Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Menghentikan Aria


__ADS_3

Aria lalu bangun dan berlari menuju pintu ruang kerjanya dan keluar dari ruangan tersebut.


"Aria.." Herald dan juga Louis berteriak memanggil Aria namun karena Aria sudah termakan emosinya Aria tidak mendengar teriakan Herald maupun Louis.


Herald dan juga Louis lalu segera berlari mengejar Aria yang kini sedang diluar kendali karena sudah dikendalikan oleh emosinya.


"Gawat kita harus menghentikannya dia pasti akan mencari Leon" Herald berkata pada Louis yang sedang berlari di sampingnya


"Anda benar tuan kita harus segera menghentikan nona Aria karena sekarang nona sedang tidak mengenali yang mana kawan dan lawan saya takut nona akan mencelakai diri sendiri dan juga orang lain yang ada di mansion ini" terlihat jelas kekhawatiran di wajah Louis.


Herald setuju dengan ucapan Louis jadi mereka berdua menambah kecepatan berlarinya lalu berhasil menyusul Aria yang mau membuka pintu depan mansion tersebut.


Herald memegang tangan Aria namun seketika juga Aria mendorong keras tubuh Herald sampai menghantam pilar yang ada di dalam mansion.


"Jangan halangi aku atau kalian akan ku habisi" Aria berkata dengan nada yang sangat dingin kemudian ingin kembali membuka pintu tersebut namun Louis tidak membiarkannya dan menghadang Aria tepat di depannya.


"Aria sadarlah jangan biarkan emosi menguasai tubuhmu" Louis mencoba untuk menyadarkan Aria tapi, Aria tidak mendengar perkataan Louis dan mengeluarkan pedangnya.


Aria berniat untuk menebas Louis. Louis yang melihat Aria mengeluarkan pedang dan menyerang dengan tiba-tiba membuat Louis tidak sempat menghindar namun saat pedang Aria beberapa senti lagi dari Louis Herald dengan cepat mendorong tubuh Louis lalu menyambut serangan Aria dengan pedang yang Herald bawa.


Herald juga mempunyai pedang yang sudah di modifikasi menjadi gelang seperti Aria dan sekarang Herald menggunakan pedang itu untuk menghadang serangan Aria.

__ADS_1


Mendengar suara keributan di dalam mansion beberapa anggota Black Rose dan juga Hans langsung menghampiri ruang depan tempat terjadinya keributan.


"Ketua ada apa ini..."


"Nona Aria kenapa ini?.."


Hans dan juga beberapa anggota Black Rose bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi di dalam mansion tersebut, mereka mengira ada serangan dari musuh di dalam mansion tersebut terlebih lagi Aria sedang berhadapan dengan Herald mereka pikir Herald adalah musuh yang menyerang lalu mereka mengeluarkan pedang dan juga pistol berniat ingin membantu ketua mereka jikalau ada serangan lain.


Aria yang melihat ada orang-orang yang berkumpul di sana dan mengeluarkan berbagai senjata langsung berteriak "Apa kalian juga mau menghalangiku!! Kalau begitu kesini kalian sekarang juga, aku akan menghabisi kalian karena berani menghalangiku!!"


Anggota Black Rose yang datang dan juga Hans bingung mendengar teriakan Aria lalu tidak lama kemudian terdengar suara Louis "Kalian semua mundur dan jangan ikut campur sedikitpun kalau kalian masih menyayangi nyawa kalian" Louis lalu bangun karena tadi dia terjatuh saat di dorong oleh Herald untuk menghindari serangan Aria.


"Tuan Louis sebenarnya apa yang terjadi kenapa nona seperti itu" Hans yang sangat kebingungan meminta penjelasan dari Louis.


