
Leon masih terus mengikuti taksi yang Aria tumpangi, tetapi, begitu Leon sampai di kota X, Leon kehilangan jejak Aria, meskipun ada bantuan teknologi canggih, tapi tetap saja teknologi buatan Leon masih kalah dengan teknologi pengamanan buatan Aria.
Begitu Aria tiba di kota X dan masuk kedalam mobil, Aria langsung menghilangkan keberadaanya dengan menggunakan teknologi buatannya sehingga tidak ada siapapun yang bisa dengan mudah melacaknya di dalam kota itu, Itu pula yang membuat Leon kehilangan jejak Aria.
"Aku kehilangan jejaknya" Leon melihat jam yang ada di tangannya, dia bisa melihat disana tidak ada tanda-tanda Aria lagi.
"Berarti teknologi buatanku masih kalah dengan teknologi buatannya, aku rasa begitu memasuki kota ini, dia langsung menghilangkan jejaknya, aku juga tidak terlalu terkejut karena dari kota ini sudah mulai masuk menuju dunia bawah" Ucap Leon sambil menatap kota yang ada di depannya.
"Meskipun aku penasaran apa yang sedang terjadi padanya, tapi aku tidak mungkin menerobos masuk ke kota itu dan mencarinya di seluruh penjuru kota" Leon melihat kota X sekali lagi lalu menyalakan motornya dan melaju pergi dengan cepat dari kota itu.
_____
Aria masih menunggu di luar ruangan dimana Louis sedang diberikan pengobatan dan perawatan, hingga dua puluh menit kemudian, dokter Victor yang tadi sedang mengobati Louis akhirnya keluar dari ruangan itu.
"Nona ketua" Sapa dokter Victor begitu dia melihat Aria.
Aria menganggukkan kepalanya, "Victor, bagaimana keadaan Louis?" Tanya Aria langsung ke intinya.
"Sekarang kondisi Tuan Louis sudah lebih baik, untungnya dia bisa bertahan dari luka yang cukup parah itu, dan kebetulan juga pedang yang menusuk Tuan Louis tidak menusuk organ-organ vitalnya, hanya mengenai beberapa ususnya saja, tapi nona tidak perlu khawatir, saya sudah memperbaiki usus Tuan Louis dan juga saya sudah menjahit lukanya, namun mungkin untuk beberapa Minggu ini Tuan Louis tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya" dokter Victor menjelaskan kondisi Louis.
"Baik, aku mengerti, terimakasih Victor, sekarang kamu bisa pergi dan tolong bantu obati anggota Black Rose yang terluka saat pertarungan tadi, aku akan masuk untuk melihat kondisi Louis" ucap Aria.
"Baik Nona Muda, saya pamit undur diri" Dokter Victor membungkukkan badannya kearah Aria lalu pergi dari sana, Melihat dokter Victor sudah pergi, Aria lalu masuk kedalam ruangan dimana Louis berada.
Louis yang sedang terbaring diatas tempat tidur melihat Aria masuk kedalam dan menghampirinya, Louis segera bangun dan duduk lalu menyapa ketuanya itu.
"Nona, maafkan saya karena sudah ceroboh" Louis menundukkan kepalanya dan mengakui kesalahannya pada Aria.
"Kamu memang ceroboh, seharusnya saat sedang bertarung sengit sekalipun, kamu masih harus tetap waspada akan sekitarmu, karena pasti akan ada orang yang selalu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan" Ucap Aria lalu duduk di atas ranjang yang sama dengan Louis, Aria duduk tepat di depan Louis.
__ADS_1
"Baik nona, saya akan selalu mengingat kata-kata anda"
"Sudahlah, dan juga, maafkan aku karena aku datang terlambat" Aria menundukkan kepalanya, melihat gelang yang melingkar di tangannya, tentu saja Louis tau kalau Aria sedang merasa bersalah karena terlambat datang.
"Nona, anda tidak perlu meminta maaf, Saya juga mengerti dengan keadaan nona saat itu, pasti para anggota Black Rose juga berpikiran sama dengan saya, mereka tidak akan menyalahkan anda" Louis berusaha menghibur Aria karena Aria terlihat masih merasa bersalah.
"Baiklah, tapi Louis, aku kan sudah bilang padamu, saat kita sedang berdua saja, kamu tidak perlu bicara formal padaku" Kini Aria menatap mata Louis, Louis yang ditatap matanya oleh Aria tiba-tiba menjadi sedikit gugup.
"I-itu... aku lupa karena sudah cukup lama tidak bertemu denganmu" Louis lalu melihat kearah lain dengan telinganya yang sedikit memerah, Louis tidak lagi menggunakan bahasa formal pada Aria.
Melihat Louis yang gugup seperti itu membuat Aria tertawa karena Aria berhasil menggoda pria itu, Melihat Aria yang tertawa lepas dan tidak merasa bersalah seperti tadi lagi, membuat Louis tersenyum, Louis tau kalau dirinya sedang dikerjai oleh Aria.
"Kamu tidak berubah sama sekali Louis, masih mudah dikerjai seperti dulu" Sambil masih terus tertawa, Aria kembali meledek Louis.
"Itukan karena kita sudah lama tidak bertemu, jadi aku merasa sedikit gugup juga canggung" jawab Louis tidak mau kalah dengan Aria.
