Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Bertemu


__ADS_3

Aria mengganti bunga Mawar yang tadi pagi Aria bawa dan letakan di dalam Vas. Aria mengganti Mawar Hitam itu dengan Mawar Hitam yang baru dia bawa dan petik.


Setelah mengganti Mawar tersebut Aria lalu menghampiri Herald yang sudah lebih dulu melihat Javier. "Apa tidak ada perubahan pada kondisinya?" Herald menatap Aria yang baru saja sampai di sampingnya.


"Tidak, dokter bilang tidak ada perubahan dengan kondisi kakak, dokter juga menyarankan supaya aku terus mengajak kakak bicara siapa tau kakak mendengar suaraku dan langsung bangun dari koma nya" Aria berkata sambil menatap Javier yang masih terbaring di depannya.


"Aku akan menjaganya malam ini, kamu sebaiknya tidur dan istirahatlah"


"Tidak, yang butuh istirahat sekarang itu adalah kamu, aku baru bangun tadi jadi masih bisa terjaga beberapa jam sedangkan kamu, kamu sangat butuh istirahat sekarang karena tadi tidak sempat beristirahat dan juga karena aku kamu jadi semakin kelelahan dan tidak sempat punya waktu untuk beristirahat"


Sebenarnya Herald juga merasa kelelahan karena belum sempat istirahat tapi dia tidak tega membiarkan Aria untuk berjaga sendirian.


"Apa kamu yakin, aku kan kesini untuk menemani kamu"


"Aku tidak apa, kamu bisa tidur lagipula kalau misalkan aku ngantuk aku juga akan tidur jadi kamu tidak perlu cemas"


"Baiklah aku akan istirahat sebentar" Herald lalu berjalan menuju sofa panjang yang terletak di dekat jendela dan berbaring di atas sofa tersebut.


Aria mengambil selimut dari dalam tas besar yang tadi dia bawa dari mansion. Aria lalu berjalan menghampiri Herald yang sedang berbaring di atas sofa dan menguap pelan.


"Pakailah, udara disini sangat dingin walaupun aku sudah mematikan AC nya" Aria memberikan selimut tersebut pada Herald


"Terimakasih Aria aku akan memakainya" Herald menerima selimut itu lalu segera menutupi tubuhnya dengan selimut tersebut.


"Selamat malam Aria" Herald lalu memejamkan matanya dan tidak lama kemudian dia sudah tertidur pulas.


"Dia pasti sangat kelelahan sampai langsung tertidur begitu memejamkan matanya" Aria menggeleng pelan melihat Herald yang tertidur cepat.


Aria lalu memutuskan untuk duduk di samping Javier dan mengajaknya berbicara "Kak, apa kakak tau aku sudah menemukan orang yang menghancurkan keluarga kita dan menyakiti kakak" Aria menggenggam lembut tangan Javier.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah memaafkan bajingan itu, aku akan membalasnya seperti apa yang dia lakukan pada keluarga kita. Setelah itu kakak bisa bangun dan kita akan hidup tenang karena sudah bisa membalas kematian Ayah dan Ibu"


Aria terus berbicara pada Javier entah itu tentang hari ini, makanan apa yang dia makan, lalu berbagai kegiatan lain yang Aria lakukan hingga tidak sadar Aria sudah bercerita pada kakaknya lebih dari tiga jam dan sekarang jam menunjukkan pukul setengah lima pagi.


"Ah kenapa aku mengantuk, sebentar lagi kan pagi" Aria menguap pelan.


"Aku tidak bisa menahannya lebih baik aku tidur sebentar setelah itu aku akan pergi keluar untuk mencari sarapan" Aria lalu meletakan kepalanya diatas tempat tidur Javier dan lalu memejamkan matanya.


___


Herald terbangun karena ponselnya berbunyi. Herald meraih ponsel yang dia taruh diatas meja dan melihat ada panggilan di ponselnya. Herald lalu menjawab panggilan tersebut.


"Ya, ada apa kamu meneleponku?"


"Tuan katanya anda sudah sampai di kota L tapi sampai saat ini anda tidak kunjung datang ke organisasi anda?" Terdengar suara seorang pria dari sebrang telepon.


"Aku ada urusan jadi aku tidak bisa langsung ke organisasi"


"Batalkan itu"


"Tuan anda tidak bisa membatalkan rapat itu, itu adalah rapat yang sangat penting bagi bisnis kita"


"Kalau begitu kamu saja yang hadir untuk mewakili ku karena sekarang aku lagi sibuk dan jangan hubungi aku lagi kalau tidak ada informasi penting" Herald lalu mengakhiri panggilan tersebut.


