Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Kebenaran Yang Terungkap


__ADS_3

"Tidak mau, aku tidak mau pulang" Herald menggelengkan kepalanya


"Hey aku menyuruhmu pulang"


"Aku kan sudah bilang aku tidak mau pulang, aku masih merindukanmu" Herald menjawab sambil tersenyum lembut pada Aria.


"Cihh jangan mengatakan omong kosong seperti itu, lebih baik kamu pulang aku masih ada urusan"


"Aku tidak mengatakan omong kosong aku benar-benar merindukanmu" Herald menatap lembut mata Aria.


"Hatiku selalu sakit ketika melihat mata itu" batin Herald


"Terserah kamu, aku mau memeriksa sesuatu" Aria lalu bangun dan berjalan keluar ruang tamu, Herald yang melihat Aria keluar kemudian mengikutinya dari belakang.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Aria menengok ke belakang karena merasakan Herald mengikutinya


"Aku hanya mau mengikutimu itu saja" Herald menjawab sambil tersenyum canggung


"Hey aku merasa tidak enak kalau membiarkan ketua Blood Moon organisasi paling berpengaruh nomor satu di dunia bawah harus berjalan di belakangku"


"Kamu terlalu berlebihan aku kan hanya ketua sebuah organisasi sama sepertimu" Herald lalu melangkahkan kakinya dan mensejajarkan langkahnya dengan Aria.


"Kamu mau ke mana?" Setelah sejajar dengan Aria Herald lalu bertanya kemana Aria akan pergi


"Aku mau memeriksa informasi di ruang kerjaku" ucap Aria tanpa menoleh sedikitpun pada Herald


"Informasi? Kamu mau memeriksa informasi apa?" Herald penasaran dengan informasi yang akan Aria lihat.


"Informasi tentang Red Blood, aku dan Louis mendapatkannya dari gedung lelang mereka"


"Louis.. ah maksudmu Asisten mu Louis?"


Aria menjawab perkataan Herald dengan menganggukkan kepalanya "Kalau Aria sudah mendapatkan data dan berkas informasi dari gedung lelang milik Red Blood berarti sudah bisa di pastikan bisnis lelang Red Blood di dunia bawah sudah hancur" Herald mengangguk-anggukkan kepalanya sambil memikirkan nasib organisasi Red Blood

__ADS_1


"Kenapa kamu?" Aria melihat Herald yang sedang berpikir serius sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Ah..aku hanya sedang memikirkan sesuatu yang tidak terlalu penting" Herald menjawab Aria dan langsung tidak lagi memikirkan organisasi Red Blood yang sebentar lagi akan hancur itu.


Tidak lama kemudian mereka berdua sudah berada dekat dengan ruang kerja Aria, Aria lalu melihat Louis yang baru saja mau masuk ke dalam ruang kerja tersebut.


"Louis.." Aria memanggil Louis dan Louis pun melihat Aria tapi tidak lama kemudian Louis langsung terkejut saat melihat pria yang ada di samping Aria.


"Nona Aria, tuan Herald.. ternyata anda adalah tamu yang Hans maksud" Louis memberikan hormatnya pada Aria juga Herald.


"Benar itu saya, bagaimana kabar anda tuan Louis?" Herald bertanya sambil masih tersenyum pada Louis.


"Saya baik-baik saja tuan, dan panggil saja saya Louis"


"Baguslah kalau kamu baik-baik saja" Herald mengangguk pelan


Herald dan Louis sudah saling mengenal karena pernah bertemu beberapa kali saat Louis menggantikan Aria untuk rapat atau pertemuan tiga organisasi terkuat dan berpengaruh di dunia bawah.


"Louis apa itu laporan yang ingin kamu berikan padaku?" Aria melihat berkas dan laptop yang ada di tangan Louis.


"Ya sudah kalau begitu bawa itu ke dalam" Aria lalu membuka pintu ruang kerjanya dan masuk ke dalam diikuti oleh Louis serta Herald.


Aria duduk di sofa yang ada di depan meja kerjanya. Herald duduk di samping kanan Aria sementara Louis berdiri di samping kiri Aria. Louis lalu meletakan berkas dan juga laptopnya di atas meja, setelah itu Louis kembali ke sisi kiri Aria.


"Nona saat saya memisahkan beberapa data saya menemukan nama keluarga anda di salah satu dokumen dalam data tersebut"


"Nama keluargaku?" Aria merasa heran kenapa nama keluarganya ada di dalam data informasi organisasi Red Blood.


"Benar nona untuk lebih detailnya nona bisa mengeceknya sendiri"


Aria lalu membuka berkas terlebih dulu, disitu tertulis pendapatan dan pengeluaran serta keuntungan dari acara lelang tersebut.


"Pantas saja Leon mengambil bisnis ini ternyata untung dari bisnis ini sangat banyak" Aria merasa skeptis melihat keuntungan yang di dapat oleh Leon.

__ADS_1


"Tentu saja keuntungannya banyak karena orang-orang kaya yang tidak bisa mengendalikan nafsunya sangat banyak bahkan di dunia luar sekalipun" Herald ikut menanggapi hasil dari keuntungan yang di dapat Leon.


