
"Kalau begitu apa saya sudah boleh masuk"
"Tentu saja, anda kan temannya tapi sepertinya nona Aria sedang tertidur dan juga maafkan saya karena sudah menghalangi anda tadi, saya pikir anda adalah rekan para pelaku itu dan ingin mencelakakan nona Aria maupun tuan Javier lagi" Giovanni meminta maaf atas tindakannya tadi pada Herald.
"Tidak perlu minta maaf anda kan hanya menjalankan tugas, kalau begitu saya permisi masuk dulu" Herald membungkukkan badannya lalu membuka pintu ruangan tersebut dan berjalan masuk.
"Untung aku tidak gegabah tadi" Giovanni menghela nafas pelan lalu kembali duduk dan menunggu Aria bangun dari tidurnya.
Herald menaruh makanan yang dia bawa di atas meja lalu dia duduk di sofa di dekat Aria.
"Aduh..badanku sakit semua" Aria membuka matanya dan meringis pelan.
"Kamu sudah bangun?"
Aria melirik ke arah sumber suara lalu mengangguk "Badanmu sakit karena semalam kamu tidur sambil duduk jadi aku memindahkanmu ke atas sofa supaya tidurmu lebih nyaman" Herald berbicara sambil meminum Ice Americano yang tadi dia beli.
"Aku semalam berniat tidur sebentar tapi sepertinya aku kebablasan" Aria lalu bangun dan meregangkan badannya yang kaku.
"Aku sudah membelikanmu makanan, makan dulu gih.."
Aria melirik makanan yang ada di dalam kantong plastik di atas meja. Aria lalu duduk kembali dan mengambil roti dengan selai kacang kesukaannya serta satu kotak susu coklat.
Aria memakan roti tersebut dengan lahap lalu meminum susu coklat tersebut supaya tidak eneg. Setelah menghabiskan makanannya Aria lalu menatap Herald yang daritadi memperhatikan Aria makan.
"Kamu makan dengan sangat lahap ya" Herald tersenyum lembut pada Aria.
"Aku lumayan lapar jadi aku makan dengan cepat, terima kasih makanannya"
Herald menganggukkan kepalanya "Apa rencana mu hari ini Aria?"
"Tentu saja aku mau membalas perbuatan Leon pada keluargaku aku juga akan berbuat hal yang sama" Aria berkata dengan nada dinginnya.
"Apa kamu sudah tau siapa saja keluarganya?"
"Belum, tapi aku akan mencarinya sekarang"
"Biar aku bantu, aku juga hari ini tidak ada kerjaan"
Aria menatap Herald dengan tatapan tidak percaya "Aku tidak percaya kalau kamu yang gila kerja ini tidak ada kerjaan, aku akan percaya kalau kamu mengatakan kamu membatalkan semua pekerjaan mu hari ini" Aria tau betul Herald pasti membatalkan semua pekerjaannya hari ini karena tidak mungkin seorang Herald Pareevash Zanxavier Ketua dari Organisasi Blood Moon tidak memiliki pekerjaan walaupun itu hanya satu hari.
"Ah.. sepertinya aku ketahuan ya" Herald tersenyum canggung karena ketahuan berbohong oleh Aria.
"Aku hanya ingin membantumu dan menghabiskan banyak waktu denganmu" Herald tersenyum pada Aria dengan menampilkan deretan giginya yang rapih.
"Terserah kamu.."
"Beneran, ya sudah aku akan bekerja keras untuk menemukan informasi keluarga ketua Red Blood" Herald terlihat sangat bersemangat dan juga langsung mengambil ponselnya dan mulai mencari informasi tentang keluarga Leon.
Aria yang melihat Herald bersemangat seperti itu hanya bisa tersenyum dan menggeleng pelan "Dia tidak berubah sedikitpun"
"Ah iya aku hampir lupa, Aria sepertinya ada yang menunggumu di luar"
__ADS_1
"Siapa?" Aria penasaran siapa yang pagi-pagi begini sudah menunggunya
"Sepertinya dia adalah polisi yang menangani kasus kakakmu, lebih baik kamu temui dulu dia" Herald berbicara sambil masih fokus pada ponselnya.
