Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam
Kebahagiaan Sederhana Di Bawah Langit Malam


__ADS_3

Setelah Herald berkata seperti itu, keluarlah dua orang pria dari balik pepohonan dan berjalan kearah Herald, setelah itu mereka berdua langsung memberikan hormatnya.


"Kerja bagus,.. kalian berdua urus mayat-mayat ini dan buanglah, terserah kalian mau buang kemana yang penting tidak menghalangi jalanku lagi" ucap Herald pada kedua pria itu yang ternyata adalah anak buahnya atau lebih tepatnya anggota Red Blood yang sedang bertugas di dunia luar.


Sebelum Herald keluar dari mobil Herald terlebih dulu menghubungi kedua anggotanya yang sedang bertugas di dunia luar kebetulan juga ada di Kota A, Herald menyuruh kedua anggotanya segera ke lokasi yang sudah Herald shareloc sebelumnya.


Sebenarnya Herald bisa saja mengatasi Geng motor itu seorang diri tapi Herald tidak mau repot-repot mengurus sampah jadi kalau masalah mengurus sampah seperti Geng motor, Herald selalu menyuruh anggotanya tapi dikarenakan Herald sedang terburu-buru Herald juga ikut membantu mengurus para sampah itu.


"Baik ketua kami mengerti" ucap serempak kedua pria yang kini masih membungkukkan badannya pada Herald.


"Laksanakan sekarang" tegas Herald.


"Baik ketua" setelah itu kedua anggota Red Blood langsung menjalankan perintah Herald untuk membersihkan mayat-mayat anggota Geng motor yang menghalangi jalan.


Herald kembali masuk kedalam mobil saat anggotanya itu sedang membersihkan jalan.


"Ternyata anggotamu yang di dunia luar banyak juga ya" Aria berkata seperti itu saat Herald sudah duduk di kursi pengemudi.


Herald menatap Aria lalu tersenyum lembut "Aku juga mau mulai merintis bisnis di dunia luar, aku menyuruh beberapa anggotaku untuk menyebar ke seluruh kota di dunia luar untuk mencari lokasi strategis untuk memulai bisnis ku nanti"


Aria hanya mengangguk lalu kembali memperhatikan kedua anggota Red Blood yang sedang membersihkan jalan.


"Oh..kakak menelepon" ponsel Aria berbunyi dan di dalam ponsel itu terlihat nama Javier.


"Mungkin kita terlalu lama" Herald menyahut ucapan Aria.


Aria mengangkat panggilan itu "Ya kak, ada apa?"


"Kamu dimana Aria?, Ini sudah dua jam loh, tidak mungkin kan kamu belanja sampai dua jam lamanya, lagipula supermarketnya kan dekat"


Benar saja apa kata Herald, Javier menelpon karena mereka berdua terlalu lama berbelanja.


"Kita sedang dalam perjalanan pulang kak, tapi ada sedikit masalah karena di jalan ada kecelakaan jadi kita terjebak di jalan" Aria sedikit berbohong pada Javier karena tidak mungkin Aria mengatakan yang sebenarnya.


"Begitu ya, kamu juga hati-hati di jalan, bilang pada Herald jangan ngebut - ngebut kalau bawa mobil"


"Iya kak"


"Ya sudah, kakak sudah selesai menyiapkan beberapa peralatan masak yang di perlukan untuk barbeque nanti, kakak tinggal menunggu kalian saja"


"Iya kak, sebentar lagi kita akan sampai, kakak tidak perlu khawatir"


"Baiklah.."


Javier kemudian mengakhiri panggilan itu. Aria menjauhkan ponsel itu dari telinganya dan menghela nafas pelan.


"Kenapa? Apa ada masalah?" Herald yang daritadi menatap Aria langsung bertanya begitu Aria selesai berbicara dengan kakaknya.


"Tidak ada, kakak hanya sedikit khawatir karena kita terlalu lama jadi dia menelepon untuk memastikan kita baik-baik saja"


Herald mengangguk pelan lalu melirik anak buahnya yang ternyata sudah selesai menyingkirkan semua mayat Geng motor itu.

__ADS_1


"Sepertinya mereka sudah selesai, ayo kita segera pulang" Herald menatap Aria yang hanya di jawab dengan anggukkan pelan oleh Aria.


Herald lalu melajukan kembali mobilnya yang sempat terhenti oleh Geng motor tadi. Tidak lama kemudian mobil Herald sudah memasuki pekarangan rumah Aria.


Herald memarkirkan mobilnya setelah itu mereka berdua keluar dari mobil sambil membawa belanjaan mereka dari supermarket tadi.


Aria juga Herald langsung bisa melihat Javier di pekarangan samping rumah sedang duduk ditemani dengan alat-alat barbeque yang sudah siap.


Aria lalu memutuskan untuk langsung menghampiri Javier ke samping rumah diikuti oleh Herald.


"Kak.."


Javier menengok kearah sumber suara yang memanggilnya "Oh kamu sudah sampai Aria, maaf kakak mungkin sedang melamun tadi jadi tidak mendengar suara mobil datang"


"Tidak apa" Aria menggeleng pelan.


"Ya sudah ayo masuk dan kita cuci serta potong-potong bahan-bahannya" ajak Javier pada Aria juga Herald.


Mereka bertiga lalu masuk kedalam rumah dan mempersiapkan bahan-bahan untuk barbeque malam nanti.


_____


Leon seperti biasa sedang berada di ruang kerjanya. Dia sedang fokus pada sebuah berkas yang ada di depannya.


