
Pagi ini Aria sudah bangun dan bersiap-siap karena hari ini adalah hari Aria dan Javier akan keluar dari apartemen itu dan pindah ke rumah barunya yang baru Aria dan kakaknya beli kemarin.
"Kak apa mobil barangnya sudah datang" tanya Aria pada kakaknya yang sedang sibuk menata beberapa kotak kardus agar lebih mudah untuk di angkat nanti.
"Mungkin sebentar lagi"
Aria mengangguk pelan kemudian membantu kakaknya itu memindahkan beberapa kotak kardus "Oh iya kak, Herald dimana?" Aria menanyakan Herald karena dari tadi belum melihatnya.
"Dia masih di kamar mandi karena baru bangun tadi, mungkin semalam dia kelelahan makannya baru bangun"
Aria mengangguk pelan dan melanjutkan menata kotak tersebut. Beberapa menit kemudian kakak adik itu sudah selesai menata kotak-kotak tersebut lalu duduk di atas sofa yang terletak di ruang tv.
Tidak lama kemudian Herald keluar dari dalam kamar Javier dengan pakaian yang sudah rapih. Herald melihat Aria juga Javier yang ada di ruang tv lalu segera menghampiri mereka berdua.
"Apa mobilnya masih belum datang?" Tanya Herald begitu Sampai di ruang tv.
"Belum, mungkin sebentar lagi" jawab Javier sambil memainkan ponselnya.
Tidak lama kemudian mobil barang yang di pesan oleh Javier tiba di depan gedung apartemen tersebut "lihat mobilnya sudah datang" ucap Javier sambil melihat mobil tersebut dari jendela apartemennya.
"Permisi apa ini unit yang memesan jasa angkut barang?"
Dari depan pintu apartemen terdengar suara seorang pria sontak Javier langsung berjalan menuju pintu dan membuka pintu tersebut.
"Benar itu saya" Jawab Javier sambil tersenyum ramah.
"Dimana barang yang akan kami angkat dan pindahkan ke dalam mobil"
"Ada di dalam silahkan masuk" Javier mempersilahkan tiga orang pria tersebut untuk masuk ke dalam apartemennya karena ingin mengangkat dan memindahkan barang-barangnya ke dalam mobil.
"Apa hanya segini atau ada lagi" ucap pria paruh baya yang tadi berbicara dengan Javier di depan pintu apartemen.
"Tidak ada lagi, hanya itu barang yang akan kami bawa"
"Baiklah kami akan mengangkutnya" pria paruh baya tersebut kemudian memerintahkan kedua rekannya untuk membantunya mengangkat kotak-kotak tersebut dan memindahkannya kedalam mobil.
Javier dan Herald membantu mengangkat kotak kardus tersebut sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk memindahkan kotak-kotak itu.
"Ayo kita ke bawah, periksa dulu apa ada barang yang ketinggalan atau tidak" ucap Javier pada Aria.
"Tidak ada kak, semua barang-barangku sudah aku masukan ke dalam kotak kardus juga koper"
"Baiklah kalau gitu ayo pergi"
__ADS_1
Mereka bertiga lalu keluar dari apartemen tersebut dan menghampiri pria paruh baya yang bertanggung jawab atas barang-barang Javier juga Aria.
"Bagaimana pak apa sudah di masukan semua" Javier bertanya pada pria paruh baya tersebut.
"Sudah tuan, sekarang tinggal berangkat saja"
"Baik, anda nanti ikuti saja mobil saya dari belakang"
"Baik tuan"
Javier kemudian berjalan menuju mobilnya "ayo masuk, kita segera berangkat" ajak Javier pada Aria dan juga Herald yang menunggunya di depan mobil.
Mereka bertiga lalu memasuki mobil tersebut. Herald yang mengemudi sementara Aria duduk di belakang dan Javier duduk di depan bersama Herald.
Mereka bertiga lalu meninggalkan gedung apartemen tersebut dan pergi menuju rumah baru yang berada di kota A.
_____
"Letakan saja semua barang itu di dalam" perintah Javier pada pria paruh baya itu saat sudah sampai di rumah barunya.
"Baik tuan" pria paruh baya tersebut lalu mengatakan pada rekan-rekannya untuk langsung saja memindahkan barang-barang tersebut ke dalam rumah.
Aria langsung memasuki rumah diikuti oleh Herald juga Javier. Aria menaiki tangga untuk ke lantai dua dan berjalan menuju sebuah ruangan yang cukup besar.
"Sepertinya ini cocok untuk kamarku aku juga bisa melihat pemandangan kota dari sini"
"Sudah kak, aku akan memilih kamar ini"
"Baiklah kakak juga akan memilih kamar yang ada di samping kamarmu. Oh iya Herald apa kamu akan menginap di sini atau kamu akan pulang?" Javier menatap Herald yang ada di sampingnya.
