Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Aria duduk di samping Javier yang masih terbaring di atas tempat tidur "Kak aku kembali, maaf aku tidak bisa kembali dengan cepat tapi sekarang aku sudah ada disini untuk melihat kakak" Aria menggenggam tangan Javier.


"Kak, aku kan sudah mengatakan akan membalas orang yang membuat kakak seperti ini aku kali ini tidak berbohong aku benar-benar membalas mereka" Aria menatap wajah kakaknya yang semakin hari semakin kurus.


"Kak aku harap kamu cepat bangun, aku kangen kakak aku kangen senyuman kakak, kakak jangan terlalu lama tidurnya ya kakak harus cepat bangun"


Aria kemudian meraih bunga yang tadi dia bawa dan taruh di atas meja dekat tempat tidur yang ada di ruangan itu.


"Kak, aku bawakan kakak bunga aku tidak tau kakak akan menyukainya atau tidak tapi ini bunga yang paling aku sukai jadi kakak juga pasti akan menyukainya kan, aku akan menaruh ini di dalam vas bunga"


Aria berdiri kemudian melangkahkan kakinya menuju vas bunga yang ada di atas meja dekat sofa. Aria menukar bunga yang ada di dalam vas tersebut dengan bunga Mawar Hitam yang dia bawa.


"Ini cantik.." setelah itu Aria kembali duduk di kursi dekat kakaknya.


"Kak, aku sudah menaruh bunga itu di dalam vas anggap saja bunga itu adalah aku kalau aku sedang tidak bersama kakak" Aria tersenyum lembut kepada Javier yang sedang terbaring.


"Aku tidak boleh menangis aku sudah janji pada kakak" batin Aria


Aria menahan air matanya yang akan keluar. Meskipun Aria berusaha kuat tapi sejujurnya Aria sangat hancur karena keluarga satu-satunya masih terbaring koma di hadapannya sendiri dan Aria tidak bisa berbuat apa-apa selain membalas dendam dan mengajak Javier berbicara mungkin saja itu akan membuat Javier segera sadar karena mendengar suara Aria.


Giovanni melihat Aria yang sedang berbicara dengan kakaknya lewat jendela yang ada di pintu ruangan itu.


"Kasihan dia, aku berharap kakaknya segera sembuh dan bangun kembali" Giovanni menghela nafas berat lalu kembali menatap Aria yang masih terus berbicara kepada Javier.


Tiga puluh menit kemudian Aria sudah berhenti berbicara dan sekarang sudah waktunya untuk makan siang.


"Kak, aku akan keluar sebentar untuk mengisi perutku karena dari tadi sudah berbunyi minta untuk diisi, kakak aku tinggal sebentar ya nanti aku kembali lagi" Aria mencium pipi Javier kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Begitu keluar Aria masih melihat Giovanni berada di depan ruangan tersebut "Anda masih disini?" Aria menatap Giovanni.


"Ah iya nona saya sedang mengerjakan sesuatu dan saya rasa di depan ruangan ini cukup sepi dan tenang jadi saya memutuskan untuk mengerjakan sebagian pekerjaan saya disini sekalian menjaga tuan Javier dari luar" ucap Giovanni sambil tersenyum kepada Aria.


Aria melihat beberapa berkas di tangan Giovanni itu berarti Giovanni tidak berbohong padanya.


"Ini sudah waktunya makan siang sebaiknya anda mengisi perut anda terlebih dahulu baru setelah itu kembali mengerjakan pekerjaan anda" Aria mengatakan hal seperti itu karena Aria juga punya banyak pekerjaan dan kalau sudah fokus dengan pekerjaannya Aria akan lupa makan jadi Giovanni juga pasti seperti itu makannya Aria menyarankan Giovanni untuk makan siang terlebih dulu.

__ADS_1


"Anda benar saya harus tetap sehat supaya bisa cepat menangkap pelaku yang melukai kakak anda" Giovanni lalu menutup berkas-berkas tersebut dan memasukannya kedalam tas hitam yang ada di sampingnya.


"Nona apa anda juga mau makan siang?" Giovanni menatap Aria.


Aria menganggukkan kepalanya "Aku akan makan siang di restoran dekat sini"


"Nona apa saya boleh makan siang dengan anda?"


"Baiklah saya juga tidak suka makan sendirian"


"Kalau begitu mari kita pergi ke restoran dekat sini"


Aria menganggukkan kepalanya kemudian berjalan menyusuri lorong rumah sakit tersebut. Giovanni mengikuti Aria dan berjalan di samping Aria.


Mereka berdua keluar dari rumah sakit dan memutuskan untuk berjalan menuju restoran yang mereka tuju karena jaraknya lumayan dekat dengan rumah sakit.


"Nona apa saya boleh bertanya?" Giovanni yang sedang berjalan di samping Aria memutuskan untuk mengajak Aria berbicara karena sedari tadi keluar dari rumah sakit Aria tidak berbicara sedikitpun.


