
Giovanni membawa Grace masuk ke ruangan besar itu. Saat Giovanni sudah masuk dia sangat terkejut karena di dalam ruangan tersebut ternyata sangat mirip dengan rumah sakit bedanya ini berada di dalam mansion.
"Tuan sebenarnya tempat apa ini kenapa di dalam mansion ada rumah sakit besar seperti ini". Giovanni bertanya kepada Victor sambil terus mengikutinya dari belakang.
"Panggil saja saya Victor, ini mansion milik nona dan tentu saja karena di dunia bawah tidak ada rumah sakit nona membangun rumah sakitnya sendiri di dalam mansionnya khusus untuk anggota organisasi kami saja"
"Apa di setiap organisasi ada rumah sakit seperti ini?"
"Itu tergantung organisasinya kalau organisasi kecil mungkin hanya ruang rawat sederhana dengan fasilitas seadanya dan kalau organisasi besar bisa jadi mereka punya ruangan pribadi yang cukup besar dan juga alat-alat yang lumayan banyak tapi organisasi kami tidak masuk keduanya"
"Maksud anda?"
"Ah..saya tidak bisa menjelaskannya sebaiknya tuan minta nona sendiri untuk menjelaskan"
"Sebentar dari tadi anda menyebut nona, nona yang anda maksud ini siapa ya?". Giovanni penasaran kenapa Victor selalu menyebut nona apa dia ada hubungannya dengan semua hal disini.
"Anda tidak tau?..ah ini akan sedikit canggung" Victor menggaruk tengkuknya yang tidak gatal Victor pikir pria yang ada di hadapannya sudah tau tentang Aria makannya dia membawa pria ini ke mansionnya.
"Nona yang saya maksud adalah ketua organisasi dan juga pemilik mansion ini dia adalah wanita yang bersama dengan anda tadi".
"Apa?!! Nona tadi adalah ketua kalian..ini...". Giovanni sangat terkejut dengan informasi tersebut Giovanni pikir Aria hanya anggota biasa di organisasinya karena kebanyakan ketua suatu organisasi adalah seorang pria.
"Bukankah ketua organisasi itu seorang pria kenapa nona tadi bisa menjadi ketua di organisasi sebesar ini?"
"Kalau itu saya tidak bisa menjawabnya lebih baik anda tanyakan langsung pada nona, nah kita sudah sampai sekarang bawa dia masuk ke ruangan ini". Victor membuka pintu ruangan nomor 157.
Giovanni mengangguk kemudian membantu Grace berjalan masuk ke dalam kamar tersebut.
"Baringkan dia di atas tempat tidur saya akan memeriksanya anda bisa menunggu di sofa sebelah sana". Victor menunjuk sofa dekat jendela di belakangnya.
"Baiklah tolong obati teman saya". Giovanni lalu berjalan menuju sofa yang berada di dekat jendela dan duduk disana. "Sofa ini sangat nyaman". Giovanni melihat keluar jendela lalu tidak lama kemudian dia kembali memalingkan wajahnya "Aku tidak nyaman melihat bunga hitam itu".
Kurang lebih dua puluh menit Victor sudah selesai mengobati luka Grace namun dia menggeleng pelan lalu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya Giovanni yang melihat tingkah Victor lalu segera menghampirinya.
"Ada apa dok?" Giovanni memutuskan untuk memanggil dokter saja karena merasa tidak sopan memanggil pria paruh baya tersebut dengan namanya saja
"Dia mengalami trauma yang sangat parah juga gangguan kecemasan dan shock berat, dia juga mengalami stres berat luka luarnya tidak parah hanya berupa goresan kecil dan lebam-lebam tapi luka dalamnya sangat parah termasuk mentalnya ini..dia akan sulit untuk sembuh dan hidup normal seperti biasa lagi"
"Tidak saya sangka akan separah ini" Giovanni mengepalkan tangannya sangat keras sampai terlihat urat-urat di tangannya.