"Cihh mereka hanya perduli pada bisnis dan pekerjaan, mereka bahkan tidak perduli kesehatan dan kehidupan ketua mereka, ah..aku lelah kenapa juga aku harus menjalin kerjasama dengan orang-orang yang gila uang seperti mereka"


Awalnya Herald mendirikan organisasi Blood Moon karena dia mau mengembangkan bisnisnya di dunia bawah tapi semakin kesini orang-orang yang ada di dalam organisasinya semakin terobsesi dengan uang dan juga bisnis bahkan saat perekrutan anggota semua pihak penting dari dalam organisasinya mencari anggota yang gila kerja dan juga uang seperti mereka.


Herald juga baru tau saat dia pergi bekerja ke luar negeri saat itu barulah para anggota penting di pihaknya langsung mengeluarkan sifat asli mereka saat Herald tidak ada bahkan mungkin sekarang organisasinya bukan organisasi terkuat lagi tapi dalam hal berpengaruh dan bisnis mungkin organisasinya masih di posisi pertama.

__ADS_1


"Aku harus segera membereskan para lintah darat itu dari organisasiku dan aku akan membangun organisasiku dari awal lagi" Herald menghela nafas pelan kemudian dia melihat jam yang ada di ponselnya.


"Ternyata sudah jam tujuh pagi" Herald lalu bangun dan meregangkan badannya setelah itu Herald mencari Aria dan dia menemukan Aria sedang tertidur sambil duduk di samping Javier.


"Kenapa kamu tidur seperti itu Aria pasti nanti badanmu akan sakit" Herald lalu berjalan kearah Aria dan mengangkat tubuh Aria untuk membaringkannya di atas sofa.


Herald lalu membaringkan tubuh Aria diatas sofa dan menyelimutinya "Kamu seharusnya tidak tertidur seperti itu" ucap Herald sambil mengelus lembut kepala Aria.


"Lebih baik aku pergi keluar dan membeli beberapa roti dan juga susu untuk nanti Aria makan" Herald lalu mengambil ponselnya dan keluar dari ruangan tersebut untuk membeli beberapa makanan.


Saat berjalan di lorong rumah sakit Herald berpapasan dengan Giovanni tapi Herald maupun Giovanni tidak mengenal satu sama lain jadi mereka hanya berpapasan seperti orang asing pada umumnya.


Giovanni memutuskan untuk pergi ke rumah sakit pagi-pagi karena mau mengecek kondisi Javier dan sekalian menunggu Aria. Saat Giovanni sudah sampai di depan pintu ruangan khusus Javier dirawat Giovanni melihat Aria sedang tertidur dari jendela yang ada di pintu tersebut.


"Nona Aria ternyata bermalam disini, lebih baik aku menunggunya di luar karena sepertinya nona Aria sangat kelelahan sampai tertidur pulas seperti itu"


Giovanni lalu memutuskan untuk duduk di kursi tunggu yang ada di luar ruangan tersebut. Sambil menunggu Aria bangun Giovanni mengerjakan sebagian pekerjaanya yang dia bawa dalam tas hitamnya.


Sepuluh menit kemudian Giovanni melihat seorang pria berjalan kearahnya lalu berniat masuk kedalam ruangan khusus dimana Javier sedang dirawat. Giovanni yang melihat itu langsung mencegah pria tersebut dan menghalangi pintu masuk ruangan itu.


"Anda tidak boleh masuk" Giovanni menghadang tepat di depan Herald.


Herald terkejut saat tiba-tiba ada seorang pria yang menghadangnya "Seharusnya saya yang bertanya kenapa anda mengadang saya?"


"Anda siapa, selama saya berjaga di sini saya belum pernah melihat anda, apa anda kenalan nona Aria?" Giovanni tidak mau gegabah dan menanyakan dulu siapa pria yang ada di hadapannya.


"berjaga?... ah apa anda polisi yang menangani kasus Javier kakaknya Aria?"


Giovanni mengangguk pelan menjawab pertanyaan Herald.

__ADS_1


"Kalau begitu anda tidak perlu khawatir saya tidak akan berbuat jahat, nama saya Herald saya teman Aria" Herald mengulurkan tangannya pada Giovanni sambil tersenyum memperkenalkan namanya.


"Begitu ya, saya Giovanni polisi yang menangani kasus tuan Javier kakaknya Aria" Javier menyambut tangan Herald.


__ADS_2