
"Dunia bawah?.. kenapa anda langsung mengambil kesimpulan seperti itu?". Aria mengerti Giovanni pasti mencurigai seseorang dari dunia bawah karena dari cara membunuhnya dan juga terdapat luka yang dibuat oleh pedang di tubuh korban tapi menurut Aria pelaku tersebut bukan dari dunia bawah.
"Karena terdapat luka dari sebuah pedang di tubuh korban dan juga cara membunuhnya yang kejam".
"Anda salah.. pelakunya bukan dari dunia bawah, memang cara membunuh orang dari dunia bawah sangat kejam tapi pelaku yang membunuh korban bukan dari dunia bawah". Giovanni yang mendengar itu terkejut karena sudah pasti pelakunya orang dari dunia bawah. "Nona maksud anda apa mengatakan hal seperti itu, bukankah nona sendiri yang bilang bahwa luka tusukan itu akibat dari sebuah pedang?".
"Aku memang mengatakan hal itu tapi aku tidak bilang bahwa pelakunya orang dari dunia bawah". Aria masih terlihat santai menanggapi ucapan Giovanni.
"Jadi maksud nona pelakunya bukan orang dari dunia bawah, mengapa anda juga menyimpulkan bahwa pelakunya bukan orang dari dunia bawah?". Giovanni ingin mendengar alasan Aria kenapa dia mengatakan hal seperti itu.
"Aku bisa menyimpulkan seperti itu karena orang dari dunia bawah tidak mungkin repot-repot menabrak orang yang sudah meninggal, mereka pasti akan membiarkan jasad korban tergeletak begitu saja daripada harus repot-repot menagangkatnya lalu menabraknya".
Giovanni terkejut mendengar ucapan Aria karena mengetahui cara kerja orang dari dunia bawah dia sedikit curiga pada Aria karena wanita itu juga sepertinya sudah terbiasa melihat darah dan juga mayat yang tidak benar-benar utuh. "Nona kenapa anda bisa begitu mengetahui cara kerja orang dari dunia bawah?...apa..apa anda salah satu dari mereka, dari dunia bawah itu?".
Aria masih terlihat tenang menanggapi tuduhan Giovanni, menurutnya Giovanni adalah pria yang cerdas karena bisa menebak-nebak dengan lumayan akurat. "Kalau saya orang dari dunia bawah saya tidak akan perlu repot-repot untuk membantu korban dan membantu anda untuk menemukan pelaku pembunuhan tersebut". Aria menatap mata Giovanni. Giovanni sebenarnya tidak nyaman dengan tatapan datar Aria karena dia bisa melihat begitu banyak emosi yang sekarang sedang tumpang tindih di mata wanita itu.
Giovanni memutuskan untuk tidak menatap mata itu lama-lama dan dia kembali fokus kepada jasad yang ada di depannya.
"Anda benar, maafkan saya nona karena sudah berbicara sembarangan dan menuduh anda padahal niat anda baik ingin membantu korban".
Sebenarnya Giovanni tidak salah dengan tuduhannya hanya saja Aria tidak mungkin mengaku kalau dia dari dunia bawah apalagi dia adalah seorang ketua mafia.
"Kalau begitu siapa pelaku sebenarnya dan darimana dia mendapatkan sebuah pedang yang hanya dimiliki oleh orang dunia bawah". Giovanni kembali fokus ke masalah utama yaitu siapa yang membunuh korban.
"Tentu saja pasti para rentenir". Aria sudah tidak asing dengan kasus Pembunuhan seperti ini.
__ADS_1
"Rentenir?". Giovanni terlihat sedang berpikir kemudian "itu masuk akal nona".
"Sebaiknya anda cari dulu identitas dari korban dan riwayat hidupnya baru setelah itu kalian bisa mencari pelakunya". Setelah mengatakan itu Aria lalu berdiri dan melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana karena sepertinya sudah tidak banyak orang berkerumun dan mobil bisa lewat.
Tapi baru beberapa langkah Aria melangkah Giovanni memanggilnya "Nona tunggu dulu". Giovanni berlari kearah Aria. Aria membalikan badannya saat Giovanni sudah berada di belakangnya.
"Ada apa?".
"Kenapa nona langsung pergi, bukannya tadi anda bilang ingin membantu korban?".