Herald lalu melihat Louis "Louis biar aku yang menghentikan Aria kamu cegah agar orang-orang tidak ikut campur dan juga bawa mereka menjauh dari sini karena aku khawatir mereka akan Aria jadikan sebagai sandera"


Louis sebenarnya ingin membantu tapi karena kemampuannya masih di bawah Aria dan juga Herald Louis lalu setuju dengan perkataan Herald karena mau bagaimanapun Aria sekarang sedang tidak bisa membedakan mana kawan dan juga mana lawan karena sudah terpengaruh oleh emosinya.


"Baiklah saya akan menjauhkan yang lain dari sini, saya harap tuan Herald bisa menghentikan nona tanpa terluka baik itu anda maupun nona Aria, kalau begitu saya serahkan pada anda" Louis lalu berjalan kearah Hans dan juga anggota Black Rose yang tadi datang.


"Tuan Louis anda belum menjawab saya sebenarnya ada apa ini?" Hans langsung mengulangi perkataannya saat Louis sudah berada di hadapannya.

__ADS_1


"Nona Aria sekarang sedang kehilangan kendali atas dirinya sendiri karena tidak bisa mengatur emosinya, karena itu sekarang nona tidak bisa membedakan mana lawan mana kawan jadi nona sekarang tidak mengenali kita" Louis menghela nafas pelan setelah mengatakan itu.


"Lalu apa yang membuat nona jadi seperti ini?"


"Kalau itu saya tidak bisa menjawabnya karena itu masalah pribadi nona" Louis menggeleng kepala pelan


"Begitu ya, kalau begitu bukannya pria itu adalah pria yang tadi nona ajak masuk kenapa anda mempercayakan pria itu untuk menghentikan nona Aria" Hans melirik Herald yang sekarang sedang berbicara pada Aria.


"Dia adalah ketua Organisasi Blood Moon, organisasi nomor satu paling berpengaruh di dunia bawah juga kemampuannya tidak perlu diragukan lagi dia sangat kuat. kalau ketua organisasi Blood Moon tidak bisa menghentikan nona Aria kita juga tidak akan bisa"


"Ketua organisasi Blood Moon" serentak semua orang yang ada di sana terkejut karena ketua organisasi Blood Moon adalah orang yang sangat sulit untuk di temui dan sekarang mereka semua bisa melihat ketua organisasi Blood Moon yang rumornya sangat kuat dan tidak pernah kalah dalam melawan musuhnya.


"Aria tenanglah, jangan biarkan emosi menguasaimu" Herald mencoba untuk berbicara dengan Aria karena Herald juga tidak mau melawan Aria apalagi harus menghentikan Aria tanpa terluka sedikitpun itu seratus kali lebih sulit daripada membunuh seseorang.


"Bajingan itu sudah menghancurkan keluargaku dan juga sudah membuat hidupku hancur karena kehilangan ayah dan ibuku dan beberapa hari yang lalu bajingan itu juga mencoba untuk membunuh kakakku keluargaku satu-satunya, aku harus membunuhnya sekarang juga minggir kamu jangan halangi aku" Aria berkata dengan nada yang sangat dingin dan juga ekspresi wajahnya yang sulit di artikan karena emosi yang tumpang tindih itu.


"Aria kita akan membalasnya dengan kepala dingin, kalau kamu emosi seperti ini yang ada kamu akan mencelakai dirimu sendiri dan juga orang-orang yang perduli padamu" Herald menatap Aria dengan tatapan yang sangat lembut.


"Diam kamu!! Aku harus menghabisi bajingan itu sekarang juga kalau kamu tidak minggir aku akan menghabisimu terlebih dulu" Aria menunjuk Herald dengan pedangnya.


"Maafkan aku Aria tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi keluar dalam keadaan seperti itu"

__ADS_1


"Baiklah kalau itu mau mu" Aria lalu maju menyerang Herald menggunakan pedangnya


Herald hanya bisa bertahan dari serangan Aria yang membabi buta itu dan mencoba mencari celah untuk menghentikan serangan Aria tanpa membuat Aria terluka.


__ADS_2