"Baiklah aku akan keluar sebentar" Aria lalu keluar dari ruangan tersebut dan melihat Giovanni sedang duduk di ruang tunggu sambil mengerjakan sesuatu.
"Apa anda sedang menunggu saya?"
Giovanni kemudian melihat kearah sumber suara dan dia melihat Aria yang sudah berdiri di sampingnya. "Maafkan saya nona, saya tidak menyadari anda ada di sini karena terlalu fokus mengerjakan pekerjaan saya"
"Apa anda membawa sebagian pekerjaan anda lagi?"
"Ah..benar, saya membawa sebagian pekerjaan saya lagi" Giovanni tersenyum canggung.
"Lalu ada apa anda sudah ada di sini pagi-pagi begini?"
"Sebenarnya saya mau menanyakan sesuatu"
"Menanyakan apa?"
"Nona, setelah saya bertemu dengan pria yang kemarin kita temui di depan restoran tiba-tiba malamnya saya di hadang oleh enam orang yang berniat ingin mencelakai saya"
Aria terkejut mendengar hal itu "Itu pasti perbuatan Leon, dia juga mengincar orang yang kenal denganku bajingan itu dia terus mengganggu kehidupanku" Aria mengepalkan tangannya.
"Lalu apa anda mengenali orang-orang yang menghadang anda?"
"Tidak, saya tidak mengenalinya tapi saya mempunyai foto mereka karena saya sempat mengambil foto mereka"
Giovanni lalu memutuskan untuk menanyakannya pada Aria, mungkin dia tau sesuatu tentang pria tersebut.
"Bisa saya lihat foto tersebut?" Aria penasaran siapa yang menyerang Giovanni, apa tebakannya benar anak buah Leon yang melakukannya atau orang lain.
"Tentu saja, anda bisa melihatnya" Giovanni lalu mengambil ponsel dari saku celananya dan segera mencari foto yang tadi malam dia ambil.
"Ini dia fotonya anda bisa melihatnya" Giovanni lalu menyerahkan ponselnya pada Aria.
Aria menerima ponsel itu dan melihat foto yang ada di ponsel tersebut "Ternyata benar dugaanku Leon yang melakukannya, sebenarnya bajingan itu kenapa selalu mengganggu hidupku"
Aria kemudian mengembalikan ponsel itu pada Giovanni "Bagaimana apa anda mengenal mereka, soalnya pakaian yang mereka pakai sangat mencolok"
"Mereka dari dunia bawah" Aria merasa bersalah karena dia, Giovanni sampai bertemu Leon dan sekarang menjadi target Leon.
"Dunia bawah? Kenapa mereka menyerangku seingatku aku belum pernah bersinggungan dengan orang dari dunia bawah" dugaan Giovanni benar mereka adalah orang dari dunia bawah tapi yang membuat Giovanni bingung adalah dia belum pernah bersinggungan dengan orang dari dunia bawah.
"Itu karena anda sudah ikut campur masalah saya kemarin"
"Kemarin, maksud anda saat saya ikut campur masalah anda dengan pria yang kita temui di depan restoran itu?"
"Benar, pria itu adalah orang dari dunia bawah sebaiknya mulai sekarang anda berhati-hati dan juga maafkan saya karena saya anda jadi dalam bahaya" Aria memutuskan untuk memberitahu Giovanni siapa Leon karena Giovanni sudah terseret kedalam masalahnya dan lagi sekarang Giovanni dalam bahaya karena Leon pasti akan selalu mencari cara untuk membunuh Giovanni.
"Apa!! Pria itu adalah orang dari dunia bawah, nona Aria anda memiliki masalah dengan orang dari dunia bawah itu sangat berbahaya" Giovanni terlihat sangat terkejut dan juga khawatir pada Aria karena mengenal orang dari dunia bawah.