"Saya memang akan membantunya tapi saya harus bilang dulu pada taksi yang menunggu saya karena saya akan membantu anda dan juga korban, saya akan meminta supir taksi tersebut untuk jangan menunggu saya lagi karena mungkin akan lama, sekalian saya akan membayar taksi tersebut karena tadi sudah mengantar saya walaupun hanya setengah jalan".
Giovanni ternyata salah paham dengan Aria. Dia sedikit malu dengan hal itu. "Ah maafkan saya nona, saya pikir anda akan langsung pergi". Giovanni tersenyum canggung.
Selesai dengan urusannya Aria lalu berbalik untuk kembali ke TKP. Ternyata Giovanni sudah kembali ke sana dan terlihat sedang berbicara dengan beberapa polisi. Aria lalu menghampirinya. "Bagaimana?".
Giovanni melihat Aria sudah berdiri di sampingnya dan membuat dia terkejut. "Wanita ini kenapa selalu muncul tiba-tiba bahkan suara langkah kakinya pun tidak terdengar".
"Saya sudah menyuruh anak buah saya untuk mencari identitas korban karena di tubuhnya tidak ada identitas apapun, bahkan KTP pun tidak ada".
"Butuh waktu berapa lama kira-kira?".
"Mungkin sekitar satu jam".
"Ternyata lumayan lama juga ya". Aria lalu kembali berjalan kearah jasad korban yang masih tergeletak di tengah jalan tersebut. Giovanni juga mengikuti Aria dari belakang.
__ADS_1
"Bagaimana cara menjelaskan luka pedang tersebut ya?". Giovanni sedang berpikir bagaimana cara dia menjelaskan kepada atasannya ada luka dari pedang di tubuh korban. Karena kalau sampai dia tidak menemukan jawabannya dan atasannya itu menyimpulkan luka korban adalah ulah dari orang dunia bawah maka bisa dipastikan penyelidikan akan di berhentikan karena semua polisi di kota itu tidak mau berurusan dengan orang dunia bawah.
"Anda tinggal menjelaskan saja bahwa rentenir yang melakukan itu".
"Saya tau nona tapi bagaimana saya menjelaskan darimana para rentenir itu mendapatkan pedang yang cukup sulit itu".
"Tentu saja dari pasar gelap". Mendengar pasar gelap Giovanni langsung sadar, kenapa dia tidak memikirkan pasar gelap ya.
Pasar gelap adalah sebuah pasar yang terletak di dunia bawah, pasar tersebut juga bisa dicari di internet setelah memasukan kode yang cukup sulit untuk bisa mengakses masuk ke sana. Dan juga barang-barang disana bisa dibeli dengan melalui online shop tapi tentu saja harga barang disana sangat mahal. Kemungkinan besar para rentenir itu juga mendapatkan pedang dari sana karena memiliki banyak uang.
Giovanni sebenarnya sangat kagum dengan kecerdasan Aria yang langsung bisa menyimpulkan kearah sana bahkan dia juga tau tentang pasar gelap. Memang kebanyakan orang juga tau pasar tersebut tapi tidak dengan barang yang di jualnya.
"Pak, sebaiknya anda langsung membawa jasad korban ke rumah sakit untuk segera di autopsi ataupun langsung di kuburkan".
Giovanni setuju dengan usulan Aria, dia lalu meminta salah satu anggotanya untuk menelpon ambulance.
Tidak lama kemudian ambulance datang dan jasad korban langsung dimasukan ke dalam ambulance, itupun sedikit ada kendala karena jasad tersebut sudah hancur dan bagian tubuhnya ada yang terpisah. Setelah jasad korban dimasukan kedalam ambulance lalu ambulance tersebut langsung melaju menuju rumah sakit terdekat disusul oleh beberapa mobil polisi.
"Kalian bertiga bereskan TKP saya mau menyusul kerumah sakit". Giovanni memberi perintah kepada anak buahnya karena dia akan menyusul ambulance tadi.
"Siap pak". Serempak mereka menjawab perintah dari Giovanni.
"Ayo kita pergi ke rumah sakit, kita akan menunggu disana". Ajak Giovanni kepada Aria yang berdiri di sebelahnya.
Aria hanya menganggukkan kepalanya lalu mereka berdua berjalan kearah mobil hitam yang terparkir disana lalu memasukinya dan segera melaju menuju rumah sakit.
__ADS_1