Tok tok tok ..


"Masuk" ucap Leon sambil matanya masih fokus melihat berkas di depannya.


Ferio berjalan menuju meja kerja Leon dan berhenti di depan Leon. Leon menghentikan pekerjaannya dan langsung menatap Ferio.


"Bagaimana? Apa kamu sudah menemukan Aria atau mengetahui kemana Aria pindah?" Leon tidak berbasa-basi lagi dan langsung menanyakan intinya.


Leon menyuruh Ferio untuk mencari tau kemana Aria pindah dan mendapatkan alamat baru rumah Aria.


"Maafkan saya bos, saya tidak bisa menemukannya" ucap Ferio sambil membungkukkan badannya dan terlihat dari raut wajah Ferio. Pria itu sedang merasa ketakutan karena tidak bisa menemukan apa yang Leon perintahkan padanya.


"Apa?!!, Kenapa kamu tidak bisa menemukan informasi tentang Aria?"


"Bos, saya sudah menanyakan pada setiap orang yang saya temui di apartemen itu dan juga pemilik apartemennya tapi mereka semua tidak mengetahui kemana nona Aria pindah"


"Pasti Aria tidak memberitahu mereka kemana dia akan pindah" Leon mengembuskan nafas kasar.


"Ya sudah kalau kamu tidak menemukannya aku akan langsung menemuinya ke dunia bawah"


Ferio mengangkat wajahnya dan menatap Leon "Maksud anda, anda mau mendatangi Mansion nona Aria di dunia bawah?"


"Benar, kalau aku tidak bisa menemukan Aria di dunia luar, aku akan mencarinya ke dunia bawah"


"Tapi bos, bukannya itu malah akan membahayakan anda juga organisasi anda?"


"Tenang saja, aku hanya ingin bertemu dengan Aria, mereka pasti mengijinkanku untuk masuk dan bertemu dengan Aria" Leon tersenyum tipis.

__ADS_1


"Baiklah, apa saya perlu ikut bos?"


"Tidak perlu, kamu urus saja pekerjaanmu"


"Baik bos"


"Aria, kamu tidak akan pernah bisa pergi jauh dariku, kemanapun kamu pergi aku pasti akan menemukanmu" batin Leon.


_____


Malam sudah tiba, langit yang tadinya cerah kini berubah menjadi gelap serta dipenuhi bintang-bintang.


Aria, Javier dan juga Herald sudah berada di samping rumah untuk melakukan pesta barbeque kecil-kecilan.


Mereka bertiga lalu segera menyalakan panggangan juga menyiapkan bahan-bahannya yang tadi pagi sudah mereka potong-potong dan meletakkannya kedalam tusukkan sate dengan mencampur berbagai macam bahan.


Aria meletakkan satu persatu barbeque yang masih mentah keatas panggangan dan terus membolak-balik barbeque itu karena takut gosong.


Mereka bertiga bekerja sama membuat barbeque tersebut dan setelah barbeque itu matang, mereka langsung memakannya sambil sesekali berbincang dan tertawa bahagia.


Tiga puluh menit kemudian pesta barbeque kecil itu sudah selesai karena bahan-bahannya sudah habis mereka makan semua.


"Ah..aku kenyang" ucap Aria sambil mengelus perutnya dan duduk di kursi yang memang sengaja diletakkan di samping rumah.


"Tentu saja kamu akan kenyang karena makan sangat banyak" Javier menimpali ucapan adiknya itu.


"Aku makan banyak karena aku baru makan barbeque lagi setelah sekian lama"


Javier hanya menggeleng pelan "Ya sudah ayo bantu kakak juga Herald membereskan sampah dan alat-alat masak ini" Javier menunjuk sampah juga alat-alat barbeque.


"Kak, aku malas dan juga sulit bangun serta bergerak karena terlalu kenyang"


"Makannya jangan makan terlalu banyak" Javier tidak marah dan malah tertawa pelan mendengar ucapan Aria.


Aria menanggapi ucapan kakaknya itu dengan ekspresi wajah kesalnya. "Sudahlah biarkan Aria istirahat dan menurunkan makanan itu" Herald yang sedari tadi diam kini ikut bersuara.


"Ya sudah" Javier dan Herald segera membereskan sisa barbeque tadi dan tidak lama kemudian halaman yang menjadi tempat barbeque itu sudah bersih kembali.


Herald juga Javier kini berada di dapur sedang mencuci beberapa piring sisa barbeque tadi.


"Apa Aria masih ada di luar?" Tanya Javier pada Herald yang sedang sibuk mencuci piring.


"Sepertinya begitu" Herald menjawab tanpa menoleh kearah Javier dan tetap fokus pada piring kotor yang ada di tangannya.


"Kamu susul Aria dan katakan padanya untuk cepat masuk karena di luar cuacanya semakin dingin" perintah Javier pada Herald.


"Baiklah.." Herald meletakkan satu piring yang baru saja di cucinya kemudian berjalan keluar rumah untuk menghampiri Aria.


"Aria cepatlah masuk diluar semakin di-" Herald tidak meneruskan ucapannya karena dia melihat Aria sedang tertidur diatas kursi yang terletak di samping rumah.


Herald hanya menggeleng pelan lalu berlutut di depan Aria. Herald menatap wajah cantik Aria yang sedang terlelap kemudian Herald mengusap pelan pipi Aria.

__ADS_1


"Aria bangunlah, kamu bisa sakit dan masuk angin kalau tidur di luar"


__ADS_2