
Aria, Javier, Herald dan tiga ratus orang gabungan dari Organisasi Black Rose dan Blood Moon kini sudah tiba di depan sebuah Mansion mewah milik Leon.
"Apa Leon ada di dalam Mansionnya?" Tanya Javier pada Aria sambil menatap Mansion mewah yang ada di depannya.
"Sore tadi Leon bersama semua anggota Red Blood yang ada di dunia luar tiba-tiba datang ke dunia bawah" ucap Aria.
"Apa mereka sudah tau rencana penyerangan kita?" Tanya Javier kembali.
"Tidak, Louis mengatakan padaku bahwa Leon meminta semua orang-orangnya untuk pindah ke dunia bawah dan mulai membangun kembali bisnis mereka yang ada di dunia bawah, sebab bisnis Leon di dunia luar sudah hancur dan tidak bisa di selamatkan lagi, makannya Leon mengajak semua orang-orangnya yang ada di dunia luar untuk pindah ke dunia bawah" jelas Aria panjang lebar.
Aria memang meminta Louis untuk selalu mengawasi pergerakan Leon dan jangan sampai kehilangan informasi tentang Leon.
"Kerja Louis ternyata sangat bagus" puji Javier.
"Tentu, dia rekan kerja yang sangat bisa diandalkan" timpal Aria.
Herald yang mendengar Aria serta Javier memuji Louis merasa cemburu karena ternyata rivalnya itu tidak bisa di remehkan.
"Louis memang pantas menjadi rivalku" batin Herald.
"Ayo kita langsung masuk saja dari pintu depan, karena aku lebih suka menyerang secara terbuka" ucap Aria.
"Terserah kamu, aku akan mengikuti apapun perkataanmu" timpal Herald.
Aria lalu berbalik dan menatap semua orang yang berjumlah tiga ratus itu.
"Dengarkan aku baik-baik, kita akan langsung menyerang dari pintu depan, silahkan ke posisi masing-masing" ucap Aria pada tiga ratus orang itu.
Kemudian tiga kelompok memisahkan diri dan menuju posisi masing-masing, yaitu satu kelompok menjaga atau menyerang dari belakang Mansion itu, dan kedua kelompok sisanya berjaga atau menyerang dari sisi kanan dan kiri Mansion tersebut.
"Baiklah karena semuanya sudah siap, mari buat malam ini menjadi malam yang akan diingat oleh semua Organisasi yang ada di dunia bawah" ucap Aria sambil tersenyum.
Javier yang melihat Aria seperti itu hanya bisa menghela nafas pelan, Javier belum terbiasa dengan sifat Aria yang seperti itu.
__ADS_1
"Semuanya ikuti aku, kita serang mereka sekarang"
Aria lalu berjalan paling depan sambil membawa pistol di tangan kirinya dan pedang di tangan kanannya, sedangkan Javier hanya membawa pistol saja karena itu adalah satu-satunya senjata yang Javier kuasai, berbeda dengan Javier, Herald lebih memilih membawa dua pedang dan masing-masing tangan Herald memegang satu pedang.
Begitu Aria melewati gerbang masuk, Aria langsung memerintahkan pada bawahannya untuk langsung menembak dan menyerang, Aria juga melakukan hal yang sama yaitu menembak musuh yang ada dalam jangkauan pistolnya.
Aria tidak melewatkan satupun musuh yang dia lihat, Anggota Red Blood yang berhadapan dengan Aria langsung terbunuh hanya dalam satu tembakan.
Tidak usah diragukan lagi, Aria memang sangat profesional dalam hal menembak, mungkin Aria mempunyai bakat menembak kedua yang terhebat di dunia bawah, dan bakat menembak yang berada di urutan nomor satu adalah Louis.
Herald juga mulai memainkan pedangnya, Herald tidak kesulitan sedikitpun dalam menghadapi musuhnya, bahkan Herald sangat santai dan terlihat tidak terlalu banyak bergerak.
Herald sangat pandai dalam bermain pedang, mungkin bakat Herald bisa disamakan dengan bakat Aria dalam bermain pedang, namun Herald lebih unggul dalam permainan dua pedang.
Berbeda dengan Aria dan Herald, Javier sangat berhati-hati dalam membunuh dan Javier juga tidak lupa pesan Aria untuk tidak jauh-jauh darinya, kini Javier menyadari arti perkataan Aria itu.
Kalau Javier berada jauh dari Aria, kemungkinan besar Javier akan langsung terluka atau yang lebih parahnya lagi, Javier bisa langsung mati.
