Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Dua Orang Tamu


__ADS_3

Tiba di tempat khusus barang lelang Aria dan Giovanni langsung menghampiri pembawa acara tadi, pembawa acara itu juga mengenali Aria karena dia satu-satunya tamu yang memakai topeng.


"Nona sebelah sini". Pembawa acara tersebut melambaikan tangannya pada Aria dan Giovanni.


Giovanni menghela nafas lega karena berhasil menyelamatkan Grace dan juga untungnya sekarang Grace sudah memakai kain di tubuhnya walaupun kain tersebut tidak tebal tapi itu cukup untuk menutupi tubuhnya.


"Saya sudah mentransfer uangnya" Aria yang mengurus pembayarannya sementara Giovanni menghampiri Grace yang masih tampak seperti mayat hidup.


"Nona Grace apa anda baik-baik saja?" Giovanni mencoba untuk berbicara dengan Grace tapi hasilnya nihil Grace tidak merespon apapun.


Giovanni mengepalkan tangannya melihat Grace yang seperti itu Giovanni yakin sebelum Grace dibawa ke tempat lelang dia sudah mengalami hal yang sangat berat sampai membuatnya jadi seperti ini.


"Aku akan menghancurkan organisasi yang membuatmu jadi seperti ini". Batin Giovanni


Grace adalah dokter forensik di salah satu rumah sakit di kota L. Grace dan Giovanni beberapa kali pernah bertemu dan mengobrol karena kasus yang Giovanni tangani membutuhkan bantuan Grace seperti saat kasus pembunuhan kemarin yang dibantu oleh Grace dan Aria.


Meskipun Giovanni tidak terlalu dekat dengan Grace namun mereka pernah beberapa kali bekerja sama jadi Giovanni tidak mau orang yang dia kenal jadi seperti itu.


"Apa dia punya masalah kenapa dia bisa sampai di tempat seperti ini". Giovanni sedikit bingung karena Grace bisa sampai ada di dunia bawah bahkan dia juga jadi bahan lelang.


Aria telah selesai mengurus pembayaran lalu Aria berjalan menghampiri Giovanni yang sedang terus mencoba berbicara pada Grace.


"Percuma saja kamu mengajaknya bicara dia tidak akan meresponnya". Aria kini berada di sebelah Giovanni


"Maksud nona?"


"Sebelum dia di lelang pasti dia sudah mengalami hal yang sangat tidak manusiawi sampai membuat mentalnya rusak". Aria masih seperti biasa terlihat tenang


"Aku juga berpikir seperti itu, apa dia bisa sembuh?" Giovanni melirik Aria


Aria menggeleng pelan "Rata-rata orang yang jadi bahan lelang tidak bisa sembuh apalagi kalau dia bertemu dengan majikan baru yang memperlakukannya dengan kasar mentalnya akan semakin parah dan mereka tidak segan-segan mencoba untuk mengakhiri hidup mereka sendiri".


"Apa sampai separah itu?" Giovanni kini sangat marah karena bukan cuma Grace tapi yang lain juga mengalami hal yang sama bahkan lebih buruk.


"Tentu saja, lebih baik kita membawanya keluar dari sini dan mengobati lukanya dulu lalu setelah itu kalau keadaannya membaik kita akan coba tanya pelan-pelan kenapa dia bisa sampai di dunia bawah"


Giovanni setuju dengan Aria dia juga melihat beberapa luka lecet dan lebam di tubuh Grace jadi sebaiknya luka itu di obati dulu.

__ADS_1


"Baiklah..nona apa ada rumah sakit terdekat di sekitaran sini?"


Aria tertawa mendengar pertanyaan Giovanni "Tentu saja tidak ada kamu pikir dunia bawah seperti dunia luar disini tidak ada rumah sakit"


Giovanni menggaruk pelipisnya melihat Aria tertawa dengan pertanyaannya ini juga pertama kalinya Giovanni melihat Aria tertawa seperti itu biasanya Aria akan tetap tenang.


"Ah..begitu ya saya tidak tau, kalau begitu dimana kita akan mengobatinya apa kita harus membawanya ke dunia luar dengan kondisi seperti itu?"


"Kamu bawa dia dan ikuti aku kita akan mengobatinya di tempatku". Aria sedikit kasihan melihat Grace yang seperti itu jadi Aria mencoba membantunya lagipula nanti kalau Grace sembuh dia bisa menanyakan tentang Red Blood pada Grace dia pasti tau sesuatu.


"Ke tempat anda.. maksudnya organisasi yang anda tempati?"


"Tentu memangnya kemana lagi" Aria mengangkat bahunya mendengar pertanyaan Giovanni.


"Nona tapi apa disana dia bisa di obati, maksud saya tadi kan nona sendiri yang bilang tidak ada rumah sakit disini".


"Apa kamu takut?"


"Ah..itu saya tidak takut hanya saja.." Giovanni terlihat ragu-ragu saat akan melanjutkan perkataannya.


"Aku tau kamu tidak mempercayaiku tapi itu terserah kamu mau mengikutiku atau membawanya ke dunia luar seperti itu". Aria kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut


Mereka bertiga keluar dari gedung lelang dan berjalan melalui jalan lain lalu setelah beberapa menit berjalan mereka tiba di depan sebuah mobil mewah hitam yang terparkir di bawah pohon besar.