"Memangnya apa yang sudah terjadi padanya kenapa dia bisa seperti ini?" Victor melihat kearah Giovanni
"Saya juga kurang tau, saya dan nona-- tunggu sepertinya saya masih belum tau nama nona itu, dokter apa saya boleh tau nama ketua anda?" Giovanni sebenarnya sedikit malu karena daritadi dia tidak menanyakan nama dari wanita itu apalagi wanita itu sudah menolongnya dia tentu saja harus tau nama wanita tersebut.
"Nona Rose anda bisa memanggilnya dengan nona Rose". Victor mengatakan nama panggilan Aria di dunia bawah sebab Victor yakin Aria tidak mau nama asli dirinya di sebut. Tentu saja ada beberapa organisasi yang mengetahui nama asli Aria tapi hanya tiga organisasi terkuat dan berpengaruh di dunia bawah seperti ketua Black Shadow dan ketua Blood Moon.
"Rose.." Giovanni bergumam pelan
"Ekhem.. tuan anda belum menjawab pertanyaan saya kenapa dia bisa menjadi seperti ini?"
__ADS_1
"Ah iya..saya juga kurang tau saat saya dan nona Rose sedang mengamati lelang saya melihat Grace ada disana dan dia dijadikan bahan untuk pelelangan saya juga tidak tau kenapa dia bisa ada disana". Mengingat kembali kejadian tadi membuat Giovanni geram.
"Apa!! Bahan lelang apa itu berarti pelelangan manusia?" Victor terkejut mendengar masih ada pelelangan manusia di dunia bawah.
Giovanni yang melihat Victor begitu terkejut dan sekarang wajahnya sangat marah sedikit bingung dan tidak tau harus berbuat apa.
"Apa yang terjadi?"
Giovanni dan Victor melihat kearah sumber suara dan mereka menemukan Aria sudah berdiri di pintu masuk ruangan tersebut Aria juga masih memakai topengnya.
"Nona.." Victor membungkukkan badannya saat melihat Aria.
Aria lalu melangkah masuk dan menghampiri mereka "Aku tanya apa yang terjadi?"
"Nona apa benar masih ada tempat lelang yang melelang tubuh manusia" Victor bertanya pada Aria dan menyembunyikan amarahnya.
Aria melihat Victor dan juga Giovanni yang terlihat canggung "Hey apa kamu yang memberitahunya?" Aria menatap tajam Giovanni.
Giovanni sedikit gugup melihat tatapan tajam Aria lalu Giovanni mengangguk pelan.
Aria kemudian menghela nafas pelan dan menatap Victor "Akan aku jelaskan nanti sekarang bagaimana keadaan dia" Aria melihat Grace
Victor sebenarnya ingin tau tentang lelang tersebut tapi karena Aria sudah berkata seperti itu jadi Victor menyampingkan dulu pertanyaannya dan memilih fokus ke Grace.
"Nona ini mengalami trauma yang sangat parah dan juga gangguan kecemasan bahkan shock berlebihan juga stres berat" Victor mengucapkan keadaan Grace pada Aria.
"Victor rawat dia aku akan mencari cara untuk menyembuhkannya"
"Baik nona". Victor menganggukkan kepalanya.
"Dan kamu ikut saya". Aria menunjuk Giovanni yang masih berdiri disana.
"Kemana?"
"Ikuti saja saya". Setelah itu Aria berbalik dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut Giovanni mengikuti Aria di belakangnya.
Tidak lama kemudian mereka berdua sampai di taman kaca yang dipenuhi mawar hitam dan di dalam taman tersebut terdapat meja dan kursi untuk minum teh.
Aria kemudian duduk di kursi tersebut diikuti oleh Giovanni "nona Rose kenapa anda membawa saya kesini?"
"Rose?" Aria menatap Giovanni
"Tadi saya bertanya pada dokter anda karena saya tidak tau nama anda maafkan saya seharusnya saya tanya langsung pada anda" Giovanni menundukkan kepalanya untuk meminta maaf.