"Aku baru melihat Aria yang seperti ini, dia bahkan membunuh tanpa berkedip dan juga tidak ragu-ragu saat membunuh lawannya" batin Javier saat melihat sekilas kearah Aria.
Leon sedang berada di dalam mansionnya dan seperti biasa, Leon sedang mengerjakan beberapa dokumen untuk memulai bisnisnya kembali, saat Leon sedang fokus pada dokumennya tiba-tiba pintu depan ruangannya diketuk dengan cepat serta terkesan buru-buru.
Leon yang sedang fokus pada kerjaannya menjadi sangat kesal karena ada yang mengganggunya.
"Masuk" ucap Leon saat mendengar suara dari luar ruangannya.
Setelah Leon mengijinkan orang yang mengetuk pintunya itu untuk masuk, Leon cukup terkejut karena ternyata yang mengetuk pintu ruangannya dengan tidak sopan dan buru-buru itu adalah Ferio.
Leon tidak menyangka sikap Ferio yang seperti itu, karena tidak biasanya Ferio bersikap tidak sopan seperti itu padanya, Leon juga tidak menyangka yang tadi mengetuk pintu dengan cepat adalah Ferio karena Leon tadi sedang fokus pada pekerjaannya dan tidak terlalu memperhatikan suara yang sebelumnya terdengar dari balik pintu itu.
Ferio berjalan kearah Leon dengan sedikit terburu-buru dan wajahnya terlihat sangat panik.
"Ada apa denganmu?, Sepertinya kamu tidak baik-baik saja?" Leon bertanya Seperti itu saat melihat ekspresi wajah Ferio yang gelisah.
__ADS_1
"Begini bos, mansion kita diserang"
"Apa?!!" Leon sampai bangun dari tempat duduknya karena saking terkejutnya dengan ucapan Ferio.
"Kamu jangan bercanda!!, Itu tidak mungkin terjadi, sekarang kamu pergi aku sangat sibuk!!" Leon menganggap ucapan Ferio itu hanya sebatas candaan atau angin lalu saja, Leon mengira Ferio sedang mabuk makannya Ferio mengatakan hal yang tidak-tidak.
"Saya tidak berbohong bos, kita sedang diserang dari berbagai arah, kalau bos tidak percaya bos bisa lihat ini.." Ferio memberikan tab yang ada di tangannya pada Leon.
Leon yang awalnya tidak tertarik menjadi sedikit penasaran, karena kalau Ferio sedang mabuk Ferio tidak mungkin mengeluarkan ekspresi gelisah serta ngotot dengan perkataannya.
Leon akhirnya menerima tab yang Ferio berikan dan melihatnya, saat Leon melihat apa yang ada di dalam tab tersebut mata Leon seketika langsung membelalak seakan ingin keluar.
"Apa-apaan ini!!"
Leon melihat rekaman cctv di dalam tab yang diberikan oleh Ferio, masalahnya rekaman cctv itu menunjukkan adanya penyerangan di setiap sudut mansionnya, itu yang membuat Leon menjadi sangat terkejut.
"Apa ini, ternyata ada yang berani menyerang mansionku, mereka cari mati ya" ucap Leon dengan nada yang sangat dingin serta matanya menatap tajam kearah tab tersebut.
"Ferio, apa kamu sudah mengetahui siapa yang menyerang kita?" Tanya Leon pada Ferio.
"Saya sudah mencoba untuk mencari tau dari seragam mereka, tapi saya tidak menemukan apa-apa" Ferio menggeleng pelan.
"Itu artinya mereka dari Organisasi besar yang mempunyai tingkat keamanan data lebih tinggi, itu juga yang menjadikan mereka berani menyerang kita, karena mereka berasal dari Organisasi besar" Leon mengepalkan tangannya dengan sangat keras.
"Ferio, ada berapa orang yang menyerang?"
"Kurang lebih tiga ratus orang"
"Sepertinya mereka berniat untuk menghapus Organisasi Red Blood"
Leon langsung menyadari itu karena anggota Red Blood yang tersisa kini hanya ada kurang lebih seratus orang saja.
"Sial..ayo turun, akan aku buktikan pada mereka bahwa Organisasi Red Blood masih mempunyai kekuasaan dan tidak bisa di remehkan"
__ADS_1
Leon segera berdiri dan meletakan tab yang ada di tangannya keatas meja, setelah itu Leon segera berjalan keluar dari ruangannya diikuti oleh Ferio.