"Memangnya apa yang mau anda tanyakan?" Aria menjawab Giovanni sambil masih menatap lurus ke depan.


"Apa anda menyukai Mawar Hitam, tadi saya melihat anda membawa mawar hitam di tangan anda atau apa kakak anda yang menyukainya sebab itu anda membawakan bunga kesukaannya?" Giovanni juga mengikuti arah pandang Aria yaitu lurus ke depan.


"Begitu ya, belum lama ini saya juga bertemu dengan seseorang yang sangat menyukai bunga Mawar Hitam"


"Mungkin karena warna dari bunga itu cukup unik jadi ada orang selain saya yang menyukai bunga itu"


Giovanni mengangguk kemudian bergumam "kebanyakan orang pasti akan lebih menyukai warna bunga yang cerah dibanding dengan bunga yang memiliki warna gelap, merek berdua aneh dan juga memiliki beberapa kesamaan"


"Apa kamu berbicara sesuatu?" Aria hanya mendengar Giovanni berbicara tidak jelas karena suaranya yang begitu kecil hampir tidak kedengaran.


"Ah saya hanya memikirkan sesuatu, nah kita sudah sampai nona mari masuk"


Mereka berdua sampai di depan restoran Seafood yang mereka tuju. Karena sudah sampai di tempat makan Aria tidak membahas lagi pertanyaannya dan langsung memasuki restoran tersebut.


Meraka berdua duduk kemudian memesan makanan di restoran khusus Seafood tersebut. Setelah memesan mereka berdua menunggu makanan datang lalu saat sedang menunggu makanannya Aria melihat seseorang yang sangat dia benci berada di restoran yang sama dan sedang memesan makanan juga.

__ADS_1


Aria langsung mengalihkan pandangannya karena tidak mau terlihat oleh seseorang tersebut.


Giovanni yang melihat tingkah Aria seperti itu lalu bertanya "Nona ada apa?"


"Tidak ada, saya hanya melihat seseorang yang tidak ingin saya lihat"


Giovanni lalu menengok ke belakang mencoba untuk menemukan siapa orang yang Aria bicarakan tapi karena Giovanni tidak mengenal orang itu jadi Giovanni tidak menyadarinya meskipun Giovanni melihat seseorang yang Aria lihat tadi.


Giovanni lalu menatap Aria kembali "Nona kalau anda tidak nyaman duduk di situ mau tukaran kursi dengan saya biar nona juga tidak bisa melihat seseorang yang nona benci itu" Giovanni menawarkan untuk mengganti posisi duduknya.


"Baiklah kalau anda tidak keberatan". Mereka berdua lalu bangun dan bertukar tempat duduk masing-masing.


Selesai bertukar tempat kebetulan sekali makanan yang mereka pesan sudah datang.


"Permisi ini pesanan anda" pelayan restoran tersebut meletakan beberapa mangkuk juga piring berisi beberapa jenis hidangan seafood yang kelihatannya sangat enak.


"Selamat menikmati" ucap pelayan tersebut kemudian pergi dari sana karena harus melayani pembeli yang lain.


"Kelihatannya ini enak, nona makanlah yang banyak" Giovanni kemudian mengambil sup kepiting yang ada di hadapannya dan langsung menyeruput kuahnya.


"Wahhh ini enak.. asam manis pedas ini sangat sesuai dengan selera saya" Giovanni terlihat bahagia saat menemui makanan yang sesuai seleranya.


Berbeda dengan Giovanni yang terlihat bahagia Aria memakan makanan tersebut dalam diam dan tenang.


Tidak lama kemudian makanan yang mereka berdua pesan sudah habis semua "Mungkin saya terlalu lapar sampai makan dengan sangat cepat" Giovanni melihat piring dan mangkuk kosong yang ada di depannya.


"Saya sampai sedikit terkejut karena anda makan dengan cepat, saya sampai mengira anda sudah tidak makan selama tiga hari" Aria menatap Giovanni yang kini tersenyum canggung kearahnya.


"Mungkin saya sudah lama tidak menemukan makanan yang sesuai dengan selera saya makannya saat saya menemukannya saya makan dengan cepat"


Aria menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Giovanni. "Ya sudah saya mau kembali ke rumah sakit apa anda akan kembali ke sana atau ke kantor anda?"


"Saya akan kembali ke rumah sakit" Giovanni sebenarnya  kembali ke rumah sakit untuk menemani Aria disana, Giovanni merasa Aria akan kesepian meskipun ada kakaknya Javier tapi sekarang Javier sedang koma dan Aria hanya sendirian di rumah sakit tersebut jadi Giovanni memutuskan untuk menemani Aria.


"Yasudah kalau begitu ayo pergi"

__ADS_1


Setelah membayar makanan tersebut mereka berdua lalu pergi keluar dari restoran seafood tersebut.


"Aria.."


__ADS_2