Aria membalikkan kertas selanjutnya dan isinya sama tentang penjualan kerugian dan keuntungan itu tandanya berkas tersebut adalah informasi tentang keuangan organisasi Red Blood.


Aria lalu menutup berkas tersebut dan meletakkannya kembali ke atas meja. Aria kini meraih laptop lalu mulai memeriksa setiap dokumen yang ada di dalamnya.


Aria melihat dalam beberapa dokumen organisasi Red Blood tidak hanya menjual tubuh manusia tetapi juga menjual berbagai macam obat-obatan terlarang. Aria hanya menggeleng kepala pelan, lalu Aria membuka dokumen yang kedua disitu Aria melihat berbagai video yang tidak pantas dan juga salah satu pemeran yang ada di dalam video itu adalah Grace.


"Ternyata mereka juga merekam ini lalu menjualnya mereka benar-benar biadab" Aria tidak tahan melihat Grace yang ada di dalam video diperlakukan sangat tidak manusiawi makannya Grace jadi seperti sekarang.


Louis yang melihat itu mengepalkan tangannya dengan sangat keras. Louis tidak tau isi dokumen-dokumen yang ada di dalam data tersebut Louis hanya memisahkan data dan dokumen sesuai tanggalnya saja jadi dia tidak membuka dokumen tersebut lagian Louis tidak berani membuka dokumen penting tanpa ijin dari Aria.


Sementara Herald dia hanya menghela nafas pelan dan juga kini di wajahnya tidak ada senyuman lagi kini ekspresi wajah Herald sangat datar dan dingin.


"Ternyata organisasi Red Blood bisa sekejam ini, memang di dunia bawah tempatnya orang-orang kejam tapi itu ada batasannya dan organisasi Red Blood sudah melewati batasan itu, aku harus secepatnya membereskan organisasi itu dan juga organisasi lain yang sudah diluar kendali" batin Herald.


Aria langsung menutup dokumen yang berisi video tidak pantas itu karena Aria sendiri tidak mau melihat hal seperti itu. Aria lalu membuka dokumen selanjutnya lalu saat Aria mengklik dokumen tersebut muncul nama keluarganya, Aria lalu melihat isi dari dokumen itu.


"Rencana pembunuhan pasangan suami istri Darrellyn" Aria membaca tulisan yang ada di dalam dokumen tersebut.


"Darrellyn? Bukannya itu marga keluargamu Aria?" Herald menatap Aria yang saat ini juga sedang memikirkan hal yang sama


"Iya itu marga keluargaku kenapa bisa ada di sini" Aria bingung sekaligus penasaran karena disana tertulis rencana pembunuhan "Apa jangan-jangan.."


Aria langsung membaca dokumen tersebut dan saat itu juga tubuh Aria gemetar hebat mendadak atmosfer di ruangan itu sangat mencengkam Louis serta Herald juga sangat terkejut ketika membaca isi dari dokumen itu.


Isi dari dokumen itu adalah rencana pembunuhan pasangan suami istri Darrellyn yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu dan Ayah Aria. Di dalam dokumen itu juga dijelaskan bahwa tuan Davide Charemon Darrellyn dan juga istrinya Ellenora Jullievara Darrellyn sudah mengganggu bisnis lelang dan juga jual beli obat-obatan terlarang organisasi Red Blood. Davide dan Ellenora juga menghalangi bisnis jual beli organ dalam manusia milik organisasi Black Shadow makannya kedua organisasi tersebut bekerja sama untuk menghabisi Pasangan suami istri Darrellyn tersebut.


Bahkan di dalam dokumen itu juga tertulis lebih baik menghabisi satu keluarga Darrellyn daripada nanti mereka ketahuan oleh anak-anak keluarga Darrellyn yang mencari tau penyebab kematian Ayah dan ibu mereka.


Disana juga dijelaskan bahwa sebelum rumah Aria di bakar Ayah serta Ibu Aria diracun terlebih dulu dan di ambil organ dalamnya untuk dijual sementara Aria dan Javier mereka tidak tau karena sudah tertidur pulas di kamar masing-masing, lalu setelah itu rumah Aria dibakar dengan Ayah dan Ibunya terlebih dulu setelah itu baru merambat ke seluruh rumah Aria.


Beruntungnya Aria dan Javier saat itu langsung bangun dan selamat dari kebakaran tersebut.

__ADS_1


Herald juga Louis langsung menatap Aria yang kini terlihat sangat marah bahkan Aria mengeluarkan emosinya, sekarang ekspresi wajah Aria pun sulit di jelaskan karena emosi tumpang tindih yang keluar itu ditambah atmosfer yang semakin mencengkam dan juga menipis.


"LEON BAJINGAN SIALAN!!! BIADAB KAMU LEON!!!" Aria berteriak sangat kencang bahkan Herald dan juga Louis gemetaran melihat wajah Aria yang kini dipenuhi dengan berbagai macam emosi dan juga ekspresi wajah Aria sekarang seperti Iblis yang sangat menakutkan.


__ADS_2