__ADS_1
"Aku tau tapi ini sudah jadi masalahku dari dulu dan kemarin anda ikut campur dalam masalah saya dan sepertinya pria itu tidak suka dengan anda jadi sebaiknya mulai sekarang anda harus berhati-hati"
"Tunggu kalau begitu yang menyerang kakak anda juga orang dari dunia bawah dan anda sudah mengetahuinya, kenapa anda merahasiakan itu dari saya"
"Saya rasa itu tidak perlu di katakan karena itu adalah masalah pribadi saya dan juga saya bisa mengatasinya sendiri dan karena saya sudah mengatakan ini lebih baik anda tidak meneruskan kasus kakak saya. Anda juga sudah mengalaminya sendiri kan begitu anda bertemu dengan orang dari dunia bawah anda langsung menjadi target mereka"
"Nona tapi saya tidak bisa menghentikan kasus kakak anda, saya tetap akan mencari pelaku yang menyerang kakak anda"
"Sebaiknya anda mendengarkan perkataan saya, saya tidak mau anda ikut campur terlalu jauh dengan masalah saya, saya tidak mau kehilangan lagi orang yang saya kenal" Aria cukup yakin Leon akan terus mengirimkan orang untuk membunuh Giovanni karena sudah ikut campur dalam masalahnya.
"Nona meskipun saya tidak ikut campur lagi masalah anda pria itu pasti akan terus mencari saya dan berniat mencelakai saya lalu apa bedanya saat saya membantu anda dan tidak, lebih baik saya membantu anda walaupun nyawa saya menjadi taruhannya" Giovanni masih dengan pendiriannya.
Aria tidak bisa membalas perkataan Giovanni karena perkataan itu memang benar. Daripada harus terus bersembunyi dan berhati-hati tanpa membantu lebih baik membatu sambil tetap berhati-hati.
"Anda diam saja berarti akan saya anggap anda setuju dengan ucapan saya" Giovanni menatap Aria yang kini tengah berpikir.
"Kenapa anda mau membantu saya sampai mempertaruhkan nyawa anda?" Aria kini menatap Giovanni yang ada di hadapannya.
"Awalnya saya membantu anda karena ingin menangkap pelaku yang menyerang kakak anda tapi saat saya menatap mata anda hati saya sakit, saya seolah-olah bisa merasakan setiap emosi yang tumpang tindih di mata anda itu, itu sangat menyakitkan jadi saya hanya ingin membantu meringankan rasa sakit itu dengan membantu masalah anda" Giovanni menatap lembut mata Aria.
"Anda bisa merasakan emosi saya dari tatapan mata saya, apa itu mungkin? Saya tidak pernah membuat emosi apapun di mata saya" Aria berkata dengan ekspresi datarnya.
"Saya tau, tapi saya juga tidak tau kenapa saya bisa merasakannya" Giovanni juga penasaran kenapa dia bisa merasakan dengan lumayan jelas emosi di dalam diri Aria.
"Kalau begitu katakan pada saya sekarang emosi apa yang anda lihat di mata saya"
"Anda sekarang sedang sangat marah, benci, menyesal dan juga kesepian"
Aria terkejut karena Giovanni bisa menebak apa yang sedang Aria rasakan saat ini.
"Tapi anda memendam itu semua dalam-dalam, saya tidak tau kenapa anda memendam semua emosi itu"
Aria lalu menghela nafas pelan "Saya akan mempercayai ucapan Anda saat ini, itu terserah anda mau ikut campur urusan saya atau tidak dan juga saya mau tanya apa yang akan anda lakukan saat ini setelah mendengar semua yang saya katakan tadi?"
"Saya akan membantu anda dan akan mencari pelaku itu, saya akan mencari informasi tentang pria yang saya temui kemarin dengan anda terlebih dulu"
"Tidak perlu karena saya sedang mencarinya, ikut saya kedalam" Aria menyuruh Giovanni untuk mengikutinya kedalam.
Giovanni mengikuti Aria masuk kedalam dan dia melihat Herald sedang duduk dan tengah fokus kepada ponsel yang ada di tangannya.
"Hey apa kamu sudah menemukannya?" Aria bertanya pada Herald yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Aku sudah menemukannya tapi tunggu sebentar lagi aku sedang mencari sesuatu" Herald menjawab tanpa menoleh ke arah Aria.
"Baiklah.."
Tidak lama kemudian Herald sudah selesai dengan ponselnya. Herald lalu melihat Aria dan dia sedikit terkejut saat ada Giovanni juga di sana.
Herald menatap Aria dengan ekspresi minta penjelasan kenapa ada Giovanni di sana. Aria memahami tatapan Herald lalu segera memberikan penjelasan pada Herald.
"Dia akan bergabung dengan kita"
__ADS_1