"Aku akan pulang, aku juga ada pekerjaan yang mengharuskan aku untuk datang"
"Iya juga kamu kan punya pekerjaan, aku sampai lupa karena kamu selalu ada bersama kami"
Herald hanya tersenyum menanggapi perkataan Javier sementara Aria dia hanya terdiam.
"Kapan kamu akan pulang?"
"Sekarang.." jawab Herald sambil menatap arloji yang melingkar di tangannya.
"Sekarang?.."
Herald menganggukkan kepalanya lalu menatap Aria yang masih terdiam. "Aku akan berkunjung saat pekerjaanku sudah selesai"
__ADS_1
"Baiklah, hati-hati di jalan dan maaf karena kami tidak bisa mengantar mu, kami tidak mau berurusan dengan dunia bawah" meskipun Javier sudah memaafkan Herald namun Javier masih tidak menyukai orang-orang dari dunia bawah.
"Aku mengerti, ya sudah aku permisi dan terimakasih karena sudah mengijinkan aku untuk tinggal bersama kalian beberapa hari ini"
"Tidak perlu, seharusnya aku yang berterimakasih karena kamu sudah mau membantuku juga Aria"
"Ya sudah aku pulang sekarang"
"Aria ayo antarkan Herald ke depan" ajak Javier pada Aria.
Aria hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengikuti Javier di belakang. "Kenapa kamu diam saja?" Herald berjalan di samping Aria lalu segera bertanya pada Aria yang dari tadi hanya terdiam.
"Aku sedang memikirkan sesuatu"
"Memikirkan apa?" Herald menatap Aria dengan tatapan ingin tau apa yang sedang Aria pikirkan.
"Aku tidak bisa mengatakannya di sini karena ada kakak"
"Begitu ya, kalau begitu apa kamu akan ke dunia bawah kita bisa bertemu di sana dan juga aku akan membawakanmu tanaman Mawar Ungu yang waktu itu aku katakan"
"Aku akan ke dunia bawah tapi mungkin membutuhkan waktu karena aku harus memastikan kakak aman di sini terlebih dulu"
"Baiklah, kalau kamu mau ke dunia bawah tolong kabari aku, aku akan segera mampir ke mansionmu"
Aria menjawab dengan anggukkan kepalanya. Tidak terasa mereka bertiga sudah berada di luar rumah tersebut, Herald lalu berjalan ke arah mobilnya. Mobil yang mereka bertiga tumpangi adalah mobil milik Herald yang dia bawa dari dunia bawah.
Herald menatap Aria kemudian memasuki mobil tersebut dan melajukan mobilnya menuju kota x. Aria melihat Herald pergi dengan diam lalu segera masuk kembali ke dalam rumah begitu mobil Herald sudah tidak lagi terlihat.
Aria berjalan ke kamarnya sambil membawa koper besar yang berisi pakaiannya diikuti oleh Javier karena kamar mereka berdampingan.
Pria paruh baya pengangkut barang setelah selesai memindahkan barang-barang dalam kotak kardus tersebut langsung bergegas pergi setelah Javier memberikan bayaran untuk mereka.
_____
"Aku harus cepat membereskan para orang tua yang gila uang itu biar nanti mereka tidak akan menggangguku lagi saat aku sedang bersama Aria"
Herald kini sedang dalam perjalanan menuju kota x untuk ke dunia bawah. Setelah dua jam perjalanan Herald sudah berada di dunia bawah, Herald lalu mengemudikan mobilnya memasuki sebuah mansion mewah bergaya abad pertengahan.
Saat mobil Herald sudah berada di depan pintu mansion, serempak orang-orang berdatangan dan berbaris rapih di depan mobilnya.
Herald kemudian keluar dari dalam mobil dan langsung di sambut oleh ratusan bawahannya "Selamat datang kembali Ketua" ucap ratusan orang itu bersamaan pada Herald.
Herald tidak menanggapi anak buahnya dan langsung berjalan memasuki mansion miliknya. Saat Herald melewati ratusan orang itu serempak mereka semua membungkukkan badan mereka ke arah Herald.
__ADS_1
Herald kini sudah berada di ruang utama di dalam mansion tersebut dan segera di sambut oleh seorang pria yang sepertinya seumuran dengannya. Herald lalu berjalan ke arah sofa dan segera duduk di atas sofa empuk bergaya abad pertengahan itu.
"Rudiger panggil Vorsham ke sini sekarang juga" Herald berkata pada pria yang menyambutnya di ruangan itu.