"Tidak masalah" Aria sebenarnya cukup bingung saat nanti akan memperkenalkan diri tapi karena Victor sudah memperkenalkannya dia pastinya juga sudah tau siapa Aria.
"Nona apa benar anda seorang ketua organisasi?" Giovanni bertanya dengan hati-hati.
"Benar" Aria menjawab dengan santai seperti biasa.
__ADS_1
"Begitu ya, bukannya menjadi ketua itu tidak mudah"
"Kamu benar tapi ini adalah pilihan saya jadi saya harus menjalaninya mau mudah ataupun susah"
Giovanni kembali mengingat saat Aria saat sedang berada di tempat lelang dan dengan mudahnya mengeluarkan nominal angka yang tidak sedikit dengan santainya dan semua itu sekarang sudah terjawab karena Aria adalah ketua dari organisasi besar di dunia bawah mungkin uang segitu tidak ada apa-apanya di mata Aria.
"Aku mengajakmu kesini karena ingin meminta temanmu untuk sementara dirawat di sini" Aria langsung berbicara ke intinya dan tidak mau bertele-tele.
"Itu.." Giovanni berpikir kalau Grace ikut dengannya ke dunia luar pasti disana tidak akan aman karena orang yang mengirim Grace ke dunia bawah belum di temukan.
"Baiklah saya setuju Grace dirawat sementara di sini"
"Grace?" Aria pura-pura tidak mengenal Grace jadi saat Giovanni mengatakan Grace dia berpura-pura tidak tau
"Itu nama teman saya yang tadi nona selamatkan"
Aria mengangguk pelan "Baguslah kalau kamu setuju, aku hanya mau bertanya itu padamu"
Giovanni melirik jam yang ada di tangannya dan menunjukan pukul sebelas malam sudah saatnya dia pulang.
"Nona kalau begitu saya pamit pulang karena malam juga sudah semakin larut"
"Baiklah kamu boleh pergi" Aria masih duduk santai di tempatnya sedangkan Giovanni dia terlihat kebingungan
"Itu nona arah jalan keluar kemana ya saya tidak tau karena mansion anda sangat besar" ucap Giovanni sambil tersenyum canggung.
Aria menatap Giovanni lalu bangun dari tempat duduknya "Ikuti saya". Aria lalu berjalan paling depan dan Giovanni mengikutinya dari belakang sambil menghapal jalan yang ia lewati.
"Bulannya sangat indah andai aku membawa alat gambarku" Giovanni menatap bulan yang bersinar terang bahkan sinarnya mengenai tubuh Giovanni dan juga Aria.
"Kamu benar bulannya sangat indah" Aria juga menatap bulan yang ada di atas sana dengan tatapan sendu. Giovanni tidak melihat tatapan Aria karena disana gelap dan hanya ada beberapa lampu juga sinar bulan yang menyinari tubuh mereka.
"Nona apa saya boleh bertanya?"
"Tentu saja, memang apa yang mau kamu tanya". Aria tidak menghentikan langkahnya dan masih berjalan santai di depan Giovanni.
Giovanni lalu mempercepat langkahnya dan berjalan sejajar dengan Aria "Kenapa hanya ada bunga mawar hitam disini?"
"Karena aku menyukainya" jawab Aria santai
"Begitu ya, tapi nona masih banyak bunga yang warnanya cantik tapi kenapa anda memilih mawar hitam?"
"Karena aku menyukainya"
Mendengar jawaban yang sama dari Aria Giovanni tersenyum canggung kemudian mengalihkan pembicaraannya "ekhm..nona Rose terimakasih karena anda sudah membantu saya untuk menolong Grace"
"Sama-sama"
Suasana kembali canggung untungnya mereka telah sampai di depan pintu masuk mansion tersebut namun di pintu masuk tersebut mereka melihat seorang pria sedang berdiri memandang bulan.
__ADS_1