"Masuklah aku akan menyetir". Aria lalu berjalan kearah kursi pengemudi


Giovanni meletakan Grace di kursi belakang sementara dia berjalan ke kursi depan dan duduk di sebelah Aria. Setelah melihat mereka berdua sudah di dalam mobil Aria lalu melajukan mobilnya menembus kegelapan.


"Nona organisasi apa yang anda tempati?" Giovanni penasaran dengan organisasi yang Aria tempati. Sejauh ini Giovanni sudah sedikit mengerti bahwa di dunia bawah juga tidak semuanya jahat, memang mereka adalah pembunuh berdarah dingin yang kejam tapi masih ada orang yang seperti Aria meskipun dia seorang pembunuh tapi dia mau menolong Giovanni yang baru pertama kali dia temui.


"Mungkin nona ini juga punya alasan melakukan pembunuhan apalagi aku mendengar aturan di dunia bawah sangat berbeda dengan dunia luar di dunia bawah yang kuat yang berkuasa dan yang lemah akan di tindas mungkin saja itu alasannya nona ini juga melakukan pembunuhan karena tidak ingin dianggap lemah". Giovanni perlahan-lahan mulai mengerti aturan dunia bawah.


"Kalau gitu aja juga akan bertanya hal yang sama, dari organisasi mana kamu berasal?"


Giovanni terlihat diam karena tidak tau mau menjawab apa. Giovanni bukan berasal dari dunia bawah dan dia juga tidak mengetahui nama-nama organisasi yang ada di dunia bawah.


Melihat Giovanni diam Aria kemudian tersenyum tipis. "Karena kamu diam saja aku juga tidak akan mengatakan organisasi mana yang aku tempati"

__ADS_1


Sekitar tiga puluh menit kemudian Aria menjalankan mobilnya memasuki sebuah mansion mewah dengan nuansa hitam lalu Aria menghentikan mobilnya di tempat parkir yang sangat luas dan juga terdapat beberapa puluh lagi mobil mewah yang berjejer rapih disana.


Aria lalu menyuruh Giovanni untuk membantu Grace keluar dari mobil. Melihat Aria keluar dari mobilnya Hans yang ada di depan pintu segera menghampiri Aria.


"Nona anda sudah pulang". Hans membungkukkan badannya kemudian dia melihat dua orang keluar dari mobil Aria.


"Nona siapa mereka?". Aria melirik Giovanni yang sedang membantu Grace berjalan "Mereka tamuku, Hans panggilkan Victor kesini sekarang juga"


Hans mengangguk lalu segera berjalan memasuki mansion tersebut dan tidak lama kemudian Hans keluar bersama seorang pria yang seumuran dengannya dan memakai pakaian seperti dokter.


Mereka berdua lalu berjalan menghampiri Aria dengan terburu-buru karena khawatir Aria terluka itu sebabnya Aria menyuruh Hans untuk memanggil Dokter Victor.


"Nona apa anda terluka?" Begitu sampai di depan Aria Victor langsung menanyakan keadaan Aria.


"Aku tidak terluka tapi tamuku yang terluka tolong periksa dia Victor" Aria menunjuk Giovanni dan Grace yang ada di belakangnya.


Victor kemudian melihat orang yang tadi Aria tunjuk dan baru menyadari keberadaan dua orang tersebut karena terlalu panik dan terburu-buru jadi Victor tidak melihat dua orang itu.


"Baik nona". Victor kemudian berjalan kearah Giovanni dan Grace Victor melihat Giovanni lalu Grace


"Apa wanita ini yang terluka?" Victor melirik Giovanni


"Benar tuan, tolong periksa teman saya"


"Baiklah ikuti saya ke dalam biar saya periksa nanti di ruangan saya".


Giovanni menganggukkan kepalanya lalu melirik Aria. Aria melihat Giovanni meliriknya "Ikuti saja dia kedalam nanti temanmu akan segera di obati aku ada urusan lain sebentar nanti aku akan menyusul kalian" setelah itu Aria pergi dari sana menuju belakang mansionnya.


Melihat Aria sudah pergi Giovanni lalu membantu Grace dan segera berjalan mengikuti Victor masuk ke dalam mansion


Giovanni sebenarnya ragu saat akan keluar dari mobil tadi karena melihat mansion yang ada di depannya terlihat elegan namun juga mengerikan karena bernuansa hitam dan ditambah tanaman hitam yang mengelilingi mansion tersebut.


Tapi Giovanni juga tidak punya pilihan lain akhirnya dia memberanikan diri dan mengikuti perkataan Aria.


Mereka bertiga lalu memasuki mansion, Giovanni berdecak kagum karena di dalamnya ternyata sangat mewah dan dipenuhi barang-barang antik dan juga mahal.


"Ternyata di dalam tidak terlalu menakutkan seperti di luar tadi apa karena di luar gelap ya jadi suasananya agak seram walaupun diluar dipasangi beberapa lampu tapi itu masih terlihat menyeramkan". Giovanni terus melihat-lihat mansion milik Aria lalu dia tiba di sebuah ruangan besar.

__ADS_1


"Mari masuk". Victor mengajak Giovanni dan Grace untuk memasuki ruangan tersebut.


__ADS_2