah itu dia berjalan keluar dari ruangan itu dan mengambil beberapa berkas yang tadi dia taruh di kursi tunggu depan ruangan khusus itu lalu pergi dari rumah sakit tersebut dan kembali ke kantor tempat dia bekerja.
__ADS_1
"Aku tidak akan menyerah aku akan terus mencari cara agar kamu tidak dalam bahaya Aria" batin Giovanni.