"Aria, apa yang akan kita lakukan pada anggota Black Shadow yang tersisa?" Louis kembali menyinggung organisasi Black Shadow.
"Tentu saja aku akan menghabisi mereka dan menghapus nama organisasi Black Shadow dari dunia bawah, memangnya apalagi?" Ucap Aria sedikit kesal karena Louis menyinggung lagi organisasi itu, Gara-gara organisasi Black Shadow, Aria hampir kehilangan Louis dan juga kehilangan sepuluh persen anggotanya.
Louis menelan ludahnya saat Aria mengatakan ingin menghapus nama organisasi Black Shadow dari Dunia Bawah, Louis tau Aria tidak hanya mengatakan bualan saja, tetapi perkataan yang keluar dari mulut Aria itu serius.
"Aria, aku akan ikut denganmu"
"Tidak, kamu harus istirahat disini sampai sembuh, biar aku sendiri yang akan mengurus Organisasi Black Shadow" Aria menggeleng pelan dan tidak membiarkan Louis untuk ikut dengannya.
"Tidak boleh, kamu tidak boleh pergi sendirian, setidaknya bawalah beberapa anggota yang masih bisa bertarung" ucap Louis.
" aku bisa mengatasinya sendiri" Aria masih keras kepala dan tidak mau membawa orang lain bersamanya.
__ADS_1
"Aku tau, tapi tetap saja kamu tidak boleh pergi sendirian" Louis takut kalau Aria pergi sendirian Aria akan kehilangan kendali lagi karena terlalu banyak membunuh.
"Hey Louis, apa kamu sedang mengkhawatirkanku?" Perkataan Aria itu tentu saja telak mengenai Louis yang memang sedang menghawatirkan Aria.
"A-aku..." Belum sempat Louis menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba Aria mendekatkan wajahnya ke depan wajah Louis, Kini wajah mereka hanya berjarak beberapa Senti saja, Melihat hal itu, jantung Louis berdegup kencang dan wajahnya semakin memerah Louis bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya, Namun tiba-tiba, Aria kembali tertawa terbahak-bahak karena melihat Louis yang memerah seperti itu, Aria berhasil lagi menggoda Louis.
"Kamu terlalu menyenangkan untuk di goda dan dikerjai Louis" Ucap Aria sambil masih tertawa.
Louis sebenarnya sudah tau Aria hanya sedang menggodanya, tapi dia tidak bisa menyangkal perasaannya pada Aria.
Louis pertamakali bertemu Aria saat dirinya sudah memasuki dunia bawah, saat itu Louis di serang oleh sekelompok organisasi kecil disana, tentu saja saat itu Louis tidak bisa melawan karena terkepung dari berbagai arah.
Louis yang saat itu badannya sudah di penuhi luka dan sudah pasrah dengan nyawanya, tiba-tiba Louis melihat ada sebuah mobil hitam melaju menabrak orang-orang yang sedang menyerangnya.
Dari mobil hitam itu keluar seorang gadis yang masih sangat muda, gadis itu membawa pedang di tangannya dan tanpa basa-basi langsung maju menyerang puluhan orang yang ada disana, Louis bisa melihat gadis itu tidak ragu-ragu untuk menyerang, bahkan dia tersenyum saat membunuh, Saat sudah berhasil membunuh semua orang dari organisasi tersebut, gadis itu melangkah kearah Louis, Louis mengira gadis itu akan membunuhnya juga, tapi kemudian Louis terkejut karena gadis itu ternyata malah menawarkan kerja sama padanya, Louis tanpa basa-basi langsung menerima tawaran tersebut dan berhasil menjadi anggota organisasi pertama milik gadis itu.
Lalu, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, Mereka berdua tumbuh bersama menghadapi asam, manis dan pahitnya kehidupan, Louis sebenarnya sudah lama menaruh hati pada gadis yang tumbuh bersama dengannya itu, tapi Louis juga sadar akan posisinya, menurut Louis, gadis itu terlalu bersinar dan dia tidak akan pernah bisa mencapai sinar itu, jadi Louis hanya bisa memendam dalam-dalam perasaannya sampai sekarang.
Louis melihat Aria yang sedang tertawa di depannya, tidak ada lagi Aria yang berwajah dingin dan angkuh, sekarang hanya ada wajah seorang wanita cantik yang sedang tertawa lepas tanpa beban.
"Aria, apa kamu senang karena selalu berhasil menggoda dan mengerjaiku?" Ucap Louis sambil melipat tangan di depan dadanya.
"Tentu saja, itu mengingatkanku pada kenangan lama saat dulu pertama kali aku menggodamu, saat itu kamu bahkan marah padaku, itu lucu sekali" Aria mengatakan kenangannya waktu dulu bersama Louis, tentu saja itu membuat Louis bahagia karena Aria masih mengingat waktu yang Aria habiskan dengannya.
"Aku senang karena kamu masih mengingat waktu yang kamu habiskan denganku"
Mendengar ucapan Louis, Aria lalu berhenti tertawa, "Tentu saja, aku tidak akan pernah melupakan waktu yang aku habiskan dengan rekan sekaligus sahabatku" ucap Aria.
Mendengar Aria hanya menganggapnya rekan dan sahabat membuat hati Louis sakit, namun Louis juga sadar bahwa perasaanya sampai kapanpun tidak akan pernah terbalaskan, Menjadi sahabat Aria itu saja sudah cukup bagi Louis.
__ADS_1